The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual


__ADS_3

Yi Changyin terpental jauh kebelakang, sosok putih yang melesat itu menghantam dadanya dan mendorongnya jauh. Seteguk darah dia muntahkan, dadanya terasa sesak terhimpit. Bahkan setelah itu kedatangan sosok putih lainnya. Hanya berjumlah dua? Mengapa aura mereka begitu kuat?


Kejadian itu hanya sekilas, bahkan Yi Xuemei dan Shen Lan pun tak dapat melihat dengan jelas pergerakannya. Anehnya, kedua makhluk asing itu malah menyerang Yi Changyin sendirian. Mereka tidak memperdulikan yang lainnya. Apakah seseorang yang menyuruh mereka untuk menargetkan Yi Changyin? Siapa dia?


Gadis itu langsung memasang perisai spiritual di depannya, menahan mereka berdua untuk tidak melukainya. Itu hanya gumpalan cahaya, namun begitu kuat dan beraura tajam. Tidak bisa di pungkiri lagi kalau jelmaan mereka begitu kuat dan memiliki kultivasi yang tinggi. Atau mungkin binatang ilahi yang sudah terlatih?


Shen Lan dan Yi Xuemei maju dengan serangan yang siap di luncurkan dari belakang. Tapi kedua cahaya itu seperti menyadari niat keduanya, mereka langsung menghadang dengan hempasan spiritual yang kuat. Keduanya terpental jauh, tidak bisa menghindar dari serangan kuat mereka.


Setelahnya, kedua cahaya itu menjelma menjadi manusia. Satu laki-laki dan satu perempuan. Pakaian mereka putih dengan kilauan perak yang menghiasi secara teratur. Wajah mereka terhalang cadar putih yang tebal.


"Jangan mencampuri urusan kami!" Seru si pria dengan tegas. "Atau kalian akan terluka juga."


Keduanya masih memiliki toleransi pada Yi Xuemei dan Shen Lan. Tapi mereka begitu kejam pada Yi Changyin. Sebenarnya apa masalah yang gadis itu perbuat? Seingat Yi Xuemei, adiknya itu tidak pernah menyinggung atau membuat masalah dengan siapapun.


"Tidak peduli apapun rencana kalian, Yi Changyin tetaplah adikku!" Sahut Yi Xuemei tidak terima. "Ikut campur atau tidak.. itu bukan urusan kalian." Katanya keukeuh.


"Apakah kau tidak mengerti kami? Kami tidak mau membahayakan banyak orang." Ujar si wanita bersikeras.


Selagi mereka berdebat, Yi Changyin bangun diam-diam. Walaupun dadanya masih terasa sesak, dia tetap berusaha untuk bangkit dan melakukan rencana licik yang berada di otaknya. Diam-diam gadis itu berjalan ke arah punggung mereka dengan pedang yang siap di tebaskan.


SRETT


"Akhh!"


Perkiraan Yi Changyin berhasil, gadis itu melukai kedua punggung penyerang tanpa di sadari. Mungkin bagi keduanya cukup tak bermasalah, tapi setidaknya bisa membuat Yi Changyin puas.


Punggung mereka terluka berdarah sangat parah, ini membuat mereka marah. Kemudian mereka berbalik pada Yi Changyin dan hendak menyerang. Cahaya putih remang-remang muncul di antara jari jemari mereka, bersiap untuk mendorong Yi Changyin sampai muntah darah.


Yi Changyin menebas udara kosong dengan pedangnya, menimbulkan udara bergelombang yang membatalkan penyerangan mereka. Yi Changyin mengambil kesempatan ini untuk naik beberapa meter dari permukaan tanah. Dia mulai meluncurkan beberapa serangan dari pedangnya yang secepat kilat.


Gelombang udara dari pedang Yin Zhenjie itu sangat cepat dan tidak bisa terdeteksi. Kedua orang asing itu hanya bisa menghadang dengan energi spiritual seadanya. Dengan pergerakan yang secepat ini, mereka tidak bisa membuat serangan yang kuat.


Yi Xuemei dan Shen Lan tersenyum jahil. Sepertinya mereka juga harus membantu Yi Changyin dalam hal ini. Keduanya mulai naik beberapa meter dari permukaan tanah. Serangan-serangan acak yang secepat kilat mereka arahkan pada kedua orang asing itu, mengikuti apa yang di lakukan Yi Changyin.


