
Sesuai yang dijelaskan tetua Ling Zhao, danau itu di katakan paling berbahaya. Serangkaian kejadian manusia yang kehilangan jiwa nya, adalah di mulai dari masuk dari gua yang di sebutkan tadi. Walaupun menggunakan teknik meringankan badan, melayang di atas rumput, tidak akan mampu melawan daya tarik dari danau penghancur jiwa.
Katanya danau memiliki pemandangan indah dan menawan. Banyak pula manusia yang tertipu karena penampilannya. Karena itu ada banyak orang yang tertarik untuk berdiri di atas lubang danau. Yang berada di atas tanah gersang yang penuh dengan bau bangkai manusia akibat peperangan.
Saat manusia fana terjun ke bawah, dia akan mengalami gagal gantung sebelum memasuki danau. Atau jantung mereka berhenti secara tiba-tiba saking keras dan kuatnya tarikan di sana.
Setelah masuk, raga mereka akan menghilang diiringi dengan benang cahaya seperti meninggalnya makhluk abadi. Setelah itu jiwa mereka akan menjadi debu di dasar danau luas itu.
Daya tarik danau penghancur jiwa tentu saja tidak berpengaruh pada siluman yang tidak memiliki badan itu. Selain dia, Dewa Dewi tertinggi, Dewa Dewi pengurus alam dan Dewa Dewi yang berdiri di atas kaisar langit yang bisa menghindarinya. Apakah jiwa mereka akan turut hancur jika memasuki kolam? Tentu tidak.
Jiwa kuat tidak akan mungkin bisa dihancurkan semudah itu. Mereka hanya akan menjadi suatu pecahan benda yang berbeda-beda. Tergantung peringkat mereka di seluruh alam dunia ini, yang tentu saja di nilai oleh hukum alam sendiri. Bahkan tidak bisa di ganggu gugat oleh Dewi takdir kehidupan, yang hanya mengatur kehidupan kecil manusia fana.
Dari semua penjelasan, entah kenapa tetua Ling Zhao tidak menyebutkan dimana letak pasti danau itu. Walaupun mungkin masih bagian dari gunung Tianjin, tetap saja akan mempunyai satu nama tempat. Meskipun agak aneh kalau danau semacam itu berada di alam manusia fana.
Tapi banyak kata-kata yang tidak masuk ke dalam otaknya. Kata-kata itu terus berputar-putar seakan informasi lain di dalam otaknya menolak untuk saling di pertemukan. Seakan dia punya informasi tentang hal itu yang lebih tepat tapi tersembunyi dari ingatannya. Aneh! Atau cerita itu hanya bagian yang rumpang!
Tidak berlama-lama di tempat misterius ini, akhirnya tetua Ling Zhao memutuskan untuk pulang secepat mungkin. Biarkan masalah kebun mereka bereskan besok oleh para penjaga dan pelayan. Juga penanggung jawab akademi.
Semua orang hanya mengikuti. Termasuk Yi Changyin yang melangkah dengan ribuan rasa ragu yang bersemayam di benaknya.
Tapi saat memasuki aula, keadaannya juga sangat mengejutkan. Mereka semua menghela nafas frustasi melihat bagaimana hasil dari kekacauan yang dibuat siluman itu. Atap-atap penuh dengan retak-retak dan bolong. Halaman yang tak terkira lagi bentuknya, berantakan. Sangat susah untuk dideskripsikan.
Yi Changyin saat itu langsung berlutut di hadapan semua orang, membuat mereka terkejut dan mengerutkan kening, lalu berlomba-lomba untuk menarik kembali gadis itu supaya berdiri.
"Itu semua salahku!" Seru Yi Changyin. "Guru.. aku akan bertanggung jawab.." Lanjutnya dengan penuh suka rela. Bagaimanapun siluman itu mengincarnya. Andai saja dia langsung memancingnya ke tempat yang jauh, pasti akademi tidak akan kacau. Bodoh! Bodoh!
