
Tirai putih dan tipis tergantung di sebuah ruangan dengan suasana yang tentram. Terdapat ukiran dua bangau yang tampak jelas di sana. Membatasi dua bagian ruangan yang berbeda fungsi. Bahannya tidak terlalu tebal hingga menimbulkan bayangan seseorang bersila lotus di sela-sela gambar dua bangau itu. Pria tua dengan rambut dan janggut putih itu tampak tenang bermeditasi.
Empat orang datang di luar tirai, mereka tampak menekuk lututnya. Berposisi menghormat lalu bersujud sebelum akhirnya bangun kembali. Mereka berempat adalah kedua saudari Yi, Shen Lan dan Xuan Chen, sedang berhadapan dengan leluhur Yi Wutong untuk berpamitan.
*Note : Jika author bilang kedua saudari Yi, berarti mereka itu Yi Changyin dan Yi Xuemei ya. Supaya gak terlalu panjang aja. Hehe:v
"Kami menghadap pada kakek leluhur. Kami hendak berpamitan sekaligus meminta izin, berkat dan diberi kelancaran saat memasuki akademi Tianjin." Sebagai nona muda yang lebih tua, Yi Xuemei berbicara terlebih dahulu.
Diterima atau tidak, mereka harus meminta berkat dari leluhur terlebih dahulu. Tapi dengan kemampuan mereka, ada kemungkinan besar untuk di terima sebagai murid terhormat.
Yi Wutong membuka matanya, melihat bayangan keempat generasi muda disela-sela lukisan bangau itu. "Dua di antara kalian adalah roh bunga dan manusia fana?" Tanya Yi Wutong, suaranya tampak berat. Tidak seperti enam belas ribu tahun lalu saat kelahiran Yi Changyin.
"Benar, kakek leluhur." Jawab Yi Xuemei.
"Sekian banyak akademi di alam langit, kenapa kalian memilih akademi Tianjin yang berada di alam fana?" Tanya Yi Wutong lagi.
"Jawab kakek leluhur, kami hanya ingin berpetualang di dunia luar yang tidak pernah kami datangi. Juga untuk menggali apa saja yang terkubur di dunia ini. Selain itu, kami punya teman manusia. Tidak baik jika dia bersekolah di akademi alam langit." Jelas Yi Changyin rinci.
Yi Wutong terkekeh pelan. "Baiklah. Kakek ini hargai keputusan kalian."
Keempatnya kembali bersujud. "Terimakasih kakek leluhur."
Mereka berempat一dan Xiaolan akhirnya pergi meninggalkan kediaman Yi dengan perasaan lega. Melewati jalanan daerah klan rubah ekor sembilan yang begitu ramai. Awalnya mereka mengira tidak akan pernah keluar karena kemarahan Yi Wang. Tapi nyatanya Dewa rubah tertinggi itu mengizinkan mereka walaupun masih ada seberkas cahaya keberatan hatinya.
Shen Lan saat itu yang pertama kali menghampiri pangkalan kereta kuda. Kuda-kuda dari mulai yang putih sampai yang hitam berjejer rapi dan siap untuk di sewakan. Tandu beroda sudah terpasang rapi dengan ukuran yang berbeda-beda.
Shen Lan masih diam memijit dagunya, meneliti kuda-kuda yang berjejer itu. Yang lain segera menyusul, terutama Yi Xuemei yang langsung memukul pria serba biru itu dengan celotehan.
"Mengapa harus berpikir keras, mereka sama saja!"
Tanpa memperdulikan Yi Xuemei, pria itu melenggang pergi dengan senyuman kemenangan di wajahnya. Membuat gadis itu merasa jengkel karena telah di anggap tidak ada.
"Kau一?!" Mungkin jika Shen Lan lebih muda atau lebih lemah darinya, Yi Xuemei sudah menghabisinya sampai pecah menjadi berkeping-keping. Menjadi abu lebih baik.
Yi Changyin hanya mengelus-elus punggung kakaknya, memberi dukungan untuk bersabar. Tapi senyumannya itu sama saja dengan kelakuan Shen Lan, menjengkelkan.
Pria serba biru itu menghampiri salah satu kuda dengan warna yang hitam legam. Bahkan tidak ada satu titikpun yang berwarna putih.