Serangan mereka bertiga ringan tapi cepat. Bisa menghadapinya dengan mudah, tapi akan membuat lelah. Jika di biarkan melukai tubuh, lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan alat vital. Rubah memang licik! Tapi sebenarnya, ini adalah ilmu khusus yang di pelajari dari klan rubah ekor sembilan. Mereka memiliki seribu satu cara untuk membuat musuh tersudutkan.


Entah berapa lama mereka mempermainkan keduanya, hari sudah semakin gelap. Bahkan bulan semakin jelas menampakkan dirinya. Cahaya-cahaya aneh itu terus menyerang, membuat mereka sedikit kewalahan. Sementara yang menyerangnya hanya tertawa puas seperti sedang merundung orang.


Wajah mereka berdua memerah, dia tampak kesal. Pria asing itu segera mengeluarkan gelembung spiritual yang kuat. Ketiganya tak bisa menahan, hingga sedikit terpental. Untung saja tidak sampai jatuh ke tanah dengan mengerikan.


Ketiganya turun dengan aman di atas tanah, tapi pemandangan di depannya sungguh di anggap sebagai hiburan. Tak bisa mereka menahan senyumnya mengejeknya saat kedua orang asing itu berubah penampilan menjadi jelek.


Pakaian putih mereka di penuhi dengan debu dan kotoran, compang-camping. Wajah mereka tak serapi tadi dengan rambut yang acak-acakan. Sebenarnya, Shen Lan yang paling melakukan banyak atas kekacauan mereka. Pria itu terus menerus melemparkan spiritual yang berubah menjadi debu-debu kotor saat menabrak sesuatu.


Ini bukan pertarungan, tapi aksi merundung seseorang!


"Kalian sudah puas mempermalukan kami?" Kata si pria dengan dingin. Dia merasa geram, wajahnya memerah bak kepiting rebus.


Tanpa basa-basi lagi, keduanya langsung menyerang Yi Changyin dengan persiapan spiritual yang lebih kuat dan mungkin menyakitkan. Tapi belum mencapai satu meter jaraknya, mereka berhenti dengan bulu kuduk yang berdiri.


Aura spiritual hilang di tangan mereka, merasa di tekan oleh sesuatu. Ketiganya pun saling melirik dengan tingkah mereka yang sedikit ketakutan. Benar saja, tak lama dua binatang suci ilahi muncul di belakang punggung Yi Changyin.


Phoenix dua warna dan Naga hitam.


Mungkin benar, kedua orang asing itu adalah binatang ilahi, mereka gemetar saat melihat kedatangan Feng'er dan Heilong. Dengan kedatangan mereka, Yi Changyin menjadi senang. Dia telah melupakan luka dalam yang sempat membuatnya menderita tadi.


Kedua binatang ilahi yang asing itu semakin beringsut saat Phoenix dan Naga hitam itu mendekat. Auranya semakin kejam! Tapi aneh, mereka berdua sangat tunduk di hadapan Yi Changyin. Seperti melihat Dewi tertinggi yang sudah hidup satu juta tahun.


"Berani mengganggu bos kami?" Katanya dengan tegas. Itu suara Heilong, tapi nadanya terdengar lebih berat dan menggema.


Yi Changyin bermuka konyol saat mendapati dirinya di sebut bos. Tuan mereka yang sebenarnya adalah Xuan Chen. Entah apa yang terjadi tanpa sepengetahuannya!


Kedua binatang ilahi yang tidak di ketahui jenisnya itu hanya diam dengan keringat dingin yang membanjiri tubuhnya. Mereka begitu tidak berani saat berhadapan dengan milik Xuan Chen itu. Sebenarnya apa identitas asli Feng'er dan Heilong sampai-sampai yang garang itu tunduk?


Tiba-tiba Heilong mengeluarkan semburan api di mulutnya, hendak membakar mereka sampai gosong. Jadi abu lebih baik. Tapi sial, kedua makhluk ilahi pembuat masalah itu hilang entah kemana. Dia telah kabur!


