The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CXVI - Diselamatkan Dewi


__ADS_3

Tiba-tiba dengan sekuat tenaga, Shen Lan mengerahkan separuh energi spiritualnya untuk melemparkan gadis itu ke tengah danau. Bahkan monster itu ikut terpental.


Shen Lan memuntahkan seteguk darah, dadanya terasa sesak. Tidak apa, asalkan Yi Changyin selamat. Dia menatap tajam monster yang berusaha terbangun itu.


Mengubah cambuk berdirinya menjadi pedang. Menyusut sungai darah di bibirnya, kemudian berlari ke arah monster itu dengan penuh keberanian.


Sementara di sisi lain, Yi Changyin terpental jauh bahkan sampai bawah jembatan reinkarnasi. Ia ingin bangun dan menyusul Shen Lan, namun tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang bergerak.


Yi Changyin berbinar, matanya berkaca-kaca. Akhirnya dia menemukan jamur Lingzhi dengan ulatnya. Juga ada ganggang alam baka yang tertembus jelas oleh matanya di balik air.


"Shen Lan, tahan sebentar. Aku akan mengambil ini terlebih dahulu." Gumamnya dengan suara yang bergetar, saking bahagianya.


Dia mengeluarkan toples kaca. Mengiring dua ulat jamur Lingzhi alam baka untuk masuk ke dalamnya. Beserta memetik satu untuk makanan mereka.


Toples itu kemudian dia lindungi oleh energi spiritual, dan memasukannya ke dalam liontin spiritual. Kemudian dia memetik seakar yang berisi puluhan daun ganggang berukuran besar.


Yi Changyin membentuk gelembung spiritual abadi, memasukan ganggang itu ke dalamnya. Gelembung itu tidak akan pernah pecah kecuali oleh pembentuknya, maka dari itu dinamakan gelembung spiritual abadi.


Dan Yi Changyin memasukannya ke dalam liontin spiritual bersama dengan toples berisi ulat jamur Lingzhi alam baka.


Yi Changyin tiba-tiba terbatuk, energi spiritualnya sudah hampir habis. Bibirnya sudah pucat, wajahnya pias dan tubuhnya terasa lemas.


Dia segera berbalik pergi, melangkah walaupun sangat berat. Namun tiba-tiba kabut di sekelilingnya semakin banyak dan padat. Membumbung sampai menghalangi pandangan bahkan hanya satu senti.


Yi Changyin berusaha tetap tenang, dan mencari jalan untuk pulang. Mungkin ini akibat ia mengambil sesuatu tanpa izin sang penguasa tempat, kabut marah dan menjebaknya.


Karena tak melihat jalan, Yi Changyin tersandung batu dia terjatuh dan kakinya terluka. Yi Changyin tak menyerah, walaupun sekarang ia berada di titik lemahnya.


Berusaha berjalan walaupun kakinya berdarah dan sakit. Danau ini benar-benar telah menggerogoti energi spiritualnya. Ia merasa lemah, batuk darah tak bisa terhindarkan lagi.


Yi Changyin tersungkur, pandangannya memudar.


"Shen Lan.. Xuan Chen.." itu yang dia gumamkan dengan nanar.


Namun tiba-tiba ia melihat seseorang yang berjalan ke arahnya menembus kabut. Dia seorang wanita dan mengulurkan tangannya.


Namun Yi Changyin tak sempat melihat wajahnya karena mata yang berat, seperti tak sabar untuk menguapkan kesadaran.


'apakah dia Dewi maut? Apakah ini ujung hidupku?' Setelah memikirkan hal itu, tiba-tiba pandangannya menggelap.


.......


.......


.......


Feng'er dan Heilong menatap nanar Xuan Chen yang berdiri di hadapannya. Mereka terdiam seribu bahasa diliputi emosi yang bercampur aduk setelah Xuan Chen menceritakan sesuatu.


Mengapa mereka begitu kejam?!


"Aku tak punya pilihan lain." Ujar Xuan Chen dengan lirih. "Aku tidak mau melihat ayah Shui Jifeng meninggal dunia sebelum bertemu dengan Yi Changyin."


Tiba-tiba saja Feng'er dan Heilong ingin menangis. Dia merasa sedih tuannya di perlakukan seperti ini.


"Aku harap Yi Changyin kembali sebelum musim semi tiba." Tambahnya. "Aku harap dia memaafkanku. Dan.. aku harap dia mengerti."


Heilong tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Xuan Chen. "Ibunda pasti akan mengerti."


Xuan Chen menghela nafas panjang, menenangkan emosinya yang hampir meledak. "Tapi.. aku sudah berencana satu hal."


