The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CII - Wu Yun kembali?


__ADS_3

Gadis itu mencengkram erat jubahnya, "aku tau.. aku tau.. Tapi, kau dan Yi Changyin berbeda. Dia makhluk alam langit, sedangkan kita manusia. Apakah Dewi dan manusia bisa bersama selamanya, Xuan Chen?"


Xuan Chen menurunkan pandangannya. Menyadari kalau itu benar. Tapi dia egois, dia akan lebih memilih cinta dari pada membangun tembok perbedaan.


Dengan kilatan mata yakin Xuan Chen berkata, "aku akan berusaha mencapai kultivasi Dewa. Memangnya kenapa?"


Wen Yuexin menggeleng. "Xuan Chen, langkah itu sangat..."


"Langkah itu tidak sulit, selama aku memiliki tujuan yang pasti, semuanya akan lebih mudah dengan niat dan keyakinan dari hati. Dan tujuanku adalah hidup bersamanya. Apakah kau mengerti, Wen Junzhu?"


Wen Yuexin hanya terdiam, matanya berkaca-kaca.


"Kau memiliki masa depan yang baik, maka hiduplah dengan baik. Jangan mempersulit hidupmu dengan mengejar sesuatu yang tidak bisa kau gapai." Xuan Chen memberi nasihat, nadanya tidak sedingin tadi. Ia berusaha meyakinkan Wen Yuexin untuk mundur dengan cara yang halus.


"Bagaimana jika Yi Changyin bukan takdirmu? Apakah kau akan tetap mengejarnya?!" Gadis itu mulai membalikan kata-kata.


"Aku tidak pernah berfikir kalau Yi Changyin bukan takdirku." Jawab Xuan Chen seadanya. Namun sukses membludakkan emosi Wen Yuexin.


Dengan sekuat tenaga, gadis itu mendorong Xuan Chen. Namun malah dia sendiri yang menjauh. "Mengapa kau selalu memilih wanita itu bahkan di dua kehidupan?!"


Xuan Chen mengenyitkan dahinya. "Dua kehidupan, maksudmu?"


"Pangeran.. apakah kau baik-baik saja di dalam?" Tiba-tiba seorang pengawal memanggil dari luar. Membuat Wen Yuexin mengembangkan senyuman miringnya.


Xuan Chen tidak bisa menjawab dengan nafas yang tidak stabil. Dia hanya terdiam dengan panik.


"Pangeran?" Suara pengawal itu kembali terdengar. "Apa yang terjadi? Jika kau terus menerus tidak menjawab maka aku akan membuka pintunya secara paksa."


Xuan Chen tidak mendengarkan apa yang dikatakan pengawal itu. Ia justru terbelalak melihat Wen Yuexin yang sedang membuka jubah luarnya. Kemudian melorotkan pakaiannya.


"Pangeran? Jika terus menerus tidak menjawab aku akan membuka pintunya sekarang."


Xuan Chen tambah terkejut mendengarnya. Ia segera berbalik ke arah pintu yang perlahan membuka. Dengan cekatan, dia menggerakkan energi spiritualnya untuk memindahkan lemari buku ke arah pintu.


Hingga pengawal yang di luar tersentak karena pintu yang tiba-tiba tertutup kembali.


Sementara di dalam Xuan Chen berkeringat dingin. Entah kenapa tubuhnya tiba-tiba kaku tak bisa bergerak. Selagi Wen Yuexin yang perlahan-lahan membuka pakaiannya itu terus mendekat.


Ia berusaha memanggil Feng'er dan Heilong. Namun komunikasi dengan ruang dimensi spiritual benar-benar terputus. Aneh!


Namun ia harus bersyukur karena tubuh yang tiba-tiba kaku itu kembali bisa digerakkan. Buru-buru dia membenarkan pakaian Wen Yuexin. Ia tak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


Namun tak di sangka wanita itu malah memeluknya dengan erat. Tapi untungnya mampu ia lepaskan dengan mudah.


"Xuan Chen!" Wen Yuexin membentak.


"Jangan terus menerus mendekatiku!" Xuan Chen balik membentak.


Tiba-tiba Wen Yuexin menatapnya serius. "Lepaskan Yi Changyin jika tak ingin sesuatu terjadi padanya."


Namun malah mendapatkan cemoohan dari Xuan Chen. Tidak mungkin Yi Changyin dapat terkalahkan semudah itu, pikirnya.


"Aku tidak yakin kau dapat menyentuhnya." Katanya dengan yakin.


Namun sejurus kemudian dia dikejutkan dengan lima butir kristal hitam yang tiba-tiba melaju ke arahnya. Dan itu dikendalikan oleh Wen Yuexin.


