The Devil Husband

The Devil Husband
BAB 28. ANEH


__ADS_3

disarankan baca pas malam aja ya😳~


...🌢πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🌢...


"Berisik!" gumam Tiger setelah beberapa saat.


Buru-buru Jihan kembali menegakkan tubuhnya dengan berpegangan erat bahu kokoh Tiger yang sudah bertelanjang dada. Sentuhan hangat dari tangan Jihan membuat darahnya berdesir. Namun wajah dinginnya cukup menyamarkan perasaan yang berkecamuk.


"Ya abisnya dari tadi kamu nggak ada suaranya! Masa mandi nggak pake air?" celetuk Jihan melongokkan kepala. Ia tidak menemukan lantai yang basah atau whirpool yang berisi air.


Tiger merapatkan tubuhnya pada Jihan hingga membuat wanita itu panik seketika. Ia memundurkan langkah hingga terbentur dinding. Satu lengan Tiger menepuk dinding tersebut, "Kenapa? Mau mandiin? Ayo!" ajak Tiger menyentuh dagunya sendiri sembari tersenyum smirk.


"Eh! Eng ... enggak gitu! Aku cuma takut terjadi apa-apa sama kamu! Eh!" cetus Jihan yang segera menepuk bibirnya dengan kuat sembari melebarkan kelopak matanya.


Tiger menjapit dagu Jihan dengan jarinya, mata beningnya nampak berbinar, "Wow! Nyonya Tiger ternyata sangat perhatian," desis Tiger dengan suara bassnya.


"Huft, ini pertama kalinya saya menyesal mengkhawatirkan orang!" cebik Jihan mengerlingkan mata lalu merunduk untuk menghindari kungkungan Tiger.

__ADS_1


Pria itu menurunkan lengannya namun bukan melepas Jihan, justru menarik pergelangan tangannya hingga tubuh perempuan itu kembali membentur dada bidangnya.


Jihan menelan ludahnya, meneliti setiap inchi wajah tampan pria itu. Apalagi manik mata yang berkilau biru itu seolah terus menariknya agar tidak berpaling. "A ... aku mau kembali," gumam Jihan dengan suara yang sangat pelan.


Dekapan Tiger semakin erat, tubuh keduanya rapat tanpa jarak. Kedua lutut perempuan itu bahkan bergetar hebat. Lengan kekar Tiger memeluknya dengan posesif. Bibir tipis kemerahan Jihan, seperti magnet yang tiba-tiba menariknya hingga sebuah ciuman tak dapat terhindarkan.


Meledaklah jantung Jihan hingga porak poranda di dalam sana. Karena Tiger enggan melepas tautan bibir mereka. Justru semakin dalam, menggigit bibir Jihan agar sedikit terbuka, hingga ia leluasa menguasai rongga mulut istrinya. Satu tangannya menekan punggung Jihan, tangan lainnya menekan tengkuk perempuan itu untuk memperdalam ciumannya.


'Tanda-tanda nih! Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan,' gumam Jihan dalam hati yang merasakan suaminya semakin agresif.


Jihan berusaha mendorong dada bidang Tiger, namun sama sekali tidak bergerak. Tenaganya tentu tidak apa-apanya dibandingkan dengan Tiger.


"Ah! Tiger! Tung ... tunggu!" desah Jihan meremas rambut pendek pria itu saat jemari lebar Tiger bermain pada kedua bukit kembarnya.


"Kita tidak boleh terlalu sering melakukannya!" Jihan kembali bersuara. Namun, Tiger tidak peduli. Telinganya seolah tuli. Ia ingin mencari ketenangan dari tubuh wanita itu.


"Siapa yang berani melarangku?! Akan kutembak kepalanya sekarang juga!" desisnya dengan kejam.

__ADS_1


Seketika Jihan merapatkan bibirnya, dan kembali bergejolak ketika Tiger kembali mencium dan meninggalkan banyak jejak pada leher hingga dadanya. Ia pun perlahan mulai terbuai dengan kelihaian pria itu untuk memancingnya.


Setelah beberapa lama, Tiger mengangkat tubuh Jihan tanpa melepas tautan bibirnya. Ia terus menyesap, melepas dan kembali melum*tnya penuh gairah.


Hasratnya sudah membuncah hingga ubun-ubun. Ia melangkah panjang dan meletakkan Jihan di ranjang. Dengan gerakan tak sabar, Tiger melucuti semua kain yang menempel di tubuhnya juga tubuh wanitanya. Tanpa berlama-lama lagi, ia segera melakukan penyatuan seperti sebelumnya. Menguras keringat, menggapai kenikmatan hingga terasa terbang ke langit ke tujuh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Napas keduanya masih sedikit tersengal usai mencapai nirwana bersamaan. Tiger memeluk Jihan dengan begitu erat. Merebahkan kepalanya di ceruk leher Jihan, menikmati feromon yang menguar usai pergulatan panas mereka.


Tidak seperti biasanya, Tiger langsung pergi meninggalkan Jihan setelah usai. Kini pria itu justru memeluk wanitanya dengan sangat erat, memejamkan kedua matanya, embusan napasnya yang masih berantakan sangat terasa di leher Jihan.


Perempuan itu mengernyit heran. Ia merasa ada beban yang sedang menghimpit suaminya itu. Perlahan lengannya terulur membelai Tiger. Meski awalnya ragu, namun akhirnya ia menjatuhkan telapak tangan hangatnya di pipi Tiger yang dingin itu.


"Kamu kenapa?" tanya Jihan bersuara pelan.


Bersambung~

__ADS_1


Terima kasih banyak supportnya, Bestie 😘 like dan komen kalian bikin semangat!! Lope you sekebon 🌢


__ADS_2