Feng'er dan Heilong mengubah wujudnya menjadi manusia. Wajah mereka terlihat kecut karena targetnya kabur dengan cepat. Seperti ada seseorang yang menolong mereka. Tapi siapa?!


Di belakang Yi Changyin, Xuan Chen datang di udara kosong. Tepat sekali! Dia tepat muncul saat Yi Changyin tiba-tiba jatuh pingsan. Mungkin gadis itu terlalu lelah. Xuan Chen pun hilang di udara kosong, dia kembali pada ruang dimensinya yang baru.


Yi Changyin di baringkan di atas kasur yang empuk. Selimut perlahan menutupi tubuhnya yang lemah itu. Tangan Xuan Chen bergerak menyingkirkan beberapa helai rambut yang menghalangi wajah cantiknya.

__ADS_1


Pria itu menghela nafas, menatap Yi Changyin dengan sedih. "Kau terluka begitu banyak." Walaupun keadaan tubuhnya terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya gadis itu memiliki luka dalam yang banyak dan menyakitkan. Jika terus-menerus di paksakan untuk bertarung, dia akan mengalami kerusakan organ dalam!


Tanpa pikir panjang, pria itu menyalurkan energi spiritualnya yang berwarna biru cerah. Sebenarnya dia terkejut dengan kultivasi nya yang meningkat pesat. Saat di bawa ke ruang dimensi, Xuan Chen tiba-tiba mengalami terobosan sampai ke emas level enam. Mungkin ini pengaruh dari melakukan kontrak dengan dua hewan ilahi sekaligus dan menyerap udara yang penuh energi spiritual di dalam dimensi.


Setelah lama, Xuan Chen merasa ini tidak masuk akal. Energi spiritual Yi Changyin tidak bisa pulih walaupun dia sudah menyalurkan banyak miliknya. Entah mungkin kultivasinya yang rendah, atau mungkin memang dia terluka begitu parah. Hasilnya dia pun menghentikan penyaluran energi itu. Membiarkan nanti gadis itu untuk menyerap udara yang penuh dengan energi spiritual. Dia pasti senang.


Sekali lagi Xuan Chen membelai pipi gadis itu, entah kenapa dia merasa iba. Sejak bertemu dengannya, dia banyak berkorban. Yi Changyin melukai tangannya sendiri demi melindungi nyawanya. Setelah itu dia mendapatkan empat belas cambukan petir.


Tak berselang beberapa hari, Yi Changyin kembali mendapatkan serangan cambukan siluman yang menyakitkan. Belum sembuh, tapi dia kembali terluka karena melawan pasukan formasi hitam.


"Kau yang banyak berkorban, atau aku yang pengecut?" Gumam Xuan Chen merasa konyol karena telah di lindungi seorang gadis. Sedangkan dia sendiri tidak bisa melakukan apa-apa.


"Kau tenang saja. Tunggu aku kuat, aku akan melindungimu." Xuan Chen tersenyum, kemudian dia pergi meninggalkan Yi Changyin sendirian.


.


.


.


Bulan tampak terang di tengah-tengah malam yang sunyi. Kerlap kerlip bintang menemaninya setia, seolah di setiap malam hadir tanpa terlewatkan. Dari dalam sebuah paviliun, jendela di buka oleh seorang gadis dengan badan yang kecil.


Bayangan gadis itu membungkuk seiring dengan datangnya bayangan wanita lain, berjalan dengan anggun untuk menatap bulan di langit sana.


"Junzhu ingin melihat pemandangan bulan? Sebaiknya jangan lama-lama, hari sudah malam dan udara sangat dingin. Tidak baik untuk kesehatanmu." Pelayan itu memberi nasihat pada majikannya. Dia adalah Xueqi dan sedang bersama Wen Yuexin.


Wajah Wen Yuexin tampak bersinar di terpa sinar bulan. Dia tersenyum. "Aku tidak memandang bulan, tapi aku sedang membayangkan apa itu alam langit." Senyumannya menghilang membentuk kurva melengkung, memamerkan wajah manjanya. "Kakak Xuan Chen, pasti ada di sana."


"Xueqi yakin pangeran ketujuh akan baik-baik saja di sana. Junzhu tidak perlu khawatir."


