
Rasa bersalah semakin membumbung tinggi di benak Zero, ketika bertemu dengan Cheryl di Bandung. Bayi 3 bulan itu tampak sangat ceria, lincah dan terus bersuara diiringi tawa riang. Begitu berdosanya pria itu, karena telah membuat keluarga kecil itu antah berantah.
Dadanya bergemuruh sesak, apalagi melihat kegigihan Jihan diri yang pontang panting seorang diri. Meski ia tahu, sorot mata wanita itu menyiratkan kesedihan mendalam. "Entah harus bagaimana lagi aku menebusnya," gumamnya mengusap wajah dengan sangat kasar.
Hari ini keberangkatan mereka ke Paris, setelah semua dokumen lengkap. Zero secara khusus menyempatkan diri untuk mengantar keberangkatan Jihan ke bandara. Bersama putrinya, juga seorang perempuan muda yang ditugaskan untuk menjaga Baby Cheryl.
"Hati-hati di sana," tutur Zero saat Jihan hendak masuk ke dalam pesawat.
"Terima kasih," gumam Jihan dengan mata berkaca-kaca. Menguatkan diri agar tidak menangis karena harus semakin jauh dari sang suami.
Ia memejamkan mata sembari menepuk dadanya yang sesak, sembari mengembuskan napas berat. Demi impian dan kesuksesannya, juga memantaskan diri jika bersanding dengan suaminya. Supaya kelak, tidak ada yang berani merendahkannya dan memandang sebelah mata.
Zero menepuk puncak kepala Cheryl, bayi lucu itu menatap mengerjap lembut dengan bibir bergerak-gerak seolah mengajaknya berbicara. "Hei, anak pintar. Maafin, Om!" gumamnya pelan dengan dada bergemuruh.
__ADS_1
"Permisi," ucap Jihan membungkuk lalu melenggang pergi tanpa menatap Zero dan asistennya. Ia larut dalam lamunan, tidak menghiraukan setiap ucapan Zero maupun Bima. Melenggang begitu saja dengan langkah gontai. Bersama Cheryl dalam gendongannya, dan seorang asisten perempuan muda.
Di dalam pesawat, Jihan segera mengenakan earmuff pada Cheryl. Perbedaan tekanan udara yang tinggi, akan membuat bayi tidak nyaman bahkan merasakan sakit pada pendengaran jika tidak mengenakan penutup telinga. Apalagi perjalanannya memakan waktu satu hari dan harus transit di beberapa negara terlebih dahulu sebelum mendarat di Paris.
Sungguh sangat melelahkan. Bayi cantik itu selalu menakjubkan, tidak rewel dan tidak terlalu merepotkan. Seolah dia memang hadir untuk ikut berjuang bersama sang mama.
Setelah melalui perjalanan panjang, mereka langsung disambut pihak penyelenggara. Mereka menempati apartemen yang sudah disiapkan. Biaya hidup sekaligus semua peralatan belajar untuknya sudah disediakan sepenuhnya.
Hari demi hari dilalui oleh Jihan dengan semangat dan antusias untuk belajar dan terus belajar. Ia fokus untuk menyerap semua ilmu yang diterima setiap harinya. Weekend pun ia gunakan untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang ia dapat. Sesekali berlibur bersama Cheryl dan pengasuhnya. Itupun tidak lama.
Satu tahun kemudian....
Perjuangan Jihan di Paris sudah berakhir. Ia pun segera kembali ke tanah air. Sudah saatnya Jihan menegakkan kepala, berjalan dengan pandangan lurus ke depan tanpa pernah menunduk lagi.
__ADS_1
Kedua kaki jenjangnya menjajak di tanah air dengan Cheryl yang terlelap dalam gendongannya. Bayi itu sudah semakin aktif berjalan ke sana ke mari dan sudah bisa berbicara sepatah dua patah kata.
"Tiger, aku kembali," gumam Jihan membuka kaca mata hitamnya. Menunggu jemputan mobil di bandara. Rambut panjangnya tergerai lurus berwarna hitam legam.
Bentuk tubuhnya sudah kembali seperti saat ia belum hamil. Kecantikannya kini sudah dilengkapi dengan bakatnya yang luar biasa. Langkah kakinya pun teratur bak model yang berjalan di atas catwalk. Sungguh, perubahan yang begitu drastis.
Tidak akan pernah ada yang menyangka, jika wanita cantik itu dulunya hanya gadis ceroboh, manja, hobi membuat rusuh dan selalu merepotkan. Kini semua berubah, anggun, berwibawa dan percaya diri.
"Selangkah lagi. Terima kasih, Sayang selalu kuat bersama mama!" ucap Jihan sembari berjalan dengan pandangan pada Cheryl.
Hingga tanpa sengaja, tubuhnya berbenturan dengan seseorang dan hampir membuatnya terjatuh kalau saja tidak ada lengan kekar melingkar di punggungnya.
Terkejut, dua pasang mata itu saling membelalak lebar dengan jarak yang begitu dekat.
__ADS_1
Bersambung~