The Devil Husband

The Devil Husband
BAB 73. KUNJUNGAN PERTAMA


__ADS_3

Bestiee... kenapa kalian nyari jalan tolnya beneran? 🀣 sekalipun ini enggak di Palembang (Sumatera) Konsepnya emang si Tiger punya jalan Tol. Ya kalii dicari beneran πŸ’†πŸ’† ini awalnya kan misi kepenulisan (Pengantinku, Luar Biasa dari noveltoon) yang setting tempatnya ditentukan NT di Palembang. Jadi terpaksa tetep pake kota tersebut. Karena memang Tiger berkaitan dengan novel tersebut. kalau mauku malah di LN saja πŸ˜­πŸ™


Begitu ya cintaaa... jangan jangan kalian juga nyari resort dan tempat hiburan milik Tiger? Atau Rumah Sakit Sebastian milik Leon πŸ˜…πŸ˜… Mon Maap ketika kehaluanku terlalu tinggi pemirsah πŸ˜­πŸ˜­πŸ™


Seperti ini lah yaa kira-kira πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ™



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯...


"Hei, kenapa diem?" ujar Tiger pelan mencubit ujung hidung Jihan.


"Ah! Eng ... Enggak apa-apa. Jadi ayah mertua tinggal sama siapa? Bukankah kamu cuma dua bersaudara sama Leon?" Ini kesempatan Jihan untuk lebih menyelami siapa suaminya.


"Setelah aku pindah ke Palembang, Ayah sendiri bersama para pelayan di rumah. Ayo kita berkunjung. Ayah pasti sangat senang dengan kedatangan kita," ujarnya menyunggingkan senyum.


Entah kenapa tubuhnya melemas ketika membayangkan asset yang dimiliki oleh suaminya. Jika dulu dia akan sangat mendamba dan langsung bahagia, tidak untuk saat ini. Karena ia takut akan terulang kisah cinta yang sama. Dicampakan oleh orang yang memiliki status sosial tinggi. Apalagi mengingat dia yang tidak memiliki apa pun saat ini.


"Emmm ... boleh," sahutnya singkat.


"Yaudah, ayo bersiap! Sekalian sarapan bareng di sana. Mumpung masih pagi," ucap Tiger bangkit dari tidurnya.


Ia segera meraih ponsel dan menghubungi Bian, orang kepercayaan Tiger di Jakarta, untuk segera menjemput mereka.


"Aku udah selesai mandi. Aku siapin air hangat dulu ya," tutur Jihan melenggang ke kamar mandi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiga puluh menit kemudian, mereka sudah ditunggu oleh Bian di pelataran gedung bertingkat itu. Pria itu segera membukakan pintu mobil ketika melihat sang boss yang sudah menampakkan diri.


Sedikit terkejut karena pria itu berjalan tenang dengan jemari mereka saling bertautan erat. Pria itu tahu betul bagaimana dulu marahnya Tiger ketika terpaksa menerima pernikahannya.


'Sepertinya, Tuan kehilangan taringnya ketika bersama Nyonya,' gumamnya dalam hati.


"Selamat datang, Tuan, Nyonya!" sapa Bian membungkuk, ketika mereka mencapai mobil.


Tiger tidak menjawab, ia masih menjaga wibawanya di hadapan sang bawahan. Berbeda dengan Jihan yang tersenyum sembari mengangguk, membalas sapaan Bian.


"Jangan senyum-senyum sama pria lain. Apalagi di depanku!" tegas Tiger menyentil kening Jihan.


"Aww!"


Jihan meringis mengusap-usap keningnya, sedikit didorong masuk dengan paksa. Entah kenapa dada Tiger bergemuruh ketika melihat Jihan tersenyum pada pria lain.


"Sakit loh!" gumam Jihan mengerucutkan bibirnya, melirik sekilas lalu membuang pandangannya keluar jendela.


"Maaf," sahutnya singkat menggerakkan wajah Jihan agar menghadapnya.


