TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Transfer Skill


__ADS_3

Beberapa perwakilan chief marketing officer wakil dari perusahaan yang bekerja sama dengan Alvin, menghampirinya dengan terburu-buru. Mereka mendatangi Alvin karena harus sesegera mungkin menyambut klien yang akan datang beberapa menit lagi.


"Tuan Alvin, sepertinya kita harus menyambut di depan sekarang. Lima menit lagi Tuan Dae Jung akan sampai ke mari," ucap salah satu CMO berdasi garis putih. Satu perwakilan lainnya juga ikut menambahi, "benar, Tuan! Semua sudah kita persiapkan di ruang rapat. Agenda yang aku buat pun sudah di setujui oleh CEO kami."


Alvin mengepalkan tangannya kuat, mengatupkan bibirnya sembari menggelengkan kepalanya pelan. Apa yang harus aku lakukan? Batinnya. Karena saking cemasnya, lelaki itu tak memperdulikan Aluna yang dari tadi tampak memperhatikan dari jauh.


"Apa kalian bisa berbahasa Korea?" tanya Alvin tiba-tiba.


Semua yang berdiri mengelilingi Alvin menggeleng, mereka belum membuka mulut pun Alvin sudah paham maksudnya. "Bukankah Anda sudah membuat janji dengan penerjemah?" tanya salah satu CMO.


"Maafkan aku, Tuan! Penerjemah yang aku hubungi tidak bisa hadir hari ini. Mohon agar tidak panik duluan, karena kami sedang mencari penggantinya." Sekretaris Fang berdiri ketakutan.


Para CMO saling berpandangan, mereka sangat kecewa dan larut dalam pikiran masing-masing. Bagaimanapun juga mereka sudah merencanakan jauh-jauh hari, sudah menghabiskan waktu dan pikiran agar proyek ini berhasil. Namun, kelalaian asisten Alvin barusan sangat meragukan kredibilitas perusahaan Alvin yang dipertaruhkan hari ini. Kalau sampai Tuan Dae Jung tidak mau bekerja sama, maka mereka berpikiran akan mengakhiri kerjasama dengan perusahaan Alvin secara sepihak.


"Diam kamu! Segera urus pengunduran dirimu sekarang kalau kamu tak mendapatkan penerjemah sebelum Tuan Dae Jung datang!" geram Alvin marah.


Sekretaris Fang mundur satu langkah ketakutan. Tidak ada cara lain, dia harus cepat menghubungi Helen. Karena dia lah satu-satunya yang bisa ia andalkan sekarang. Dalam hatinya dia berdoa semoga Helen cepat datang agar dia tak jadi dipecat.


Sementara, Aluna tampak iba melihat Alvin yang semakin kalut. Tatapan Alvin lain dari biasanya. Wajahnya tampak memelas, terlihat dari matanya yang tampak kosong seperti sedang memikirkan beban berat di otaknya. Ya, kerjasama dengan Tuan Dae Jung sangat penting, mengingat proyek yang ia dirikan berada di Korea, beberapa perusahaan bahkan sudah menaruh kepercayaan penuh kepada Alvin.


Sebenarnya, Aluna juga sangat ingin membantu Alvin. Namun, apa daya dia tak punya keahlian khusus dalam bidang akademik apalagi sebagai penerjemah, pendidikannya di dunia nyata pun hanya sampai jenjang menengah atas.


Apa yang harus aku lakukan untuk membantumu, Alvin? batin Aluna ikut merasakan kecemasannya.


Saat Aluna bergumam di dalam hati, kalung sistem tiba-tiba menyala.


...[Apa Anda ingin menukar tiga tas saran dengan sebuah keahlian, Nona?]...


Aluna yang sedang berdiri sendirian langsung menepi ke pinggir mencari tempat yang sepi, agar tidak ada orang yang curiga saat dia sedang berbicara sendiri.


"Apa aku bisa menukar tiga tas saran agar aku bisa berbahasa Korea?" tanya Aluna.


Sistem menjawab,


...[Benar, Nona. Anda dapat menukarnya menjadi keahlian permanen untuk pemilik tubuh yang Anda tempati.]...


Aluna menghela napas pelan.


"Apa keuntungan yang akan aku peroleh kalau aku menukarnya dengan satu keahlian?" tanya Aluna lagi.

__ADS_1


...[Dengan keahlian yang Anda miliki, maka Anda akan mendapatkan tas saran lebih cepat. Skill yang akan Anda peroleh bersifat permanen.]...


