
Kurang lebih 3 bulan kemudian..
Gerbang akademi Tianjin tampak tenang dan sejuk seperti biasa. Daun-daun musim gugur tampak berserakan dimana-mana bahkan sampai melaut menutupi jalanan. Pohon-pohon disekitarnya berwarna kuning sampai coklat hitam dan siap untuk berhamburan jatuh ketanah.
Tiba-tiba saja aing bertiup kencang, tapi udara disana terasa panas menyengat. Para penjaga mulai berwaspada dengan senjata mereka, berkumpul seraya bersiap-siap menghadang apapun yang datang. Tanah disana ikut bergetar, berirama seperti langkah kaki yang berat.
Suara auman mulai terdengar dibalik pohon-pohon tengah hutan. Bahkan para burung terbang menjauh dari sana sambil memekik ketakutan.
"BERSIAP!! Hewan roh buas itu kembali datang!!"
Salah satu penjaga disana berteriak memberi peringatan. Beberapa penjaga dari dalam gerbang pun mulai berdatangan. Mereka sudah bersiap untuk melindungi akademi dari serangan makhluk yang dimaksud.
Langkah kaki yang membuat gempa kecil itu semakin mendekat, badannya yang besar perlahan muncul dari semak-semak. Aura panas semakin menguar disekitarnya, para penjaga segera melindungi tubuh mereka dengan aura spiritual agar tidak terbakar.
Masih terlihat bayang-bayang, tapi jelas pohon-pohon disana terbakar olehnya. Daun musim gugur sangat kering, apalagi hari ini baru beberapa hari selesai menghadapi gersangnya musim panas.
"Singa sialan itu datang kembali.." Ujar salah satu pengawal, tanah disekitarnya bergetar hebat.
"Bagaimana cara menghadapinya? Dua tahun kemarin saja tetua Ling Zhao terluka parah. Apalagi kita dan para murid yang baru!!" Sahut pengawal lain terdengar begitu cemas.
Para pengawal lain hanya menanggapinya dengan helaan nafas pasrah.
Singa itu sudah mendekat kedepan gerbang akademi Tianjin. Kakinya yang berpijak menimbulkan daun-daun remuk dan sebagian lagi beterbangan lalu terbakar. Bahkan tanahnya juga tercetak jelas bentuk telapak kakinya yang sebesar lubang pintu gerbang akademi. Kukunya sangat tajam, jika mencakar mungkin akan menimbulkan robekan yang besar.
Lalu.. kumisnya yang besar seperti besi dan memiliki ujung yang tajam. Seperti jarum raksasa.
Sangat besar! Tingginya berkali-kali lipat dari manusia biasa, bulu merahnya penuh dengan api bagaikan sedang terbakar. Singa besar itu menyeringai memperlihatkan deretan gigi-gigi yang tajam dan taringnya yang besar. Tatapannya terlihat begitu buas dan lapar.
Para penjaga disana sedikit gentar namun tak punya pilihan lain. Aura panas itu cukup untuk menerobos pertahanan energi spiritual yang melindungi tubuh mereka.
Makhluk itu adalah singa roh api. Sangat buas dan panas, tingkat Dewa tahap awal seperti Ling Zhao pun akan sulit untuk mengalahkannya. Bahkan terakhir kali jika Gaoqing Dijun tidak turun tangan, singa itu akan menghancurkan seluruh akademi.
Datang setiap awal musim gugur, dia akan berkeliaran untuk mencari cadangan makanan, untuk musim dingin mendatang. Tidak selalu menuju akademi, seluruh daerah di gunung Tianjin mungkin pernah dia jamah.
Asal usul hewan roh itu tidak diketahui. Kabarnya dia juga adalah penguasa lembah gunung Tianjin. Bangau roh suci alam langit yang melindungi akademi Tianjin pun akan sangat sulit untuk mengalahkannya. Entah dari mana dia berasal. Mungkin dari alam baka atau alam iblis.
Dia mengaum sekali lagi, mulutnya bahkan mengeluarkan uap panas yang menggosongkan kulit. Para prajurit tidak melawan, karena itu akan sia-sia. Tapi jika dibiarkan saja, mereka tidak mungkin untuk melihat akademi hancur. Singa itu tidak memberi mereka pilihan.
Gempa akibat langkah kakinya dan hawa panasnya terasa sampai dalam akademi. Saat itu para murid sedang digurui oleh Yu Qinghan, semua orang langsung berwaspada.