Xuan Chen berhasil menghindar namun kristal itu terus menerus memburu dirinya. Tak ada pilihan lain selain menghindar, karena itu sangat cepat.


Tak lama kemudian, tiba-tiba lima bongkahan kristal itu kembali ke tangan Wen Yuexin. Xuan Chen dapat bernafas dengan lega kembali walaupun sudah bersimbah keringat.


"Kau mencoba membunuhku?" Ujar Xuan Chen dengan tatapan yang mencemooh.

__ADS_1


Namun Wen Yuexin hanya tersenyum miring dengan tatapan yang misterius. Detik berikutnya tiba-tiba tubuh Xuan Chen kembali kaku. Wanita itu seperti telah memiliki kekuatan untuk mengendalikan tubuh orang lain. Dan aneh, dirinya sama sekali tidak bisa melawan.


Ketika mencoba melepaskan sebisa mungkin, dan memanggil-manggil Feng'er dan Heilong walaupun tak bisa, ia dikejutkan dengan lima bongkahan kristal tadi yang tiba-tiba melaju ke arahnya.


Apakah Wen Yuexin benar-benar akan membunuhnya?!


.......


.......


.......


Teko arak membungkuk menuangkan isinya ke dalam cawan. Kemudian cawan itu digenggam oleh tangan dengan kulit putih dan kuku hitam. Di berikan pada sosok di sampingnya.


Zhang Bixuan menerima secawan anggur dari Aoyi Jinqi dengan senyuman mengembang di wajahnya. Mereka berdua masih memperhatikan hologram spiritual Bai Suyue dan Wu Yun yang berada di hadapannya.


(Masih ingatkan hologram yang ada di bab² awal?)


Sekarang hanya tinggal satu kristal jiwa yang belum bergabung dengan inti milik Bai Suyue. Dan mereka tidak perlu khawatir. Sedangkan milik Wu Yun, belum ada satupun yang bergabung dengan inti.


"Apa yang mulia yakin telah membuat hologram Wu Yun dengan aura topengnya?" Tanya Aoyi Jinqi merasa heran sambil menatap hologram yang tidak menunjukkan pergerakan apapun.


"Aku tidak mungkin salah mengenali, ratuku.." jawab Zhang Bixuan berusaha meyakinkan. Namun nyatanya dia pun merasa heran.


"Apakah Wu Yun begitu hancur sampai tidak bisa bereinkarnasi?" Aoyi Jinqi bertanya lagi.


Zhang Bixuan mengangkat bahunya. "Tapi.. tetua bilang jika hologram ini menyala, maka mereka bisa bereinkarnasi dan bangkit kembali." Jelasnya seraya mengingat kata-kata salah satu tetua di alam iblis.


"Kristal jiwanya yang terlalu jauh dengan si pemilik." Tambahnya. "Aku pun tidak bisa melacaknya sama sekali."


Aoyi Jinqi tampak berfikir sesaat. Dia menopang dagunya. "Mungkin hanya ada satu tempat yang tiba bisa kita kunjungi." Katanya dengan pikiran yang menerawang.


Detik berikutnya mereka saling menatap. Kemudian berbicara secara bersamaan, "Istana Dewa kegelapan."


Itu bergetar. Dan tiba-tiba lima dari tujuh menyatu ke dalam jiwa intinya dengan cepat. Mereka berdua terperanjat kaget dan segera berdiri dari duduknya.


"Wu Yun benar-benar akan kembali!" Gumam Zhang Bixuan dengan berbagai ekspresi yang bercampur aduk.


.......


.......


.......


Yi Changyin perlahan membuka matanya ketika mendengar keributan yang terjadi di luar ruangan. Membuat ia mendesis dan berusaha untuk terbangun.


Sementara itu suara pelayan yang sedang mengobrol begitu terdengar samar-samar. Membuat ia penasaran dan beranjak bangun. Berjalan menuju pintu sambil merapikan penampilannya.


Benar saja, lima pelayan kediamannya sedang bergosip di sana.


"Sedang apa kalian? Mengapa sangat berisik?"


Kata-kata Yi Changyin membuat mereka berlima terlonjak kaget. Mereka langsung bersujud dan meminta maaf.


"Maafkan kelalaian kami, yang mulia! Anda jadi terbangun karena kami."


"Aku tidak menyuruh kalian untuk bersujud. Tapi aku bertanya pada kalian." Jawab Yi Changyin dengan datar. Apa yang dikatakannya benar.


Mereka semua saling melirik. Kemudian pelayan yang bermata lebih sipit menjawab, "Jawab putri, terjadi keributan di aula utama, makanya kami membicarakan ini."


"Siapa yang membuat keributan? Apakah itu pihak istana utama?" Yi Changyin masih bertanya-tanya.

