The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara


__ADS_3

Gaoqing Dijun tertawa menanggapi umpatan sang Ratu alam peri.


"Ternyata setelah tidur panjang kau semakin bermulut pedas.." Ejeknya.


Membuat Bai Suyue semakin tersenyum lebar, "aku suka hal hal yang pedas.. wajar saja bukan? Apakah.. Dijun tersinggung?"


Gaoqing Dijun terkekeh pelan. "Tentu saja tidak, aku tahu ini candaan.."


Semua orang hanya melongo menyimak percakapan mereka. Jelas ini bukan obrolan, melainkan saling menyindir dalam artian yang halus. Juga wajah yang menunjukkan kebencian satu sama lain, tapi dengan senyuman-senyuman ramah. Aneh!


Suasana menjadi hening dan mencekam. Bai Suyue dan Gaoqing Dijun saling beradu ketajaman mata. Mereka tak henti-hentinya menatap dengan umpatan-umpatan mengerikan yang terpendam di hati masing-masing.


Namun tak lama kemudian, Gaoqing Dijun berhenti dan menghela nafas. "Baiklah, aku kemari untuk mengambil bawahanku yang nakal ini.." Ujarnya begitu sungkan. "Apakah Ratu berkenan untuk memberikannya kembali kepadaku?"


"Sebelum itu, aku akan memberi tahu sebuah pesan dan meminta kita untuk bertaruh.."


Membuat Gaoqing Dijun menatapnya penuh permusuhan, namun dia tetap menyetujuinya. "Baiklah.. Silahkan katakan apa saja maumu, Ratu.."


"Pertama, aku ingin memberitahumu kalau.. sekeras apapun kau ingin menghentikan hujan petir, dia tidak akan pernah berhenti sebelum waktunya. Kau tidak perlu khawatir dan harus terus bersabar, karena kemungkinan besar tidak akan menciptakan banjir bandang. Jadi ku harap kau hanya diam atau akan tersambar petir saat mencoba menghentikannya." Bai Suyue menjabarkan perumpamaan yang langsung di pahami jelas oleh Gaoqing Dijun.


Jelas, maksud hujan disini adalah dirinya sendiri. Menghentikan hujan, jelas menyindir Gaoqing Dijun yang sedang berupaya untuk membunuhnya.


Kemungkinan tidak akan banjir bandang. Ya, seperti yang di ketahui pertarungan antara ia dan Wu Yun akan menghancurkan dunia. Dan Gaoqing Dijun khawatir akan hal itu. Lalu berusaha menghentikan apapun yang akan terjadi di depan.


Hanya saja saat ini Bai Suyue mengumpamakan dirinya sebagai hujan petir. Yang tidak bisa dihentikan oleh tepukan tangan Gaoqing Dijun. Maka dari itu Bai Suyue memperingatkan untuk tidak mencoba menghentikan hujan petir itu, atau akibatnya dia akan tersambar petir.


Ya, mungkin maksudnya jika Gaoqing Dijun tidak akan berhenti untuk mengejarnya, pria yang tidak tua dan tidak muda itu akan mendapatkan balasan yang setimpal.


Sindiran ini begitu menyentil emosi Gaoqing Dijun.


Namun ia hanya mengangguk-angguk. Lalu ia bertanya, "apa taruhan yang kau maksudkan?"


"Aku ingin bertaruh denganmu untuk saat-saat dimana mingkin Wu Yun kembali suatu hari nanti.."


Membuat ketertarikan terpancar di mata Gaoqing Dijun. "Apa itu?"


"Jika aku dan Wu Yun berbaikan, maka kau harus membiarkan kami berdua hidup dengan tenang tanpa gangguan semut kalian. Lalu mengakui kesalahan di pengadilan langit."


Saat itu Gaoqing Dijun masih berfikir selagi Bai Suyue melanjutkan, "jika aku dan Wu Yun terus bertarung, maka silahkan bunuh kami.."


Hal itu membuat semua orang -terkecuali Qi Xiangma terbelalak. Mereka tidak pernah menyangka kalau Bai Suyue akan membuat taruhan seperti ini dengan Gaoqing Dijun.


"Ibunda, pikirkan lagi!" Ujar Feng'er cemas.


"Itu benar!" Sahut Heilong dan Xiaobai.


Kemudian disusul dengan Xuan Chen yang memegangi lengan atasnya, "kumohon jangan seperti itu. Pikirkanlah selagi Dijun belum memutuskan.." Bisiknya.


Bai Suyue tersenyum kepadanya dan menepuk pundak Xuan Chen sebanyak dua kali. "Kau tenang saja.."


"Yin'er!"


Senyuman Bai Suyue semakin lebar. "Aku sudah membuat kesepakatan ini dengan Yi Changyin ... dan aku akan memastikan Wu Yun tidak akan pernah bertarung denganku." Katanya dengan yakin.


"Tapi.."


