
Tampaknya disana hanya ada Feng Lianlian seorang.
"Selamat tinggal, semua.." Tambah Feng Lianlian dengan nada yang mengejek.
Semua orang tidak sempat berkata-kata lagi karena kobaran api di tangan Feng Lianlian sudah jatuh mengenai jerami.
Mereka semakin panik berusaha menyelamatkan diri. Namun terkubur di dalam jerami, mereka sama sekali tidak bisa bergerak. Dan aura keenam peri itu masih berkoar hingga mereka kesulitan bergerak. Sementara itu api mulai menyebar.
Kaisar dan Permaisuri langit dapat melihat dengan jelas bagaimana putra mereka menjerit karena mulai kepanasan dan terbakar. Diikuti dengan suara jeritan yang lain karena sama dengan sang Pangeran mahkota, terbakar tanpa ampun.
Permaisuri langit menjerit kencang ketika melihat putranya terbakar. Dia ingin menyelamatkan, namun tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan.
"Kaisar!! Bagaimana ini!!" Teriaknya pada Permaisuri langit, dia terlihat ketar ketir. Suaranya sedikit tenggelam dalam jeritan mengerikan orang-orang yang berada di sana.
"Panggil Dewa Air!! Kau punya plakatnya bukan?!" Saran kaisar langit dengan secercah cahaya harapan di matanya.
Permaisuri langit mengangguk setuju. Sambil berusaha menggerakkan tangannya demi merogoh apa yang berada di pinggangnya. Karena Dewa air berada di bawah perintahnya, maka plakat itu pasti ada pada Permaisuri langit, tidak pernah meninggalkannya dimanapun.
"Kau mencari ini?" Tiba-tiba suara lembut menguar di udara. Yang sontak membuat Kaisar dan Permaisuri langit mendongkak.
Dan betapa terkejutnya ia saat melihat Lian Qingqing yang dengan santainya sedang tengkurap di atas gumpalan awan. Di tangannya tergantung satu plakat putih emas dengan ukiran “水” yang terlihat sangat jelas.
(Note : Hanzi '水', pinyin-nya adalah 'Shui' yang berarti air. Sedangkan 'Hanzi' adalah Karakter dalam bahasa mandarin yang biasa digunakan untuk menulis. Dan 'Pinyin' merupakan sistem khusus yang dibuat untuk belajar pengucapan dari karakter-karakter bahasa Mandarin. Sumber : Blog cakap)
Kaisar dan Permaisuri langit jelas mengenal kalau plakat itu adalah satu-satunya alat untuk memanggil Dewa air.
"Kembalikan padaku ja lang!!" Maki Permaisuri langit tidak terima. Walaupun hatinya jelas diliputi rasa takut pada Lian Qingqing.
"Astaga... kau masih saja sempat memaki, dasar ba ji ngan." Balas Lian Qingqing yang membuat Permaisuri langit menggeram kesal.
"Kembalikan itu, Qingqing!" Sahut Kaisar langit dengan wajah yang berkeringat menahan panas.
Sedangkan Lian Qingqing hanya mengangkat sebelah alisnya tidak peduli. Toh, pria itu sebentar lagi akan hangus terbakar.
"Aku adalah Kaisar langit, dan istri sahku adalah Permaisuri. Kau tidak akan bisa membunuhku!" Kaisar langit tertawa di akhir kalimatnya. Karena ia merasa telah menang.
"Mengapa brengsek tua ini sangat bodoh?" Gumam Lian Qingqing yang terdengar jelas oleh keduanya.
"Beraninya kau?!" Geram Kaisar dan Permaisuri langit secara bersamaan.
"Kudengar plakat perintah untuk para Dewa Dewi pengurus hanya bisa dipegang oleh seseorang yang dipercaya langit?" Lian Qingqing bertanya dengan pura-pura bingung.
Sedangkan Kaisar dan Permaisuri langit mengeyitkan dahi karena tidak mengerti.
Lian Qingqing tersenyum miring melihatnya. Kemudian melanjutkan, "lalu... mengapa bisa ada padaku?"
Membuat mereka menjatuhkan rahangnya karena menyadari sesuatu. Hati mereka langsung diliputi rasa cemas hingga keringat dingin mulai membanjiri wajah. Ditambah dengan menahan rasa panas, membuat mereka seperti setengah mandi di tengah kobaran api.
Yang dikatakan Lian Qingqing adalah benar. Plakat seperti itu hanya bisa dipegang oleh yang diizinkan langit. Jika token itu berada di tangan Lian Qingqing maka...
"Gawat! Sangat gawat!" Panik Kaisar langit, begitupula dengan Permaisurinya.
"Bagaimana wanita itu bisa mendapatkannya?!" Tambah Kaisar langit tambah panik.