"Mengapa dari banyak kuda yang cantik, dia malah memilih yang hitam seperti arang itu." Gumam Yi Xuemei tak henti-hentinya mencaci apapun yang pria itu lakukan.
"Aku akan membeli kuda sekaligus keretanya." Celetuk Shen Lan yang membuat ketiganya terbelalak kaget. Bahkan pria pemilik pelayanan sewa itu ternganga.
"Apakah dia gila?!" Yi Xuemei berteriak, bahkan hampir menghajar pria serba biru itu. Tapi untungnya Xiaolan datang menghadang.
Xuan Chen segera menghampiri Shen Lan, untuk membenarkan apa yang terjadi. "Shen Lan, ini一"
Ucapan Xuan Chen terhenti saat Shen Lan mengangkat tangan kanannya. "Pak, aku akan membelinya seharga 50 tael emas."
Wajah pemilik pelayanan sewa itu tampak ragu, ini adalah yang pertama kalinya mengusulkan untuk membeli, bukan menyewa. "Tapi.. kami tidak menjualnya."
"100 tael emas."
"Tapi.."
"200 tael emas."
"Ini.."
"Shen Lan sudahlah, jangan membuang uang.." Xuan Chen berusaha menasihati.
"300 tael emas."
"Tuan.."
"500 tael emas."
"Maaf.."
"Seribu tael emas!" Geram Shen Lan tak tanggung-tanggung. Kedua saudari Yi menjatuhkan rahangnya karena penawaran yang begitu tinggi. Memang mereka dari keluarga kaya, uang seperti itu mungkin tidak masalah. Tapi jika untuk berpergian seperti ini, Shen Lan tidak seharusnya menghamburkan uang bukan?! Bahkan Xuan Chen pun hanya bisa menggaruk tengkuknya, dia tidak tahu apa yang harus di lakukan.
Mulut pria yang sedikit tua itu bungkam. Tapi matanya terlihat berbinar mendengar harga yang begitu tinggi. Orang mana yang tidak akan menolaknya?!
"Masih tidak mau?" Tanya Shen Lan sambil menyedekapkan kedua tangannya di atas dada. Tingkahnya ini seperti seorang tuan kaya raya saja. "Kalau begitu Satu jut一."
"Hey! Hey!!" Yi Xuemei memotong, dia menghampiri pria yang sedikit tua itu. Mana mungkin dia harus mengorbankan satu juta tael emas untuk kuda hitam dan kereta yang bahkan tidak ada bagus-bagusnya. Jika tahu seperti itu, Yi Xuemei akan membawa kereta pribadi milik keluarga Yi. Tapi identitas mereka akan di privasi, itu sangat tidak baik. Orang-orang alam fana pasti akan mengenali kereta istimewa klan rubah ekor sembilan yang berbeda dengan lainnya itu.
"Tuan, bagaimana kalau aku membelinya dengan harga 100 tael emas. Tapi dengan tambahan mutiara danau rubah." Ucapnya sambil menunjukkan mutiara seputih susu yang bersinar indah, tapi memiliki aura suci. Berbeda dengan yang lainnya.
Siapa yang tidak tahu dengan mutiara danau rubah? Bahkan pria setengah tua itu menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua tangannya. Mutiara danau rubah adalah sesuatu yang paling berharga. Hanya di miliki keluarga Yi di dunia ini.
Tempatnya berada di danau rubah yang dilindungi keluarga Yi. Mutiara-mutiara cantik itu akan tumbuh satu tahun sekali saat bulan purnama di bulan ketujuh. Cangkang kerang yang melindunginya berwarna biru dengan cahaya pelangi yang berkilat-kilat. Tapi cangkang kerang itu hanya berjumlah tujuh. Jadi setiap tahun, danau rubah akan menghasilkan tujuh mutiara cantik dan berharga. Bahkan barang ini dijuluki alam langit sebagai artefak langka.
Ajaibnya, mutiara ini bisa di ubah menjadi jutaan tael emas dengan energi spiritual yang berwarna emas. Berada di tingkat apapun tidak masalah, asal energi spiritual mereka berwarna emas. Tapi jika ingin lebih mudah, bisa menggunakan energi spiritual putih Dewa atau Dewi tertinggi.