Yu Qinghan sangat terkejut dan ingin menyembunyikan semua muridnya, tapi gadis dihadapannya belum selesai melakukan tes. Saat itu Yi Changyin masih dilatih untuk menghancurkan batu dengan air. Selama tiga bulan ini dia sudah tahu, ternyata diantara murid hanya dia saja yang memiliki elemen air. Menjengkelkan.
Tapi waktu itu Yu Qinghan pernah mengatakan, kalau elemen air sangat langka dialam fana. Sedikit orang yang bisa menguasainya. Xuan Chen sendiri berelemen api, Shen Lan tanaman dan Yi Xuemei adalah angin.
Batu besar berwarna kelabu itu perlahan retak, menimbulkan cahaya-cahaya putih di setiap sela-selanya. Tiba-tiba...
DUAARR!!
Batu itu meledak oleh air dan tekanan dari energi spiritual Yi Changyin. Hatinya bangga, tapi keadaan sekitar bukan waktunya untuk senang. Yi Changyin juga merasakan perubahan suhu udara dan getaran tanah, dia yakin ada yang tidak beres.
"Murid kesembilan, aku bangga padamu karena sudah menguasai elemenmu sendiri. Tapi, ini bukan waktunya untuk merasa senang, keadaan diluar sangat genting."
Ucapan Yu Qinghan membuat kesembilan belas murid itu terasa panik. Mereka baru berguru tiga bulan lalu, sekarang masalah akademi sudah datang menghampirinya saja.
"Memangnya apa yang terjadi, guru Yu?" Tanya Shen Lan penasaran. Walaupun dia sudah punya insting melalui aura yang dia rasakan.
"Singa roh api kembali menyerang setelah dua tahun menghilang. Kalian semua bersembunyilah!"
"Api?" Gumam Yi Changyin. Dia merasa tenang ditengah keributan. "Tunggu!" Teriaknya, semua orang menoleh kearahnya. "Aku berelemen air, mungkin bisa mengalahkannya!" Katanya dengan yakin.
"Apakah kau gila hanya demi mendapatkan perhatian guru?!" Teriak Wei Qiao tidak terima, sekaligus memaki.
"Kau baru menguasainya, itu tidak akan baik.." Yu Qinghan menasihati.
Yi Changyin mengangkat bahunya acuh, dia tidak peduli dengan cibiran murid-murid lainnya. Bahkan nasihat Yi Xuemei pun dia abaikan. "Aku yakin bisa mengalahkannya."
"Aku ikut!" Sahut Xuan Chen tiba-tiba, semua orang terbelalak mendengarnya.
"Tidak! Aku bisa melakukannya sendiri.."
Xuan Chen segera memegangi tangan Yi Changyin, dia menatap cemas gadis itu. "Aku ikut, atau kau dikurung sekarang juga.."
"Kau.." Ini bukan pilihan, tapi paksaan. Akan sangat memalukan jika dia harus dikurung di ruang dimensi spiritual, mengabaikan tempat dia belajar yang akan dihancurkan oleh makhluk buas itu. Juga tidak mungkin untuk terus-menerus meminta bantuan Gaoqing Dijun.
"Murid kesembilan!" Yu Qinghan menarik tangan Yi Changyin, "kau tidak boleh bertindak gegabah! Ini bukan waktunya untuk bermain-main!"
Yi Changyin menepiskan tangan Yu Qinghan. Dia tau itu tidak sopan, Yi Changyin segera memposisikan tubuhnya untuk menghormat. "Maafkan aku guru.."
"Yi Changyin!!" Yi Xuemei berusaha meraih tangan gadis itu, tapi dia keburu pergi melompat keatas udara, bersama Xuan Chen.
Yi Xuemei panik, dia segera menghampiri Yu Qinghan, "guru Yu.. lakukan sesuatu!! Yi Changyin belum cukup kuat bahkan untuk melawan auranya!"
Yu Qinghan menggeleng ringan, "tidak.. tidak ada cara lain. Lebih baik kita mengumpulkan semua guru dan membantunya."
.......
.......
.......
Singa itu menghentakkan kakinya dan menimbulkan gempa yang lebih besar. Para penjaga yang hanya bermodalkan tingkat kultivasi kristal level satu, pedang dan baju zirah, hanya bisa mundur beberapa langkah sambil sempoyongan.
Sementara singa itu semakin menjadi-jadi, dia menyemburkan api panasnya kearah mereka. Siap untuk membakar manusia-manusia kecil itu menjadi daging panggang. Tapi tiba-tiba sesuatu yang sangat bertentangan melawan semburan apinya.
