
Tubuh Jihan membeku mendengar pengakuan yang keluar dari mulut suaminya. Manik matanya berkedip berulang-ulang, seolah tak percaya.
Terkejut luar biasa, bagaimana tidak? Masih terekam jelas dalam ingatannya, sikap Tiger yang kasar dan tak berperasaan. Sulit sekali jika harus percaya begitu saja.
Jihan meremat dadanya yang tidak bisa tenang sedari tadi. Napasnya pun menjadi tak teratur, kepalanya semakin berat. Ia menunduk mengurai rasa pusingnya.
Tiger masih membelakanginya, bongkahan dalam dadanya seolah hancur dengan perlahan. Ia berkacak pinggang dengan tatapan lurus ke depan. Hingga beberapa menit berlalu mereka sama-sama bungkam. Terdiam tanpa suara. Sampai pada akhirnya Tiger tidak tahan, ia berbalik dan mengikis jarak di antara mereka.
Segera ia menarik bahu Jihan dalam pelukan eratnya. Wanita itu hanya bisa pasrah namun tak membalas pelukan Tiger. Kedua lengannya menggantung ke bawah. Dia masih cukup syok, karena tidak sesuai dengan dugaannya.
"Aku menyukaimu, Jihan. Bahkan sejak pertama kali melihatmu!" gumam Tiger.
"Tidak mungkin," balas Jihan dengan suara lirih dalam dekapan sang suami.
Mendengar gumaman Jihan, Tiger meregangkan pelukannya. Menatap lembut wanita yang seperti magnet baginya. "Kamu ingat waktu aku datang pertama kali ke bar? Dan ketika kamu bertengkar dengan wanita murahan di sana?"
__ADS_1
Jihan kembali mengingatnya, kejadian pertengkarannya dengan Jane, mantan sahabat yang sangat dibencinya di bar tempat ia bekerja. Disaat itu pula, datanglah Tiger yang membelanya. Namun naas, karena pembelaan itu berujung dengan pemerkosaan yang dilakukan oleh Tiger.
Jihan kembali menunduk, manik matanya berlapis cairan bening dan merasa sesak di dada ketika mengingat masa kelam itu lagi.
Menyadari salah ucap, Tiger menaikkan dagu Jihan, menarik kedua sudut bibir tipisnya dan menyeka air mata yang mulai berjatuhan di kedua pipi chubby sang istri.
"Maaf atas kejadian itu. Bahkan aku melakukannya dengan sangat kasar. Aku sendiri tidak mengerti, raga ini, hasrat ini begitu menginginkanmu saat itu. Sungguh, kamu sangat menggoda malam itu, Sayang!" aku Tiger menyatukan keningnya hingga hidung mancung mereka saling bertumbukan.
Bagai terkena hantaman ombak, Jihan melayang terbawa arus. Merasakan aliran darahnya yang semakin deras dan jantung yang berpacu semakin kuat. Panggilan sayang yang terucap untuk pertama kalinya dari bibir Tiger untuknya. Ribuan bunga seolah tengah menghujaninya saat ini.
"Bukannya kamu memang seorang cassanova? Melihat setiap wanita dengan tatapan lapar? Bahkan mungkin benihmu ada di mana-mana!" tanya Jihan dengan tatapan tajam.
Tiger tertawa lebar, "Ya! Aku memang player. Bahkan wanita manapun akan bertekuk lutut memohon dan memuja untuk aku tiduri. Kucing mana yang akan menolak jika disuguhi ikan di hadapannya? Apalagi dengan kualitas super," canda Tiger membuat Jihan mendengkus kesal.
Seperti ada yang tengah mencubit hatinya. Ada rasa nyeri menusuk dadanya mendengar pengakuan Tiger. Wajahnya berubah kesal. Ia melepas paksa lengan Tiger yang bertengger di pinggangnya.
__ADS_1
"Lepas!" ujar Jihan menatap tajam lalu mendudukkan dirinya di kursi makan.
Gemuruh dadanya seolah meletup-letup. Jihan menuangkan air putih dalam gelas lalu meneguknya hingga tandas tanpa sisa setetespun. Cukup melegakan hatinya yang terasa sesak saat ini.
Wanita itu menopang kepalanya yang semakin berdenyut nyeri. Matanya terpejam rapat. Campur aduk kini ia rasakan dalam benaknya.
Tiger menatap bingung, ia pun menghampiri istrinya dan menyentuh kepala Jihan dengan kedua telapak tangan lebarnya. Memijat lembut pelipis wanita itu, menurunkan kepala hingga dagunya menempel pada bahu Jihan.
"Kamu marah?" bisiknya di telinga Jihan membuat wanita itu merinding.
Bersambung~
Terima kasih banyak supportnya, Bestie 😘 like dan komen kalian bikin semangat!! Lope you sekebon 🌶
aku mengkis2 berasa jadi jihan 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1