The Devil Husband

The Devil Husband
EXTRA PART 6


__ADS_3

"Pa! Pintunya bisa terbuka sendiri?" seru Cheryl berbinar setelah pintu raksasa yang terbuat dari kaca tebal itu menggeser dengan otomatis.


"Sudah kuduga, dia pasti suka!" gumam Tiger dalam hati sembari senyum-senyum sendiri.


Saat Tiger melenggang masuk, semua anak buahnya tentu terkejut. Karena Tiger datang tanpa pemberitahuan apa pun terlebih dahulu.


Mereka segera menghentikan aktivitas, berdiri sembari membungkuk memberi hormat. "Selamat datang, Tuan," sapa mereka serentak.


Para pria gagah itu kembali menegakkan tubuhnya. Seketika terpana dengan gadis cilik yang berada dalam gendongan sang bos. Mata jernih nan indah milik gadis itu seolah mampu menarik perhatian semua orang.


Diperhatikan oleh banyak pria kekar membuat Cheryl memeluk ayahnya begitu erat. Untuk pertama kalinya merasakan suasana yang menegangkan seperti ini.


"Cheryl, mereka semua tidak akan ada yang menyakiti kamu. Bahkan mereka semua justru akan melindungi kamu sekalipun nyawa menjadi taruhannya. Jadi, jangan takut!" ucap Tiger membelai rambut putrinya.


Cheryl meregangkan lengannya, menatap lekat sang ayah yang mengangguk sambil tersenyum. Barulah ia mengedarkan pandangan, menatapnya satu per satu.


"Dia Cheryl! Putri kandungku! Tentunya kalian sudah tahu apa tugas kalian?" ucap Tiger dengan lantang memperkenalkan putrinya.


"Siap, Tuan! Selamat datang Nona Cheryl!" jawabnya serentak.


"Silakan lanjutkan lagi aktivitas kalian!" sambung Tiger.


Bukannya langsung bergerak, namun mereka masih terpana dengan kecantikan gadis kecil itu. Juga, seolah tak percaya dengan sikap sang boss yang berubah 180° ketika bersama dengan putrinya.

__ADS_1


"Kenapa diam saja?" tanya Tiger tanpa menaikkan nada bicaranya. Tentu saja, ia lebih menjaga perasaan Cheryl, takut gadis itu terkejut.


Serentak mereka membubarkan diri dan kembali ke posisi masing-masing sesuai dengan job description mereka. Cheryl terkekeh melihat orang-orang kalang kabut menuruti ucapan ayahnya.


"Papa memang keren!" gumamnya mencium pipi Tiger.


Pria itu hanya tersenyum sembari mengedikkan bahu menerima sanjungan putri kesayangannya. Kemudian melangkah melewati beberapa ruangan yang dindingnya terbuat dari kaca. Hanya beberapa saja yang benar-benar tertutup keseluruhan sebagai ruang rahasia dan eksekusi.


Pandangan Cheryl tak lepas dari para bawahan Tiger yang bekerja sesuai tugasnya. Ruangan pertama yang mereka lalui, merupakan ruangan untuk tim IT. Berbagai alat komunikasi dan komputer berjajar dengan rapi disertai para ahli yang tengah fokus bekerja.


"Cheryl suka?" tanya Tiger yang melihat putrinya tampak terkagum-kagum.


"Huum, Pah!" Cheryl mengangguk antusias.


"Papa! Itu suara orang berantem?" tanya Cheryl ketika terdengar suara pukulan demi pukulan di telinganya.


"Bukan, mereka lagi latihan, Sayang. Mau lihat?" tawar pria itu.


"Mau, Pa! Mau!" jawabnya antusias dan meminta untuk turun. Ia berlari ke sumber suara. Langkah kakinya terhenti di depan pintu, tangan kecilnya tak mampu menggeser pintu tersebut.


Tiger menyusul lalu menempelkan sidik jarinya, barulah pintu terbuka secara otomatis. Dan ruangan luas itu menyajikan beberapa anggota yang tengah berpasangan untuk saling menyerang dalam latihan. Sisanya menjadi penonton dan sebagai penilai.


"Wah! Biasanya Cheryl hanya menonton di tv. Sekarang bisa lihat langsung!" cetus Cheryl melongo dan melebarkan mata indahnya.

__ADS_1


Alis Tiger saling bertaut. Ia heran bagaimana bisa anak sekecil itu menonton film dengan adegan action seperti itu. Ia segera berjongkok, sejajar dengan tinggi Cheryl.


"Cheryl sering nonton film action? Sama siapa?" tanya Tiger mengintimadasi.


"Iya, Pa. Sering, sama Mbak Lala!" jawab Cheryl tanpa menoleh.


"Apa? Bagaimana bisa mamamu membiarkan nonton adegan dewasa!" geramnya pelan mengepalkan tangan. Ia sudah berencana untuk mencecar Jihan.


"Pa? Mereka nggak bisa berubah ya? Apa karena musuhnya belum datang?" tanya Cheryl penasaran.


"Berubah?" Tiger tampak bingung.


"Iya! Kalau film yang Cheryl tonton biasanya berubah. Ada yang merah, hijau, biru, kuning dan pink!" celoteh gadis kecil itu menatap sang ayah.


Kedua bahu Tiger yang sedari tadi menegang kini mulai merosot. Ia mengembuskan napas lega. "Jadi maksud Cheryl itu nonton power rangers?" tanya Tiger merapikan anak rambut Cheryl.


"Iya, Pa." Cheryl mengangguk mantap.


"Oh astaga!" decaknya menanggapi serius ucapan Cheryl.


Bersambung~


Masih mau lanjut? nanti bosen gak 😂🙈

__ADS_1


__ADS_2