
"Haiiihh!" desah Tiger menyatukan keningnya dengan Jihan, napasnya memburu. Ingin marah namun tidak bisa.
"Papa!" gumam Cheryl menendang guling di sebelahnya.
Jihan terkekeh melihat wajah Tiger yang memerah menahan hasratnya yang sudah membuncah. Ia mendorong dada sang suami dengan perlahan. "Udah, sana!" perintahnya.
Meski berat hati, merasakan kepala dan bagian bawahnya yang berdenyut, ia tak sampai hati mengabaikan putrinya. Tiger beralih ke sebelah Cheryl dan memeluknya. "Iya, Sayang. Papa di sini!" sahutnya membelai rambut Cheryl yang matanya masih tertutup rapat.
Tangan mungil itu segera memeluk leher Tiger dengan posesif, menyusupkan kepala ke dada sang ayah yang terasa hangat. Kekesalannya lenyap seketika. Berganti dengan senyum yang terurai dari bibirnya.
Pasangan itu saling melempar pandang dan menahan senyum. Dentuman di dada Tiger perlahan melambat. Lama kelamaan Jihan tak kuasa untuk memejamkan mata, kantuk dan lelah mulai melanda.
Tiger menjulurkan lengannya, mengusap lembut puncak kepala Jihan. Ada kebahagiaan membuncah yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dua hal paling berharga dalam hidupnya sudah kembali ia raih. Kekosongan dalam hati dan jiwanya selama ini, telah terisi kembali.
Pria itu sampai enggan memejamkan mata. Karena seolah masih tak percaya bahwa ini adalah nyata. Ia takut jika tidur, saat terbangun nanti semuanya hilang. Semalaman penuh Tiger terjaga, menatap lekat dua bidadari dalam hidupnya secara bergantian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alarm yang memekik di telinga membuat Jihan mengerjapkan mata. Tangannya meraba-raba nakas dan meraih ponselnya sembari menggeser layar tanpa membuka mata.
"Sudah pagi, Sayang!" sapa Tiger pelan menyelipkan rambut Jihan yang menutupi sebagian wajahnya.
__ADS_1
Sepasang manik Jihan terbuka dengan cepat. Terdiam sebentar mengumpulkan kesadarannya. Pemandangan yang tertangkap matanya adalah wajah tampan suaminya yang menatap ramah padanya, dengan senyuman secerah matahari.
Perempuan itu balas tersenyum, meraih telapak tangan sang suami dan menciumnya. "Pagi, suamiku," balasnya.
"Hari ini mau ada acara ke mana?" tanya Tiger dengan suara pelan. Ia masih di posisi yang sama, dipeluk oleh Cheryl dengan posesif.
"Mmm ... nggak kemana-mana. Mau virtual meeting sama anak-anak paling," balas Jihan meregangkan tubuhnya yang teramat lelah.
"Kalau gitu, aku ajak Cheryl kunjungan ke kantorku ya," izinnya.
Jihan tampak berpikir, "Mmm ... boleh, tapi jangan lama-lama. Kasihan Cheryl kalau kecapean. Nanti sore juga janjian mau ketemu sama Leon dan Sasa. Cheryl sangat merindukan mereka."
"Okay!" sahut Tiger menyembunyikan senyum misterius.
"Apa?" sanggah Tiger menaikkan kedua alisnya.
Mendengar suara yang berisik, Cheryl mengucek matanya. Lalu membuka mata. Ia berbinar karena menemukan ayahnya masih berada dalam pelukannya.
"Papa!" serunya dengan senyum lebar.
"Iya, Sayang. Selamat pagi," ucap Tiger mengecup kening Cheryl.
__ADS_1
Cheryl pun membalas mencium kedua pipi Tiger, melemparkan tawanya. Pria itu pun tak kalah bahagia. Sehangat dan sebahagia itu ketika bersama dengan istri juga buah hatinya.
"Mama nggak dicium nih? Mama ngambek ah," cebik Jihan bergerak hendak turun dari ranjang.
Tiger segera memberi kode pada Cheryl. Mereka pun serempak merangkak ke sisi ranjang yang ditempati Jihan. Cheryl merangkul leher Jihan di sisi kiri, sedang Tiger di sisi satunya. Keduanya sama-sama mencium pipi Jihan bersamaan.
"Selamat pagi Mama!" ucap ayah dan anak itu serempak.
Jihan tertawa sembari memegang kedua pipi mereka. Dan tiga orang itu saling berpelukan di pagi yang cerah itu.
"Pagi juga para kesayangan mama! Cheryl kita mandi dulu ya. Papa, pesenin sarapan gih!" pinta Jihan menatap mereka bergantian.
"Siap, Boss! Cheryl makanan favoritnya apa?" tanya Tiger beranjak menyentuh gagang telepon hotel tersebut.
"Sama kaya kamu!" sebut Jihan menggendong Cheryl dan berjalan ke kamar mandi.
Tiger terbengong sejenak, mengerutkan dahi dan berkacak pinggang. "Apa, Sayang? Wagyu Steak?" teriak pria itu karena Jihan sudah berada di ambang pintu toilet.
"Iya!" balas Jihan menutup pintu dan mulai memandikan putrinya.
"Ini anak yang sempat aku ragukan? Bahkan semuanya sama. Buah nggak jauh jatuh dari pohonnya. Maafin papa Cheryl, mulai sekarang papa akan tebus semua kesalahan papa sewaktu kamu dalam rahim mama!" gumam Tiger merasa bersalah. Ia segera menghubungi resepsionis untuk meminta sarapan segera.
__ADS_1
Bersambung~