"Alam langit itu begitu kejam dan sombong. Aku tidak yakin kakak Xuan Chen akan baik-baik saja." Katanya dengan ketus. "Ini pasti rencana rubah busuk itu untuk merundung manusia lemah seperti kakak Xuan Chen." Tambahnya berburuk sangka.


"Itu benar. Xueqi tidak pernah mendengar ada rubah yang baik hati. Mereka semua adalah makhluk jahat!" Pelayan kecil itu malah mendukung.


"Tidak apa, kakak Xuan Chen pasti akan di kirim kembali suatu hari nanti." Dia tampak senang. "Dia akan kembali tanpa rubah jelek itu."


"Tapi, apakah yang mulia kaisar mengetahui kakak Xuan Chen pergi?" Tanya Xueqi sedikit berbisik.


"Itu bagus, di sembunyikan lebih bagus."


Terdiam sesaat, Wen Yuexin telah menemukan ide. "Oh ya.. sebaiknya kita cari tahu dimana kakak Xuan Chen, agar aku bisa pergi melihatnya setiap hari."


Ekspresi Xueqi terlihat tidak yakin. "Junzhu akan memerintahkan siapa?"


Dia tersenyum miring. "Tentu saja pasukan formasi hitam yang masih tersisa."


.......


.......


.......


Yi Changyin membuka matanya. Bukan dalam wujud manusia, tapi masih bertubuh rubah. Yi Changyin berdiri dengan empat kakinya. Rubah itu terlihat panik karena tidak bisa mengubah dirinya menjadi manusia, dia memekik karena kasusahan.


'Mengapa tidak bisa?!' Saat mata jernih dari seekor rubah itu melihat keadaan sekitar, dia tertegun.


Dia sedang berada di ruangan yang begitu asing. Ruangan ini tidak besar, tapi terlihat rapi dan elegan. Pajangan dan lukisan di sana tampak seperti baru dan berkualitas, seperti sangat mahal. Terdapat tirai yang sengaja terbuka didepannya. Pintu ruangan itu juga terbuka, berada tak jauh di sebelah kiri tempat tidur.


Saat melihat lurus, Yi Changyin dapat melihat ruang makan yang di batasi tirai tipis. Di dindingnya terdapat lukisan asing, yang mungkin tidak pernah Yi Changyin lihat.


Rubah itu segera beranjak pergi, ke tengah-tengah ruangan. Dia bisa melihat sebuah meja kerja di ujung sana, tepat berhadapan dengan pintu. Keadaan di sana penuh dengan aura pengetahuan. Terdapat banyak buku dan gulungan di setiap rak yang tersusun rapi.


Tiba-tiba langkah seseorang terdengar memasuki ruangan. Rubah itu segera menoleh ke arah pintu. Dia melihat Xuan Chen berdiri di sana dengan senyuman. Akhirnya, seseorang yang harus di wawancarai telah tiba.


Yi Changyin berlari ke arah Xuan Chen, dia melompat dan mendarat di atas pangkuannya sambil mengoceh. "Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku tidak bisa mengubah wujudku? Dan dimana kita? Dimana Shen Lan dan Yi Xuemei? Bukankah kita sedang berada di hutan?"


Xuan Chen tertegun. Baru saja dia datang sudah di serbu dengan beberapa pertanyaan dari si rubah yang penasaran seperti kucing itu.


"Kita sedang berada di ruang dimensi spiritual yang di bawa Feng'er dan Heilong. Yi Xuemei dan Shen Lan sudah tertidur di sana, dia tidak bisa masuk kemari. Tenang saja, Feng'er yang menjaga mereka. Kita juga tidak akan terlambat. Satu menit di sini, sama dengan satu jam." Jelasnya.


"Baguslah.." Yi Changyin tampak kagum. Dia tidak pernah menyangka kalau kedua hewan ilahi suci itu memiliki ruang dimensi yang istimewa. Dia semakin curiga dengan identitasnya. "Tapi, kau tidak menjawab satu pertanyaanku. Mengapa aku tidak bisa mengubah wujudku?"

__ADS_1


Xuan Chen tersenyum tanpa dosa. Dia berjalan, berniat menuju luar ruangan. "Itu.. aku yang melakukannya."