"Mundurlah.. semua akan baik-baik saja. Aku.. akan menang banyak dalam pertaruhan ini.." Jawab Bai Suyue dengan yakin


Tatapan yakin dari Bai Suyue membuat ia pasrah dan mundur beberapa langkah. Sekarang ia hanya berharap kalau reinkarnasi Wu Yun tidak akan pernah macam-macam dan egois seperti dulu.

__ADS_1


Bai Suyue kembali menatap ke arah Gaoqing Dijun, "bagaimana, Dijun?"


Gaoqing Dijun langsung mengangguk begitu saja. Mungkin baginya ini sangat menguntungkan. karena sejak dulu Gaoqing Dijun selalu percaya kalau Wu Yun dan Bai Suyue akan tetap menjadi musuh bebuyutan.


"Baik, aku menyutujui pertaruhan ini.."


"Bagus.."


"Sekarang.. bolehkah aku membawa kembali dia ke alam langit?" Pintanya ke arah Qi Xiangma yang sedari tadi terdiam menyimak.


Bai Suyue mengangguk. Tangannya menunjuk pada Qi Xiangma, mempersilahkan pada Gaoqing Dijun. "Dengan senang hati."


Lalu jari-jari mungilnya membentuk formasi rumit yang kemudian bercahaya. Seketika itu ikatan di tubuh Qi Xiangma terlepas, membuat ia bisa bernafas lebih lega. Gadis itu sedikit ketakutan dan segera berlari melindungi diri kebelakang punggung Gaoqing Dijun.


"Kalau begitu.." Gaoqing Dijun menelungkupkan kedua tangannya di dada, "kami pamit, Ratu.." Setelah itu mereka berubah menjadi cahaya dan menghilang di udara kosong.


Sementara Bai Suyue kembali tidur. Yi Changyin yang baru disadari segera menggeleng-gelengkan kepalanya membersihkan pening. Lalu Feng'er, Heilong, Xiaobai dan kakaknya kembali melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda.


"Ini telah berakhir.. tapi mungkin untuk sementara.." Gumam Yi Changyin serius yang tidak terdengar oleh siapapun.


"Yin'er.." Panggil Xuan Chen yang membuat gadis itu menoleh dengan senyuman.


"Kau sudah mengetahui tentang.. Bai Suyue?" Tanyanya hati-hati agar Yi Changyin tidak merespon jelek.


"Sudah.." Yi Changyin menjawab enteng sambil membawa Xuan Chen bergabung dengan yang lainnya.


"Darimana kau mengetahuinya?!" Xuan Chen tampak tidak sabar untuk bertanya.


Membuat gadis itu terkekeh sambil duduk menghadap ke arah api unggun. Xuan Chen mengikutinya di samping. Kemudian Yi Changyin mulai membuka suara, "sederhana saja.. kala itu.."


Yi Changyin mulai menceritakan apa yang terjadi beberapa waktu lalu. Ketika Xuan Chen masih tak sadar dan terbaring lemah di atas kasur. Ketika Yi Changyin memandanginya di sana. Sambil sesekali mengusap-usap lembut keningnya dan tersenyum lalu berbisik, "Cepatlah bangun.."


Namun entah kenapa ada cermin besar yang terbentuk secara tiba-tiba di samping ujung kasur. Yang memantulkan wajahnya begitu jelas. Yi Changyin beranjak dari duduknya dan menghampiri cermin besar itu.


Namun tiba-tiba bayangan dirinya dalam cermin itu bergerak di luar kendali tubuh yang sebenarnya. Yi Changyin sedikit terkejut namun mencoba untuk berfikiran baik. Karena sekarang dia berada di ruang dimensi spiritual. Tidak mungkin ada penyusup kemari, bukan?


"Senang bertemu denganmu Yi Changyin.." Ujar seseorang yang menyerupai dirinya itu. "Terimakasih sudah membangunkanku.."


Membuat kening Yi Changyin mengkerut heran.


"Aku.. adalah kehidupan lalumu, Bai Suyue.."


"Apa?!" Yi Changyin terkejut begitu mendengar pengakuannya.


Latar belakang dirinya di masa lalu tidak sesederhana itu. Jujur, dia sama sekali tidak menyangka dengan hal itu. Dan sekarang jiwanya yang berada di masa lalu masih ada.


Siap bergabung dan bangkit kembali di kehidupan ini. Sungguh!


Obrolan mereka sangat panjang. Mulai dari membicarakan rencana Yi Changyin yang ingin membalas kedua orang yang menjebaknya. Dan saat itu pula Bai Suyue menyarankan kalau ia tidak boleh turut mengirim Qi Xiangma ke hutan Diaoshi.


"Aku ingin membuat taruhan dengan Gaoqing Dijun, menggunakan bawahan lancangnya itu."


Begitu kata sang ratu yang dipenuhi dengan gejolak amarah. Setelah itu dia memerintahkan untuk membangunkannya saat berkesempatan berbicara dengan Qi Xiangma. Agar gadis itu kesakitan dan terintimidasi. Lalu terasa oleh Gaoqing Dijun di alam langit sana.