"Haiya, kami tidak menyalahkanmu!" Jawab Fu Jingyun sambil menarik Yi Changyin kembali berdiri.
"Anak bodoh! Coba kau pikirkan lagi siapa yang membuat kekacauan terlebih dahulu?" Tambahnya sambil menepuk-nepuk pundak Yi Changyin yang masih menunduk.
"Benar, kakak seperguruan. Ini bukan salahmu.." Sahut Li Qian, adik seperguruan perempuan ketujuh belas Yi Changyin. Yang di angguki setuju oleh semua orang.
"Sudahlah! Kembalilah untuk beristirahat. Kau baru saja pulang dari perjalanan jauh dan siluman itu sudah menyerangmu. Pergilah, temui kakakmu.." Ujar tetua Ling Zhao sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Tapi.."
"Heh!" Tetua Ling Zhao tidak mau bertele-tele lagi, dia mendorong Yi Changyin untuk pergi meninggalkan mereka. Lalu menarik Li Qian kedepan.
"Antarkan dia.."
"Baik.."
Yi Changyin masih sempat menoleh sebelum akhirnya pergi bersama Li Qian. Tetua Ling Zhao menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kepergian gadis itu.
"Han'er.." Panggil tetua Ling Zhao pada Yu Qinghan ketika semua orang sudah hampir bubar.
"Tetua?"
"Umumkan pada semua orang untuk melakukan kerja bakti esok hari. Jangan biarkan murid ketujuh dan kesembilan ikut serta. Biarkan mereka beristirahat terlebih dahulu."
"Baik, tetua."
.......
.......
.......
Keesokan harinya..
Sebuah bungkusan merah bersulam emas di letakkan di atas meja. Yi Xuemei terlihat kagum ketika adiknya itu menunjukkan sesuatu yang bahkan belum pernah dibuka sebelumnya.
__ADS_1
"Benarkah ini diberikan kakek bulan?!" Serunya dengan wajah yang kagum. "Dewa tertinggi yang paling tua itu?!" Serunya lagi kegirangan.
Yi Changyin terkekeh pelan lalu duduk di sampingnya. "Apakah kakak penasaran apa isinya?"
Yi Xuemei mengangguk cepat. "Ya! Cepat bukalah.. Aku sangat penasaran dengan apa yang kakek tua itu berikan padamu." Kemudian dia memberenggut, "dahulu aku sering mengunjungi alam langit atas, tapi kakek bulan tidak pernah sempat bercengkrama denganku.."
Ucapannya membuat Yi Changyin terkekeh lagi. "Tapi, sebelum itu.. aku ingin tahu mengapa asrama begitu sepi.." Ujar Yi Changyin sambil melihat-lihat sekitar yang sepi. Hanya ada bangunan besar bertingkat lalu tanaman-tanaman hias yang menari-nari karena hembusan angin di pagi hari. Dan pohon-pohon dengan daun kuning kemuning saling berguguran.
Ekspresi Yi Xuemei menjadi kaku. Dia tidak tahu harus menjawab apa untuk pertanyaan adiknya yang satu ini. Sangat sulit untuk di jawab. Karena mengingat suara itu di pagi buta tadi.
"Tetap jaga murid kesembilan di asrama. Jangan biarkan dia tahu kalau semua orang sedang kerja bakti. Tetua Ling Zhao sudah mempercayakan semua ini padamu. Ingatlah.. jaga dia dengan baik"
"Baik guru.."
"Kakak!" Suara Yi Changyin langsung menyengat di otaknya hingga membuat bahunya terangkat.
"Itu.. itu.."
"Itu apa?!" Sambar Yi Changyin cepat dengan tatapan yang menyelidik dan penuh kecurigaan. Membuat Yi Xuemei merasa sedikit merinding.
