
Saat ini Tiger tengah menjadi single fighter. Karena semua anak buahnya tidak bisa menyusul kelincahan sang bos. Mereka terpaksa mencari jalan tikus untuk menghindari beberapa polisi yang menghadang.
Sudah cukup tenang tanpa ada kebisingan sirine, namun Tiger masih tidak menurunkan kecepatannya. Matanya bergerak cepat antara jalan yang ia lalui dengan GPS yang tertera pada layar ponsel di hadapannya.
Setelah beberapa lama, akhirnya Tiger menemukan mobil salah satu anak buahnya itu. Model dan plat nomor sudah sesuai. Seringai dingin kembali menguar dari wajah Tiger. Ia menambah laju kecepatan lagi lalu membanting setir ke kanan dan berhenti.
Mobil sport miliknya menghalang di tengah jalan. Dengan penuh emosi, kedua kaki jenjang Tiger menjajak ke tanah. Langkahnya panjang dan tegas menghampiri mobil tersebut, membuka pintu yang kebetulan hendak dibuka sang pemilik.
Kasar sekali pria itu menarik handel lalu mengeluarkan seorang pria yang duduk di balik kemudi dengan paksa. Wajahnya sudah memerah menahan amarah, membanting sang sopir pada badan mobil.
"Hei! Apa-apaan ini!" teriak pria muda yang dicengkeram kerah kemejanya oleh Tiger.
Tiger melebarkan kedua matanya, ia terkejut ketika pria itu ternyata bukan Rico. Tiger membanting lelaki tersebut ke arah samping. Separuh tubuhnya masuk ke dalam mobil dan memeriksa detail setiap celah dalam kendaraan tersebut.
"Apa yang kau lakukan? Mau rampok ya?! pekik pemilik mobil.
Tiger kembali menegakkan tubuhnya, napasnya memburu dengan geraham yang mengeras. "Di mana pemilik mobil ini?" tunjuk Tiger pada mobil tersebut.
__ADS_1
"Saya pemiliknya!" sentak pria muda itu dengan raut wajah marah.
"Aargh! Sial!" pekik Tiger menendang ban sangat keras. Ujung kakinya sedikit ngilu, namun tentu saja tidak begitu terasa. Tertutup dengan emosinya yang membuncah.
Tanpa berucap apa pun, Tiger melenggang pergi. Bahkan permohonan maaf sama sekali tak keluar dari bibirnya.
"Orang gila ya?" teriak pria muda dengan emosi.
Tiger menghentikan langkahnya, ia berbalik dengan raut wajah lebih menyeramkan dari sebelumnya. Tanpa keluar sepatah kata pun, Tiger memukul pipi lelaki itu hingga tersungkur ke trotoar.
Setelah puas kembali ke mobil miliknya, memacu dengan kecepatan tinggi. Tiger menyalakan alat komunikasi yang menempel di telinganya.
Semuanya bingung sampai tidak ada yang menjawab perintah Tiger. "Cepat sekarang!" teriaknya lagi.
"Ba ... baik, Tuan!" serentak mereka menjawab dengan ketakutan.
"Bagaimana dengan retas CCTVnya?" tanya Tiger masih dengan nada berteriak.
__ADS_1
"Masih loading, Tuan. Signalnya sangat lemah. Sepertinya Nyonya sudah jauh meninggalkan Kota Palembang," sahut salah satu ahli ITnya.
"Cari terus sampai ketemu!" berang Tiger, suaranya menggelegar di telinga para anak buahnya.
Tiger kembali mematikan alat komunikasinya. "Aaaarrrghh!" pekiknya memukul-mukul setir mobil meluapkan semua emosinya. Ia mulai frustasi karena tidak bisa menemukan jejak istrinya.
"Kamu kemana, Sayang! Kembalilah!" gumam Tiger dengan mata memerah.
Ia mengusap wajahnya dengan kasar untuk memperjelas pandangannya yang memburam karena air mata. Tiger tidak tahu kemana tujuannya sekarang. Mobil yang dikendarainya juga sudah jauh dari Kota Palembang. Ia berkendara tanpa tahu arah. Terus saja berjalan mengikuti arus yang tak berujung.
"Apakah aku harus meminta bantuan Leon? Bagaimana reaksinya jika tahu Jihan menghilang," ucapnya pada diri sendiri. Dilema kini mulai menyergap hatinya. Perasaannya sungguh tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya sesak dan penyesalan disertai kepala yang mulai berdenyut nyeri.
"Yah, sepertinya aku harus menghubungi Leon," ucapnya lagi.
Tiger mengurangi kecepatannya, menepikan mobil dan menghapus cairan bening yang berkumpul di sudut matanya. Tangannya terasa dingin dan gemetar saat menggulir layar ponsel untuk mencari nomor Leon.
Bersambung~
__ADS_1
Bestiee.. kalau kalian pake apk versi baru bisa lihat pemberitahuan update di ujung bab tiap udah lolos review. kaya gini nih contohnya..