The Devil Husband

The Devil Husband
EXTRA PART 10


__ADS_3

"Siapa?" tanya Jihan.


"Laki-laki sama perempuan itu. Kenceng banget ketawanya sampai terdengar dari luar," celetuk Tiger.


"Iih kamu nguping ya?" tembak Jihan memutar tubuh, sembari menatap suaminya.


Tiger menggaruk kepalanya, "Enggak! Enggak sengaja denger aja pas mau masuk!" sanggahnya mulai membasuh bahu istrinya.


"Ah, bilang aja kemarin nguping 'kan? Karena denger suara laki-laki pasti langsung berpikiran buruk. Eh, pas pintu dibuka kejengkang deh. Sampai pura-pura sakit perut. Iya 'kan? Ayo ngaku!" cecar Jihan menoel-noel perut sixpack suaminya.


Tiger berdecak malas. Ingin mencari jawaban tapi digoda oleh istrinya. Ia memilih diam dan bergegas membersihkan diri di bawah kucuran shower. Dengan gerakan cepat segera melenggang keluar dari kamar mandi.


"Yah, ngambek? Kalah sama Cheryl!" gumamnya tertawa menikmati relaxasi berendamnya.


Hampir setengah jam Jihan menghabiskan waktunya di kamar mandi. Ia bangkit dan membilasnya setelah merasa segar kembali. Saat keluar, Tiger duduk di atas sofa sembari sibuk berselancar dengan ponselnya.


Jihan melaluinya begitu saja sembari menggosok rambutnya. Ia memilih ke balkon menikmati embusan angin pagi yang sudah mulai terik.


Tiger bergerak cepat menyusul. Menumpukan dagu pada puncak kepala Jihan. "Mau sarapan di mana?" tawarnya lembut.


"Males keluar, masih capek banget," keluh Jihan mendongak.

__ADS_1


Pria itu menjatuhkan bibirnya di kening Jihan. "Oke, aku pesen makanan hotel aja!" ujarnya segera menelepon resepsionis.


Selang lima belas menit, makanan tersaji di meja. Tiger segera memanggil istrinya untuk sarapan. Dengan malas, Jihan beranjak dan terduduk lesu.


Tiger berinisiatif untuk menyuapi istrinya. Tangannya sudah menjulur dengan sendok berisi makanan tepat di depan bibir Jihan.


Sontak wanita itu sampai membelalak tak percaya. Benar-benar terkejut dengan suaminya.


"Ayo makan," ucap Tiger mengurai senyum.


Jangan tanyakan bagaimana genderang dada Jihan ketika diperlakukan seperti itu. Matanya sampai tidak berkedip karena takut ini hanya halusinasinya saja.


"Cup!"


"Tiger!" panggil Jihan menutup bibirnya karena terkejut.


"Apa?" serunya tanpa dosa. "Tanganku sampai pegal kamu tak kunjung buka mulut!" lanjutnya kembali meraih sendok dan menyodorkannya pada Jihan.


Tentu saja dengan senang hati Jihan membuka mulut dan mengunyahnya dengan bersemangat.


"Jadi, siapa kemarin?" tanya Tiger kembali menyiapkan suapannya.

__ADS_1


"Arisa, sama suaminya. Dia temanku SMA dulu, terus ngelanjutin kuliah di luar negeri. Nah, baru tahu ternyata dia owner pabrik textile yang mensuplay bahan baku di butik aku. Mumpung aku di sini, dia sekalian mau silaturahmi," jelas Jihan setelah menelan makanannya.


"Oh!" sahut Tiger singkat.


"Kemarin dia pengen kenalan sama kamu, eh taunya nyusruk," ujar Jihan tertawa cekikikan.


Tiger yang merasa malu membuang mukanya yang memerah. "Jangan dibahas lagi. Cepat habiskan makanannya!" serunya kembali menyuapi Jihan.


Perempuan itu menahan tawanya agar tidak tersedak. Setelah piringnya habis, kini Jihan beralih mengambil piring Tiger dan menyuapkannya pada lelaki itu.


"Giliran kamu!" ucap Jihan tersenyum lembut.


Mata Tiger berkaca-kaca. Hatinya dipenuhi rasa haru dan bahagia. Meski dalam hati masih terus merutuki kebodohannya beberapa waktu silam.


"Oh ya, mmm ... udah ketemu sama Zero? Dia, menikah dengan Erent," terang Jihan.


"Iya, setelah aku menghajarnya, kami bertemu bertiga. Zero datang bersama Erent menjelaskan semuanya. Aku sempat syok mendengar mereka sudah menikah," ujar Tiger meraih gelas dan meneguk minumannya.


"Kenapa? Cemburu? Berharap Erent ngejar-ngejar kamu gitu?" Jihan berucap ketus sembari memicingkan mata. Bahkan kini menghempaskan sendoknya. Moodnya mendadak buruk seketika.


Bersambung~

__ADS_1


Manis manis aja ya.... gantiin air mata dan emosi jiwa yang keluar 🤣 diabet diabet dah, 😄


__ADS_2