The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya


__ADS_3

Keesokan harinya...


Xuan Chen terus-menerus memegangi lehernya yang pegal ketika berada di dalam kereta kuda terbang bernuansa putih dan biru, resmi milik istana alam peri.


Yi Changyin yang berada di sampingnya sudah mengenakan setelan resmi Ratu alam peri, mengerutkan kening sambil menatapnya heran.


Namun sejurus kemudian dia tertawa tanpa suara dan memalingkan wajahnya, 'suruh siapa menggoda seorang Ratu!' Pikirnya.


Tak lama kemudian kereta mereka sampai di gerbang akademi. Ini gerbang yang sama saat keduanya pergi bersama tetua Ling Zhao. Namun mungkin ada sedikit bangunan yang diperbaiki dan dihias.


Sosoknya sangat mengundang perhatian. Keduanya berjalan bak pasangan Dewa Dewi abadi yang indah. Masing-masing mengenakan pakaian putih dengan perhiasan rambut senada.


Yi Changyin yang cantik dan Xuan Chen yang tampan, sangat sempurna. Ditambah aura alam peri mereka sangat mendominasi namun tidak menyakiti. Membuat beberapa Dewa Dewi di sana datang memberi hormat.


Setelah mencapai aula utama, mereka duduk berdampingan di kursi yang telah di sediakan. Berada di tempat strategis dan dekat dengan tempat Kaisar dan Permaisuri langit.


Mereka berdua hanya sibuk mengobrol sambil sesekali bercanda. Lalu di sela dengan para dewa yang meminta bersulang.


Yang mereka bicarakan juga sangat penting. Mulai dari Yi Changyin yang jujur kalau dia telah menyentil salah satu penjaga neraka untuk selalu menusuk Wen Yuexin dengan gigi paus terbang. Kalau tidak, dia akan kabur dengan kekuatan Dewa kegelapannya.


Kemudian mereka sempat bertemu dengan kakek bulan. Berbincang sebentar penuh kehangatan dan pria itu kembali ke kursi semula, yaitu berada di samping kursi Yi Changyin dan Xuan Chen. Tapi tidak ada tetua Ling Zhao di sana, padahal Yi Changyin sangat mengharapkannya.


Kemudian satu sosok lagi yang dia kenal, yaitu ayah Yi Wang dan Feng Chao. Mereka sempat canggung saat bertemu, namun tak lama kemudian, mereka saling beramah tamah. Bagaimanapun ikatan keluarga masih terhubung erat.


Feng Chao pun kini tidak lagi bersikap dingin atau galak pada Yi Changyin. Tidak ada gunanya lagi untuk bertengkar. Lagi pula Feng Chao menyadari kalau kebenciannya pada Qin Ruyi memang tanpa alasan.


Di sisi lain Feng Chao takut kalau Yi Changyin akan berbuat lebih padanya. Misalnya menghancurkan derajatnya. Jadi, lebih baik dia cari aman.


Tak lama setelah itu, semua orang sudah terduduk rapi. Kaisar dan Permaisuri langit sudah tiba dan duduk di tempatnya. Begitupula dengan pangeran mahkota dan putranya.


Namun pandangan Yi Changyin tertuju pada sosok pria kecil yang duduk di tengah-tengah Kaisar dan Permaisuri langit. Laki-laki kecil itu tampak tenang dan dingin, memakai pakaian serba merah penuh bordiran emas. Rambutnya tergerai sampai punggung, sebagian diikat oleh pengikat kepala emas.


Merasa penasaran, Yi Changyin segera bertanya pada kakek bulan. Badannya sedikit condong ke samping, "kakek bulan, siapa itu?"


Xuan Chen yang mendengar pertanyaannya itu ikut-ikutan mencondongkan kepalanya. Sepertinya pria itu juga turut penasaran.


Tanpa pelit, kakek bulan menjawab, "Dia adalah pangeran termuda alam langit, Yun Fulei, pewaris tahta Raja neraka. Putra dari Permaisuri Langit."


"Tapi... Kenapa aku tak pernah mendengarnya?" Tanya Yi Changyin lagi heran. Dia tak pernah mendengar tentang pangeran ini sebelumnya.


Kakek bulan tampak termenung sesaat. Kemudian menjawab, "ada masalah saat Permaisuri langit melahirkannya. Hingga membuat pangeran kecil itu harus tertidur selama ribuan tahun."


Ternyata itu yang terjadi. Tapi ini tidak terlalu penting bagi Yi Changyin. Dia hanya mengangguk-angguk paham dan mengucapkan terima kasih.