Semua orang tahu kalau token semacam itu tidak mudah di pegang dengan sembarangan dan harus mendapatkan izin dari langit terlebih dahulu. Dan izin dari langit adalah takdir yang telah di tetapkan.
Jadi semuanya tidak mudah dan tidak bisa sesembarang itu di dapatkan. Kecuali...
Kaisar langit terbelalak begitu menyadarinya. Dia langsung menatap Lian Qingqing dengan tatapan yang tidak percaya. Sedangkan wanita itu hanya tersenyum manis.
__ADS_1
"Jangan bilang kau membuka pengadilan langit?!" Tebaknya yang membuat Permaisuri langit terbelalak.
Lian Qingqing terkekeh pelan. "Seperti yang kau pikirkan.. langit tidak memihak pada kaisar tak tau diri sepertimu.." Gadis itu tertawa menggelegar mengakhiri kalimatnya.
Sementara Kaisar langit menggila di tengah-tengah tawanya.
"Tidak mungkin!!!"
"Tidak mungkin seperti itu!!"
"Aku tidak percaya!!"
"Dasar ja lang tidak tahu diri!!"
Tiba-tiba api semakin membesar dan nyaris meledak, diiringi dengan menghilangnya Lian Qingqing. Namun tawanya masih menggelegar di seluruh aula eksekusi yang sudah nyala terbakar.
Kaisar dan Permaisuri langit tak bisa bersuara lagi, apalagi berkesempatan menyelamatkan diri. Mereka mulai terbakar dengan teriakan yang memilukan.
Aula eksekusi telah diselubungi oleh api yang membumbung tinggi. Di tatap puas oleh keenam peri yang menyebabkan hal itu. Namun.. nyatanya hampir semua penghuni alam langit mendukung mereka.
Tapi entah kenapa, keenam peri itu tak bisa menghilangkan benci pada tempat yang menurut mereka paling menyedihkan.
Dari pada tetap disana demi kekuasaan, Feng Lianlian mencetuskan ide untuk memberikan tahta ini pada yang berwenang. Kelima lainnya setuju. Dan mereka tidak ikut campur, membiarkan orang-orang alam langit itu yang menyelesaikannya. Lalu memberi pesan akan membebaskan alam iblis dari jeratan Dewa kegelapan.
Ditambah kondisi Feng Lianlian mereka memburuk. Entah apa yang terjadi. Ya mungkin.. karena pengaruh obat-obatan yang pernah ia minum demi menghindari Kaisar langit.
Dan akhirnya mereka menemukan tempat terbengkalai yang berada di atas daratan tengah alam fana. Yang mungkin sekarang sudah dilupakan semua orang. Tanpa ragu mereka mulai membangun kediaman di daratan luas tak berpenghuni itu.
Namun kondisi Feng Lianlian semakin hari semakin memburuk. Tapi di sisi lain mereka berlima tak ada lelah-lelahnya untuk merawat Feng Lianlian. Walaupun gadis itu sering menolak untuk di rawat.
Namun suatu hari...
Tanpa berbasa-basi lagi, Yue Sisi memeriksa tubuh Feng Lianlian. Dan tiba-tiba dia terbelalak kaget. Sejurus kemudian amarah mulai mengebu dalam hati Yue Sisi.
"Beraninya Permaisuri baji ngan itu..." Geramnya dengan emosi yang menyebu.
Benar, dia mengingat sesuatu ketika tak sengaja mengendus bau racun saat memeriksa. Persis milik Permaisuri langit dahulu yang dipamerkan di istana belakang.
Dia menyadari kekuatan racun itu sangat dahsyat. Mematikan, membunuh secara perlahan-lahan dan membuat orang yang meminumnya menderita berhari-hari. Memang benar, akhir-akhir ini Feng Lianlian sering terlihat lemah dan sakit. Dan sekarang berakhir mereka berlima mendirikan tugu peringatan untuk Feng Lianlian di samping Li Jianjian.
Jutaan tahun kemudian, alam peri sudah berkembang menjadi negri yang makmur. Dengan rakyat yang di turun temurunkan menjadi berkembang. Bahkan sudah terbagi menjadi lima bagian. Lalu menjadi kerajaan besar yang bersembunyi dari semua alam.
Karena dahulu, kelima leluhur mereka, yang tak lain yang tak bukan adalah Yue Sisi, Hua Lili, Lian Qingqing, Shui Zhenzhen (peri air) dan Hu Yao Yao (peri kupu-kupu). Telah melahirkan anak tanpa laki-laki.
Setelah bertapa ribuan tahun, mereka menemukan cara seperti itu. Melalui teratai kehidupan dengan meneteskan darah daging mereka. Namun rantai keturunan selanjutnya dilakukan seperti makhluk pada umumnya.
Karena saat itu lahir sepuluh bayi dengan gender yang berbeda-beda.
