
Tiger mencubit pelan kedua pipi chubby putrinya. Gemas sekali dengan gadis cilik itu. "Kamu! Uugghh pengen papa gigit!" gumamnya.
“Jangan, Pa! Nanti pipi Cheryl habis!" celetuknya seketika membuat Tiger tertawa lalu mencium kedua pipinya. Cheryl tertawa cekikikan, merasa geli dengan bulu-bulu halus yang bersinggungan dengan kulit halusnya.
Beberapa anak buahnya tidak mengedipkan mata ketika melihat sikap hangat boss mereka terhadap putrinya. Sesuatu yang sangat langka dan baru mereka temukan selama ini.
"Kita ke ruangan papa bentar," ujar Tiger menggendongnya lagi.
"Cheryl masih mau nonton, Pa," cetus gadis cilik itu tidak rela beranjak.
"Nanti nonton power rangers saja, di sini mereka nggak akan bisa berubah!" sahut Tiger melenggang pergi.
"Yaah, masa pakaiannya item-item semua gitu, Pa? Iiih nggak lucu!" cetus Cheryl menatap mereka sembari tersenyum. Karena sebagian dari mereka tengah menatap ke arahnya.
"Iya. Yang lucu cuma kamu, Sayang!" sahut Tiger terkekeh.
Waktu terus bergulir hingga menjelang sore. Seharian Cheryl sangat menikmati kebersamaannya dengan sang ayah. Mengikuti setiap kegiatannya hari ini.
Tentu saja Tiger memilih yang aman, hanya mengawasi kinerja tim yang tidak terlalu ekstreme. Juga ada beberapa meeting dengan beberapa jajaran anggota inti.
Tiger tidak ingin berjarak sedikit pun dari putrinya. Makan siang pun mereka lewati dengan romantis. Dengan sabar ayah itu menyuapi putrinya sembari melakukan video call bersama Jihan.
__ADS_1
Meski tidak mengerti dengan perbincangan orang dewasa, Cheryl tidak rewel ataupun merengek. Seperti kebiasaannya sejak bayi yang memang tidak pernah merepotkan ibunya. Ia duduk tenang memeluk ayahnya di manapun mereka berada.
Sore yang masih cerah, Tiger keluar dari markas besarnya. Cheryl yang sudah mengantuk memilih duduk sendiri di sebelah ayahnya. Tiger pun menyetir dengan kecepatan sedang. Mereka menuju ke kediaman Khansa dan Leon, setelah Leon memberikan alamatnya.
Ternyata Khansa sudah menunggunya sedari tadi. Ia beranjak ketika melihat mobil Tiger masuk ke pelataran villa anggrek, hingga berhenti di hadapannya.
"Maaf lama. Cheryl tidur jadi aku pelan-pelan," ucap Tiger setelah turun dari mobil.
"Iya, nggak apa-apa. Langsung bawa ke kamar saja!" titah Khansa.
Tiger mengangguk, lalu membuka pintu mobil. Meraih putrinya dalam gendongan. Khansa menunjukkan jalan, membuka pintu utama mempersilakan Tiger masuk.
"Leon belum pulang?" tanya Tiger.
Khansa membuka pintu kamarnya, "Masuklah, letakkan dengan hati-hati biar nggak terbangun," ujar Khansa pelan.
Setelah memastikan putrinya nyaman, Tiger langsung berpamitan untuk kembali. "Titip Cheryl ya," ucap pria itu.
"Iya, kakak ipar! Semangat bikin adek buat Cheryl! Haha!" seloroh Khansa tertawa.
Tiger menjadi malu, wajahnya memerah. Ia menggaruk kepala yang tiba-tiba gatal dengan senyum kaku. "Eee, nanti kalau mau pulang telepon saja. Biar aku jemput."
__ADS_1
"Tidak usah, nanti kami akan mengantarnya. Tenang saja, Cheryl aman bersama kami," ujarnya mengantar Tiger hingga keluar rumah.
"Baiklah, terima kasih," ucap Tiger mengangguk lalu melesat pergi dengan mobilnya.
Dalam perjalanan, Tiger mendadak gugup. Jantungnya bertalu kuat. Sesuatu seolah menggelayar dalam dirinya. Tiger berhenti ketika tak sengaja melihat toko bunga.
Berdiam diri sejenak, menatap toko itu sangat lama. Tiger menghela napas panjang lalu bergegas turun dan mengambil satu tangkai mawar merah. Membayarnya cepat dan hampir berlari masuk ke mobil.
Napasnya terengah-engah, seolah ini adalah tantangan terberat dalam hidupnya. "Huft! Demi Mama Cheryl!" ujarnya terkekeh geli menyeka keringat di keningnya.
Ia segera bergegas menuju hotel. Karena Jihan masih berada di sana. Tiger berjalan tak sabar, menyembunyikan mawar merah di belakang punggungnya. Sepanjang melewati lorong, ia berjalan tak sabar. Juga senyum-senyum sendiri layaknya pemuda yang baru saja jatuh cinta.
Namun ketika berada di depan pintu, Tiger seperti mendengar suara pria. Ia menempelkan telinga pada daun pintu, berusaha menangkap perbincangan orang-orang di dalam kamar tersebut.
"Siapa mereka?" gumam Tiger bertanya-tanya. Apalagi tawa memekik beberapa orang terdengar hingga telinganya.
Beberapa waktu berlalu, Tiger masih menempelkan tubuhnya di sana. Tiba-tiba pintu terbuka dari dalam, Tiger pun terjatuh dan terjerembab ke lantai. Membuat orang-orang di dalam sana terkejut sembari membelalakkan mata.
"Aaarrrghh! Sial!" desis Tiger.
Bersambung~
__ADS_1
🤣🤣🤣 Sakitnya gak seberapa. Malunya itu loh 😆😆 ya nggak? tepok kaki buat papa macan....