"Apa?!" Yi Changyin kesal, dia bahkan mengeluarkan cakar-cakarnya yang tajam, berniat mencakar wajah pria itu sampai puas. Tapi sepertinya dia tidak akan tega merusak wajah tampannya.


Xuan Chen segera mencengkram kaki imut yang berbulu itu, mengelusnya dengan pelan hingga membuat Yi Changyin sedikit memerah. "Cakarlah sepuasmu. Balasannya aku tidak akan pernah mengembalikan wujudmu."


"Apa kau bilang?! Kau一?!" Walaupun kekuatan Yi Changyin lebih kuat, tapi jika tuannya sudah melakukan sesuatu, dia tidak akan bisa kabur. Xuan Chen bisa saja menahan Yi Changyin dengan kekuatan kontraknya.


"Jangan marah-marah, lihat keadaan sekitar dan coba hiruplah udaramu." Potong Xuan Chen cepat yang membuat gadis itu sedikit tertegun.


"Apa?" Tanyanya heran.


"Lihatlah.."


Yi Changyin segera menoleh ke halaman rumah itu. Mungkin jika dia berwujud manusia, wajahnya pasti akan di penuhi dengan kekaguman. Keadaan di tempat ini sangat indah! Seperti berada di negri dongeng.


Tempat ini keseluruhan tidak kecil dan tidak luas. Berbentuk bulat dan di lindungi oleh pembatas spiritual yang memantulkan cahaya pelangi. Yi Changyin turun dari pangkuan Xuan Chen, dia mulai menjelajahi tempat di sana.


Di halamannya ada taman. Tidak! Apa ini? Penuh dengan aura spiritual yang kental. Seakan setiap tumbuhan disini adalah benda yang paling berharga untuk berkultivasi. Bahkan mungkin tanahnya juga.


Yi Changyin dapat melihat beberapa pohon buah yang berbeda jenis. Seperti anggur, jeruk dan sebagainya yang terlihat nyata namun aneh. Yi Changyin juga menemukan kolam dengan banyak ikan yang tak seperti biasanya, mereka seperti makhluk yang istimewa.


Bahkan batu-batu di sana tampak mengkilap, seperti terkandung spiritual yang melimpah di dalamnya.


"Semua yang ada di sini adalah berguna untuk berkultivasi, bahkan energi yang terkandung di tanah juga." Ujar Xuan Chen sambil berjalan mendekati Yi Changyin yang sedang memandangi kolam penuh ikan itu.


Yi Changyin menoleh, "benarkah?" Dia berbinar, ini sangat istimewa! Sebenarnya siapa yang membuat ruang dimensi spiritual ini?


Yi Changyin banyak tahu setelah Xuan Chen menjelaskannya sekilas. Tapi Feng'er dan Heilong tidak bisa memberi tahu asal usul dan siapa yang membuat ruang dimensi spiritual ini. Bisa saja dia jika membocorkannya, tapi langit selalu mencegah.


Entah seberapa energi yang pembuat ruang dimensi spiritual ini habiskan, hingga menjadi tempat yang sempurna bagi para kultivator. Bahkan bisa membedakan waktu. Untung saja jatuh ke tangan Xuan Chen yang tidak rakus.


Buah-buahan di sana bukan buah biasa. Satu jenis, satu pohon, tumbuh seratus hari sekali. Kebun buah ini berada dari kiri taman sampai ke samping kiri gedung. Jika buah-buah itu dimakan, maka kolam dantian akan terisi penuh lalu mencapai terobosan. Buah ini tidak berefek besar, tapi bisa cepat di lakukan jika sambil menggunakan teknik penuh perasaan.


(*Pernah dengar pelatihan ganda? Ya seperti itulah teknik penuh perasaan. Mereka yang memakan buah spiritual kemudian melakukan hal yang intim. Itu akan meningkatkan kebahagiaan dan membuat titik-titik meridian terbuka secara lancar. Mereka akan saling menyalurkan energi Yin atau Yang bersamaan dengan terisinya kolam dantian karena buah spiritual. Jika itu terjadi, melakukan terobosan akan mudah. Warning!! INI CUMAN IMAJINASI AUTHOR, GADA HUBUNGANNYA SAMA DUNIA NYATA ATAU DUNIA- DUNIA LAINNYA.)