Siapa yang akan menolak? Mungkin kaisar langit pun akan senang jika di berikan satu oleh klan rubah ekor sembilan.
Ketika melihat mutiara itu, pria sedikit tua itu mulai mengetahui siapa mereka. Tidak mungkin rakyat biasa bisa mencuri artefak langka klan rubah ekor sembilan. Atau mereka.. adalah bagian dari keluarga Yi.
"Ternyata bangsawan Yi!" Seru pria itu terkejut. "Baiklah, aku akan menjualnya!" Tahu seperti itu, mungkin Shen Lan akan menggunakan identitas keluarga Yi terlebih dahulu. Dengan begitu, dia tidak harus menahan malu untuk meneriakkan harga tinggi. Sekarang dia hanya terdiam dalam penyesalan.
Yi Xuemei tersenyum puas. Dia memberikan mutiara itu dan sekantung emas berjumlah 100 tael. Tentu saja pria itu menerimanya dengan wajah yang berbinar-binar. Pasti hatinya meneriakkan, 'Aku kaya!! Aku kaya!!"
"Silahkan! Silahkan bawa kudanya. Terimakasih.. terimakasih.." Pria hampir tua itu tidak bisa menutupi kebahagiaannya.
Kelimanya hanya terkekeh pelan, kemudian bergegas menaiki kereta dengan kuda yang sehitam arang itu. Shen Lan yang mengendalikannya. Kemudian mereka pergi meninggalkan pria tua yang sedang tertawa bahagia itu.
.......
__ADS_1
.......
.......
Dua sosok menatap kepergian kereta dengan kuda hitam itu dari atas awan. Sungguh pemandangan yang langka, yang satunya adalah kuda bersayap, sedangkan yang satunya lagi adalah kuda bertanduk runcing.
Mungkin jika seseorang melihat mereka, akan berteriak histeris. Kuda bersayap dan kuda bertanduk ini adalah hewan ilahi suci kuno yang terlahir sebagai ras peri putih. Sedangkan ras itu sudah punah enam belas ribu tahun lalu. Mungkin hanya mereka berdua yang tersisa. Itupun sedang mengabdi pada seseorang. Atau lebih tepatnya, menjadi hewan kontrak seseorang.
Kedua kuda dari ras peri itu melebur menjadi dua titik cahaya putih. Keduanya terbang ketempat yang paling atas di dunia ini. Tempat yang paling putih di agung-agungkan namun penghuninya terlalu arogan.
Mereka berjalan melewati tembok-tembok putih dengan atap emas tanpa kendala. Bahkan beberapa pelayan istana langit itu sedikit membungkuk saat keduanya melintas. Tak bisa di pungkiri, walaupun mereka telah menjadi binatang kontrak, tapi statusnya yang dari alam peri akan terus di hormati. Bagaimana jadinya kalau Bai Suyue masih hidup? Mungkin pelayan-pelayan itu akan bersujud sampai hidung mereka menyentuh jalanan.
Sampai pada bangunan yang megah, kedua kuda itu menjelma menjadi dua orang, pria dan wanita. Menghadap pada sosok yang mendominasi, sedang membaca sebuah gulungan bambu di tangannya. Dari jauh, bahkan mereka bisa mengenali aura kuatnya, dia adalah Gaoqing Dijun.
Kedua binatang ilahi itu membungkuk. "Kami memberi hormat pada Gaoqing Dijun."
Kuda terbang itu adalah jantan, namanya Qi Zhongma. Sedangkan kuda bertanduk itu adalah betina, namanya Qi Xiangma. Mereka masih satu marga, bisa di bilang saudara berbeda jenis ras.
Pria yang tidak muda dan tidak tua itu mengangkat pandangannya sekilas. "Apa yang kalian dapatkan?"
"Jawab Dijun, mereka sedang meninggalkan klan rubah menuju daratan Zhongjian di alam fana." Jawab Qi Zhongma terlihat patuh.
"Jadi.. mereka akan mendaftar di akademi Tianjin?" Tebak Gaoqing Dijun merasa tertarik.
"Kurang lebih seperti itu." Qi Xiangma meng-iyakan.
"Cari cara untuk membunuhnya, lalu hancurkan jiwanya."
