The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab XCVIII - Mulai Sekarang


__ADS_3

"Apakah kalian tahu apa yang terjadi jika seluruh alam langit mengetahui apa yang telah kalian lakukan?!" Nadanya mulai meninggi.


Yi Changyin dan Xuan Chen hanya terdiam.


"Dan kau manusia!"


Membuat Xuan Chen sedikit mendongkak.


"Jangan mendongkak ataupun membalas ucapannya." Bisik Yi Changyin yang membuat Xuan Chen segera menunduk.


"Kau punya nyali dari mana untuk membuat putriku terkotori?"


Jelas kata-kata itu membuat hati Xuan Chen tertohok.


"Kau ingin menjadikan putriku sebagai mainan ranjangmu?!"


"Dasar laki-laki breng sek! Tidak tahu diri!"


Xuan Chen hanya bisa mengepalkan tangannya, mengingat apa yang dikatakan Yi Changyin barusan. Namun jelas-jelas hatinya merasa terpukul berkali-kali ketika setiap cacian dan tuduhan itu keluar dari mulut Yi Wang.


"Kau tahu betapa menyesalnya aku karena telah mempercayakan semua ini dahulu?!!" Teriaknya sambil mengeluarkan cambuk perak yang panjang di tangannya.


Membuat Yi Changyin mendongkak dan berwaspada. Namun terlambat, cambuk itu telah melayangkan tubuh Xuan Chen hingga terpental jauh dan menabrak pintu masuk. Seteguk darah ia muntahkan dan terbatuk-batuk.


Selain Yi Changyin, hanya Yi Xuemei dan Qin Ruyi yang tak tega melihatnya.


"Xuan Chen!!" Teriak Yi Changyin sambil beranjak pergi demi menghampirinya.


Namun tangan jahil Feng Chao yang telah mengeluarkan aura licin membuat Yi Changyin terjerembab ke atas lantai.


Qin Ruyi bertambah panik dan hendak menghampiri Yi Changyin. Begitupun dengan Yi Xuemei, namun keburu di hentikan oleh kakaknya. Memberi isyarat bahwa ini bukanlah waktu yang tepat.


Sementara itu, Qin Ruyi yang baru satu kali melangkah harus berhenti karena peringatan dari Yi Wang.


"Ruyi! Pergi ke tempat dudukmu!"


Qin Ruyi menyayangi anaknya, jelas Qin Ruyi menolak, "tapi.."


"Duduk!!" Namun bentakkan yang kedua kalinya membuat Qin Ruyi tak punya pilihan lain selain mundur.


Membiarkan Yi Changyin di lantai yang terlihat kesakitan sambil memegangi perutnya.


Xuan Chen yang melihat pemandangan itu berusaha bangkit. Dia tak tega melihat Yi Changyin seperti itu.


"Yin'er.." lirihnya sambil berusaha bangkit.


Kekuatan cambuk berwarna perak ini sangatlah menyakitkan. Di tambah pencambuknya adalah seorang Dewa tertinggi.


"Beraninya kau masih ingin mendekati Yi Changyin!!" Teriak Yi Wang sambil melayangkan kembali cambukkan yang begitu panjang. Kembali memukul Xuan Chen hingga terjatuh.


Hal itu membuat amarah Yi Changyin mendidih. Rasa sakit diperutnya seolah menghilang ditelan amarah. Ia bangkit walaupun penampilan 'putri ketujuh'nya sedikit acak-acakan.


Perlahan berbalik ke arah Yi Wang dengan ekspresi yang menyeramkan. Ya, jati diri Yi Changyin telah tidur dan jati diri Bai Suyue telah bangkit.


Ketika Yi Wang kembali melayangkan cambukan itu dia terbelalak. Karena kini tali cambuk berada dalam genggaman erat Yi Changyin. Dengan mudah gadis itu menangkapnya seperti tengah menangkap bola yang di lemparkan.


"Yi Changyin!!" Bentaknya tak terima.


