The Devil Husband

The Devil Husband
EXTRA PART 4


__ADS_3

Selesai dengan aktivitas mandinya, Jihan sudah mengenakan pakaian untuk Cheryl. Ia juga merapikan rambut panjang gadis kecil itu dan mengikatnya. Kemudian perempuan itu beranjak untuk mandi.


Buru-buru Tiger meraihnya dan meletakkan ke dalam pangkuannya. Menciumi kedua pipi gembil anak itu. "Mmm ... anak papa udah cantik, wangi lagi. Nanti mau ikut papa ya?"


"Ke mana, Pa?" tanya anak itu menoleh.


"Papa yakin, Cheryl pasti suka. Nanti setelah dari kantor papa, kita ketemu sama Om Leon dan istrinya," jawab Tiger.


"Ketemu om papa sama aunty mama?" pekiknya bersemangat dengan kedua mata melebar.


Tiger mengerutkan keningnya, sempat bingung dengan panggilan itu. Namun, tentu saja ia menutupinya. Memberikan anggukan yang membuat gadis kecil itu memekik kegirangan.


"Cheryl, nanti merengek sama mama ya. Bilang kalau Cheryl mau nginep di rumah om papa! Bilang juga, Cheryl kangen sama mereka, mau tinggal sama mereka dulu sementara. Gimana, oke 'kan?" Tiger berucap pelan sambil sesekali menoleh pada pintu.


"Asyik! Nginep di rumah om papa dan aunty mama!" teriaknya bertepuk tangan.


"Sssttt! Cheryl pelan-pelan ngomongnya," ucap Tiger panik menutup bibir putrinya. Matanya menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat.


"Cheryl harus rayu mama, biar dibolehin. Tapi jangan bilang kalau disuruh papa. Mengerti?"


Cheryl menganggukkan kepalanya. Tiger pun melepas bekapan tangan itu dan tersenyum puas. Kepalanya sudah membayangkan hal-hal yang indah bersama istrinya.


Jihan keluar dari kamar mandi setelah kerja sama ayah dan anak itu selesai. Dan bersamaan dengan ketukan pintu di kamar mereka.


"Duduk sini, papa mau ngambil sarapan bentar. Inget ya, merengek sama mama!" Tiger kembali mengingatkan.

__ADS_1


Cheryl mengangkat kedua ibu jarinya dengan senyum lebar. Ia menunggu mamanya selesai mengganti pakaian. Tak lama kemudian, Tiger masuk dengan sebuah trolly penuh makanan dan minuman.


Tiga porsi steak wagyu, susu untuk Cheryl, teh untuk Jihan dan kopi untuknya sendiri. Ada satu porsi potongan buah juga.


"Kita makan!" seru Tiger meraih tubuh Cheryl, menggendongnya menuju sofa.


Jihan yang baru bergabung segera meraih lengan Tiger, "Mandi dulu, Pa! Jorok banget!" cibir Jihan menatapnya tajam.


Gerakan Tiger segera terhenti saat menyentuh penutup makanan berbahan stainless itu. Ia menoleh pada Jihan yang memasang wajah garang. Namun terlihat imut di matanya.


Tiger segera beranjak, lalu mencuri ciuman di bibir Jihan dan melenggang pergi dengan cepat sebelum kena protes.


"Tigerr!" pekik Jihan dengan wajah memerah. Ia memutar tubuh sembari berkacak pinggang, mendengkus kesal hingga punggung kekar suaminya menghilang di balik pintu.


"Kenapa, Ma?" tanya Cheryl dengan wajah polosnya. Untungnya ia tak melihat adegan dewasa itu.


Namun Cheryl menggeleng pelan, "Nunggu papa, Ma!" tolaknya.


Mau tak mau, Jihan pun menurut. Ia beralih pada laptopnya di meja, untuk mempersiapkan virtual meeting dengan para bawahannya.


Tak berapa lama, Tiger keluar dari kamar mandi. Mengusak rambut pendeknya dengan handuk kecil.


Jihan refleks menoleh. Dia bahkan sampai enggan berkedip, meneguk ludah dengan kasar saat matanya menangkap dada putih dan kekar suaminya yang tidak tertutup sehelai kain pun. Hanya mengenakan celana bahan saja.


"Kok diem aja? Kenapa belum makan?" tanya Tiger sudah melesat duduk di sebelah putrinya.

__ADS_1


"Nungguin papa!" ucap Cheryl menatapnya tertawa.


"Aah, sweet banget anak papa. Eh udah bilang sama mama?" bisik Tiger di telinga Cheryl.


Gadis kecil itu menggeleng. Tiger menghela napas lalu mulai memotong-motong setiap porsi steaknya menjadi kecil-kecil.


"Sayang, sarapan dulu!" ucap Tiger masih sibuk memotong.


Jihan beranjak dan bergabung dengan mereka. Ia tersenyum tak dapat menyembunyikan kebahagiaan. Mereka pun sarapan sembari diselingi canda tawa.


Setelah selesai, Tiger memberi kode pada putrinya. Mengedikkan kepala sembari bibirnya komat kamit untuk menyuruhnya berbicara. Cheryl mengangguk paham.


"Mama! Nanti sore Cheryl mau nginep di rumah om papa, ya. Cheryl kangen om papa dan aunty mama!" cetus Cheryl mulai berbicara.


Jihan menumpuk piring-piring kosong, keningnya mengernyit heran. "Yakin mau nginep sana? Enggak sama mama loh. Soalnya mama juga masih ada kerjaan," ucap Jihan meyakinkan.


"Heem, Ma. Yakin!" sahutnya mantap.


"Kok tumben?"


"Soalnya papa yang suruh!" jawab Cheryl keceplosan.


JDARR!!!


Tiger melebarkan matanya menatap Cheryl yang tersenyum dengan polosnya. Ia menjadi panik seketika.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2