
"Junzhu, kau yakin akan baik-baik saja?" Tanya Xueqi terlihat khawatir.
"Permaisuri dan selir agung telah memasang formasi dari artefak kuno. Dewa di alam langit tidak akan mengetahuinya." Jawab Wen Yuexin dengan yakin.
Mereka berdua sedang berteduh di bawah pohon yang rindang. Energi spiritual yang di keluarkan Wen Yuexin hari ini begitu banyak, membuat tubuhnya terasa lemah. Dia harus menenangkan diri di tempat yang sejuk.
"Tapi, kenapa tidak langsung mengirim mereka ke alam langit? Mengapa harus menyerang mereka terlebih dahulu?" Gadis pelayan itu terlihat kebingungan.
"Sederhana saja, mereka hanya ingin keduanya terluka parah. Tapi tak di sangka, Kakak Xuan Chen memiliki kekuatan dari seseorang yang sudah hidup selama puluhan ribu tahun." Dia tersenyum tak berdaya, kemudian menceritakan semua yang di rencanakan oleh sang permaisuri dan selir agung pada Xueqi. Tidak perlu ada yang di sembunyikan dari pelayan kecil itu.
*Kemarin
"Aku punya rencana."
Semua orang memalingkan pandangannya ke arah Han Qiangshu, tatapan mereka sekilas di penuhi dengan harapan.
"Apa yang selir agung rencanakan?" Tanya Xuan Ye penasaran.
"Kita bisa menggunakan kekuatan lima awan untuk memindahkan mereka."
Wajah semua orang tampak terkejut setelah mendengar usulan sang selir agung. Kekuatan lima awan adalah hal yang di larang oleh alam langit, apalagi manusia yang melakukannya. Ilmu terlarang itu di wariskan oleh mendiang Baiyun Dijun yang meninggal tepat di usianya yang ke satu juta tahun. Lalu di gantikan dengan Gaoqing Dijun.
*Note : Dijun dan kaisar langit beda ya. Jadi Dijun itu kayak raja senior/raja besar. Mereka punya kekuasaan dan kedudukan. Tapi tetap saja yang berada di atas mereka adalah kaisar langit.
Ilmu lima awan ini di gunakan untuk memindahkan seseorang dari tempat satu ke tempat lainnya. Banyak yang menyalah gunakan kekuatan terlarang itu untuk kepentingan pribadi. Bahkan untuk sebuah kejahatan dan sekedar kejahilan.
Dinamai lima awan, karena ilmu ini bisa memindahkan seseorang ke lima tempat. Yaitu Alam langit bawah atau atas, alam fana, alam iblis, alam peri dan alam baka. Bahkan si pengguna bisa menentukan kemana orang itu harus ditempatkan.
Suatu hari ada kegemparan terjadi di daratan Utara atau daratan Zhenbei. Tepat beberapa ribu tahun sebelum perang ras peri terjadi, seorang pemberontak di sana membuat kekacauan di dua kerajaan daratan Zhenbei.
Pemberontak yang penuh ambisi itu mengirim semua manusia fana disana ke danau penghancur jiwa, tentu saja terkecuali bagi yang memihak padanya. Tak bisa di pungkiri, hal itu di ketahui oleh Baiyun Dijun, bahkan seluruh alam langit marah pada pemberontak sialan itu.
Baiyun Dijun tidak tinggal diam, dia menyegel seluruh daratan Utara hingga tidak akan ada yang bisa masuk atau keluar. Tidak ada yang mengetahui kabarnya ini hingga sekarang. Mereka hanya bisa memasuki daratan Zhenbei luar, tempat dalamnya sangat di larang. Bahkan kejadian ini di rahasiakan oleh alam langit, hanya leluhur alam fana dan beberapa orang alam langit yang mengetahuinya.