__ADS_1


Kemudian si berponi menjawab, "pintunya terkunci, sebelum itu ada Wen Junzhu yang..."


Kata-kata terhenti karena tiba-tiba Yi Changyin berlari tanpa aba-aba. Mereka semua terkejut dan segera menyusul Yi Changyin. Itu sangat cepat.


Setelah sampai di aula utama. Ada beberapa pengawal dan pelayan yang sedikit berkerumun. Begitu dia sampai kerumunan itu membelah.


Hanya tinggal dua orang saja yang sedang berusaha membuka pintu. Dan memang di dalam ada sedikit keributan.


Yi Changyin merasa khawatir. Bukan karena takut Xuan Chen akan berselingkuh atau Wen Yuexin yang menggoda Xuan Chen. Tapi dia selalu ingat tanda kelopak mawar di dahinya.


"Minggir semua!" Serunya yang membuat kedua pengawal yang berdiri di sana segera menyingkir.


Yi Changyin mengumpulkan energi spiritual dari tubuhnya. mengalir deras ke dalam genggaman tangan. Seketika auranya berubah, menciptakan angin kecil di sekitarnya. Dan semua pelayan tertegun.


Ketika energi spiritual dirasa sudah cukup. Yi Changyin melemparkannya ke arah pintu.


BRUAAKKK!!


Seketika pintu itu hancur beserta rak buku yang menghalanginya. Yi Changyin menyuruh semuanya untuk bubar sebelum akhirnya bergegas masuk.


Dan betapa terkejutnya ia saat melihat pemandangan di hadapannya. Dimana Wen Yuexin dan Xuan Chen saling mencekik satu sama lain. Dengan aura yang lain dan aneh.


Namun Yi Changyin tidak memperdulikan yang lainnya. Dia segera mendorong Wen Yuexin dengan tenaga dalam. Dan tampaknya Xuan Chen amat terkejut dengan kedatangan Yi Changyin.


"Beraninya kau Wen Yuexin!!" Teriaknya sembari menghempas Wen Yuexin jauh hingga punggungnya mencium tiang ruangan.


Xuan Chen yang berada di belakangnya tiba-tiba jatuh pingsan. Sementara Yi Changyin tengah memegangi perutnya yang besar. Ia sungguh kelelahan padahal hanya mengeluarkan sedikit energi. Serasa perutnya seperti akan jatuh menggelinding saja.


Namun ia berusaha bangkit sambil mengeluarkan pedang Bai Suyue. Menghampiri Wen Yuexin dan menghunuskan pedang itu tepat kedepan lehernya.


Wen Yuexin tertawa menggelegar. "Kau pikir aku takut dengan pedangmu itu?"


Yi Changyin awalnya tertegun. Namun sejurus kemudian dia tersenyum miring. Menyeka keringatnya, kemudian berkata, "sudah kuduga."


"Bagaimana kau bisa kembali?" Tanya Yi Changyin kemudian.


Wen Yuexin hanya mendengus. "Aku tidak pernah pergi. Dan.. kau tidak bisa membunuhku lagi tanpa Wu Yun."


"Aku bahkan bisa membunuhmu tanpa bantuan dia." Ujar Yi Changyin yakin dengan nada yang sinis.


Wen Yuexin tertawa lagi, sorot matanya berbeda. Bukan Wen Yuexin, melainkan orang lain. "Tapi tenang saja, aku sudah membantumu untuk menemukan Wu Yun."


Perkataannya kali ini membuat dia tertegun. Wu Yun sudah kembali? Mengapa? Siapa? Dimana?


Namun nyatanya Yi Changyin tersenyum miring. "Memangnya kenapa kalau dia kembali? Itu tidak masalah bagiku."


"Wu Yun memiliki darah iblis, Bai Suyue. Dia tidak akan memihak pada alam peri lagi. Sebaliknya, dia akan memihak padaku.. Dewa kegelapan." Katanya dengan bangga.


Yi Changyin mendengus. "Dimana aku bisa menemuinya?"


Benar, dia harus berdamai dengannya apapun yang terjadi. Namun perdamaian ini tak mungkin bisa berpengaruh pada kebenciannya sejak lama.


Namun sorot mata Wen Yuexin berpindah, menunjuk pada suatu tempat. Dan tempat itu sebagai jawaban akan keberadaan Wu Yun, yaitu di belakang Yi Changyin.


Dia berbalik perlahan, dan melihat apa yang berada di belakangnya. Namun sejurus kemudian hatinya merasa tertohok. Matanya tiba-tiba memerah, nafasnya berderu, jantungnya berdebar kencang.


Dia bergumam dengan suara yang tercekat. "Tidak mungkin.."


.......


.......

__ADS_1


.......


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗


__ADS_2