Lalu mendaratkan sebuah ciuman hangat dan lembut pada kening Jihan. Bian yang tidak sengaja melihatnya membelalakkan kedua matanya, kemudian mengusap wajahnya dengan kasar. Seolah tak percaya perubahan drastis dari sang boss.


"Makanya jangan senyum-senyum sama pria lain di depanku!" tandasnya setelah melepas ciumannya.


"Ya masa aku harus kaku kayak kamu! Lagian 'kan cuma balik menyapa aja. Bukan yang genit rayu-rayu pria lain!" sanggah Jihan tidak terima. "Baru juga minta maaf, ujung-ujungnya nyalahin lagi!" gerutunya melemparkan pandangan keluar lagi, membelakangi Jihan.

__ADS_1


Tiger melirik ke arah Bian yang berusaha menahan senyum sedari tadi. Namun tentu saja bisa terbaca dengan jelas di mata Tiger. "Kalau mau senyum, senyum aja! Nggak usah ditahan-tahan!" sentak Tiger menepuk sandaran jok Bian.


"Ti ... tidak, Tuan," sahut Bian terbata.


Jihan menoleh dan melemparkan tatapan tajamnya, seketika membuat Tiger bergidik dan tak berkutik. Selanjutnya, tidak ada percakapan sama sekali di antara mereka. Bian sendiri sanksi jika membicarakan pekerjaan di hadapan istrinya.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih, akhirnya mobil tersebut memasuki sebuah gerbang menjulang tinggi yang baru saja terbuka otomatis, setelah Bian menekan klakson beberapa kali. Gerbang tersebut sudah dipasang sensor untuk mendeteksi mobil-mobil tertentu saja.


Lagi dan lagi, Jihan terpana dengan pemandangan yang disuguhkan di depan mata. Dari kejauhan dia bisa melihat tinggi dan besarnya bangunan rumah tersebut. Jalan yang ditempuh dari gerbang saja cukup jauh.


'Ini sih lebih cocok dikatakan istana,' gumam Jihan menelan ludahnya kasar.


Saat berhenti pun langsung ada yang menyambut kedatangan mereka. Dua penjaga segera membukakan pintu mobil dengan posisi tubuh membungkuk hormat. Ada juga yang membukakan pintu rumah, karena tahu jika mobil tersebut hanya dipakai oleh Tuan muda mereka.


"Selamat datang, Tuan, Nyonya!" sambut para pria berseragam hitam ketika tahu Tiger datang tak sendiri.


Kabar pernikahan mereka memang tersiar di penjuru rumah dan hanya kerabat terdekat saja. Selain itu tidak ada yang mengetahuinya, sekalipun rekan kerja Tiger.


Jihan semakin merasa kerdil, ia menurunkan kedua kaki jenjangnya menjajak ke lantai marmer mewah di sana. Tiger menyusul dan segera mensejajari sang istri. Ekspresinya masih sama seperti terdahulu, dingin dan datar. Jihan sendiri tidak berani menyapa balik, karena mayoritas mereka laki-laki. Walaupun sempat protes, ia tetap menghargai suaminya.


Tiger meraih tangan Jihan, melingkarkannya di lengan kokoh pria itu. Keduanya saling berpandangan sejenak lalu segera melenggang masuk.


"Selamat pagi, Ayah!" sapa Tiger saat menemukan sang ayah duduk santai di ruang tengah seorang diri menikmati secangkir teh.


Jihan mengeratkan rangkulan lengannya. Ia sangat takut, ini pertama kalinya bertemu dengan sang ayah mertua setelah hari pernikahan itu. Kepalanya menunduk dalam dengan debaran jantung yang tak beraturan.


Bersambung~

__ADS_1


Enjoy aja ceritanya bestie. Jangan cari tempat yang menurut kalian gak masuk akal πŸ˜πŸ™ maaf yaa jika di luar nalarπŸ™πŸ™


just for fun, lope you deh sekebon... πŸ˜­πŸ™


__ADS_2