Selain itu, Baiyun Dijun menyegel ilmu lima awan agar tidak ada yang bisa menggunakannya lagi. Kecuali Dewa kegelapan dan keturunannya, yang memiliki tanda kelopak mawar hitam terlukis di dahinya. Tapi untungnya Dewa kegelapan telah mati di tangan Bai Suyue dan Wu Yun ribuan tahun lalu. Tidak ada yang tahu soal keturunannya ada atau tidak.
Sementara itu, Dewa kegelapan adalah wanita cantik. Dia mempunyai kekuatan yang setara dengan alam langit, musuh terbesar mereka. Tentu saja itu suatu keuntungan besar bagi Bai Suyue dan Wu Yun yang berhasil membunuhnya dengan mudah.
Manusia fana yang masuk ke danau penghancur jiwa tidak bisa bereinkarnasi lagi. Jiwanya telah hancur lebur menyatu dengan tanah di dasar danau misterius itu. Itu sangat sia-sia.
Baiyun Dijun bukanlah raja besar yang angkuh dan sombong. Dia selalu mementingkan kepentingan orang lain sebelum dirinya. Karena itu, selama satu juta tahun kebelakang, keempat alam 一Kecuali alam iblis begitu makmur.
Karena kebaikan hatinya lah, dia rela berkorban demi para manusia itu untuk bisa bereinkarnasi. Baiyun Dijun menggunakan inti roh nya yang sudah berusia satu juta tahun dan kekuatan spiritual yang sudah mencapai Dewa tertinggi selama ratusan ribu tahun.
Berhasil, manusia-manusia itu bisa bereinkarnasi berkatnya. Sedangkan Baiyun Dijun sendiri, dia tidak bisa bereinkarnasi kembali, jiwanya telah hancur tercerai berai. Sungguh pengorbanan yang besar. Walau sebelum itu banyak yang menentang, tapi pria agung itu tetap melakukannya.
Kini Baiyun Dijun selalu di kenang di mana-mana. Yang tentunya pengecualian di alam iblis. Lukisan dan tugu untuk menghormatinya di buat di alam langit dan menjadi patung tertinggi di sana. Bahkan di bangun juga di kelima daratan. Lukisan-lukisan Baiyun Dijun pun hampir ada di setiap dinding kediaman.
Mengenai ilmu lima awan, kini tidak banyak orang tahu mengenai keberadaan dan cara menggunakannya. Semuanya benar-benar musnah. Tapi kali ini Han Qiangshu mengungkit hal itu, karena leluhurnya sering menceritakan tentang kejadian masa lalu. Jika alam langit tahu, mungkin keluarga Han tidak akan selamat.
"Itu sangat terlarang, alam langit pasti akan menghancurkan kita. Lagipula tidak ada yang bisa menggunakannya." Komentar Wen Yuexin merasa cemas.
"Xin'er. Aku yakin kau bisa.." Ujar Han Qiangshu dengan tatapan dingin. Jika dia ingin Wen Yuexin melakukannya, maka gadis itu harus menurut. Jika tidak mau, dia terus menekan gadis itu hingga menyetujuinya.
Wen Yuexin tampak ragu. "Tapi.." Gadis itu tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia tidak bisa membantah ucapan selir agung walaupun bukan orang tua kandungnya.
"Apa yang membuat selir agung yakin kalau Wen Junzhu bisa melakukannya?" Tanya Jiang Jinwei merasa heran.
Tanpa menjawab, Han Jishang mengeluarkan aura spiritualnya yang berwarna nila. Dia berada di tingkat kristal level dua, hanya berbeda satu level dengan putri angkatnya.
Aura spiritual itu dia suntikkan pada dahi Wen Yuexin hingga gadis itu sedikit mendongak. "Maaf telah menyembunyikan hal ini dari kalian."
Han Qiangshu menarik kembali spiritualnya. Menurutnya ini sangat menguras energi hingga sedikit merasa lelah.
Semua orang terfokus pada Wen Yuexin, melihat apa yang terjadi setelah Han Qiangshu menyuntikkan aura spiritualnya hingga sedikit terkuras. Tidak salah lagi, wanita itu sedang membuka formasi.
