TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Menemui Hideon


__ADS_3

Setelah meminta ijin, Aluna menarik tangan Alvin keluar sambil terus tersenyum terhadap pria itu. Bibir Aluna benar-benar membuat pria itu tak bisa berkedip melihat senyum manisnya.


"Suamiku, bolehkah aku menemui ayah di kantornya? Aku ada perlu dengannya," ucap Aluna pelan.


Seakan terbius oleh gerakan bibir Aluna, ia mengiyakan apa saja yang Aluna katakan.


"Bolehkah aku meminta sopir untuk mengantarkan aku ke perusahaan ayah?" tanya Aluna lagi.


Alvin kembali mengangguk, tersenyum tipis sambil terus berpikiran negatif ketika melihat kelakuan manja istrinya.


Perlahan Aluna melepaskan tangan Alvin dari pinggangnya, "Kalau begitu, aku ke perusahaan ayah sekarang! Nanti malam jangan lupa menemui ku di Cafe Miracle. Aku pergi dulu suamiku."


Aluna melambaikan tangannya ke arah Alvin yang masih menatapnya, pria itu sepertinya enggan membiarkan Aluna pergi. Sayangnya tangannya begitu berat untuk menghentikan Aluna yang sudah mulai berjalan menjauh.


***


Tentu saja Aluna akan menemui ayah Luna dahulu, ia harus menemuinya membicarakan masalah Luna karena video itu. Aluna juga ingin menanyakan kenapa ayahnya lebih menyayangi Helen yang hanya anak tirinya? bukankah seorang ayah akan mendukung anak kandungnya bagaimanapun juga? pikir Aluna dalam hati.


Dengan diantar sopir pribadi Alvin, Aluna menuju perusahan Hideon. Ia juga ingin meminta ayahnya membuatkan surat ijin mengemudi agar ia bisa leluasa mengendarai mobil sendiri seperti di dunia nyata.


Sepuluh menit kemudian Aluna sudah sampai di depan sebuah perusahaan yang sangat besar dan megah. Aluna sempat terkesima, ternyata Hideon ayah Luna adalah seorang yang kaya raya, dilihat dari bangunan perusahaannya yang mencakar langit lebih tinggi dari bangunan lain di sebelahnya.


"Selamat siang, Nona Luna." Para karyawan menyambut kedatangan Aluna dengan rasa hormat membungkukkan sedikit punggungnya memberi hormat.


Aluna tersenyum menanggapi mereka semua, ia terlihat begitu terkenal disini, menurutnya.


"Bisakah kalian mengantarkan aku ke ruangan ayahku?" pinta Aluna kepada salah satu karyawan.


Salah satu dari mereka secara sukarela mengantarkan Aluna menuju ruangan Hideon, CEO di perusahaan itu.


"Terima kasih," ucap Aluna ketika ia sudah sampai depan ruangan ayahnya.


Karyawan tadi lalu meninggalkan Aluna sendirian. Rupanya bukan hanya keluarganya yang mengetahui rumor kalau Luna berselingkuh, video itu malah sudah tersebar di akun milik salah satu karyawan dan sengaja menyebarkan luas ke seluruh karyawan lainnya. Setelah Aluna berjalan melewati mereka, rupanya mereka berbisik dibelakangnya, menyebarkan gosip dan membicarakan keburukan Luna di belakang.


"Aku kira Nona Luna adalah wanita yang lugu, ternyata dia begitu murahan dengan bermain api bersama selingkuhannya," salah satu dari karyawan mulai bergosip.


"Ha...ha.. padahal dia sangat beruntung mendapatkan Tuan Alvin, bisa-bisanya ia berselingkuh dengan Tuan Devan," salah satu karyawan lain menyahuti.

__ADS_1


Begitulah para karyawan membicarakan Luna di belakang, hampir sudah menjadi makanan mereka sehari-hari membicarakan rumor perselingkuhan Luna yang semakin memanas dan menjadi tranding topik di perusahaan.


***


Dengan sedikit perasan takut Aluna mengetuk lalu membuka pintu ruangan Hideon perlahan. Siap tak siap ia harus menemuinya. Sekarang Aluna sudah masuk kedalam, melihat dengan jelas seorang pria dengan memakai kacamata sedang duduk melihat ke arahnya.


"Luna, beraninya kamu mencoreng nama baik keluargamu!" Baru saja masuk Aluna sudah mendapati bentakan dari seorang pria, yang ternyata adalah Hideon, ayah Luna.


