
"Bantu aku menggugurkannya, Sa. Aku nggak mau mengandung anak dari penjahat seperti dia. Tolong, Sa! Aku nggak mau melahirkannya," rengek Jihan memohon.
"JIHAN!" teriak Khansa menggelegar disambung sebuah tamparan yang sangat keras di pipi Jihan. Matanya menyalang menatap penuh amarah.
Jihan meringis menyentuh pipinya yang terasa panas. Sedangkan Leon segera berjongkok dan memeluk istrinya. "Sayang, tenang," bisiknya di telinga Khansa.
"Dia mau membunuh anak yang tak berdosa Leon!" Khansa menunjuk Jihan dan menatap ke arah suaminya. "Gimana aku bisa tenang, hah? Kamu tahu 'kan gimana rasanya kehilangan? Kamu tahu gimana sakitnya ketika kita kehilangan calon anak kita? Sakit Leon! Sakit!" teriak Khansa lagi sembari memukul dada Leon dengan deraian air mata.
Leon menarik Khansa ke dalam dekapan dadanya. Jihan tersentak mendengar ungkapan Khansa yang kehilangan calon anaknya. Dilema pun kini menghampirinya. Ia tidak berani mengangkat wajahnya.
Perlahan Khansa mendorong dada suaminya. Menggenggam erat jemari Jihan, menatapnya penuh permohonan. "Jihan! Kalau kamu tidak mau merawat anak itu, berikan pada kami! Tolong jangan pernah menyakitinya. Tidak peduli siapa pun ayahnya, bagaimana bejatnya ayahnya. Anak itu tetap suci. Kami janji akan merawat dan membesarkannya. Jagalah selama berada dalam kandunganmu," pinta Khansa dengan suara bergetar.
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Tiga hari sebelumnya~
Potongan kejadian beberapa waktu silam, terus menghantui Jihan. Ketika dia ingin bunuh diri namun berhasil digagalkan oleh Khansa, hingga berakhir pada keinginan juga tekad kuat Khansa untuk merawat dan membesarkan janin yang ada dalam kandungannya.
__ADS_1
Jihan memang sangat marah waktu itu, ia tidak terima karena mengandung benih laki-laki bejat yang menodainya. Sampai-sampai berpikir ingin membunuh calon bayinya tak berdosa.
Namun lama kelamaan, rasa itu memudar berganti dengan kasih sayang yang tumbuh secara naluri. Jiwa keibuannya perlahan mulai muncul.
Jihan menangis sendirian di balkon kamarnya. Duduk di sebuah kursi menatap ke hamparan taman depan rumah. Tangannya terus mengusap perutnya, "Maafin, Mama," gumamnya dengan air mata yang tiada henti mengalir.
Ternyata begitu sakit kehilangan seorang ibu, begitu berat ia rasakan, apalagi setiap mengingat semua pengorbanan ibunya untuknya. Menghalalkan segala cara demi kebahagiaan putrinya.
"Mulai sekarang, kamu hanya milik mama. Tidak ada yang boleh mengambilmu. Sekalipun ayah kandungmu!" ucapnya menyeka pipinya yang basah.
Rico meletakkan di meja, Jihan menoleh sekilas namun kembali membuang pandangannya. Pria itu turut duduk di sebelah Jihan.
"Makanlah, kalau mau jadi wonder mom! Jangan cuma asal bicara, tapi juga buktikan!" sindirnya menatap lurus ke depan.
Jihan tersentak mendengar sindiran pengawalnya itu. Ia menatap jengah pada Rico, namun meskipun kesal semua ucapan Rico memang benar adanya. Meskipun ia sering mengutarakan dengan sindiran kasar.
Perlahan Jihan mulai memakan buah-buahan yang ada di piring, meneguk susu hingga gelasnya kosong. Diletakkannya gelas itu di meja. Lalu menoleh pada Rico.
__ADS_1
"Ric!" panggil Jihan menelan salivanya.
Sang pemilik nama menoleh, matanya memicing dengan tajam. Curiga dengan gelagat Jihan. "Apa?"
"Aku mau pergi dari sini. Terus tinggal di sini membuatku semakin sesak. Aku terus teringat ibuku. Juga, Khansa yang berniat ingin mengambil anakku," ucap Jihan mulai gelisah.
"Yaudah! Ayo pulang. Gitu aja kok repot!" cetus Rico beranjak berdiri. Kini ia berpindah ke tepi balkon dan melayangkan pandangan ke pelataran rumah tersebut.
Jihan menyusulnya, berdiri di sebelah Rico. "Aku juga tidak ingin pulang ke rumah Tiger," ucapnya dengan tegas dan masih memancarkan amarah dari bola matanya.
Kening Rico mengernyit dalam. Ia memutar tubuh hingga menghadap sepenuhnya pada Jihan. "Apa maksudmu?!" seru Rico menatapnya tajam.
"Apalagi yang membuatku bertahan? Anak? Dia bahkan tidak mau mengakui anaknya. Lalu ibuku, udah tenang di alam sana. Tiger tidak akan bisa mengganggunya lagi. Kamu kembalilah pada tuanmu. Tugasmu telah selesai," ucap Jihan menatap serius.
Bersambung~
Terima kasih banyak supportnya, Bestie 😘 like dan komen kalian bikin semangat!! Lope you sekebon 🌶
__ADS_1