The Devil Husband

The Devil Husband
BAB 54. PRIORITAS


__ADS_3

Bibi Fida tersadar, ia segera berlari menyusul Tiger sembari terus berteriak memanggil pria itu. "Tuan! Tuan tunggu!"


Tiger yang sudah menyentuh handel pintu mobil segera berhenti dan menoleh. Ia melihat Bibi Fida berlari ke arahnya.


"Tuan! Ini titipan dari Non Jihan!" seru Bibi Fida mengeluarkan sebuah kartu yang selalu ia kantongi.


Kening Tiger mengernyit, kedua manik matanya sedikit menyipit dan mengulurkan tangannya menerima kartu yang ternyata adalah kartu kredit yang pernah ia berikan pada Jihan.


Jleb!


Sebuah panah seolah melesat hingga menancap tepat jantungnya. Tiger meremas kartu itu dengan sangat kuat, hingga telapak tangannya memerah.


Tanpa berucap lagi, pria itu segera melempar tubuhnya pada jok kemudi. Mengenakan sabuk pengaman dan melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Gemuruh dadanya seolah meledak-ledak. Ia segera menghubungi nomor Jihan, namun sama sekali tidak bisa tersambung. Bergantian menghubungi Rico, hasilnya tetap sama saja.


"Aaargghh! Brengsek!! Kubunuh kamu Rico!" teriaknya membanting ponsel pada kursi sebelahnya.


Amarahnya meledak, ia segera menuju ke markas Blacstone untuk melacak keberadaan dua orang tersebut. Seperti biasa, jika berkendara penuh emosi, ia sampai di tempat tujuan lebih cepat.

__ADS_1


Mobil terparkir sembarangan di pelataran sebuah gedung tinggi dan luas di hadapannya. Saat hendak masuk, berulang kali meletakkan tangannya yang gemetar pada scan sidik jari, berulang kali pula terdengar suara gagal dari mesin pendeteksi. Saking gugup, panik dan emosi yang menguasai seluruh tubuhnya.


"Sial!" serunya bersuara keras.


Kini beralih pada scan retina, ia mendekatkan manik matanya pada sensor hingga terdengar kunci terbuka. Sayangnya, sidik jarinya masih belum berhasil karena getaran pada tangannya sulit dikendalikan. Hingga akhirnya, pria itu memukul sensor sidik jari tersebut membuat alarm tanda bahaya berbunyi.


Seluruh anak buahnya segera bergerak dengan cepat. Menaikkan senjata laras panjang mereka dan bersiap membidik sasaran. Derap langkah kaki berlarian menuju keluar dan menodongkan senjata ke depan.


Seseorang menaikkan tangannya hingga membuat langkah mereka terhenti, ketika menemukan boss mereka berdiri sembari berkacak pinggang dengan deru napas yang berembus kasar.


"Tu ... Tuan?!" ucap mereka saling melempar pandang.


Seketika mereka menurunkan senjata dan membuka pintu kaca beberapa lapis dari arah dalam. Kemudian serentak membungkuk dan menyapa Tiger.


"Hmm!" jawab Tiger menggeram lalu melenggang masuk tanpa mempedulikan keterkejutan para anak buahnya.


"Ada apa dengan boss?" Mereka saling berpandangan dan melempar tanya. Namun hanya saling mengendikkan bahu saja jawabannya.


Semua kembali masuk setelah pintu otomatis tertutup dan terkunci rapat. Tiger sudah duduk di kursi kebesarannya, melepas lilitan dasi dengan kasar dan melempar jas ke sembarang arah.

__ADS_1


"Duduk dan segera lakukan perintah saya!" Suara Tiger dingin dan terdengar menyeramkan. Ia segera menggerakkan jari jemarinya di atas keyboard dengan cepat.


Beberapa pasukan inti yang sudah mempunyai tempat pada meja bundar itu, segera mendudukkan tubuhnya. Termasuk beberapa bawahan Leon yang memang ditugaskan membantunya dalam bidang IT.


"Grup satu, telusuri jaringan ponsel Jihan. Grup dua telusuri jaringan ponsel Rico. Grup tiga, lacak semua CCTV di semua sudut jalan raya, jangan sampai terlewat. Laporkan pada saya jika menemukan keberadaan Jihan dan Rico. Saya sudah mengirimkan datanya melalui email kalian!" tegas Tiger dengan tatapan serius pada layar laptopnya.


"Sekarang, Tuan?" tanya salah satu dari mereka. Pasalnya, tugas yang diberikan untuk menelusuri musuhnya masih belum terpecahkan.


Mata elang Tiger bergerak dengan cepat, menatap tajam ke arah pria berambut klimis di depannya. "Nanti, tunggu lebaran gajah."


"BRAK!!"


Kedua tangannya menghentak meja dengan sangat keras sampai menjatuhkan cangkir kopinya ke lantai. Cairan hitam itu tumpah ke lantai dan pecahan gelas keramik itu berhamburan kemana-mana, membuat suasanya mencekam dan menegangkan. "Ya sekaranglah! Pakai nanya lagi! Prioritaskan apapun yang berhubungan dengan Jihan!" teriaknya dengan emosi meledak dan napas memburu.


"Ba ... baik, Tuan!" jawab mereka serentak segera memulai penelusuran.


Bersambung~


Nah... nah... ketemu siapa nih Jihan yaa...

__ADS_1


protagonis apa antagonis 🤔 atau ketemu lagi sama rico? Atauu bisa ditemuin oleh Tiger dan tim? aku kok penasaran 😌


Terima kasih banyak supportnya bestiee... makasih banyak like komennya yang selalu bikin semangat 😘😘


__ADS_2