__ADS_1
Tak di duga sebelumnya, membuat Jiang Jinwei dan putranya terkejut. perlahan kelopak mawar hitam membentuk perlahan di kepala gadis itu. Auranya membuat seseorang tercekat walaupun masih terasa lemah. Apakah Wen Yuexin keturunan Dewa kegelapan?!
"Ini.." Jiang Jinwei tidak tahu harus berkata apa lagi. Identitas Wen Yuexin cukup membuatnya terdiam seribu bahasa. Walaupun dia dan putranya tidak tahu hubungan apa yang di jalin Wen Yuexin dan Dewa kegelapan, tapi ini sungguh mengejutkan!
"Ilmu lima awan, hanya bisa di gunakan saat orang yang di targetkan terluka parah.." Han Qiangshu tampak tidak mau permaisuri dan pangeran mahkota terlalu terkejut dengan Wen Yuexin, jadi dia mengalihkan topik.
Jiang Jinwei mengatur kembali ekspresinya. Lagipula jika benar Wen Yuexin adalah keturunan Dewa kegelapan, akan sangat menguntungkan bagi keberhasilannya. "Apa yang akan kita gunakan? Sangat sulit untuk mengalahkan dua rubah sialan itu." Jiang Jinwei tetap saja takut pada Yi Changyin, apalagi telah bertambah dengan gadis yang bernama Yi Xuemei.
Han Qiangshu tersenyum dingin. "Pasukan formasi hitam."
Ketiga orang itu lagi-lagi terbelalak, kecuali Xuan Ye yang tidak tahu apa-apa. Bisa-bisanya sang selir agung memikirkan hal yang tidak masuk akal. Pasukan formasi hitam juga awalnya milik Baiyun Dijun, tapi karena Dewa kegelapan, pasukan itu di ambil alih olehnya.
Singkat cerita, Baiyun Dijun ingin menciptakan suatu pasukan formasi yang berbeda dari lainnya. Tidak ingin merugikan makhluk hidup, dia menggunakan beberapa tanaman spiritual yang tidak beracun dan berpengaruh besar. Dia memberi kehidupan kepada mereka dan menjadikan jutaan pasukan formasi putih.
Pasukan formasi itu hanya akan ada satu orang yang maju sebagai penyerang. Setiap pasukan yang di kirim, akan memiliki tingkatan berbeda. Jika kecil tingkatannya, maka dia akan menjadi penyerang yang pertama. Sementara yang memiliki kekuatan lebih besar, akan menyalurkan energi mereka sampai habis. Setelah habis semua tenaganya, barulah mereka akan menyerang beramai-ramai. Mungkin teknik ini hanya untuk membuat lawan kewalahan, lalu melawan mereka secara beramai-ramai setelah pertahanan roboh.
Penyerang yang di salurkan energi, akan lebih kuat dari tingkatan kultivator manapun. Mungkin terkecuali tingkat Dewa atau Dewi tertinggi yang sudah hidup puluhan ribu tahun keatas, dan mereka bisa membakar pasukan itu hingga musnah menjadi abu.
Namun Dewa kegelapan, wanita penuh iri dengki itu ingin merebut pasukan formasi putih. Dia adalah wanita licik dan menghalalkan segala cara untuk mendapat apa yang dia dambakan. Dewa kegelapan yang tidak di ketahui namanya itu, meracuni seluruh pasukan formasi dengan hawa iblis.
Aura putih mereka berubah menjadi hitam, tuan mereka beralih pada Dewa kegelapan, bukan lagi Baiyun Dijun. Nama mereka di ubah menjadi pasukan formasi hitam sesuai dengan perubahannya. Alam langit pun tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Jika membuat pasukan seperti itu kembali, maka tanaman spiritual akan musnah di dunia ini.
"Hanya Wen Yuexin yang dapat menggerakkan mereka." Han Qiangshu mengakhiri ceritanya.