Api itu seketika padam di udara kosong, singa api terbelalak melihatnya. Dari mana asalnya?!
__ADS_1
Para penjaga akademi sedikit terkejut, seseorang telah menyelamatkan mereka dari nasib menjadi daging panggang. Entah siapa itu, tapi mereka akan sangat berterima kasih.
Tiba-tiba seorang gadis dan seorang pria datang dari dalam ilusi spiritual pelindung. Singa itu semakin geram melihat kedatangan dua manusia lagi. Ternyata merekalah yang membuat api abadinya menghilang.
Para penjaga disana tersenyum dengan hati yang lega. Mereka pastinya sudah mengenal mereka. Yang lulus dijuluki sebagai murid terbaik dan memiliki binatang ilahi walaupun tak pernah ditunjukkan lagi selama tiga bulan terakhir.
Yi Changyin menatap singa itu dengan ekspresi yang rumit dari atas sampai bawah. Ukurannya sangat besar dan bulu-bulunya penuh dengan api. Sangat panas dan bertentangan dengan elemennya. Dia sepertinya harus melakukan sesuatu tanpa harus melukai diri sendiri.
Gadis itu menunduk sesaat, memikirkan sesuatu yang mungkin bisa menguntungkan. Tiba-tiba bibirnya menyunggingkan senyuman miring, dia menoleh ke arah Xuan Chen.
Dia juga sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Keningnya berkerut tajam, otaknya berputar dengan keras. Rambutnya yang digerai dan sebagian digelung berkibar kebelakang. Membuat pesona tersendiri.
"Xuan Chen.. aku punya ide."
Pria itu sontak menoleh kearahnya dengan mata yang berbinar. "Apa itu? Jangan memikirkan sesuatu yang membahayakan dirimu."
Yi Changyin terkekeh, "tidak.." Gadis itu menatap singa api. Hewan roh itu tidak maju ataupun mundur. Sepertinya dia agak tertekan dengan aura kultivasi Xuan Chen dan aura samaran Yi Changyin. "Sepertinya.. dia sangat takut dengan tingkat kultivasi tinggi."
Xuan Chen memahami sesuatu, "maksudmu.."
"Seperti yang kau pikirkan.."
Xuan Chen mengangguk setuju. Ini bukan hal yang membahayakan, tapi dia harus menemukan tempat yang tersembunyi untuk melakukannya.
"Tapi aku ingin sendiri, kau tidak boleh ikut."
"Hah?" Xuan Chen menjatuhkan rahangnya. Dia sudah bersemangat akan melakukan hal itu, tapi Yi Changyin malah menghancurkan niatnya dengan kejam. Dan gadis itu malah tertawa.
"Pergilah! Aku tidak punya waktu lagi." Bahkan dia mendorong pria itu dengan mudahnya, kembali masuk kedalam gerbang akademi. Para penjaga itu melongo melihatnya. Xuan Chen tersungkur ketanah jauh beberapa meter dari gerbang, dia mungkin merasa kesakitan. Sungguh gadis yang kejam.
Sementara Yi Changyin melompat tinggi mendekati singa api itu. Dia tidak terlalu merasa panas. Semenjak meningkatkan kemampuan mengendalikan elemen sendiri, tubuhnya menjadi dingin dan bisa tahan dengan aura panas dari api abadi dalam jangka waktu tertentu.
Menurutnya, ini adalah suatu keberuntungan.
Diam-diam, Shen Lan datang kesana. Dialah satu-satunya orang yang dapat melindungi Yi Changyin jika berada dalam bahaya.
"Monster jelek!!" Panggilan itu membuat singa itu marah, dia menggeram sambil menunjukan taring-taringnya yang tajam bak ujung panah.
"Apa? Apakah kau tidak menerima sebutan itu?" Yi Changyin mendengus, Shen Lan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan para penjaga menjatuhkan rahangnya melihat keberanian gadis itu. "Kau memang makhluk terjelek di dunia ini. Jangan harap bisa menghancurkan akademi dengan tampang jelekmu!!"
Dan singa itu semakin marah, Yi Changyin semakin senang. Ternyata singa api ini memiliki watak pemarah dan tak bisa disinggung ataupun dihina fisiknya.
Seperti pada umumnya singa adalah raja hutan. Dia dihormati seluruh penghuni gunung Tianjin sejak lama. Bahkan dipuji-puji sebagai binatang gagah dengan api abadi. Sekarang? Gadis manusia kecil itu berani menghinanya!