"Kau pikir aku akan diam saja?!"


"Anak durhaka!!" Bentak Yi Wang lagi. Melihat putrinya sendiri sudah berani melawan, bahkan membentak.


"Beraninya kau berkata seperti ini pada ayahmu sendiri!" Feng Chao ikut membentak.


"Yin'er.." Qin Ruyi hanya menangis lirih. "Ibu tidak pernah mengajarkanmu untuk menjadi seperti ini.."


"Ayahku.. tidak akan pernah membentak ataupun memarahiku." Ujar Yi Changyin dengan nada yang sedikit pelan, ketika tiba-tiba pikirannya dipenuhi bayang-bayang Shui Jifeng.


"Ayahku, hanya akan memarahiku ketika aku mendekati bahaya." Tambahnya yang mulai menguarkan rasa haru di ruangan.


"Jika aku seperti ini, ayahku akan memberiku dukungan. Bukan memberi tekanan."


Yi Changyin menghela nafas, berusaha mengumpulkan keberanian. "Mulai sekarang, aku bukan Yi Changyin."

__ADS_1


"Kau?!" Yi Wang melotot tak percaya.


Sementara Qin Ruyi hanya bisa menangisi hal itu.


"Aku.. adalah Bai Suyue putri Bai Jiyuan dan Shui Jifeng."


Seketika seisi ruangan menjadi tegang. Terkecuali Yi Xuemei tentunya.


"Apa kau bilang?! Bai Jiyuan?!" Yi Wang tampak terkejut ketika mendengar nama itu. "Bukankah dia..." Dan dia tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. Hanya bisa membayangkan dugaan dalam pikirannya.


Hening. Ruangan itu benar-benar hening. Bahkan isakan Qin Ruyi sudah tak terdengar lagi.


Namun saat itu Yi Changyin mengeluarkan liontin spiritual. Membuat praduga Yi Wang semakin kuat.


Liontin itu menarik tubuh Xuan Chen yang terluka ke dalam. Setelah selesai, Yi Changyin mengalungkan liontin itu di lehernya.


"Terima kasih.." ia berkata dengan tenggorokan yang tercekat. "Sudah menjaga kepingan jiwaku selama enam belas ribu tahun."


Dan semua orang menjadi tidak bisa berkata-kata lagi.


"Mulai sekarang, aku akan menjalani kehidupan yang diinginkan bersama pria pilihanku." Tambahnya yang membuat Yi Xuemei meledakkan tangisannya.


Gadis itu berlari dengan langkah yang tak sabar dan memeluk Yi Changyin dengan erat. "Apakah kau akan meninggalkanku juga?"


Yi Changyin menggeleng. "Kau bisa melihatku kapan saja."


Tak lama kemudian Yi Xuemei melepaskan pelukannya. Masih menangis.


Detik berikutnya Yi Changyin berjalan perlahan menuju Yi Wang. Setelah dirasa dekat, Yi Changyin memberikan senyuman.


"Ini.. adalah penghormatan terakhir sebagai Yi Changyin." Gadis itu kemudian bersujud di kaki Yi Wang.


Membuat pria yang tadinya hatinya keras dengan bara api, kini lebur menjadi abu yang sejuk. Bahkan tak tanggung-tanggung lagi untuk meneteskan air mata.


Yi Changyin kembali bangun. Lalu menghampiri Qin Ruyi yang sedang terbengong di atas bangku.


Ketika Yi Changyin bersujud, tangisannya kembali pecah. Menegakkan gadis itu kembali secara paksa dan memeluknya.


"Dahulu ibu pernah bilang.. akan melepaskanmu yang ingin terbang bebas." Qin Ruyi terus terisak, membuat ia ikut-ikutan menangis. "Jaga dirimu."


Benar, mereka semua sadar. Mereka semua tidak dapat mencegah. Yi Changyin mereka hanya kepingan kecil dari pecahan berlian Bai Suyue.