"Jika kita menggunakan keduanya, alam langit akan mengetahui semuanya. Apa yang harus kita lakukan?" Ujar Xuan Ye menunjukkan kekhawatiran.
Mereka semua termenung memikirkan yang terbaik untuk rencananya. Soal menyembunyikan hal ini dari alam langit, Han Qiangshu tidak punya saran satu pun.
Mereka harus menggunakan sesuatu yang kedap suara dan kedap aura. Hanya kedua partikel itu yang dapat memancing kedatangan orang-orang alam langit. Itu akan sangat berbahaya bagi keselamatannya.
Memikirkan hal itu, sekilas mata Wen Yuexin berkilat. "Mungkin.. aku punya satu cara."
Han Qiangshu tersenyum bangga. "Xin'er, katakan."
Tangan Wen Yuexin mengeluarkan sebutir mutiara bersinar di cincin ruangnya. Putih bersih dan bersinar, memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Auranya sangat suci, berbeda dengan mutiara laut lainnya.
"Ini adalah mutiara laut Dewa air timur. Artefak laut ini bisa di gunakan untuk menyembunyikan aura besar dari ilmu lima awan dan pasukan formasi hitam."
Semua orang tersenyum puas, dengan ini rencana mereka akan sempurna.
"Bagus sekali.." Puji Xuan Ye sambil memberikan tatapan menggoda pada Wen Yuexin. Gadis itu tidak memperdulikannya.
"Baiklah jika begini kita bisa menyusun rencana." Jiang Jinwei mulai menjelaskan, "Pertama-tama, malam ini Wen Yuexin harus segera pergi ke alam iblis, jangan menyembunyikan tanda kelopak mawar hitam itu. Istana Dewa kegelapan sudah lama sepi, hanya ada ribuan pasukan formasi yang menjaga di sana. Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk mengambil alih mereka."
"Jika waktunya tiba, aku dan selir agung akan memasang formasi dari artefak mutiara ini. Lalu Xuan Ye dan Xuan Hua akan membawa pasukan formasi hitam ke gubuk itu dan mulai menyerang. Setelah gadis rubah itu terluka, Wen Yuexin harus segera menggunakan kekuatan lima awan dan mengirim melempar mereka kedalam kediaman Yi. Lebih bagus lagi kebawah kaki Raja Rubah."
Wen Yuexin selesai menceritakan semuanya pada Xueqi, dia merebahkan badannya di atas akar-akar pohon yang merambat dengan tenang. Tidak sadar Shen Lan sedang melakukan sesuatu tanpa sepengetahuannya.
Pria serba biru itu menarik sesuatu yang putih dari udara kosong, berubah menjadi sebongkah kristal. Tidak mau ada resiko hilang, dia segera memasukan kristal itu ke dalam. cincin ruangnya, seperti bongkahan itu adalah hal yang berharga.
Shen Lan tidak punya urusan lagi, dia segera kembali ke rumah Xuan Chen. Hamparan abu hitam dan beraura iblis itu menutupi hampir seluruh halaman. Merusak pemandangan saja.
Botol giok hijau kecil muncul di udara kosong, diatas telapak tangan Shen Lan. Dengan kekuatan spiritualnya, pria itu menarik semua abu yang terhampar kedalam botol giok hingga habis. Walaupun bersih dari abu, halaman Xuan Chen tetaplah berantakan.
Shen Lan menghela nafas, tidak mungkin dia membereskannya. Atau Wen Yuexin bisa mengetahui keberadaannya. Dia memiliki satu urusan dengan Yi Changyin, dia harus segera kembali ke alam langit bawah.
Bulu mata yang lentik bergetar. Tubuhnya merespon saat cahaya terang di pagi hari itu menerpa wajahnya. Kelopak matanya terbuka, memamerkan sepasang retina hitam yang cantik dan jernih tanpa kotoran.
"Dimana aku.." Yi Changyin berkata dengan suara yang serak. Bibirnya terlihat sedikit pucat, wajahnya terlihat kelelahan.