"A-ayah," ucap Aluna pelan.


"Duduklah!" Hideon mempersilahkan Aluna duduk di depannya.


Mencoba tersenyum semanis mungkin Aluna mencoba mencairkan suasana agar tatapan Hideon tidak begitu marah melihatnya.


"Aku sangat kecewa denganmu, Luna!"


Tentu saja Aluna hanya diam saja, tak berkutik.


"Apa kamu sudah melihat video mu dengan Devan? Kemarin keluarga Alvin mengirimnya kepadaku, begini kah kelakuan mu, Luna!" bentak Hideon terus-menerus.


Aluna menggeleng, "Ayah, aku tak melakukan perbuatan itu dan aku belum pernah melihat video itu."


Hideon lalu mengirimkan langsung video itu ke chat pribadi Luna, menyuruh putrinya agar melihatnya langsung.


"Lihat saja video itu, aku sudah mengirimnya ke pesan pribadimu!" masih dengan kemarahan Hideon berkata pada putrinya.


Tampa pikir panjang, Aluna langsung membuka handphonenya, melihat bagaimana video yang menjadi kemarahan Alvin dan ayah Luna.


Sepertinya Luna dijebak! batin Aluna yang masih menyaksikan video itu.


"Ayah, ini bukan aku. Sepertinya aku di jebak, ada orang yang tidak suka dengan hubunganku dan Alvin," Aluna mencoba meyakinkan Hideon.


"Sepertinya lagi orang itu adalah Helen, anak tiri ayah!" tegas Aluna.


Mendengar tuduhan Luna, darah tinggi Hideon kembali naik. Menurutnya bisa-bisanya Luna berpikiran negatif tentang saudaranya.


"Luna! Jangan asal menuduh saudaramu! Jelas wanita di dalam video itu adalah kamu, kamu masih saja terus mengelak, Ayah benar-benar sangat kecewa, Luna!" bentak Hideon tak terima.

__ADS_1


"Itu bukan tuduhan ayah, Helen tak menyukaiku. Ayah pasti mendukungnya, karena Helen adalah anak kesayanganmu, bukan!" Aluna tak kalah lantang membalas Hideon.


Untung saja dia bukan ayah kandungku! Kalau tidak aku bisa dicap anak durhaka karena balas membentaknya, batin Aluna.


Hideon masih saja tidak percaya dengan ucapan anaknya. Pria itu masih beranggapan kalau anaknya lah yang bersalah.


"Aku bertambah kecewa lagi denganmu, Luna. Bisa-bisanya kamu melempar batu sembunyi tangan lalu melempar batu itu kepada saudaramu sendiri, ayahmu tak pernah mengajarimu seperti itu!" bentak Hideon, suaranya begitu nyaring dan terdengar keras ke penjuru ruangan yang hanya ada dirinya dan Aluna.


Kalau saja kamu bukan ayah Luna, sudah aku masukan cabe ke mulutmu! gerutu Aluna menahan amarahnya.


"Terserah ayah kalau tidak percaya! malam ini aku akan membuktikan kalau aku tidak bersalah," tegas Aluna.


Hideon mendelik, "Dengan apa kamu akan membuktikannya?"


Dengan apa aku membuktikannya? Aku pun sebenarnya belum mencari bukti apa pun! Aku harus mencari buktinya hari ini juga! pikir Aluna di dalam hati.


"Nanti malam, suruh saja orang suruhan ayah untuk menyaksikannya nanti malam di Cafe Miracle! Aku akan membuktikan kalau aku tidak bersalah." Aluna berdiri kembali hendak meninggalkan ayahnya.


"Bagaimana kalau kamu tak bisa membuktikannya?" tegas Hideon lagi.


Aluna kembali menelan ludahnya berpikir.


"Ayah boleh dengan sukarela memutuskan hubunganku dengan ayah dengan tidak menganggap ku anak lagi!" Aluna spontan mengatakan itu kepada Hideon.


Jelas bukan itu keinginan Hideon, ia menggelengkan kepalanya mendengar ucapan putrinya.


"Tapi sebelum itu, berilah anakmu surat ijin mengemudi, Aku sedang sangat membutuhkannya!" seru Aluna beranjak pergi, "Permisi!"


Tanpa salam Aluna berbalik badan hendak meninggalkan Hideon yang tak bisa berkata-kata. Pria itu kaget saat Luna mengatakan itu kepadanya.


,


.


###


Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2