The Devil Husband

The Devil Husband
BAB 23. CURHAT


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Rico heran karena tiba-tiba Jihan berubah murung. "Kangen Tuan Tiger?" sindir lelaki itu.


Jihan menengadahkan kepala, hingga keduanya saling bersitatap. Rico menemukan bulir bening mulai melapisi mata jernih Jihan. "Enggak juga. Sesak aja rasanya, di sini!" tunjuk Jihan menepuk-nepuk dadanya.


"Bicara, jangan dipendam sendiri. Nanti kamu jadi gila!"


Celetukan Rico membuat Jihan mengerucutkan bibirnya. Ia mengembuskan napas berat, tatapannya nanar pada makanan di depannya. Hanya diaduk-aduk sedari tadi.


"Ric! Kayaknya aku butuh teman curhat. Tapi kamu meragukan. Aku takut justru kamu adukan ke orangnya. Secara, kamu anak buahnya," gumam Jihan dengan nada memelas.


Rico meletakkan sendok dan garpunya. Ia menautkan kedua lengannya yang menyiku di atas meja. Menatap iba pada perempuan itu. Bibirnya tersenyum tipis ketika mengingat moodnya yang gampang berubah.


"Aku tidak akan bicara jika kamu memintanya."


"Jaminannya apa?" Jihan mendongak.


"Apa ya?" Rico nampak berpikir.

__ADS_1


"Aku sumpahin nggak dapet jodoh sampai tua kalau sampai bocor ke orangnya!" ancam Jihan menunjuk Rico dengan pisau di tangannya.


"Heh! Serem amat. Sumpahnya orang hamil manjur biasanya!" Rico memundurkan kepala. "Iya, aku janji nggak akan lanjutin informasi ini ke Tuan Tiger!" ucapnya mantap.


Jihan menjulurkan jari kelingkingnya. Meski terlihat kekanakan, namun Rico menautkan kelingkingnya juga untuk berjanji pada perempuan itu.


"Ric, aku ingin sekali pergi. Tapi Tiger mengancam akan mencelakai ibuku. Padahal dia nggak mau mengakui anaknya ini. Tapi kenapa nggak mau melepaskan aku?" Suara Jihan mulai bergelombang.


"Dia sayang sama kamu, Ji," ucap Rico seketika membuat Jihan terpaku.


"Aku bisa melihat dari sorot mata dan emosinya kemarin. Dia takut kehilangan kamu," sanggah Rico masih membela Tiger.


Tawa kecil menghias bibir Jihan yang bergetar, air matanya semakin deras berjatuhan. "Jangan membuat aku melambung Rico! Aku sudah pernah menjatuhkan hatiku, jatuh sedalam-dalamnya pada lelaki yang ternyata sama sekali tidak menginginkanku. Bahkan mempermalukan aku di hari pertunangan kami. Padahal, aku sudah memberikan segalanya. Bodoh 'kan? Ya, aku benar-benar bodoh. Dan karena kebodohanku itu, Tiger sampai tidak mau mengakui janinnya. Karenanya, aku nggak mau berharap lebih sama siapa pun. Aku takut jatuh di lubang yang sama!" papar Jihan mulai terisak.


Ingin rasanya Rico memeluknya, memberi ketenangan pada perempuan itu. Tapi ia takut Jihan akan histeris seperti kemarin. Bingung harus apa, akhirnya Rico menyodorkan minuman ke hadapannya. "Minumlah," ucapnya. Jihan menyesap sedikit minumannya, meletakkannya lagi.


"Aku pikir, mungkin DNA adalah solusi terbaik," saran Rico setelah berpikir selama beberapa saat.

__ADS_1


"Enggak semudah itu. Usia janin harus 10-18 minggu. Dan resiko besarnya keguguran. Aku mulai menyayanginya. Aku nggak mau kehilangannya. Cuma dia yang membuatku kuat, karena cuma dia yang aku miliki," tandas Jihan.


Rico mengangguk paham, "Ok, berarti tunggu di usia itu saja. Baru melakukan tes DNA. Karena kasihan kalau dia lahir tanpa pengakuan ayahnya," anjur pria itu.


"Hmmm ... semoga bisa bertahan selama itu!" sahut Jihan menghela napas panjang.


"Tenang aja, aku di belakangmu!" ujar Rico menepuk punggung tangan Jihan yang segera ditepis olehnya. "Sorry!" sambungnya.


Jihan meneguk minumannya hingga menyisakan setengah. Menangis dan mengeluarkan beban di dadanya ternyata cukup menguras tenaga. Ia segera mulai memakan satu per satu makanan yang tersaji di hadapannya.


Rico tersenyum samar, bahkan mungkin Jihan tidak bisa melihatnya. Di bawah meja tangannya mematikan aplikasi rekaman suara, lalu kembali memasukkan ke sakunya.


Bersambung~


Crazy up ampe othornya crazy πŸ˜‚πŸ˜‚ berharap like komennya juga crazy di semua bab 🀧


πŸ€— terima kasih banyak supportnya, Bestie 😘 like dan komen kalian bikin semangat!! πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯ Lope you sekebon cabe milik tetangga pokoknya πŸŒΆπŸŒΆπŸ’•πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2