"Mungkin murid-murid perempuan sedang merasa bersemangat.." Jawab Yi Xuemei ambigu dan malah membuat Yi Changyin menatapnya semakin penuh kecurigaan.
"Adik.. bukankah kau ingin membuka..," jari Yi Xuemei menunjuk pada bungkusan merah bersulam emas itu. "Pemberian kakek bulan itu.." Lanjutnya dengan berbagai harapan dan doa di hatinya, agar Yi Changyin tidak memperdulikan suasana sepi di asrama perempuan ini.
Yi Changyin mengerjap-ngerjapkan matanya. "Benar juga. Kemarin malam aku belum sempat membukanya.."
Membuat Yi Xuemei bernafas lega.
"Tapi.. aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada kakak dan adik seperguruan perempuan kita.."
Yi Xuemei kembali menegang.
"Sudahlah! Aku tidak peduli!"
Tampak dua buah kotak kayu yang berbeda ukuran dan sebuah gulungan bambu. Yang lebih gelap berbetuk persegi panjang, sedangkan yang lebih muda berbentuk persegi. Membuat Yi Changyin dan Yi Xuemei saling melirik dan bertambah rasa penasarannya.
Pertama-tama dia mulai membuka kotak persegi panjang. Tampaklah ratusan benang merah yang diikat rapi menjadi satu. Sekilas aneh dan membuat Yi Changyin kebingungan.
"Itu adalah benang merah ajaib." Ujar Yi Xuemei tiba-tiba. Membuat dia mendongkak. Wajahnya menunjukkan kalau dia sedang mempertanyakan hal itu.
"Kau bisa mengubahnya menjadi benda apapun. Namun setiap benda akan berbeda-beda energi spiritual yang digunakan." Jelas Yi Xuemei. Kemudian jarinya menunjuk pada gulungan bambu di dekat kotak persegi. "Mungkin semua tata caranya ada di sini."
"Benarkah?" Tanya Yi Changyin senang.
"Aku tidak mungkin berbohong, kau coba saja nanti!"
Yi Changyin mengangguk cepat. "Baik! Baik! Tapi.. aku harus membuka kotak yang ini terlebih dahulu.." Ujar Yi Changyin sambil membuka kotak persegi itu.
Tampaklah sebuah biru tua yang berkilau. Permukaannya sangat halus tapi terdapat hiasan batu-batu kecil yang seperti menempel di dalamnya secara alami. Batu itu tersimpan rapat dalam lingkaran cincin berwarna emas mengkilap dengan mantra-mantra aneh mengelilinginya.
Kedua gadis itu berkerut heran, "apa ini?" Tanyanya secara bersamaan. Membuat mereka mendesah pasrah secara bersamaan lagi.
Namun tak mungkin misteri tidak dapat dipecahkan. Yi Changyin dapat melihat secarik kertas di alas kotak tersebut. Lalu meraih dan membacanya.
"Batu teleportasi?" Gumam Yi Changyin. Kemudian dia membaca mengikuti apa yang dituliskan di sana. "Nona Yi, kau hanya perlu menyebutkan tempat yang ingin kau datangi di depan batu itu. Dengan begitu.. kau dapat berpindah ke tempat lain tanpa harus mengeluarkan banyak energi spiritual."
"Oh? jadi itu batu teleportasi?" Sahut Yi Xuemei kagum.
"Sepertinya.."
"Itu benar batu teleportasi!" Seru Yi Xuemei heboh. "Adik, kau bisa pergi ke tempat manapun tanpa diketahui banyak orang. Itu akan.."
__ADS_1
"Baik, aku akan mencobanya."
"Hah? Apa?!" Yi Xuemei terkejut. "Kau akan pergi kemana?" Tambahnya bertanya dengan buru-buru.
Tapi Yi Changyin tidak memperdulikan kakaknya. Dia segera berteriak di depan batu itu dengan lantang, "BAWA AKU KE KAMAR XUAN CHEN!"
