The Devil Husband

The Devil Husband
BAB 132. AUNTY MAMA


__ADS_3

Satu tahun lebih Jihan baru menginjakkan kakinya kembali di kediaman suaminya itu. Namun kali ini dengan suasana berbeda, dan bersama orang yang berbeda pula.


Jihan menggendong Cheryl yang terlelap dalam dekapannya, berdiri di halaman menatap megahnya rumah bak istana itu. Teringat kembali ketika pertama kali datang bersama Tiger, bibirnya tersenyum tipis. Ia yakin suatu hari nanti mereka akan kembali masuk ke rumah itu bersama-sama.


"Nyonya, saya pulang saja ke apartemen atau gimana?" tanya Lala, pengasuhnya.


"Sementara di sini aja, Mbak. Cheryl belum terbiasa dengan orang-orang di sini. Biar aku aja yang ke butik," sahut Jihan menoleh.


"Tapi, jaraknya sangat jauh, Nyonya. Nanti apa Anda tidak kelelahan?" ucap Lala khawatir.


Jihan menghela napas panjang. Ia tersenyum seakan mempertegas bahwa ia baik-baik saja. "Nggak apa-apa. Ayo masuk!" ajak Jihan memutar langkah kemudian masuk ke rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak terasa malam telah merangkak naik. Jihan duduk tegak berhadapan dengan laptopnya. Sibuk menyelesaikan desain-desain semaksimal mungkin.


Fokusnya terganggu ketika ekor matanya menemukan pergerakan dari Cheryl di atas ranjang. Tampak tangan mungilnya tengah menggosok mata dan sedikit gusar.


Buru-buru Jihan beranjak untuk menenangkannya. Duduk di tepi ranjang sembari menunduk, dan menepuk-nepuk paha Cheryl dengan pelan. Tapi tak lama kemudian, Cheryl justru membuka kedua mata indahnya.


Bayi yang murah senyum itu langsung melebarkan mulutnya tatkala bersitatap dengan sang ibu. Jihan membelai puncak kepalanya. "Kenapa, Sayang? Mau susu?" tanya Jihan dengan suara pelan.


"Susu!" sahut Cheryl masih memamerkan gigi-gigi kecilnya.


"Sebentar ya, tunggu di sini."


Masih malas, Cheryl hanya memiringkan tubuhnya. Sedangkan Jihan segera menyeduh susu yang sudah ia siapkan di atas nakas. Agar tidak perlu ke dapur saat tengah malam seperti ini.


Jihan turut merebahkan tubuhnya sembari memberikan botol susu pada Cheryl yang langsung ditenggak dengan sangat antusias. Sepasang tangan mungilnya juga memegang dengan posesif.

__ADS_1


Jihan membelai kepala Cheryl, agar tidur kembali. Namun sayangnya, sudah setengah jam dan bahkan sudah habis susunya, Cheryl justru semakin ceria. Kedua manik matanya berpendar dengan cerah.


"Masih malem loh, Nak. Nggak mau tidur lagi?" tanya Jihan. Cheryl hanya tertawa menepuk pipi ibunya.


Akhirnya Jihan beranjak duduk dan meraih tubuh mungil Cheryl. Ia membawanya ke depan meja kerja, mendudukkan bayi itu dalam pangkuannya. "Jangan rewel ya, mama lanjutin dulu," ucapnya kembali melanjutkan pekerjaan setelah menjatuhkan satu ciuman di kepala Cheryl.


Di tengah-tengah keseriusannya, Jihan mendapat notifikasi pesan di salah satu media sosialnya. Jihan beralih membuka pesan tersebut.


"Jihan, belum tidur?" Pesan yang ternyata dikirim oleh Khansa, mungkin karena terlihat masih online.


"Belum, Sa. Masih ada kerjaan. Eh Cheryl bangun nih, mau ngobrol?" balas Jihan.