(Yang tentunya cewek cowok ya😌)
Selanjutnya alam peri menjadikan wanita keturunan Yue Sisi atau peri bulan sebagai pemimpin mereka. Dan lelaki yang mendampingi sang Ratu harus begitu dimisteriuskan.
Alam peri begitu tertutup sampai sekarangpun. Bahkan dunia di luar masih saja hanya mendengar desas desusnya saja. Terutama alam langit.
Flashback Of.
.......
.......
__ADS_1
.......
"Hanya saja pernah terjadi insiden yang membuat marga Yue tidak meneruskan tahta. Ratu terakhir dari mereka hanya melahirkan anak laki-laki." Yi Changyin masih lanjut menjelaskan.
"Tapi untungnya ada satu wanita yang bermarga Bai, keturunan langsung Yue Sisi sekaligus sepupu jauh keluarga Yue. Dia adalah Bai Jiyuan, ibu kandungku. Setelah itu, tak lama kemudian ibuku di angkat menjadi Ratu."
"Dan untung saja saat itu, adik perempuan ibuku menikah dengan laki-laki bermarga Yue. Keturunan asli Peri Yue Sisi. Yang mengambil marga ibunya, ratu terdahulu di depan namanya seperti kebanyakan perempuan. Dan dari pernikahan itu lahirlah Yue Xingfei."
"Walaupun telah lahir Yue Xingfei, mereka masih menunjukku untuk menjadi ratu selanjutnya. Karena beralasan Yue Xingfei masih terlalu muda."
Yi Changyin tersenyum, "alam peri tidak seperti alam langit yang penuh instrik. Alam peri kami damai, makanya tidak ada yang menentang keputusan itu."
"Kau sangat beruntung terlahir di sana." Sahut Xuan Chen.
Yi Changyin hanya terkekeh menjawabnya. Kemudian dia melanjutkan, "sayangnya peri ras rubah ekor sembilan sudah punah. Begitupula dengan binatang ilahi elang putih, puluhan ribu tahun kemudian dari meninggalnya Peri Feng Lianlian benar-benar punah."
"Hanya karena betina disana hanya berjumlah tujuh ekor, sedangkan Kaisar langit saat itu dengan serakah dan merenggut semuanya." Ekspresi Yi Changyin terlihat menggelap.
"Berbeda dengan peri dari ras Phoenix, yang masih berkesempatan untuk berkembang."
Membuat kening Xuan Chen mengenyit. "Bukankah peri Feng Lianlian sudah meninggal?"
"Ya, walaupun beliau sudah meninggal.. tapi ada suatu energi yang ditinggalkan. Dapat melahirkan kembali seseorang setelah di kembangkan selama jutaan tahun. Di rawat turun temurun. Dan lahirlah Wu Yun lewat rahim seseorang dari peri bulan."
"Tapi sayangnya ia kembali mati, dan tidak tahu dimana jiwa-jiwanya."
Xuan Chen hanya menatapnya takjub. Pria itu sudah tak bisa berkata-kata lagi ketika Yi Changyin memulai ceritanya sampai sekarang ini. Hanya bisa bertanya sesekali, dan sisanya teramat fokus. Semua sungguh... ah sudahlah.
Intinya sangat menakjubkan!
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Yi Changyin setengah tertawa.
Xuan Chen ikut tertawa. "Sejarah alam peri sungguh membuatku kagum. Ternyata ada dunia yang berbeda seperti ini, memiliki cerita yang berbeda, bahkan tidak pernah terpikirkan oleh siapapun."
Yi Changyin memeluk lengan Xuan Chen sambil tersenyum. Ia sudah pindah posisi duduk semenjak menceritakan kisah menyedihkan Li Jianjian.
"Dengan Yue Xingfei menjadi ratu, marga Yue akan kembali pada tempatnya." Ujar Yi Changyin.
"Dan peri dari ras rubah ekor sembilan kembali karena adanya dirimu." Timpal Xuan Chen sambil menekan ujung hidung Yi Changyin.
Gadis itu terkekeh, "ini adalah darah hewan suci alam langit. Tidak bisa di bilang seperti itu."
"Apakah masih ada dendam?" Tanya Xuan Chen.
"Tidak juga.." Yi Changyin menghela nafas. "Karena kita semua tahu, mendendam terlalu lama tidak ada gunanya."
Xuan Chen tersenyum simpul. Entah kenapa ia merasa senang, ternyata Yi Changyin dahulu dilahirkan di tempat yang indah. Seindah apa yang dia impikan. Tanpa adanya konflik apapun yang berujung pada kehancuran.
Ya, mungkin hanya karena Wu Yun. Itu saja.. Tapi nyatanya alam peri akan segera kembali.
Tiba-tiba Yi Changyin menegakkan tubuhnya. Dengan wajah yang sumringah, ia menepuk sekali tangannya. "Mari kita panggil mereka semua."
.......
.......
.......
Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉
__ADS_1