Pikirannya berputar mengingat-ingat apa yang terjadi. Walaupun terasa pening dan menusuk-nusuk, Yi Changyin tetap berusaha mengingatnya. Aneh, dia tidak mengingat apapun sebelum dia tertidur. Hanya bayang-bayang samar yang dapat dia lihat.
"Apakah aku pingsan gara-gara tak kuat menahan api spiritual?" Gumam Yi Changyin. Dalam pikirkannya, dia hanya mengingat tentang kepergiannya bersama Shen Lan ke tempat gua api spiritual. Setelah itu, hanya ingatan buram yang dia lihat dalam benaknya.
Yi Changyin mengangkat kedua tangannya. Gadis itu menatap telapak tangan yang putih bersih tanpa noda itu. Keningnya berkerut heran. "Mengapa.. mengapa aku sudah menjadi Dewi?"
__ADS_1
'Apakah aku melupakan sesuatu?' Pikirnya heran.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar, seorang gadis masuk ke kamarnya. Gadis itu berpakaian serba hijau dengan rambutnya yang di gelung dua menyerupai telinga rubah.
Yi Changyin mengambil posisi duduk di atas kasur, kedua kakinya masih diselubungi selimut. Gadis memiringkan kepalanya dan merajut alisnya. "Kakak?"
Yi Xuemei duduk di tepian kasur, dia memegangi tangan Yi Changyin. "Kau sudah tertidur selama empat hari. Apakah sekarang merasa baikan?"
"I.. iya.. aku.. merasa baik." Jawab Yi Changyin canggung. 'Mengapa dia menjadi baik padaku? Apakah ada hal yang ku lupakan?' Pikirnya dalam hati. Dia benar-benar tidak mengingat apapun.
Yi Xuemei tersenyum tulus. "Baguslah.."
"Kakak.. apakah ada hal yang ku lupakan?" Tanyanya dengan wajah yang di penuhi tanda tanya.
Yi Xuemei menghela nafas berat. Dia mengangguk sebelum akhirnya menatap Yi Changyin dengan senyuman. "Benar, kau melupakan banyak hal."
Yi Changyin menjadi gelisah. Dia sangat takut jika kehilangan ingatan. Bagaimana kalau ada hutang pada seseorang? Lalu dia melupakannya? Atau ada hal penting? ini sangat tidak baik. Gadis itu semakin mencengkram erat kedua tangan kakaknya, menatap Yi Xuemei penuh harap.
"Apakah ada yang bisa membuatku mengingat semuanya?"
Yi Xuemei berdiri, dia tersenyum senang. "Tentu saja ada, kau.. harus ikut aku."
Yi Changyin mengangguk tanpa ragu. Dia benar-benar ingin mengingat apa yang terjadi selama yang dia lupakan. "Baiklah!"
Yi Changyin dan Yi Xuemei berjalan di tengah-tengah himpitan tembok yang penuh dengan lumut, keadaan di sana begitu gelap dan dingin. Kemudian jeruji-jeruji besi yang di pasang secara rapi dan bertahap. Yi Changyin merasa heran kenapa Yi Xuemei membawanya kesini.
"Ini adalah penjara keluarga Yi." Ujarnya. "Mengapa kakak membawaku kemari?"
"Kau akan tahu." Jawab Yi Xuemei singkat.
Yi Changyin menatap wajah kakaknya itu. Tidak seperti biasanya yang tegas dan cantik. Kali ini Yi Xuemei terlihat pucat, murung dan tidak banyak bicara. Matanya mengungkapkan kalau dia sedang di landa bencana hati 一Kesedihan.
Yi Xuemei masuk ke salah satu penjara yang terkunci. Terdapat satu orang di sana yang tengah duduk bersila lotus. Alis Yi Changyin merajut lantaran wajah seseorang itu terhalang oleh kegelapan.