Terpancing emosi, dia sangat marah. Singa api melompat keatas, hendak menerkam Yi Changyin. Gadis itu berpindah dengan cepat, terbang menjauh menuju hutan. Singa itu tentunya mengikuti Yi Changyin dengan segudang emosi dipikirannya.
Shen Lan kembali mengikutinya dalam wujud cahaya bulat berwarna biru tua.
Para penjaga terbelalak melihat tingkah membahayakan gadis itu. "Cepat!! Laporkan ini pada tetua dan guru!!"
Xuan Chen baru keluar dari dalam gerbang, setelah melihat para penjaga berlari. Yang pastinya untuk melapor pada tetua dan guru akademi. Benar saja, Yi Changyin sudah menghilang dari sana. Tidak ada jejak yang bisa ditemukan.
Sialnya lagi, gadis itu terlah memutuskan hubungan telepati. Hingga dia tidak bisa berbicara atau melacak keberadaan gadis itu.
Tapi Xuan Chen dapat melihat daun-daun musim gugur yang terbakar. Dia yakin itu jejak singa api. Secercah cahaya datang kepadanya, dia segera pergi mengikuti jejaknya. Walaupun bokongnya saat itu masih terasa sakit.
Setelah lama dikejar dan merasa aman, Yi Changyin berhenti disuatu tempat yang jauh dari akademi. Masih hutan dengan pohon-pohon musim gugur yang tampak indah memanjakan mata. Tapi sepanjang jalan daun-daun itu terbakar oleh singa api.
Yi Changyin mendesah pasrah, sekarang semua orang akan mengetahui keberadaannya.
Tidak ada waktu untuk berlama-lama lagi, singa api itu langsung menyerang. Yi Changyin tidak terlambat merespon, dengan santai dia membentuk perisai spiritual dan menghadang singa itu.
Energi spiritual semakin deras mengalir ditangannya, membuat perisai spiritual membengkak dan meledak. Melemparkan singa itu kebelakang. Punggungnya menghantam pohon, dan pohon itu terbakar.
Tidak menyerah, singa api kembali maju dengan kecepatan tinggi. Yi Changyin segera membuka jati dirinya. Matanya berubah menjadi biru. Pakainya putih suci dan bersinar. Rambutnya yang hitam berterbangan kebelakang. Ekspresinya begitu dingin. Tak lupa dengan sembilan ekor yang terlihat begitu mistis.
Singa api itu tercengang. Tidak menyangka akan bertemu dengan orang alam langit lagi di puncak gunung. Dia sangat sial.
Yang dia hadapi kali ini berbeda dengan Ling Zhao. Pria tua itu hanyalah dewa kecil dari alam fana. Berbeda dengan gadis kecil ini, auranya mengatakan kalau dia benar-benar orang alam langit.
Singa itu hendak kabur dengan langkah berat yang dibebankan oleh gelombang aura. Tapi Shen Lan datang dengan perisai spiritual yang dia tumbuhkan dari daun-daun kering disana. Dia terbelalak, tak bisa kabur.
Aura itu terkurung bersamanya didalam perisai, menjadi semakin kuat dan menekan. "Jangan harap untuk kabur!" Kecam Yi Changyin, suaranya menggema.
Sekuat apapun dia menahan, aura itu akan tetap membuatnya meringkuk ketakutan. Akhirnya dia menyerah, apinya sudah hampir padam. Melalui transmisi suara dia berkata ketakutan, "sudah!! Maafkan aku Dewi alam langit!! Maafkan aku!"
Suaranya terdengar berat dan menunjukkan kalau dia sedang menahan beban yang begitu berat, aura Yi Changyin.
"Aku tidak akan melepaskanmu. Kau telah melakukan banyak kekacauan sebelumnya di akademi terhormat ini bukan?" Dia menjeda. "Sebagai Dewi alam langit, seharusnya aku menegakkan keadilan disini bukan?"
"Yaa!! Itu benar! Dewi rubah, mohon bebaskan aku.. aku berjanji tidak akan menggangu akademi Tianjin lagi selamanya! Jika aku melanggar, jiwa dan ragaku akan musnah selamanya, kekuatanku akan habis dan kehilangan inti roh. Juga..."
"Cukup.." Yi Changyin menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata dia begitu takut padanya.
"Dari pada membiarkanmu bebas dan membunuh binatang roh lainnya, lebih baik ikut aku untuk bertapa dan mendapatkan wujud manusia.."
Singa roh api tertegun.