Dan betapa terkejutnya ia saat hendak kembali ke tempat semua. Wajah besar Xuan Chen mengejutkannya ketika berbalik. Sontak membuat dia mundur kembali, Xuan Chen hanya terkikik tidak memindahkan posisinya. Jelas pemandangan itu terekspos oleh semua orang yang berada di dalam ruangan.

__ADS_1


Kesal dan malu, Yi Changyin kini berwajah merah sampai telinga. Dia memukul lengan Xuan Chen dengan energi spiritual yang kuat, pria itu kesakitan dan terpaksa segera kembali ke tempatnya.


Yi Changyin hanya mendengus dan memperbaiki duduk. Pria itu sungguh tidak malu! Bahkan rona merah Yi Changyin belum pudar hingga saat ini.


Xuan Chen masih menggosok-gosok tangannya yang sakit, ketika rombongan pengantin sudah tiba di pintu. Ditandai dengan pemandu pernikahan yang berteriak. Fokus semua orang menuju pintu.


Sepasang pengantin dengan pakaian senada putih masuk beriringan dengan tangan yang saling bertaut. Bunga-bunga merah muda menghujani mereka dari langit-langit ruangan.


Pakaian yang menjuntai indah menyapu bunga-bunga yang berserakan di lantai. Dan wajah seri keduanya yang membawakan suasana ceria.


Yi Changyin dan Xuan Chen hanya menatap mereka datar, tidak terbawa suasana. Tidak ada yang istimewa, mereka sering menyaksikan puluhan kali pernikahan dengan konsep beragam. Apalagi pernikahan kali ini terdapat sesuatu yang mengerikan telah disembunyikan.


Tiba-tiba saja Yi Changyin merasakan sesuatu janggal. Matanya bergerak cepat ke atas. Dan saat itu pula sebuah benda melesat cepat melewati kedua mempelai sampai tertegun. Benda itu berakhir menancap pada dada Xuan Chen.


Yi Changyin bahkan tidak sempat melihat pergerakan cepat itu, dia berteriak. Ketika Xuan Chen berwajah kesakitan dan memegangi dada kirinya yang berdarah. Semua orang terbelalak, termasuk Kaisar dan Permaisuri langit.


"Beraninya ada penyeragan di istana langit!!" Seru Kaisar langit terlihat marah. "Prajurit!! Cepat cari pelaku!"


"Baik!"


Kaisar langit tak bisa diam saja jika ini terjadi. Yang diserang adalah tamu penting alam peri. Jika sampai Xuan Chen kenapa-napa, takutnya sang Ratu akan mengamuk.


Tanpa basa basi lagi, Yi Changyin memeriksa tubuh Xuan Chen dengan energi spiritualnya. Semua orang hanya diam menyaksikan, keadaan semakin merapat ke arahnya. Sementara itu Gaoqing Dijun dan Wei Qiao—Qiao Jirong, hanya diam-diam tersenyum miring. (Mulai sekarang kita sebut Qiao Jirong sebagai Wei Qiao lagi ya guys)


Saat itu Kaisar langit bertanya, "Ratu peri yang terhormat, apa yang...."


"Cepat keluarkan benda itu dari tubuhmu!" Teriaknya panik memotong pembicaraan Kaisar langit tanpa sadar, sambil sedikit-sedikit memundurkan langkahnya.


Xuan Chen mengerutkan kening. "Apa?" Dia sungguh bingung dengan apa yang diperintahkan Yi Changyin.


"Cepat ke...!"


Namun teriakan Yi Changyin yang kedua kalinya berhenti. Gadis itu tiba-tiba berkeringat dingin, semua orang heran. Namun rasa heran itu pudar setelah mengetahui apa yang terjadi pada Xuan Chen.


Sebuah aura besar menekan keluar dari tubuhnya, suram dan mengerikan, menciptakan hembusan angin besar di sekitarnya. Semua orang mundur beberapa langkah, menjauh. Hanya Yi Changyin yang tetap mematung di tempat.


Perlahan cahaya-cahaya kehitaman mengelilingi tubuhnya. Xuan Chen dapat melihat hal itu. Dan rasa sakitnya hilang tak bersisa.


Xuan Chen awalnya bingung dengan apa yang terjadi pada tubuhnya. Namun setelah merasakan aura itu semakin kental, dia sendiri mulai bernafas tak karuan. Matanya melebar saat melihat mata Yi Changyin yang memerah.


Dia ingin meraih Yi Changyin, memeluknya dan meminta maaf. Teringat janjinya yang akan dia ingkari. Namun terlambat, tiba-tiba cahaya hitam semakin menyelubunginya dengan cepat, diiringi dengan keluarnya seekor burung yang aneh terbang ke angkasa sambil memekik kencang.