Keputusan sang Dijun membuat keduanya saling melirik tak percaya. Jika benar Yi Changyin adakah reinkarnasi ratunya, mana mungkin dia harus berkhianat pada alam peri? Jika bukan? Pembunuhan ini adalah hal yang sia-sia!
"Maaf Dijun, tapi Ratu Bai masih satu ras dengan kami. Tidak mungkin kami mengkhianatinya." Ujar Qi Xiangma sedikit takut pada sosok di hadapannya.
Gaoqing hanya mengangkat satu alisnya saat mendengar celotehan hewan kontraknya itu.
"Juga ada hal yang lain." Qi Zhongma menimpali. "Ratu Bai meninggal tepat enam belas ribu tahun lalu. Jika benar bereinkarnasi, maka harusnya dia baru berumur lima belas ribu tahun. Sedangkan gadis rubah itu berumur seribu tahun lebih tua dari waktu yang di tentukan untuk bereinkarnasi."
Gaoqing Dijun melemparkan gulungan bambu di tangannya, dia menatap mereka dengan tajam. Pria itu sangat tidak suka jika perintahnya di tolak. Apalagi kedua hewan ilahi itu menasihatinya. Dia merasa jati dirinya telah di rendahkan.
Kedua hewan ilahi itu menekuk lututnya. Itu adalah yang harus di lakukan saat sang Dijun marah. Sungguh merepotkan!
"Apakah kau tahu apa yang akan terjadi jika jiwa Ratu Bai Suyue dan Raja Wu Yun bangkit?" Tanyanya dengan dingin. Auranya sangat menekan hingga membuat kedua hewan ilahi itu tercekik.
Tidak ada yang menjawab, emosinya memuncak. "Jawab!!"
Saat itu Qi Zhongma memberanikan diri untuk menjawab, "me.. mereka akan kembali berperang, dan.. dan membuat empat dunia hancur." Dia tidak bisa berbicara dengan lancar, tekanan dari Gaoqing Dijun begitu mencekik.
"Selain itu?!"
Qi Xiangma ikut berbicara dengan suara yang pelan, "alam Iblis, akan mendapatkan keberuntungan besar."
Keduanya terdiam, gemetaran di bawah tekanan.
"Lakukan perintah sekarang! Jangan kembali sebelum gadis itu terbunuh! Sebagai buktinya, bawa mayatnya kemari!"
"Tapi.."
"Apakah kalian tidak memperdulikan 'dia'?" Potong Gaoqing Dijun, tidak memberikan Qi Zhongma untuk berpendapat lagi.
Mendengar kata 'dia' keduanya langsung membeku. Mata mereka menatap kosong kedepan. Sekilas ada kilatan kesedihan di matanya. Apa boleh buat? Keduanya harus tunduk pada Gaoqing Dijun. Atau seseorang yang di sebut 'dia' itu dalam bahaya.
Keduanya bersujud. "Kami bersiap menjalankan titah Dijun."
"Pergilah!!"
"Baik, Dijun.." Mereka pun melebur menjadi titik cahaya putih, kemudian pergi meninggalkan istana Gaoqing Dijun.
Gaoqing Dijun hanya mendengus melihat kepergian mereka. Dia sama sekali tidak punya hati nurani, membiarkan mereka menjalani tugas yang tidak patut di bawah tekanannya.
.......
.......
.......
Bertolak belakang dengan alam langit yang putih dan bersinar, alam iblis memiliki suasana menyeramkan dan didominasi dengan warna hitam.
Sekelebat bayangan hitam yang remang-remang memasuki istana secepat kilat. Bayangan remang-remang itu menjelma menjadi seorang berpakaian serba hitam saat berhadapan dengan sang Raja iblis dan Ratunya.
"Lapor Raja."
Zhang Bixuan, adalah nama Raja iblis. Pria itu menatap pengawal iblisnya. "Apa yang kau temukan?"
"Hamba menemukan reinkarnasi Ratu Bai sedang menuju ke alam fana. Tepatnya, mereka akan belajar di akademi Tianjin, daratan tengah."
Zhang Bixuan terkekeh pelan. "Kalau begitu, biarkan saja dia belajar. Lebih kuat, lebih baik untuk menghancurkan empat dunia."
"Itu memang kabar baik, yang mulia. Tapi aku menemukan hal lain."