"Mauuuuu!!" Cepat sekali dan sangat bersemangat Khansa menimpali.


Mereka segera terhubung via video. Mata Khansa langsung berkaca-kaca saat menatap anak itu. Leon yang tadinya masih lembur dengan pekerjaannya, beralih menyusul Khansa. Merengkuh bahunya dari belakang.


"Kenapa?" tanya pria itu mencium puncak kepala istrinya.


Sedangkan Cheryl tampak kebingungan, ia menatap bergantian antara ibu dengan dua orang yang berhadapan secara virtual itu.


"Itu om sama tante, sayang," ucap Jihan yang mengerti kebingungan anaknya, menunjuk Leon dan Khansa.


"Om? Tante?" cetus Cheryl berbinar.


"Cheryl, sayang! Panggil Aunty Mama, okey?" Khansa menunjuk dirinya sendiri. Kemudian menunjuk Leon dengan kedua tangannya, "Dan ini, Om Papa!" lanjutnya bersemangat.


Jihan tertawa mendengarnya. Cheryl pun ikut melebarkan tawa meskipun ia sama sekali tidak mengerti.


"Jihan, pokoknya aku nggak mau tahu. Cheryl harus manggil aku aunty mama. Dan Leon, om papa. Kami juga orang tua Cheryl!" tegas Khansa.

__ADS_1


"Iya, iya aunty mama dan om papa. Kalian ngapain belum tidur? Habis ngadon? Di sana pasti udah mau pagi 'kan? Lembur terus!" gurau Jihan tertawa.


"Enggak! Aku baru selesai kerjain tugas. Leon juga kerja. Abis ini mungkin. Hahaha!" Khansa tertawa terbahak-bahak. "Cheryl! Cheryl say hai sama aunty mama!"


"Aunty ... mama!" panggil anak itu.


"Aaaa ... cute banget sih kamu, Nak. Pengen peluk!" sahut Khansa yang gemas sendiri. Apalagi melihat anak itu yang sangat mudah tertawa.


"Buruan pulang!"


"Masih lama, mungkin setelah aku wisuda. Kamu jaga kesehatan, Ji. Jangan terlalu diforsir. Apalagi Tiger masih dalam pengobatan. Kamu harus selalu sehat untuk Cheryl," titah Khansa.


"Iya, kalian juga sehat-sehat ya. Ditunggu kepulangannya. Biar bisa gendong Cheryl," balas Jihan tersenyum.


Tak terasa, cukup lama mereka berbincang. Cheryl juga tampak sudah mengantuk lagi. Pembicaraan tengah malam itu pun berakhir untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Khansa sangat bahagia bisa berkomunikasi dengan Cheryl untuk pertama kalinya.


Jihan mematikan laptopnya lalu segera membawa Cheryl ke ranjang, dan tidur sembari memeluknya. "Tiger, lekas pulang. Kami merindukanmu," gumamnya mencium kening Chetryl yang sudah memejamkan matanya.


Bersambung~


BTW, udah ada versi audionya nih, suara saya sendiri🤣🤣 mandiri banget kan? Nulis sendiri, dubbing sendiri. dengerinnya bareng2 ya. hahaha.. Jan lupa dukung juga mamaciw 💋.


🗣️ Kemaren napa nggak up thor?!


👩‍💻: Iye maap. lagi PMS, takut isinya ikutan sensi 🤣 tapi seriously aku kalo PMS ampe mo pingsan dah. Gakuat buat mikir.


🗣️ Helleh alesan!


👩‍💻; Ya kaliii sulapan, sim salabim langsung jadi? Satu bab aja berjam jam. bacanya cuma berapa menit doang? Mana banyak yg pelit like dan jarang yang komen pula. 😩

__ADS_1


🗣️ Gausa ngambekan! Balikin TK lagi nih?


👩‍💻 mon maap aku dulu bukan lulusan TK,🤣


__ADS_2