Yi Changyin tersenyum dan mengangguk. "Bagaimanapun kau yang melahirkan kepingan jiwaku. Aku akan selalu mengingatmu selamanya."


Setelah itu, Yi Changyin berdiri dan kembali ke tengah-tengah ruangan. Menatap semua orang.


"Walaupun aku Bai Suyue, aku akan tetap menamaiku Yi Changyin. Karena darah rubah ekor sembilan masih mengalir dan tidak akan pernah hilang. Juga, aku tidak akan pernah melupakan kalian." Dia tersenyum getir.


"Dan perpisahan ini, bukan pertanda terakhir kali kita bertemu."


Setelah menyelesaikan kalimat terakhirnya, Yi Changyin berubah menjadi elang putih yang memekik keras. Pergi dari aula utama klan rubah, meninggalkan tangisan Qin Ruyi dan Yi Xuemei, dan sisanya yang di bungkam seribu bahasa.


Mereka tidak pernah menduga, kalau takdir akan menjadi seperti ini.


Dan batin Yi Changyin menangis. Namun ia tak punya pilihan lain untuk bisa lolos dari masalah kali ini di klan rubah. Atau impian yang selama ini ia bangun akan runtuh begitu saja oleh goncangan amarah Yi Wang.


.......


.......


.......


Yi Changyin kembali ke rumah Xuan Chen setelah menyelesaikan urusan di alam langit. Namun betapa terkejutnya ia saat melihat rumah Xuan Chen yang berubah menjadi berkali-kali lebih besar dan mewah.


Tunggu, apakah dia tidak salah lihat?


Apa dia salah rumah?


Tidak mungkin! Dia tidak mungkin melupakan lokasinya bukan?


Ia begitu tertegun hingga hanya terdiam di gerbang yang sebenarnya masih menggunakan kayu itu.


Pohon persik dan kebun-kebun kecil masih ada. Namun lebih indah dan tertata. Rumahnya lebih besar dengan bahan-bahan pembangunan yang mahal.

__ADS_1


"Aku juga terkejut ketika pertama kali melihat rumah pangeran ketujuh yang berubah." Tiba-tiba suara Shen Lan membuatnya tersentak kaget.


"Bisakah memberi aba-aba terlebih dahulu sebelum berbicara?!" Bentak Yi Changyin merasa kesal karena terkejut.


Shen Lan hanya terkekeh-kekeh yang langsung mendapatkan pelototan membunuh dari Yi Changyin. Sejurus kemudian ia menghela nafas panjang.


"Xuan Chen terluka oleh ayah Yi Wang." Ujar Yi Changyin tanpa menunggu Shen Lan bertanya terlebih dahulu.


"Wow! Sekarang kau bahkan berani menyebut nama ayahmu sendiri secara jelas dan tidak resmi." Ejek Shen Lan sambil bertepuk tangan seperti kagum melihat keberhasilan Yi Changyin.


Gadis itu hanya mencibir sambil melangkah masuk ke dalam.


Setelah sampai di dalam kamar, Yi Changyin mengeluarkan Xuan Chen dari liontin spiritual. Shen Lan masih membuntutinya dari belakang.


Sekarang kamar Xuan Chen terlihat lebih luas dan tidak menyatu dengan ruang tengah. Penataannya yang rapi seperti pada kamar di dalam Paviliun kebanyakan.


Yi Changyin dapat menebak-nebak kalau otak dari penataan ulang ini adalah Xuan Yao dan Xuan Rong. Karena hanya ada satu kamar disini.


Mereka berdua yang paling tahu kalau Yi Changyin tidak pernah tidur terpisah dengan Xuan Chen. Aish, memalukan. Pasti mereka melakukannya sambil terkikik-kikik.


Xuan Chen masih dalam keadaan sadar. Yi Changyin segera memberinya pasokan energi spiritual ke dalam dantian yang sempat kosong.


