
"Jangan bicara lagi. Kalau boleh jujur, aku memang nggak bisa melupakannya. Tapi aku ingin menutupnya rapat, membuka lembaran baru dengan perasaan baru bersama kamu. Merajut kehidupan kita yang sempat antah berantah. Ingat, kesempatan yang kuberikan cuma satu kali."
Jihan menangkup kedua pipi Tiger, manik matanya menyelami bola mata suaminya bergantian. "Dan lagi, kebahagiaan Cheryl lebih penting dari segalanya," sambung Jihan pelan.
Tiger menunduk, menyatukan kening mereka hidung keduanya saling bertumbukan, "Iya. Aku akan menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab," balas Tiger mantap menyatukan bibir mereka.
Ciuman yang semula lembut lama kelamaan semakin menuntut. Memunculkan hasrat yang mulai merambat di sekujur tubuh mereka.
Sentuhan demi sentuhan yang mereka damba setelah bertahun-tahun lamanya, menghadirkan rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
"Tiger, pelan-pelan," ucap Jihan menggigit bibir bawahnya. Seluruh tubuhnya sudah menegang setelah mendapat rangsangan dari sang suami.
Tiger sampai gemetar menurunkan gaun wanita itu. Harta karun yang selama ini terpendam, akhirnya kembali ia gapai. Sudah begitu antusias dan tidak sabar.
Pemanasan yang cukup lama, membuat keduanya siap bertempur. Jihan mencengkeram kedua lengan suaminya saat berulang kali Tiger harus bekerja keras menerobos dinding pembatas miliknya.
"Kenapa seperti perawan lagi?" gumam Tiger terkekeh ketika mengalami kesulitan melakukannya.
"Ya makanya pelan-pelan," ucap Jihan menelan saliva gugup. Ia sendiri seolah merasa takut. Justru lebih takut dari pada ketika ia pertama kali melakukannya. Cengkeraman di tangannya semakin menguat. Bahkan sampai tidak sadar kukunya menancap dan menggores lengan kokoh Tiger.
Setelah beberapa waktu, akhirnya Tiger berhasil membenamkannya, terdiam sebentar untuk menyesuaikannya sembari mengatur napas. Menunduk untuk mencium bibir istrinya.
__ADS_1
"Sakit?" tanya Tiger ketika melihat Jihan meringis.
"Sedikit," ucapnya berusaha tersenyum.
Tiger mulai bergerak perlahan, perang ranjang pun berjalan mulus karena tidak ada yang menggangu mereka saat ini. Suara-suara yang keluar dari bibir Jihan, memacu keliaran sang suami. Hingga keringat menghujani tubuh mereka, meski suhu di kamar tersebut sudah begitu dingin.
Usai mencapai puncak nirwana, keduanya sempat tertidur sebentar karena lelah yang mendera. Dan saat terbangun, Tiger kembali menumbangkan istrinya yang semalaman itu entah beberapa ronde. Memangkas kerinduan menggebu selama ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari mulai menyembul dari peraduannya. Sinarnya mampu menelusup celah gorden dan menembus indera penglihatan Tiger. Kedua matanya mengerjap dengan perlahan.
Sempat terdiam beberapa saat untuk mengumpulkan kesadarannya. Mengingat apa yang ia lalui malam tadi. Saat menggerakkan kepala, Tiger tersenyum lebar melihat istrinya masih terlelap dengan damai di bawah selimut yang sama.
Jihan membuka mata dengan cepat karena merasakan sentuhan di kulitnya. Matanya langsung menangkap wajah tampan suaminya yang tengah tersenyum padanya.
"Pagi, Sayang!" sapa Tiger lembut dengan senyuman secerah matahari pagi.
"Mencurigakan nih senyumnya," gumam Jihan menatap waspada. Ia menaikkan selimut dan merapatkannya.
"Curiga apanya?" ucap Tiger beralih membelai rambut istrinya.
__ADS_1
"Udah ya, aku masih capek banget!" keluh Jihan memelas.
Tiger justru tertawa mendengarnya. "Kenapa mikirnya ke sana sih?"
"Ya abisnya kamu nggak kira-kira. Semalaman penuh, sampe remuk tubuhku."
"Namanya juga kangen, Sayang! Apalagi nggak ada yang ganggu," Tiger menjatuhkan kepala di dada istrinya. Menarik lengan Jihan dan meletakkannya di kepala. Seperti bayi kecil yang menginginkan belaian mamanya. "Terima kasih ya," ucapnya mencium pipi istrinya.
"Oh, jadi maksud kamu Cheryl menjadi pengganggu?" ketus Jihan memicingkan mata.
"Eng ... enggak gitu. Kita juga butuh quality time, Sayang," sanggah Tiger.
"Tapi aku kangen Cheryl," ucapnya dengan lesu.
"Sabar, biarin dia puas dulu main sama Leon dan Khansa," jawab Tiger beranjak duduk.
Dengan sekali gerakan, ia menggendong tubuh istrinya. Jihan memekik terkejut, namun tetap melingkarkan lengannya di bahu Tiger. Mereka segera membersihkan diri di kamar mandi.
"Kemarin siapa yang ke sini?" tanya Tiger menyalakan air setelah mendudukkan Jihan di dalam bath up.
Bersambung~
__ADS_1
Selamat Hari Raya Idhul Adha untuk semua muslim... mohon maaf lahir dan batin🥰🥰🙏