The Devil Husband

The Devil Husband
BAB 131. SEDIH, HARU DAN BAHAGIA


__ADS_3

Tidak ada yang tahu bagaimana runtuhnya hati Tiger ketika melihat buah hatinya namun tidak bisa menyentuhnya. Jiwanya terus memberontak, ingin menggapai bayi cantik yang begitu mirip dengannya. Hatinya semakin sesak kala mengingat pernah meragukannya. Bulir bening mengalir deras dari kedua sudut matanya.


Jihan membungkuk sembari memeluk erat Cheryl. "Cium papa, Sayang"


Mata jernih itu menatap Jihan terlebih dahulu, sebuah anggukan yang merupakan persetujuan segera menggerakkan bayi itu dengan semangat untuk mencium pipi sang ayah.


"Bilang kalau Cheryl sayang papa," lanjut Jihan yang tenggorokannya mulai tercekat.


"Sayang papa!" cetus Cheryl lalu menangkup pipi Tiger dengan kedua tangan mungilnya dan mencium dengan bibirnya yang basah.


Tiger sampai tidak bisa berkata-kata. Hatinya menggeram kesal tidak bisa berbuat apa-apa. "Tunggu papa ya, Sayang. Nanti kita akan main bersama!" ucap Tiger yang seketika membuat Cheryl tertawa kegirangan.


Tiger beralih menatap Jihan, "Sayang, tunggu aku. Kita pasti akan segera berkumpul. Jangan sedih, nanti Cheryl ikutan nangis. Semangat ya!" katanya dengan senyum yang dipaksakan.


Jihan mengangguk, ia menyeka air mata Tiger dan mengecup keningnya lama. "Kamu juga semangat untuk sembuh. Ingatlah kami yang selalu menunggu kedatanganmu!" balas Jihan.

__ADS_1


Dokter terpaksa memutus pertemuan ayah dan anak itu, karena harus secepatnya berangkat mengingat perjalanan yang ditempuh masih panjang dan Tiger harus segera mendapat penanganan.


"Maaf, Tuan. Anda harus segera berangkat," ujar salah satu dokter antara tega dan tidak tega.


Jihan turut memeluk Tiger. Menciumi wajah pria itu tanpa peduli sekitarnya, melepas kepergian sang suami dengan berat. Brankar pasien sudah didorong, Jihan dan Cheryl masih menatap lekat Tiger sembari melambaikan tangan.


"Da ... da!" Cheryl tertawa menggerakkan satu tangan mungilnya sebagai tanda perpisahan.


"Doakan saja semua lancar, Nak," ucap Milano menepuk kedua bahu Jihan, dan mencengkeramnya sedikit kuat. "Jangan perlihatkan sedihmu, agar Tiger juga semangat untuk sembuh," lanjut pria paruh baya itu.


"Pulanglah ke rumah, ayah menunggu kalian," tukas Milano.


Wanita itu memutar pandangan hingga saling bersitatap dengan ayah mertuanya. "Maafin Jihan, Yah!" ujarnya menunduk merasa berdosa.


"Tidak apa-apa. Semua makhluk hidup itu pasti berproses. Proses menjadi dewasa, proses menjadi lebih baik dan proses menuju kesuksesan. Kamu berhasil melewati fase-fase kehidupan itu. Pasti tidak mudah melakukannya," paparnya dengan bijak.

__ADS_1


Speechless, Jihan tersentak. Ia mengira, ayah mertuanya itu akan marah atau justru mengusirnya karena sempat pergi tak berjejak selama satu tahun.


"Opa?" panggil Cheryl mengulurkan kedua tangannya. Cheryl ingin digendong oleh kakeknya.


Sejak launchingnya Butik Anastasia, Milano dengan mudah menemukan keberadaan mereka. Dan benar dugaan Leon, ayahnya itu langsung menemui Cheryl ketika Jihan pergi menyusul suaminya. Sehingga mereka pun sudah saling mengenal.


"Ayo, Sayang! Kita pulang!" seru Milano meraih tubuh kecil itu dan menaikkan di punggungnya. "Cheryl juga bisa terbang nih kayak papa!" celetuk Milano merentangkan kedua tangan kecil Cheryl lalu berlari kecil menuju parkiran. Gadis kecil itu tertawa cekikikan.


Jihan bersama sang asisten menyusul di belakangnya. Ia menyeka air matanya yang terus berjatuhan. Sedih, haru bercampur bahagia. Pernikahan yang sama sekali tidak diinginkan, kini berbalik menjadi dambaan setiap orang.


Menjadi menantu salah satu konglomerat memang impiannya sejak dulu. Namun tak menyangka ia bisa mendapatkannya, meski harus melewati banyak sekali cobaan bertubi-tubi, hingga membuatnya sekuat ini.


Bersambung~


Sepertinya beberapa part lagi kita pisah sama macan family 😊 makasih ya yang support sampai sejauh ini.

__ADS_1


__ADS_2