Wajah Zhang Bixuan berubah serius. Dia merasa akan ada sesuatu yang harus di hadapi dengan serius kali ini. "Apa itu?"
"Hamba menemukan dua binatang ilahi milik Gaoqing Dijun mengawasi mereka. Hamba takut.. itu adalah kabar buruk." Katanya yang membuat wajah Zhang Bixuan tidak enak di lihat. Walaupun setengahnya bertopeng, tapi auranya terasa tidak menyenangkan.
Tiba-tiba wajah Aoyi Jinqi berubah cemas. "Itu benar, beberapa hari lalu.. aku juga menemukan mereka." Wanita itu memengang tangan Zhang Bixuan dengan khawatir. "Raja, apakah Gaoqing Dijun sudah mengetahuinya?"
Zhang Bixuan menatap istrinya. "Sepertinya.. benar."
Wanita itu bertambah cemas. "Aku punya firasat, kalau Gaoqing Dijun memerintahkan keduanya untuk membunuh gadis rubah itu dan menghancurkan jiwanya. Dengan tidak adanya dia, maka keempat alam akan aman selamanya."
__ADS_1
Apa yang dikatakan Aoyi Jinqi ada benarnya. Zhang Bixuan pun mengerti hal itu. Raja besar alam langit begitu keras kepala ketika ingin mengamankan keempat dunia dari yang namanya kehancuran. Bahkan mereka bisa menghalalkan segala cara.
"Kita harus cari cara untuk melindunginya!" Geram Zhang Bixuan.
"Aku bersedia."
Suara lembut di sampingnya membuat Zhang Bixuan terkejut bukan main. Lagi-lagi istrinya?!
"Jinqi, kau一?!"
"Di antara orang-orang alam iblis, kau yang terkuat. Tapi, urusan istana selalu menyibukkanmu. Yang terkuat kedua adalah aku. Aku yang paling bisa melindunginya, demi alam iblis kita. Ya??" Jelas Aoyi Jinqi berusaha meyakinkan suaminya.
Sudut bibir Zhang Bixuan terangkat, dia menatap istrinya dengan bangga. Jari-jari pria itu membelai surai hitam istrinya. "Baiklah.."
.......
.......
.......
Kereta berkuda hitam itu berjalan mengikuti jalan setapak yang berada di tengah-tengah hutan. Pohon-pohon di sana masih terlihat renggang dan daun-daun belum menutupi cahaya matahari. Artinya, mereka belum memasuki hutan lebat.
Seharian mereka menaiki kereta kuda dengan terbang dan tak pernah istirahat. Dengan bantuan para awan-awan yang di kendalikan oleh Xiaolan, semuanya berjalan lancar.
Kini mereka sudah memasuki jalur hutan dekat gunung Tianjin. Mungkin dua hari lagi mereka akan sampai di kaki gunung.
Hari sudah hampir sore, mereka semua memutuskan untuk bermalam disekitar pepohonan itu. Mereka tak takut jika ada hewan buas yang menyerang. Toh, dua saudari Yi sendiri adalah seekor hewan suci dari alam langit. Apa yang harus mereka takutkan?
"Changyin, apakah kau sudah menyiapkan senjata spiritualmu?" Tanya Yi Xuemei sambil merapikan tumpukan kayu bakar yang di bawa Shen Lan itu. Memang, saat seleksi mereka harus melawan hewan iblis dengan senjata spiritual dan hewan kontraknya. Dan lawan di tentukan sesuai jumlah kekuatan mereka.
Yi Changyin mengeluarkan kipas Yin Zhenjie nya. "Hanya ini yang ku punya."
Mata Yi Xuemei melotot, dia merasa terkejut saat melihat kipas yang tak asing itu di tangan Yi Changyin. "Bagaimana一?!"
Yi Changyin hanya tersenyum. Sekarang hubungan dia dan kakaknya membaik. Seharusnya tidak ada yang perlu di sembunyikan bukan? "Benar.. ini adalah benda berharga milik klan rubah ekor sembilan. Kakek leluhur yang memberikannya secara langsung padaku."
Yi Xuemei hanya mengangguk, ekspresi terkejutnya masih belum luntur. "Aku tahu, di antara kalian pasti mempunyai senjata spiritual. Tapi.. apakah kalian punya sesuatu untuk di jadikan sebagai hewan kontrak?" Raut wajah gadis itu berubah senang, sepertinya dia telah menemukan sesuatu.