Ikan-ikan di sini juga akan mati setiap seratus tahun sekali, tapi mereka juga akan membentuk jati diri yang baru. Ketika ikan-ikan spiritual ini mati, inti roh dari pertapaannya dari lahir hingga seratus tahun akan berguna untuk berkultivasi.


Udara di tempat ini juga sangat berguna untuk bertapa. Kultivator fana atau abadi akan cepat melakukan terobosan. Udara ini tidak akan pernah habis, mereka akan terus bertambah setiap harinya.


Tumbuhan, batu dan bunga disini juga sangat bisa di lakukan untuk mencapai tingkat selanjutnya. Tapi jika habis, secara berkala mereka akan terbentuk ulang setelah seratus hari. Air di setiap kolam disini bisa menyembuhkan suatu penyakit luar dengan cepat. Bahkan ada banyak tumbuhan herbal langka yang pantas untuk di jual. Yi Changyin dan Xuan Chen akan kaya!


Ruang dimensi spiritual ini mungkin hanya ada satu di dunia. Tapi sayangnya selama enam belas ribu tahun Feng'er dan Heilong tidak bisa membukanya, tuan mereka dikatakan sudah mati. Hanya dengan memiliki tuan baru, barulah bisa membuka kembali ruang dengan manfaat yang melimpah ini. Maka dari itu mereka jadi miskin dan terlantar.


Xuan Chen juga mengatakan di sini ada hutan persik dan tiga gua yang paling pas digunakan untuk berkultivasi. Benar saja, si rubah Yi Changyin dapat melihatnya dengan mata kepalanya langsung.


Tiga lubang gua berjejer dengan aura yang berbeda-beda. Satu panas, lalu ada yang terasa segar dan ada juga yang dingin. Tidak salah lagi disana ada api spiritual, air spiritual dan salju spiritual! Yi Changyin sangat berbinar, dia tidak akan pernah menyangka bisa melihat ruang spiritual yang langka ini.


Yi Changyin hanya melihat-lihat saja, dia belum berminat untuk masuk. Kabarnya hutan persik itu ada di taman belakang dan sedang berguguran, jadi dia memutuskan untuk pergi ke sana. Xuan Chen hanya setia mengikutinya dari belakang.


Rubah berekor sembilan itu berlari menuju hutan persik yang indah. Bunga merah muda mereka sedang berguguran dengan indahnya. Melihat pemandangan itu seperti melihat lukisan yang nyata, sangat indah!


Xuan Chen segera menyuntikkan energi spiritualnya pada Yi Changyin, cepat-cepat rubah itu kembali menjadi gadis yang cantik. Dia melihat penampilannya, kemudian tersenyum pada Xuan Chen.


Seperti anak kecil, Yi Changyin melompat-lompat di tengah-tengah bunga yang berguguran. Tinggal di ruang dimensi spiritual, seperti tinggal di empat musim sekaligus. Yi Changyin menyukai hal itu. Dia juga tidak perlu khawatir soal waktu.


Xuan Chen tak bisa berkedip, entah kenapa dia merasa terpesona melihat Yi Changyin di dalam bunga-bunga yang berguguran itu. Bayangkan saja, seorang gadis cantik di tengah-tengah bunga merah muda yang berguguran.


Gadis itu sedang bermain-main dengan bunga, hatinya terasa sangat baik. Xuan Chen senang dengan hal itu. Mungkin hanya ini upayanya untuk membuat Yi Changyin melupakan masalahnya sejenak. Dia juga sedikit lega dengan Shen Lan yang belum memberi tahu rahasia mengenai kakinya. Atau gadis itu.. Ah sudahlah! Saat ini Xuan Chen sedang terpesona, pikirannya sangat tidak baik untuk membahas hal lain.


Tanpa di duga, Yi Changyin menarik tangan Xuan Chen untuk masuk ke dalam lautan bunga yang sedang berguguran itu. Mereka bercanda ria, penuh dengan kejahilan. Saling melemparkan dedaunan bunga yang menghampar menutupi tanah dan saling kejar-kejar di antara pepohonan. Mereka seperti.. sepasang kekasih.


.......


.......


.......


Maaf author kurang pemahaman dalam hal majas jadi ngedeskripsikan nya kurang😂😥


Jangan lupa like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉

__ADS_1


__ADS_2