Walaupun aneh, tapi itu adalah Phoenix. Masih berwarna merah, namun begitu banyak aura iblis berwarna hitam yang menempel di sana. Dalam bulu-bulu Phoenix itu masih terselip-selip bulu elang putih. Penampilannya sangat berantakan, sekaligus mengerikan.


Dia menari-nari di atas langit, semua orang tertegun sambil melihat ke atas. Gaoqing Dijun dan Wei Qiao tersenyum puas. Sementara Yi Changyin memegangi dadanya yang terasa sesak.

__ADS_1


Bola-bola racun itu kembali menghitam perlahan. Kebenciannya pada Wu Yun sangat murni. Namun Wu Yun itu adalah Xuan Chen.


Bisa saja Yi Changyin untuk melepaskan kebencian itu dan menumbuhkan kembali akar-akar cinta yang dalam. Namun tidak ada yang bisa mengalahkan bola racun yang sekiranya buatan Dewa kegelapan itu.


Jika separuh masih berwarna bening, maka itu bisa diselamatkan dengan kehangatan. Tapi tidak jika seluruh permukaan bola racun menghitam. Kehangatan hanya bisa membunuhnya. Seperti itulah prediksi para ketua alam peri termasuk dirinya tentang racun ini.


Selain itu, tidak tahu yang lainnya. Termasuk bagaimana racun itu bisa berada di tubuh Bai Suyue dahulu. Bahkan sampai mati dan berganti jiwa.


Phoenix iblis itu kembali ke tubuh Xuan Chen, menimbulkan angin yang lebih besar lagi. Bola-bola racun sudah menyisakan sedikit yang berwarna bening.


Angin perlahan kembali tenang, aura yang menyelubungi Xuan Chen memudar. Namun, tidak ada lagi Xuan Chen yang berpakaian serba putih beraura tenang. Pakaiannya berubah hitam, rambutnya tergerai panjang dengan ikat rambut emas tinggi ber-ornamen unik.


Xuan Chen telah berubah menjadi Wu Yun sepenuhnya. Telapak tangannya bergetar dan belum bisa menerima hal ini. Semua orang hanya bisa mematung melihat pemandangan mengejutkan ini. Auranya sangat suram.


Bola racun dalam hati Yi Changyin sepenuhnya menghitam. Membuat aura hitam yang tidak kentara keluar di sebagian dadanya. Itu terasa sakit dan menusuk-nusuk, sampai memuntahkan seteguk darah. Yi Changyin menekuk sebelah lututnya sambil memegangi dada.


Xuan Chen yang melihat hal itu segera menghampiri, membantunya berdiri. Saat itu Gaoqing Dijun berwajah terkejut, dia tak menyangka sosok 'Wu Yun' akan seperti ini.


Wei Qiao hanya mengepalkan tangannya, hatinya ingin mengumpat Gaoqing Dijun. Karena sebelumnya, pria itu terus membual tentang permusuhan Wu Yun dan Bai Suyue. Dia harus merencanakan yang baru!


Ketika Yi Changyin berdiri, dia melemparkan tangan Xuan Chen hingga membuat pria itu mundur beberapa langkah. Xuan Chen terkejut, tapi dia mengerti.


Mereka hanya saling bersitatap dalam waktu lama. Bukan penuh cinta seperti biasanya, tatapan mereka berdua sungguh berbeda. Jika Xuan Chen menatapnya nanar, maka Yi Changyin menatapnya tajam.


Tak lama kemudian Xuan Chen bersuara, "dengar... Kumohon, jangan anggap aku Wu Yun lagi."


Jelas semua orang terkejut mendengar hal itu. Hari ini mereka menyaksikan sesuatu yang tersembunyi dengan mata kepala sendiri.


Bukankah yang dirumorkan Wu Yun itu adalah sosok kuat, sombong dan bengis? Tapi hari ini dia justru ingin melupakan identitas asalnya demi diakui oleh Yi Changyin, yang dikenal sebagai musuhnya.


"Anggap aku sebagai Xuan Chen milikmu, aku akan..."


"Itu sama sekali tidak berguna." Sela Yi Changyin datar sambil menyusut sungai darah di bibirnya.


Sejurus kemudian dia terkejut ketika Xuan Chen tiba-tiba memeluknya erat. Detik berikutnya dia tertegun, tidak tahu harus bagaimana. Posisi ini adalah yang paling disukainya, rasa nyaman membuat dia sedikit betah.


Namun bola racun itu tak tinggal diam ketika menemukan kehangatan. Aura hitam menguar disekitar dadanya, kemudian menghilang. Setelah itu rasa sakit kembali muncul, Yi Changyin memberontak karena mulai merasakan ketidak nyamanan.


.......


.......


.......


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗

__ADS_1


__ADS_2