Jika terpukul oleh cambuk perak klan rubah harus menggunakan energi spiritual untuk menahan rasa sakitnya. Maka dari itu Xuan Chen tampak pucat karena kehabisan energi.


Bagi aliran kultivator, kehilangan energi spiritual akan lebih mengancam nyawa dari pada kehilangan banyak darah.


Kemudian untuk menyembuhkan luka, Yi Changyin kembali menggunakan daun Qin. Karena hanya itulah yang lebih cepat dan efektif. Luka bekas dicicipi oleh cambuk klan rubah tidak apa-apanya bagi alam peri.


Walaupun menyembuhkan dengan jangka waktu dua sampai tiga hari, setidaknya itu sangat manjur dan mengurangi rasa sakit.


"Apakah sangat sakit?" Tanya Yi Changyin cemas sambil merapikan pakaian yang selesai di pasangkan dengan hati-hati.


"Tidak." Jawab Xuan Chen sambil tersenyum. Kemudian mengecup kening Yi Changyin dalam-dalam. Setelah itu ia segera menarik Yi Changyin kedalam pelukannya.


"Maafkan aku.." ucap Yi Changyin lirih.


"Tidak, ini bukan salahmu." Xuan Chen menggeleng.


"Sudahlah.. kau beristirahat dahulu." Ujar Yi Changyin sambil melepaskan pelukannya. Kemudian membuat Xuan Chen berbaring dan menyelimutinya dengan hati-hati.


Xuan Chen masih mempertahankan senyumannya ketika Yi Changyin mengecup bibirnya dalam-dalam. Setelah Xuan Chen menutup matanya, Yi Changyin melepaskan ciumannya.


Menatap pria itu sesaat kemudian pergi ke luar. Yang langsung di sambut dengan Shen Lan yang sedang menikmati udara alam dengan secangkir teh di atas meja.


Ada cangkir lain yang masih tengkurap beserta teko yang mengepulkan asap hangat.


Shen Lan tampaknya menyadari dirinya yang sedang berdiri di ambang pintu. Pria itu membalikan badannya, kemudian memberikan isyarat tangan pada Yi Changyin untuk duduk di hadapannya.


Yi Changyin bergerak tanpa bersuara, duduk di hadapan Shen Lan dan mulai menuangkan teh untuk diri sendiri.


"Bagaimana?" Shen Lan bertanya tentang Xuan Chen.


"Aku sudah memulihkan energinya, membalut lukanya dengan daun Qin, dan memberinya obat tidur."


Shen Lan hanya mengangguk-angguk. "Ada rencana?" Dia mulai bertanya ketika menyesap tehnya.


"Untuk?"


"Pergi ke alam baka mengambil ganggang hijau dan bunga gunting?"


"Bunga gunting?" Yi Changyin balik bertanya dengan ekspresi yang heran.


.......


.......


.......


Note Tambahan : Di alam fana terbagi menjadi beberapa jenis aliran. Yaitu aliran kultivator, manusia yang menggunakan energi spiritual untuk bertahan hidup dan memiliki ambisi untuk jadi yang terkuat, bahkan menjadi dewa. Aliran Taoisme, manusia yang lebih percaya pada agama dari pada kultivasi dan sebagainya. Aliran sesat, biasanya manusia seperti ini lebih percaya pada setan atau iblis. Dan sisanya adalah manusia biasa yang hanya ingin hidup tenang alias no ribet-ribet.


Ketiga jenis aliran ini cuman karangan author untuk novel ini. Mungkin ada kenyataan? Pastilah ada, maybe. Ya intinya jangan dibawa serius aja.


Sedangkan Taoisme adalah sebuah aliran filsafat yang mempelajari kehidupan alam berasal dari Cina. Taoisme muncul pada era akhir Dinasti Han Timur dan akar-akar pemikirannya telah ada setelah Agama Ruisme atau Kong Jia. Sumber : Wikipedia.

__ADS_1


Dan,


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗


__ADS_2