"Setelah itu.. ikutlah bersamaku untuk menegakkan keadilan, lalu melakukan kontrak dengan tuanku.."
'Sepertinya rubah itu memiliki tuan..' Pikirnya. 'Tapi tetap saja dia tidak bisa dikalahkan!'
Singa itu menggelengkan kepalanya, membersihkan pemikiran yang bersemayam di otaknya. Tawaran gadis itu juga sangat menguntungkan, tidak ada salahnya untuk menerima. Dia mengangguk, "Baik! Mulai sekarang aku akan tunduk kepadamu."
"Itu bagus.."
__ADS_1
Tiba-tiba Shen Lan yang sedang menahan perisai merasakan aura yang mendekat. Itu sangat tidak asing.
"Changyin.. kelompok akademi akan segera datang. Sebaiknya kau menyamarkan kembali kultivasimu. Beberapa langkah lagi, dia akan menyadari aura alam langit." Dia memberi peringatan sambil menghilangkan perisai spiritual.
Yi Changyin mengangguk, dia segera menyamarkan kembali auranya. Singa roh itu menghela nafas lega. Tubuhnya sangat lemas karena mati-matian menahan beban. Akhirnya dia ambruk keatas tanah, membuat gempa kecil dan dedaunan beterbangan. Ukurannya menyusut seperti singa pada umumnya. Dia tidak ada niatan untuk kabur.
Sepertinya kelompok itu masih jauh, Shen Lan hanya merasakannya samar-samar yang semakin jelas dan mendekat. Yi Changyin menghampiri singa itu, berjongkok dihadapannya. Singa itu hanya berkedip lemah, seakan pasrah jikalau Yi Changyin melakukan apapun yang tidak terduga. Nyatanya gadis itu hanya mengelus-elus jidat lebarnya yang berwarna merah.
Tak berselang lama, sekelompok orang datang. Dipimpin oleh seseorang yang sangat familiar, tetua Ling Zhao, tuan Fu Jingyun dan istrinya. Lalu para tetua lainnya, para guru dan semua murid. Mereka seperti kucing penasaran sampai seluruh warga akademi datang.
Semua orang terkejut melihat singa roh api yang sedang dikasihani oleh gadis kecil itu. Dan disitu juga ada murid pertama mereka yang dikenal sebagai Shen Lanxiu.
Yi Changyin dan Shen Lan segera memberi hormat pada mereka. Setelah itu Xuan Chen segera berlari kearah Yi Changyin dengan semburan pertanyaan.
"Apakah kau baik-baik saja? Bagian mana yang terluka? Bagian mana yang sakit?" Bahkan dia sampai membulak-balikkan badan Yi Changyin. Tanpa tahu malu.
"Apa yang kau lakukan? Aku baik-baik saja.. jangan membuat malu diri sendiri." Yi Changyin memperingati dengan berbisik. Pria itu segera bersikap seperti biasanya, setelah menyadari kalau semua orang terdiam dan melihatnya.
"Changyin.. apakah kau yang menjinakkannya?" Tanya Ling Zhao.
Gadis itu mengangguk, "benar, tetua.."
"Tidak mungkin!!" Tiba-tiba suara tak asing menyembur dari belakang kerumunan. Dia berjalan kedepan dengan wajah sombongnya. Siapa lagi kalau bukan Wei Qiao.
"Singa roh api sangat sulit untuk dikalahkan. Bahkan ada kabar tetua Ling pun tidak bisa mengalahkannya! Manamungkin kau yang berada jauh dari tetua Ling bisa mengalahkannya?! Apakah kau menggunakan ilmu terlarang?!" Dia menuduh-nuduh dan terlihat marah, tapi lebih tepatnya iri. Sungguh memalukan.
"Adik seperguruan.." Shen Lan maju. "Kau sangat tidak pantas melemparkan tuduhan sembarangan. Kau bahkan tidak melihat sedikitpun yang terjadi disini. Kata-katamu itu sungguh tidak baik."
Wei Qiao mendengus, "kakak seperguruan tertua, kebenaran ini tidak bisa terlelakkan. Dia bahkan belum mencapai bintang, tapi bisa mengalahkan singa roh api. Bukankah itu sangat aneh dan janggal?"
Sementara Yi Changyin tidak ingin beranggapan, lebih baik dia mengandalkan Shen Lan untuk kali ini.
"Saat aku datang kemari, singa itu sudah tunduk dihadapan adik seperguruan ketujuh. Aku melihatnya secara langsung, tidak mungkin murid tertua berbohong bukan?"