Yi Xuemei terbelalak mendengar. "Hah? Apa kau bilang?! Yi Changyin一?!"
Tapi sayangnya gadis itu sudah menghilang lebih dulu sebelum dua menghentikannya. Ke asrama laki-laki? Yang benar saja?!
.......
.......
.......
Kamar yang sepi, tenang dan tentram, tiba-tiba saja kedatangan seorang gadis tanpa di undang. Yi Changyin yang berwajah ceria saat itu celingak-celinguk mencari sosok yang dia cari. Tapi kamar dengan empat kasur terpisah di setiap sisi ini sangatlah kosong.
"Xuan Chen!!" Teriaknya memanggil.
Suara itu sampai pada telinga Xuan Chen yang sedang berendam damai di atas bak mandinya dengan air hangat. Sambil memejamkan mata, tapi terbuka secara paksa setelah mendengar suara yang begitu familiar itu.
'Yi Changyin?' Pikirnya waspada. Bagaimanapun sekarang dia dalam keadaan telanjang. Walaupun sebagian tubuhnya terendam air hangat dengan asap yang mengepul.
Semoga panggilan itu hanyalah angan-angannya saja. Pemikiran itu membuat dia tenang kembali sambil menikmati kehangatan air yang pas dan menyegarkan.
"Xuan Chen!!"
Tidak! Ini bukan mimpi! Bahkan suara itu semakin keras di dengarnya. Ruangan bak mandi ini sangatlah sempit, semua yang berada di luar sana akan terdengar begitu jelas. Dan bisa di prediksi kalau Yi Changyin sekarang sedang berada di ambang pintu kamar mandi.
Benar saja, tak lama kemudian badan mungil itu meloncat menembus masuk ke balik tirai. Xuan Chen sontak terkejut setengah mati. Sedangkan Yi Changyin menatap langsung pemandangan di hadapannya, hingga pipinya berubah menjadi kepiting rebus. Dia pun segera berbalik membelakanginya. Jarak di antara keduanya begitu dekat. Karena jarak antara bak mandi dan tirai hanya sekitar satu langkah saja.
"Xuan Chen.. maaf. Aku tidak tahu kalau kau sedang berendam di sani.." Ujar Yi Changyin masih dengan wajah yang memerah. Nafas berburu dan jantung berdebar kencang.
Xuan Chen hanya tertawa sumbang. "Tidak apa. Kau tidak tahu kalau aku ada di sini.."
Hening mengiringi keadaan yang canggung ini.
Namun tak lama, Xuan Chen kembali berbicara. "Kau tunggulah di depan. Aku akan segera selesai. "
Yi Changyin yang masih menetralkan jantungnya segera tersadar. Dia buru-buru mengangguk. "Baik, baik!"
Namun baru satu langkah, kaki Yi Changyin menginjak genangan air yang entah ada sejak kapan. Dia terpeleset dan terjungkal kebelakang. Bokongnya sempat tergores bibir bak mandi hingga dia berteriak,
"Ahhhh!!"
Dan berakhir masuk ke dalam bak mandi yang untungnya agak lebar itu. Membuat air disana beterbangan seiring dengan masuknya benda besar tanpa diduga. Namun na'as, dia jatuh ke dalam pangkuan pria yang sedang menikmati rendaman paginya.
Xuan Chen terkejut bukan main saat tubuh mungil itu mendarat tepat di pangkuannya. Lebih tepatnya di atas sesuatu yang begitu sensitif. Membuat jantungnya bak arena pacuan kuda yang sedang berlomba. Bergemuruh tak karuan.
Namun sedetik kemudian, pandangan mereka telah beradu padu. Melupakan kecanggungan. Melupakan rasa sakit di bokongnya karena tergores bibir bak mandi.
.......
.......
.......
Apasih yang bakal terjadi selanjutnya?😂🙈
Jangan negatif thinking dulu ya we
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