TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Dipaksa Minum Bir


__ADS_3

"Apa maksud dari ucapanmu?" tanya Aluna dengan dahi mengernyit.


"Ha ... ha ... tidak ada maksud apa pun. Hanya saja aku tidak menyangka, ternyata wanita yang selalu dianggap pendiam berani keluar malam seperti sekarang!" Helen terus memanasi.


Mendengar Helen terus menyindirnya, membuat Aluna enggan meladeni wanita jelmaan ular itu, ia ingin cepat menyelesaikan misi malam ini juga.


"Kamu membuang-buang waktuku! Minggir, aku sedang malas berurusan denganmu!" Aluna memalingkan wajahnya kemudian berlalu pergi begitu saja melewati Helen yang terus tersenyum licik kearahnya.


***


Di Dalam Bar.


"Selamat datang, Nona. Ada yang bisa kami bantu?" Seorang pelayan bar menyambut Aluna di pintu masuk.


"Aku, ingin bertemu dengan Lily. Bisakah Anda mengantarkanku!" jawab Aluna, pandangan matanya berkeliling mencari sosok wanita bernama Lily.


"Apa Anda yang bernama nona Luna?" tanya pelayan lagi.

__ADS_1


Aluna mengangguk mengiyakan.


"Mari saya antar. Kebetulan nona Lily sedang menunggu kedatangan Anda, Nona." Pelayan tadi mempersilahkan Aluna agar mengikutinya.


Sebaiknya sekarang aku harus berpura-pura menjadi Luna agar mereka semua tak mencurigaiku! Batin Aluna.


Kemudian, Aluna berjalan mengekor di belakang pelayan yang akan mengantarnya ke ruang VVIP, yang kebetulan tidak jauh dari pintu masuk.


"Bukankah itu Luna?" tanya Yuze menunjuk Aluna dari jauh. Lily langsung menoleh.


"Benar!" Melihat kedatangan Aluna, Lily langsung berlari memeluknya. Wanita itu berpura-pura baik. "Kakak ipar! Setelah sekian lama aku menunggu, akhirnya kamu datang juga!"


"Kemarilah Kakak ipar." Lily lalu mengajak Aluna agar duduk bersama mereka.


Sekarang Aluna sudah duduk di depan mereka berdua. "Kakak ipar, minumlah!" seru Yuze sembari memberikan sebuah gelas berisi bir kepada Aluna.


Aluna meraih gelas itu. Namun, setelah ia mengetahui itu adalah bir, wanita itu menaruhnya lagi ke atas meja. "Maaf! Aku tidak biasa meminum alkohol," ucapnya.

__ADS_1


Melihat penolakan dari Aluna, tidak membuat dua bersaudara itu menyerah. Mereka akan terus berencana agar bir itu masuk ke mulutnya dan membuat Aluna mabuk malam ini.


"Kakak ipar, minumlah sedikit bir ini sebagai bentuk penghormatan kepada kami." Lily terus memaksa Aluna.


Cepat minum Luna! Agar kami bisa memperdayaimu! ucap Lily dalam hati.


Gawat! Kalau sampai aku mabuk, aku bakal terjebak sungguhan. Aku harus bisa terjaga agar bisa melawan mereka. Batin Aluna.


"Lily, bukan aku tak ingin menghormati kalian berdua. Tapi ..." Belum sempat Aluna menyelesaikan kalimatnya, Yuze dengan paksa menyodorkan bir ke bibir Aluna.


"Cepat minum Kakak ipar!" seru Yuze.


Aluna menutup mulutnya rapat-rapat, saat gelas itu sudah menyentuh bibirnya. "Lily, Yuze, terus terang aku tidak bisa meminum alkohol, apalagi barusan aku sedang bertengkar dengan Alvin. Kalau sampai suamiku mengetahui aku berada di bar dan !!meminum alkohol, bisa-bisa dia menceraikanku malam ini juga, hiks!" Aluna berpura-pura menangis, meniru karakter Luna yang mudah menangis.


"Jadi kakak barusan bertengkar dengan Alvin?" Yuze mulai terpancing.


"Ya, aku sengaja kabur darinya malam ini. Aku akan meminum bir ini setelah kalian menelepon Alvin, memintanya memberiku izin meminum alkohol ini." Aluna berpura-pura menjadi Luna yang terlihat bodoh.

__ADS_1


Apa? Jadi dia sedang bertengkar dengan Alvin? .Bagus, rencanaku berhasil! Sebaiknya aku menelepon Alvin sekarang, agar dia mengetahui ketidakpatuhan istrinya.


Yuze tersenyum tipis, kemudian dia mulai mengeluarkan ponsel miliknya untuk menelepon Alvin. Mereka berdua ternyata tidak mengikuti arahan Helen dan mulai terpancing dengan Aluna.


__ADS_2