Feng'er dan Heilong saling melirik, kemudian sama-sama bertanya dengan penasaran. "Apa itu?"

__ADS_1


Xuan Chen mendekat ke celah berdirinya mereka berdua, membisikan sesuatu dengan ekspresi yang gelap. "aku.. akan membunuhnya di malam pernikahan nanti."


Sementara di sisi lain, Wen Yuexin tertawa senang. Jendral Houjing yang berada di depannya tak henti-hentinya tersenyum miring.


"Wu Yun akan segera menjadi milikku. Dan Shui Jifeng akan tetap mati." Katanya dengan angkuh.


"Yang mulia benar." Sahut Houjing. "Dari dahulu Shui Jifeng memang memiliki racun di tubuhnya. Yang akan mematikan jika terkena aura alam baka."


Wen Yuexin tertawa lagi. "Benar, jangan salahkan aku bukan jika Shui Jifeng mati? Karena alam baka lah yang membunuhnya.


"Yang mulia sangat bijak.." puji Houjing sambil membungkuk.


Wen Yuexin hanya tersenyum miring. Kemudian mengangkat kristal jiwa hitam penuh aura iblis yang berada di tangannya.


"Setelah ini, kita serahkan sisanya pada Gaoqing Dijun dan Qiao Jirong." Senyumannya semakin mengembang dan licik.


.......


.......


.......


Yi Changyin terbangun, matanya masih tertutup. Dia sedikit menggerak-gerakkan tangannya. Ketika terbuka, dia sangat heran dengan langit-langit ruangan yang bernuansa alam langit. Bukankah tadi dia di danau alam baka?


"Ratu Bai, kau sudah sadar?" Tiba-tiba suara lembut seorang wanita menyapa telinganya.


Yi Changyin menoleh ke samping, mendapati seorang wanita cantik yang pernah dia kenali. Tapi di mana? Yi Changyin berusaha mendudukan diri, kepalanya masih terasa pening.


Wanita cantik itu memberikan secangkir air putih kepadanya. Yi Changyin menerimanya, meminumnya sampai habis.


Sampai saat itu pikirannya sudah jernih. Dan dia bisa mengingat jelas siapa wanita cantik itu. Benar, dia mengenalnya saat pergi ke perjamuan ulang tahun permaisuri langit bersama tetua Ling Zhao dan Xuan Chen.


Ah Xuan Chen.. mengingat hal itu ia menjadi lebih merindukannya.


Dewi Yuan Ji mengangguk, "benar, ratu.."


"Terima kasih sudah menyelamatkanku." Dewi Yuan Ji sangat baik, dia merawatnya sampai hampir pulih. Walaupun masih merasakan luka.


"Karena kabut beracun milikku, kau terluka dan kehabisan energi spiritual. Sudah seharusnya aku bertanggung jawab, bukan?" Tuturnya dengan lembut.


Yi Changyin mengangguk-angguk. "Sudah berapa lama aku pingsan?"


Dewi Yuan Ji menjawab dengan jujur, "hanya beberapa jam saja. Tenang saja, kau baik-baik saja. Namun untuk beberapa hari kedepan, sebaiknya kau menghindari pertarungan dan sebagainya. Tubuhmu masih lemah, energi spiritualmu habis terkuras."


Yi Changyin kembali mengangguk. Dia tersenyum, "terima kasih sudah mengingkatkan."


"Tidak masalah.."


"Lalu.. dimana Shen Lan?" Tiba-tiba Yi Changyin teringat dengan pria serba biru itu. Walaupun jantungnya memompa kencang, hatinya cemas, Yi Changyin berusaha tetap tenang.


Dewi Yuan Ji merajut alisnya. "Shen Lan?"


Benar, Dewi Yuan Ji tidak mengenali Shen Lan. "Maksudku pria yang berpakaian serba biru tua. Dan dia adalah roh bunga mawar biru milikku." Jelasnya secara rinci.


Dewi Yuan Ji ber-oh panjang dan mengangguk-angguk. "Ratu tenang saja, pria itu ada di kamar sebelah. Kau mau mengunjunginya?"


Setelah menyetujui tawaran Dewi Yuan Ji, Yi Changyin di bawa ke kamar samping. Menghadap pada Shen Lan yang setengah sadar dan terbaring lemah.


Pria itu tersenyum ke arahnya, bibirnya sangat pucat. Membuat Yi Changyin berkaca-kaca dan ingin segera menangis. Namun di tahan ketika Dewi Yuan Ji menjelaskan.


"Aku melihat elang putih yang baru saja bangkit di danau kabut. Ketika aku pergi memeriksanya, aku malah menemukan pria itu sedang diserang bertubi-tubi oleh monster roh kuno alam baka."

