
"Siap, Tuan!" Beberapa bawahan Tiger segera bergerak. Mereka membawa dua penyusup itu ke sebuah ruangan khusus yang memang kedap suara. Entah bagaimana mereka menghabisinya, Tiger tidak mau tahu.
Tiger menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya. Lalu melenggang pergi menuju ke ruang istirahat. Ia duduk di sofa sembari menuangkan wine yang memang selalu tersedia di meja.
Setelah meneguk satu gelas hingga tandas, ia menyandarkan kepalanya yang terasa berdenyut hebat. Meskipun ia masih mempunyai usaha lain, namun ini adalah proyek yang sangat besar, kerugian yang dialami mencapai puluhan milyar rupiah.
Tak hanya itu, nama baiknya pun akan tercoreng. Pasalnya, dalam lingkup dunia hitam tidak mengenal alasan apapun. Mereka hanya mau terima beres saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak terasa malam mulai menyapa. Tiger masih berusaha bekerja keras di markasnya. Selain itu ia juga memantau pekerjaan lain dari sana. Tidak ada satupun anak buahnya yang berani mengganggu atau menyela. Ia sampai lupa tidak menghubungi istrinya sama sekali.
"Jihan!" Tiger tersentak saat tiba-tiba bayangan istrinya itu berkelebat di kepalanya.
Tiger menatap jam di pergelangan tangannya. Matanya membelalak saat waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam.
"Shitt!! Kenapa sampai lupa waktu!" umpatnya.
__ADS_1
Buru-buru Tiger mematikan laptopnya, meraih jas dan berlari keluar. Bahkan tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada anak buahnya yang sedang membungkuk hormat padanya.
Tiger belum menemukan orang yang cocok untuk menjadi orang kepercayaannya pada organisasi yang dibentuknya itu. Oleh karena itu, ia lebih suka bekerja sendiri. Namun setelah kejadian ini, kemungkinan ia akan menunjuk seseorang yang berkompeten untuk ia percaya menjadi pemimpin.
Mobil melesat dengan kecepatan di atas rata-rata. Membelah dinginnya malam dan gelapnya jalan. Ia tidak sabar ingin sampai di rumah.
Beberapa pengawal yang bertugas membungkuk hormat ketika melihat kedatangan boss mereka. Tiger keluar dengan tergesa, melempar kunci yang segera ditangkap salah satu pengawal, agar memarkirkan dengan benar.
"Selamat malam, Tuan!" sapa dua pengawal yang berjaga di depan pintu, yang segera dibukanya.
"Hmmm!" sahutnya berdehem lalu masuk.
Tiger menyipitkan mata saat melalui ruang tengah. Televisi masih menyala, ia pun beralih menuju ke sana. Seketika terkejut saat menemukan Jihan yang tidur dengan posisi meringkuk seperti bayi.
Pria itu berjongkok tepat di depan Jihan, memperhatikan wajah polos dan cantik alami perempuan itu. "Kenapa tidur di sini?" gumamnya.
Saat hendak memindahkan Jihan ke kamar, matanya tertuju pada kedua tangan Jihan yang menggenggam selembar kertas kecil. Tiger meraihnya dengan perlahan. Kedua alisnya saling bertaut, "Apa ini?" ucapnya tidak mengerti. Ia pun memasukkannya ke dalam saku kemeja.
__ADS_1
Kedua lengannya segera menelusup ke bawah leher dan paha Jihan. Dalam sekali gerakan, ia menggendong wanita itu dan berjalan pelan ke kamarnya.
Merasakan sebuah gerakan, Jihan mengerjapkan mata. Bola matanya melebar saat menemukan ia dalam dekapan Tiger.
"Tiger!" ucapnya sedikit panik.
"Ssttt! Diamlah, nanti kamu jatuh!" tandas Tiger tanpa menatapnya.
Jihan terpaku, tubuhnya terasa sulit digerakkan. Detak jantungnya pun mulai seperti genderang. Bahkan langkah kaki Tiger terasa begitu lama sekali sampai di kamar. Jihan meletakkan tangan di dada Tiger, matanya mengerjap lembut. Ia bisa merasakan detak jantung Tiger yang menggema.
Tiger membuka handle pintu dengan sikunya, lalu mendorong dengan ujung kakinya hingga pintu terbuka lebar.
"Kenapa tidur di sofa? Bagaimana kalau kamu jatuh? Bodoh!" seru Tiger merebahkan tubuh Jihan di ranjang king sizenya.
Jihan mengerutkan bibirnya, "Eh! Di mana foto USGku!" Ia tersentak saat tak menemukan kertas yang sedari tadi ia peluk saking bahagianya. Jihan segera beranjak duduk, pandangannya mengedar ke sekeliling.
Bersambung~
__ADS_1
terima kasih banyak supportnya, Bestie 😘 like dan komen kalian bikin semangat!! 🔥🔥🔥🔥 Lope you sekebon cabe milik tetangga pokoknya 🌶🌶💕💖
Visualnya nanti kalo udah kontrak aja ya bestie...