
Kertas yang ada di tangan Tiger diremas dengan kuat, melampiaskan amarah pada dirinya sendiri. Betapa sesak dadanya ketika membaca kertas tersebut yang menyatakan hasil test DNA antara Tiger Sebastian dengan janin dalam kandungan Jihan, memiliki probabilitas di atas 99%. Yang artinya Tiger adalah ayah biologis janin tersebut.
Tiger menangis tersedu-sedu menutup wajah dengan kedua tangannya. Seorang ketua mafia yang kejam kini menangis karena telah kehilangan dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
"Bodoh! Kenapa tidak pernah menelusurinya terlebih dahulu?! Aku pikir kamu sudah baik-baik saja, Jihan! Maafkan aku, kamu pasti sangat terluka dengan semua perkataanku tempo lalu!" gumamnya di sela tangisnya.
Kini ia bisa membayangkan bagaimana sakitnya perasaan Jihan, ketika ia meragukan janin itu. Hanya karena Jihan bekerja sebagai karyawan bar, dan saat dia menodainya, Jihan sudah kehilangan mahkotanya.
Tiger mengira, Jihan sama seperti wanita-wanita bar lainnya. Mau menjual harga diri ke mana saja dan dengan siapa saja. Ternyata ia salah. Pemberontakan, penolakan dan air mata wanita itu ternyata memang benar untuk mempertahankan harga dirinya.
Namun dengan tanpa perasaan Tiger justru menuduhkan semua hal yang tidak dilakukan oleh Jihan, bahkan tak jarang dulu ia berlaku kasar padanya karena dia mengira, Jihan hanya memanfaatkannya. Meminta kekuasaan Leon untuk menekannya agar menikahi perempuan itu.
Hanya berpacu pada keyakinannya sendiri juga sulitnya kembali percaya dengan seseorang, berujung pada penyesalan terdalam pria itu.
"Maaf Jihan! Aku mohon kembalilah!" gumamnya menyugar rambutnya ke belakang.
__ADS_1
Setelah puas menumpahkan segala tangisnya, ia segera meraih ponsel dan menghubungi Dylan, tangan kanannya. Tak menunggu lama, lelaki di seberang sana segera menjawabnya.
"Bagaimana hasilnya?" sentak Tiger dengan dada berdegub hebat.
"Tuan! Ternyata ponsel nyonya dijual di sebuah gerai mall tersebut," ucap Dylan dengan panik.
"Apa?!" deru napas Tiger semakin kasar. "Retas semua CCTV dan segera temukan dia secepatnya, juga temukan mobil Rico! Saya tidak menerima laporan kegagalan!" berang Tiger meremas ponsel di tangannya.
"Baik, Tuan! Kami segera selesaikan!" ucap Dylan ketakutan.
Pria itu mengambil dompet, meraih selembar kertas kecil dari sana. Menatap gambar berwarna hitam putih, dengan lingkaran kecil di tengahnya. Ya, ia sedang menatap lekat foto hasil USG.
Jemarinya meraba kertas tersebut dengan lelehan air mata. "Maafkan papamu ini, Nak. Bahkan belum pernah memberikan sentuhan melalui perut ibumu. Maaf," gumamnya mencium foto USG tersebut.
Perasaan yang dulu muncul hingga sengaja berbohong pada Jihan, ternyata tidak salah. Waktu itu, entah kenapa Tiger sangat ingin menyimpan foto tersebut. Dan terjawab sudah semuanya.
__ADS_1
Setelah membersihkan diri, Tiger berjalan setengah lari keluar rumah. Baru saja mendapat informasi penting dari para bawahannya. Ia sama sekali tidak melirik meja makan selama beberapa hari terakhir. Bibi Sari pun hanya mendesah pasrah melihatnya. Tidak berani menyapa, takut terkena amukan dari tuannya itu.
"Halo, semua tolong siap dalam posisi masing-masing! Saya langsung menuju lokasi" seru Tiger melalui alat komunikasi kecil di telinganya.
Beberapa pengawal membungkuk hormat saat dia keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobilnya. Raut wajahnya kembali seperti dulu kala, sebelum berhasil diluluhkan oleh Jihan. Dingin, bengis dan kejam.
Tiger segera mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan tinggi. Tentu saja sudah membekali dirinya dengan menggunakan senjata andalannya.
Dua jam perjalanan ditempuh oleh Tiger, hingga ia berhasil sampai di pelataran sebuah gedung yang menjulang tinggi ke langit. Mata elangnya menatap seperti ujung pisau yang begitu tajam. Bibirnya menyeringai dingin. Tiger turun dari mobil, merapikan jas dan mengancingkannya.
Langkahnya terdengar tegas dan santai. Tidak terlalu terburu-buru memasuki bangunan pencakar langit tersebut. Ia menekan segala emosi yang tengah membuncah.
Bersambung~
mmm... Ketemu nggak yaa ama ayangπ€§
__ADS_1
terima kasih banyak supportnya bestiee ππ₯°π like komennya makasih banyak π