__ADS_1


"Aku menyelamatkannya lebih dahulu. Namun dia mengatakan bahwa ada kau yang terjebak di tengah-tengah danau, maka dari itu aku bisa menemukanmu." Jelas Dewi Yuan Ji panjang lebar. "Dan dia, terkena racun monster itu. Aku takut..." Wanita suci itu tak melanjutkan kata-katanya. Dia tahu perasaan Yi Changyin.


Yi Changyin mengangguk-angguk paham. Dia berusaha menyusut air matanya dan menenangkan hati. "Terima kasih sudah menyelamatkan kami."


Yi Changyin tersenyum ke arah Dewi Yuan Ji. "Aku akan membalasnya suatu hari ini."


Dewi Yuan Ji membungkuk. "Sudah menjadi tugasku."


"Sekarang, aku akan pamit pergi. Masih ada banyak yang harus dilakukan." Ujar Yi Changyin sambil memasukan Shen Lan ke dalam liontin spiritual.


Yi Changyin menatap Dewi Yuan Ji dengan senyuman. "Aku pamit pergi."


Wanita suci itu mempersilahkan, "aku tidak mengantar."


Tanpa menunggu lama lagi, Yi Changyin mengubah wujudnya menjadi elang putih dan pergi dari istana sang Dewi.


Wanita suci itu hanya menatapnya pergi. Sebenarnya ingin bertanya mengapa sang Ratu bisa datang kemari, namun dia kubur dalam-dalam.


.......


.......


.......


Yi Changyin singgah di suatu tempat. Di tengah-tengah hutan. Dia mengeluarkan Shen Lan dan meletakkannya di atas pangkuan.


Kini ia tak bisa menahan tangisannya, melihat Shen Lan yang terluka parah bahkan sampai teracuni demi melindunginya.


"Maafkan aku.." Lirih Yi Changyin dengan suara yang tercekat.


Shen Lan menatapnya dengan senyuman. "Jangan menangis.." Katanya dengan suara yang tertahan. "Kau tidak salah."


"Seharusnya aku yang meminta maaf, karena tak bisa melindungimu sampai nanti." Tambahnya.


Yi Changyin menggeleng-gelengkan kepalanya. Tangisannya semakin pecah.


"Memangnya kau mau kemana? Kau tidak boleh pergi! Bukankah kau ingin menikahi Xuan Rong? Ya, aku akan mewujudkannya setelah pulang nanti, maka dari itu tetap bertahan, ya?" Nafas Yi Changyin tampak memburu.


Gadis itu selalu teringat dengan kata-kata Dewi Yuan Ji. 'Takutnya', yang menunjukkan kalau sesuatu tak bisa di selamatkan lagi.


Shen Lan tersenyum simpul. "Maafkan aku, nona Yi." Shen Lan terbatuk-batuk. Dia berkata sangat perlahan, "semoga kau bahagia dengan Xuan Chen selamanya. Jangan beritahu Xuan Rong tentang ini. Bilang saja padanya, kalau aku sedang pergi berkultivasi tertutup."


Yi Changyin menggeleng-gelengkan kepalanya lagi. "Aku akan menyelamatkanmu!" Serunya sambil mengeluarkan energi spiritual dan hendak menyuntikkannya pada Shen Lan.


Namun pria itu menahannya. "Sudah terlambat, itu akan sia-sia.."


"Tidak.. aku masih bisa."


Shen Lan menggeleng. Kemudian dia tersenyum. "Oh ya, ketika aku menjadi abu nanti.. akan ada gelembung spiritual berwarna biru tua yang keluar. Jika kau menerbangkannya ke langit, dia akan pergi. Tolong.. ikuti dia." Shen Lan terus memberi pesan. Sementara Yi Changyin masih menangis. "Itu adalah tugas terakhirku."


"Aku tidak akan membuatmu menjadi abu. Aku akan menyelamatkanmu dengan ulat jamur Lingzhi." Saat itu Yi Changyin ribut sendiri. "Benar, ulat itu bisa menyerap racun!"


Ketika Yi Changyin menyentuh liontin spiritualnya, Shen Lan mencekal tangannya. "Cakaran itu mengenai jantungku. Itu juga akan sia-sia.. Gunakanlah untuk hal lain.."


"Tidak mungkin!!" Teriak Yi Changyin dengan suara yang bergetar. Dia menggeleng berkali-kali. "Tidak mungkin... Kau pasti selamat!" Gadis itu begitu yakin, sampai mata Shen Lan tiba-tiba berlinang air mata.


.......


.......


.......

__ADS_1


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗


__ADS_2