Mendengar itu Aluna tersenyum, dia menerima saran yang diberikan sistem. Menurutnya, kalau itu bisa membantu Alvin, kenapa tidak?


"Baiklah aku akan menukarnya sekarang!" seru Aluna tidak sabar.


...[Kalau begitu, persiapkan diri, Nona. Karena pemberian skill akan sedikit menyakitkan untuk tubuh Anda.]...


"Lakukanlah aku sudah siap sekarang," ucap Aluna enteng.


Skill ditransfer.


[0% ... 5% ...]


Kepala Aluna masih tak berasa apa pun.


[... 15% ... ]


Kepala Aluna mulai merasakan migrain.


[... 25% ... 35% ... ]


Aluna mulai memegangi kepalanya yang sangat berat.


[... 35℅ ... 50% ... ]


Aluna mulai merasakan sakit kepala penuh seperti sedang dihantam benda padat.


"Bisakah kau memasukkan skill lebih halus lagi Miss K?"


[ ... 50% ... 75℅ ... ]


Tubuh Aluna mulai limbung ke depan. Kepalanya seperti disengat arus listrik berkekuatan 75 mA.


[... 90℅ ... ]


Tiba-tiba,


Bruk!

__ADS_1


Seorang pengawal tak sengaja menabraknya.


Belum selesai mentransfer skill, para atasan perusahaan mengatakan klien Korea telah tiba di parkiran. Beberapa orang terlihat kalang kabut, termasuk petugas keamanan. Aluna yang sedang memegangi kepalanya tidak sengaja tersenggol tubuh seorang pengawal yang berjalan cepat, tengah sibuk dengan Handy talky yang dipegangnya.


"Maaf, Nona. Aku tidak sengaja karena sedang terburu-buru," ucap salah seorang pengawal, dia lalu membantu Aluna berdiri.


Aluna melihat lelaki itu masih belum stabil. Matanya masih berkunang-kunang ketika melihat ke arahnya.


"Aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah membantuku," ucap Aluna mencoba berdiri tegak.


"Terima kasih kembali, Nona Luna. Maafkan aku, Aku harus bersiap memantau keamanan klien Korea yang sudah berada di parkiran," ucap pengawal itu lalu berjalan lagi meninggalkan Aluna.


Jadi mereka sudah datang? Aku harus cepat menolong Alvin.


Mendengar klien Korea sudah ada di parkiran, Aluna lalu berjalan ke tengah ruangan. Dia melihat Alvin berjalan di dampingi sekretaris Fang di sebelahnya. Tiba-tiba saja ponsel Alvin berdering, sambil berjalan lelaki itu mengangkat telepon yang ternyata dari Helen.


^^^"Halo, Tuan Alvin," ucap Helen di telepon.^^^


"Kenapa kamu menghubungiku lagi Helen?" ketus Alvin tak peduli.


^^^"Aku dengar penerjemah bahasa Korea berhalangan hadir, bolehkah aku membantu Anda sekarang? Kebetulan sebentar lagi aku akan sampai di perusahaan lima menit lagi," kata Helen.^^^


Begitu mengetahui yang menghubungi Alvin adalah Helen, Aluna langsung berjalan cepat merebut ponsel di tangan Alvin.


"Berikan padaku!" seru Aluna langsung menyerobotnya.


"Luna!" seru Alvin tampak kaget.


"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan suamiku, Jala*ng!" seru Aluna di telepon.


^^^"Ha ... ha ... Jadi kamu sedang ada di perusahaan Alvin sekarang? Baguslah, karena sebentar lagi aku akan sampai dan menemani suamimu lagi seperti biasa," kata Helen di telepon.^^^


"Kamu tidak perlu datang kemari, karena aku yang akan menemani suamiku!"


^^^"Menemani untuk apa? Tidak ada yang membutuhkanmu di sana, Luna! Alvin hanya butuh aku, karena sebentar lagi aku akan bekerja sebagai asisten penerjemahnya lagi."^^^


Alvin yang melihat Aluna berbicara dengan Helen terlihat biasa saja. Yang ada dipikiran Alvin sekarang adalah bagaimana cara menyambut Tuan Dae Jung, sementara teman yang baru di hubungi untuk menerjemahkan masih dalam perjalanan.


"Kamu tak usah membantu suamiku lagi! Aku sendiri yang akan menemani Alvin dan menjadi asisten penerjemah untuknya sekarang." Tegas Aluna penuh percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2