
Langkah Jihan terhenti di tengah tangga, sepasang manik hitamnya mengerjap berulang-ulang dengan mulut menganga. Ia lalu mengucek matanya untuk memperjerlas pandangannya. Dan ternyata tidak ada yang salah.
Tubuh liat sang suami yang sedang asyik menggerakkan kedua tangan di depan kompor, benar-benar membuatnya terkejut. Entah apa yang sedang dimasak sang suami, Jihan tidak bisa melihatnya dengan jelas.
"Tiger masak? Hah! Beneran?" gumam Jihan bertanya pada diri sendiri.
Ia pun mempercepat langkah mendekati dapur. Masih tercengang, Jihan berdiri tepat di sebelah Tiger sembari mengintip ke penggorengan.
"Kamu bisa masak?" gumam Jihan.
"Shitt!" pekik Tiger terjingkat mendengar suara perempuan itu. Bahkan lengannya sudah mengangkat spatulla dan hampir memukul Jihan.
Refleks Jihan menutup wajahnya dengan kedua tangan tanpa menggeser tubuhnya. Sedangkan Tiger mendengkus kesal, "Sial! Ngagetin aja sih!" decaknya kembali mengorak arik nasi gorengnya yang hampir matang.
Kedua tangan Jihan turun dengan perlahan, "Ya maaf. Nggak sengaja!" sahut Jihan dengan mimik muka merasa bersalah, ia menyandarkan bokongnya di meja dapur, tampak juri dalam perlombaan master chef yang sedang mengawasi pesertanya.
"Kaya mimpi, seorang Tuan muda yang hampir tua kini memasak nasi goreng telur di tengah malam. Ditambah dengan irisan sosis, kol, sedikit taburan bawang goreng. Hmmm ... aromanya mengundang perut-perut lapar!" Jihan mengibaskan asap yang masih mengepul, menghirup aroma nasi goreng itu dalam-dalam.
Tiger menyentil kening Jihan lumayan keras. "Berisik! Itu ada nasi, 'kan tinggal panasin sarden atau bikin omelette gitu yang gampang. Ini malah sampai nggak makan!" gerutu Tiger lalu mematikan kompor.
Jihan mendesis sembari mengusap dahinya yang memerah. "Sakit, astaga. Itu yang masakin nasi si Rico. Dan aku nggak bisa makan ikan-ikanan. Baunya aja udah bikin mual," cetusnya mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Tiger memutar tubuhnya, alisnya saling bertaut dengan tatapan menyelidik. "Rico?"
"Huum. Aku nggak bisa. Tapi tenang aja, nanti kalau Bi Sari udah kerja lagi, aku minta diajarin." Jihan mengurai senyum sembari menaik turunkan alisnya.
Raut wajah lelaki itu sedikit lebih rileks. Ia mengangkat satu lengannya, mengacak puncak kepala Jihan. "Yaudah, sekarang siapin di meja. Aku mandi dulu!" utusnya lalu melenggang pergi dengan langkah santai.
Sentuhan tangan itu membuat Jihan terpaku, matanya masih menatap punggung Tiger yang tidak berbalut kain apa pun.
"Tenang, Jihan. Kalem. Jangan baper dan jangan terlena! Stay strong, demi kesayangan!" gumam Jihan mengusap perutnya sembari menunduk.
Ia pun segera mengambil dua piring dan meletakkannya di meja makan. Setelahnya menyiapkan minuman juga. Kali ini ia lebih memilih jus mangga dalam kemasan yang tinggal menuangkannya dalam gelas.
Tak berapa lama, Tiger sudah turun dengan kaos putih ketat membalut tubuh kekarnya dipadukan dengan celana pendek selutut, yang dirasa nyaman untuk dipakai saat beristirahat. Jihan sudah duduk manis di kursi sembari menatap nasi goreng hasil karya Tiger.
"Nungguin kamu. Selamat makan!" pekik wanita itu mulai menyuapkan makanan yang menurutnya spesial.
Tiger menumpukan lengannya di meja, menatap Jihan yang menunggu reaksi dan penilaian dari wanita itu. Jihan mengunyah dengan ekspresi serius.
"Gimana?" tanya Tiger tidak sabar.
"Sepertinya ada yang kurang," jawabnya lalu menoleh setelah menelan suapan pertama.
__ADS_1
"Apa?" Tiger mendengarkan dengan seksama.
"Kurang banyak!" pekiknya menggenggam kedua tangan, menghentakkan kedua kakinya. Terlampau kegirangan layaknya anak kecil yang mendapat mainan.
Seketika pria itu mendengkus kesal. Ia pun memulai makan tengah malamnya dengan tenang dan elegant. Jihan bertepuk tangan begitu antusias. "Kok kamu bisa masak seenak ini sih? Nggak nyangka! Ternyata Tuan Macan yang menyeramkan ini multitalent," cerocosnya kembali menikmati suapan nasi goreng tersebut.
Tiger kembali memberikan sentilan di kening Jihan. "Hah! Berisik banget sih. Bisa nggak kalau makan tuh jangan pake suara!" geram Tiger memicingkan mata dengan tajam.
"Sakit banget! Kan cuma nanya salahnya di mana?" lirihnya mengusap keningnya.
"Cepat habiskan, terus tidur lagi!"
'Dih, ini siapa yang hamil sih? Harusnya yang moodyan itu kan bumil. Lah ini pamil, mana nggak mau ngaku lagi! Gua doain lu yang mual muntah, pusing dan pegel-pegel deh! Gila aja maunya enaknya doang!' gerutunya dalam hati menyuapkan makanan dengan kesal sampai tandas.
"Mmmpphh!" Tiger tiba-tiba merasakan sesuatu mengoyak isi perutnya.
'Ya Tuhan, manjur banget doa bumil! Langsung dibayar cash!' Jihan mengetuk-ngetuk sendok tanpa sadar sembari menahan tawa.
Bersambung~
Selamat berbuka puasa bagi semua yang menjalankannya bestie 🥰😘
__ADS_1
Terima kasih banyak supportnya, Bestie 😘 like dan komen kalian bikin semangat!! Lope you sekebon 🌶