"Karena setahuku Qi Xiangma dan Qi Zhongma telah menjalin kontrak dengan Gaoqing Dijun.."


.......


.......

__ADS_1


.......


Qi Xiangma menekuk lututnya di hadapan Gaoqing Dijun dengan butiran keringat yang besar. Dia sangat takut melihat atasannya yang murka begitu sampai di kediamannya.


"Kenapa kalian tidak membunuhnya dari awal! Kenapa?!" Teriak Gaoqing Dijun penuh emosi.


"Dijun, ini semua bukan sepenuhnya salahku! Ini semua adalah salah Qi Zhongma!" Qi Xiangma mencoba membela dirinya.


Brakk!


"Di saat-saat seperti ini bahkan kau masih sempat menyalahkan saudaramu?!" Kecam Gaoqing Dijun tapi tak membuat kekuatan mental Qi Xiangma menurun.


Gadis itu kembali berbicara, "kalau bukan karena Qi Zhongma yang jatuh cinta pada Yi Changyin, semua perkara ini sudah selesai bahkan mungkin sejak hari pertama kami memasuki akademi Tianjin."


Ucapan Qi Xiangma kali ini sukses membuat Gaoqing Dijun terkejut bukan main. "Apa katamu? Jatuh cinta?!"


Qi Xiangma mengangguk semangat, karena ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri dari yang namanya disingkirkan. "Benar, saat itu mereka pernah berpapasan di penginapan kaki gunung. Sepertinya.. dari situlah Qi Zhongma mulai menaruh hati."


Kemudian ia mulai menceritakan bagaimana Qi Zhongma selalu bertengkar dengannya hanya karena mengulur waktu demi Yi Changyin. Dengan beribu-ribu alasan omong kosong yang membuatnya kesal setengah mati.


Tak lupa dengan malam dimana Qi Zhongma menjebak Yi Changyin dengan asap dupa penguat. Untung saja tidak terjadi apa-apa saat itu, dan Qi Zhongma berakhir mendekam di penjara dingin akademi.


BRAKK!!


Gaoqing Dijun terlihat marah ketika mendengar hal itu. Bahkan matanya memerah berapi-api. Nafasnya memburu kencang yang bagaikan mengeluarkan uap panas di sekitarnya. Hingga membuat Qi Xiangma berkeringat.


"BAJINGAN ITU SANGAT TIDAK BERAKAL!!"


.......


.......


.......


Yi Changyin menguap berkali-kali setelah selesai menceritakan setiap lika liku perjalanannya untuk membalas mereka semua. Yang berkali-kali membuat Feng'er dan Heilong mengacungkan jempolnya. Kemudian dengan tatapan tak percaya dari Xuan Chen.


"Bunda luar biasa!" Puji Feng'er sambil memakan anggur spiritual yang terlihat menyegarkan. Dan menarik Xiaobai itu mengambilnya satu. Walaupun mendapatkan pelototan dari Feng'er.


"Sejak pertama kali bertemu, aku belum menanyakan namamu.." Ujar Yi Changyin pada kakak Xiaobai.


Wanita itu sedikit terkejut. Namun detik selanjutnya ia tersenyum sambil membungkuk, "aku adalah Xiaoxuan. Dari ras kuda putih.."


Yi Changyin mengangguk-angguk. "Xiaoxuan. Kini kau sudah terbebas dari belenggu keluarga Wei. Selanjutnya, apa yang akan kau lakukan? Apakah akan berkultivasi atau menemukan tuan baru?" Tanyanya lagi yang sudah seperti pakar tanya jawab.


"Xiaobai memutuskan untuk mengikutimu, maka aku Xiaoxuan juga akan memutuskan hal yang sama.." Jawab Xiaoxuan serius.


Yi Changyin melirik sesaat pada Xuan Chen seraya meminta persetujuan tanpa suara. Pria itu mengerti dan segera menganggukkan kepala.


"Baiklah.. kau boleh mengikutiku. Tapi aku tidak akan pernah memaksa kalian untuk tetap tinggal jika ingin pergi.. dan itu akan memudahkan kami untuk membalaskan dendam pribadi kalian pada keluarga Wei.."


"Xiaoxuan sangat berterima kasih pada nona!" Serunya sambil membungkuk.


Yi Changyin tersenyum simpul "Jangan terlalu sungkan.."


"Obrolan kalian ini sangat membosankan!" Seru Feng'er terdengar memelas. Yang mendapat cibiran dari semua orang. Detik berikutnya ia kembali berbinar, "oh ya! Bagaimana kalau aku menceritakan sejarah tentang bagaimana kami bisa memanggil ibunda dengan sebutan itu, padahal kami bukan anaknya. Bagaimana?!" Feng'er terlihat begitu antusias.


.......


.......

__ADS_1


.......


Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉


__ADS_2