Tanpa disadari olehnya, Yi Xuemei sudah membuka kuncinya dan segera masuk. Yi Changyin segera membuntuti kakaknya masuk. Seseorang bersila lotus itu menyadari keduanya memasuki ruang penjara. Dia segera bergegas menuju mereka berdua. Wajahnya kini bisa terlihat. Dia adalah Xuan Chen. Bahkan dia sudah bisa berdiri dengan tegak. Pasti semua itu berkat Shen Lan.
Tatapan apa itu? Yi Changyin menatap Xuan Chen seolah-olah tidak mengenalnya. Pria itu terasa asing di matanya. Bahkan dia merasa heran saat melihat cara pria itu menatapnya sangat hangat. Seperti pernah kenal begitu dekat sampai bercerita tentang kehidupan satu sama lain.
Tanpa ragu Xuan Chen memeluk Yi Changyin yang menatapnya asing itu. Dia sangat rindu dengan sosok kecil di hadapannya. Sudah empat hari, dia tidak merasakan seekor rubah yang tidur di atas dadanya. Dia sangat rindu.
"Changyin.. kau datang." Ucapnya dengan senang. Sementara Yi Xuemei hanya menunduk sedih. Entah apa yang terjadi padanya.
"Lihatlah, apakah kau tidak senang? Shen Lan bisa membuatku kembali berjalan walaupun segel itu masuk terpasang. Tapi, aku juga harus berterimakasih padamu. Changyin.. terimakasih.."
Yi Changyin sempat termenung dalam pelukan ketika pria yang sedang mengungkapkan isi hatinya. Sadar dengan posisinya sekarang, Yi Changyin segera mendorong Xuan Chen dengan kasar.
Pria itu tidak tahu apa yang terjadi. Dia sangat tak percaya, sekaligus tak menerima dengan sikap Yi Changyin yang menatapnya sebagai seseorang yang asing.
"Siapa kau?" Yi Changyin bertanya dengan tegas. Xuan Chen hanya terdiam berusaha mencerna kata-kata yang membuatnya tercekat itu. "Jika aku pernah membantumu, setidaknya jangan bersikap lancang." Tambahnya dengan dingin.
"Aa.. apa? Changyin.. aku.. aku adalah Xuan Chen." Aku Xuan Chen menunjuk pada dirinya.
"Maaf tuan muda, aku tidak mengenalmu." Yi Changyin membungkuk sebagai tanda permintaan maaf.
Xuan Chen mundur satu langkah, kata-kata Yi Changyin hampir membuat langitnya runtuh. Tapi dia masih punya satu orang yang belum di tanyai. Xuan Chen menoleh ke arah Yi Xuemei. "Dewi Xuemei, katakan apa yang terjadi sebenarnya?! Mengapa ini bisa terjadi?!"
Yi Xuemei mengangkat pandangannya. Xuan Chen juga bingung saat melihat raut wajah Yi Xuemei yang terlihat kacau. Sepertinya terjadi sesuatu yang tidak ingin dia dengar. Karena takut itu sangat menyakitkan.
Yi Xuemei mengusap tengkuk Yi Changyin dengan tangan yang di lapisi aura spiritual berwarna hijau itu. Seketika tubuh Yi Changyin melemas, dia pingsan. Xuan Chen dengan sigap menangkap tubuh gadis itu, meletakkan Yi Changyin di dalam pelukannya.
Saat itu Yi Xuemei mulai bicara dengan suara parau. "Ada hal yang harus ku bicarakan. Jadi.. aku harus menceritakan semuanya yang terjadi. Hanya kau, yang bisa menyembuhkan Yi Changyin."
Pikiran Xuan Chen benar-benar kacau. Apa yang harus di sembuhkan? Apakah Yi Changyin terkena sesuatu? Mengapa dia tak dapat merasakannya? Jalinan kontrak masih terikat erat, tapi dia tidak merasakan apapun tentang Yi Changyin. Benar-benar ada yang aneh!
Jangan lupa Vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉
__ADS_1