"Mungkin aku harus memungut ular selama perjalanan." Ujar Yi Changyin masam, dia menyandarkan kepalanya ke bahu Xuan Chen. Terlihat manja. "Bagaimana dengan kakak, apakah sudah menemukan sesuatu?"
"Dari dulu aku sudah memiliki binatang kontrak." Jawab Yi Xuemei dengan bangga.
Yi Changyin tampak terkejut. "Benarkah? Aku tak pernah melihatnya. Bukankah kakak suka pamer? Ini sangat aneh.." Cibirnya yang membuat Yi Xuemei melotot.
"Kau一?!" Tidak ada gunanya marah, akhirnya Yi Xuemei kembali meredakan emosinya. "Xiaolan adalah merpati biru. Dia hewan roh suci yang ku temukan di dekat danau rubah."
Yi Changyin berkedip dua kali. Dia tak pernah menyangka dengan hal ini. "Kenapa kakak menyembunyikannya?"
"Xiaolan sangat berharga! Aku tidak mau dia mengeluarkan jati dirinya di hadapan orang lain." Jelasnya begitu antusias. "Xiaolan, kemarilah.." panggilnya.
Tampaklah seekor merpati biru yang terbang ke arahnya. Benar, auranya sangat berbeda. Biasanya merpati berwarna putih, hitam atau coklat, kali ini berwarna biru. Tidak salah kalau dia adalah hewan roh suci.
*Note : Hewan roh dan ilahi juga ada tingkatannya. Yang terendah adalah yang biasa, sedangkan yang di atasnya adalah suci, kuno dan makhluk suci kuno.
Yi Changyin menatap Xiaolan dengan kagum. "Ternyata dia sangat indah."
"Tentu saja." Sahut Yi Xuemei bangga. "Lalu, kau punya rencana untuk hewan kontrak mu? Tenang saja.. hanya pura-pura, maka carilah yang baik dan penurut.
Yi Changyin tidak menjawab, dia malah mengedarkan pandangannya kemana-mana. Seperti merasakan sesuatu yang berbeda, tapi bukan sesuatu yang bahaya.
"Yi Changyin?" Panggil Yi Xuemei karena tak kunjung mendengar Yi Changyin menjawab.
"Aku harus pergi sebentar! Sepertinya aku menemukan sesuatu." Katanya sambil berdiri.
"Kau mau kemana?" Xuan Chen ikut berdiri.
"Yang mulia jangan ikut." Sahut Yi Changyin. Tanpa memberikan kesempatan pada Xuan Chen, raganya membuyar, dia pergi entah kemana.
"Yi Changyin!!" Xuan Chen hendak mencari, tapi Shen Lan menahannya.
"Biarkan saja dia, hari masih siang."
"Tapi.."
"Dia akan baik-baik saja!" Kata Shen Lan menekankan.
Tidak ada pilihan lain, akhirnya Xuan Chen pun duduk kembali ke tempatnya. Entah kemana gadis itu pergi, tapi di liat dari wajah Yi Xuemei dan Shen Lan yang tidak khawatir, sepertinya dia tidak perlu cemas juga. Mungkin Yi Changyin merasakan energi hewan roh atau semacamnya di sekitar sini.
*Beberapa jam kemudian
Yi Changyin muncul, menembus gelapnya malam. Hari sudah gelap, dan gadis itu baru kembali. Semua orang menatapnya bingung, lantaran gadis itu tak henti-hentinya tersenyum bangga.
"Apaa.. apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Yi Xuemei heran.
"Kalian keluarlah." Titah Yi Changyin yang entah pada siapa, keadaan masih hening.
Tiba-tiba aura di sekitarnya menekan, sesuatu yang kuat telah datang. Lalu keluarlah dua makhluk yang mengejutkan di belakang punggung Yi Changyin. Satu berwarna merah menyala, satu lagi berwarna hitam tapi masih bercahaya.
Melihat keduanya, Yi Xuemei hanya bisa berseru dengan wajah yang tak percaya. "PHOENIX?! NAGA?! Bagaimana mungkin!!"
.......
.......
.......
jangan lupa like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉
__ADS_1