"Kau一?!"
"Sudahlah!" Akhirnya tetua Ling Zhao angkat suara. Dia menghampiri singa itu yang masih meringkuk ketakutan. Tetua Ling Zhao tahu apa yang terjadi, tahu mengapa singa itu begitu ketakutan. Yaitu karena Yi Changyin adalah Dewi alam langit.
"Singa roh, katakanlah dengan jujur.."
Mengejutkan, singa itu menoleh kearah Yi Changyin. Membuat sebagian orang percaya kalau apa yang dikatakan Shen Lan benar. Wei Qiao merasa malu akan hal itu. Saat Yi Changyin mengangguk, singa itu berdiri seakan telah mendapat izin dari tuannya.
"Jawab Dewa Ling Zhao.. gadis bermarga Yi ini memang telah menundukkanku.." Suaranya terdengar menggema.
Selagi semua orang berdecak kagum, ingin sekali Wei Qiao menggali tanah dan menyembunyikan kepalanya karena malu.
"Murid kesembilan! Kau memang murid terbaik!" Puji Fu Jingyun.
Yi Changyin tersenyum, "tuan besar, ini sudah menjadi kewajibanku untuk melindungi akademi. Murid seperti ini harusnya sudah banyak disetiap angkatan."
"Tidak.." Sahut salah seorang guru perempuan. "Tetua Ling Zhao pernah bercerita kalau belum ada murid yang bisa mengalahkan singa roh. Murid kesembilan, kau patut dipuji.."
"Guru Ying, itu tidak pantas.."
"Apanya yang tidak pantas.." Nyonya Zhen Yang menimpali. "Tuan, sebaiknya kita hadiahkan sesuatu pada murid kesembilan sebagai imbalannya."
Usulan sang nyonya besar membuat Wei Qiao memanas, dia sangat marah.
"Tidak!" Cegah Yi Changyin. "Guru, nyonya.. tuan.. tetua, aku benar-benar tidak membutuhkannya."
"Bagaimana kalau aku memaksa?" Tanya tetua Ling Zhao mendesak.
"Itu.."
Tanpa menunggu Yi Changyin berkata-kata lebih banyak lagi, dia segera merentangkan telapak tangannya. Aura spiritual bergulung, muncul lah sebuah kipas terlipat yang dengan berwarna gelap dipadukan dengan putih suram.
Tetua Ling Zhao merentangkan kipasnya, nampaklah apa yang terlukis didalam sana. Itu adalah pemandangan gunung Tianjin bersama hutannya. Disana juga terdapat lukisan air terjun dan awan-awan yang menambah keindahan. Bahkan burung-burung dan bangau roh suci putih terbang di langit-langitnya.
Itu adalah kipas pusaka akademi Tianjin! Semua murid terbelalak tentunya. Beda dengan Wei Qiao yang sedang diselubungi amarah iri dan dendam, dia tambah menggebu-gebu.
"Ini adalah salah satu benda pusaka akademi." Tetua Ling Zhao melipatnya kembali sebelum akhirnya menyodorkan kipas itu pada Yi Changyin. "Murid kesembilan.. terimalah."
"Itu.. itu.." Yi Changyin tidak tahu harus berbuat apa. Dia tahu mengenai benda pusaka yang satu ini ketika tak sengaja membaca di perpustakaan klan rubah beberapa tahun lalu.
Dia menoleh kearah Xuan Chen dan pria itu hanya mengangguk dengan senyuman, "terimalah.."
"Tapi.."
"Aku memaksamu." Xuan Chen mendorong Yi Changyin kedepan, sekaligus menyuruhnya untuk menerima kipas itu.
Tak ada yang harus diragukan lagi. Xuan Chen yang menjadi tuannya sudah menyetujui, dia segera bertekuk lutut dan menengadahkan kedua tangannya. "Ini adalah berkah dari akademi. Aku, Yi Changyin tidak akan mungkin untuk menyia-nyiakannya. Changyin.. menerima hadiah dari akademi dengan senang hati.
Tetua Ling Zhao tersenyum senang, dia meletakkan kipas itu tempat diatas kedua telapak tangan Yi Changyin. Kipas itu bersinar, pertanda dia telah menemukan tuan barunya. Semua orang ramai memberi selamat pada Yi Changyin. Dan Wei Qiao diam-diam mengumpat.
Gadis itu tersenyum, "terimakasih semua.."
.......
.......
.......
Kemarin-kemarin gak up maafken ya guys
Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉
__ADS_1