
Qi Xiangma kini tersadar sesuatu. Perkataan Bai Suyue tadi memanglah benar. Nafasnya memburu dan jantung yang memompa kencang. Namun kala itu ia bahkan masih bisa tertawa menggelegar.
"Kau tidak bisa menyentuhku! Sekuat apapun dirimu!" Teriaknya dengan yakin. Dia masih tertawa bahkan ketika Bai Suyue berbicara.
Namun membuat gadis itu mendengus dan melemparkan tatapan mengejek padanya. "Mungkin sekarang aku tidak bisa menyentuhmu. Tapi.. jangan harap ketika aku sudah membuka pengadilan langit untuk semua orang.."
Membuat tawanya berhenti, wajahnya menjadi pucat setelah mendengarnya. Siapa yang tidak tahu pengadilan langit? Pengadilan ter-adil di dunia melebihi keputusan kaisar langit yang kadang-kadang sulit dimengerti.
Membuka pintu pengadilan langit jelas harus menggunakan kunci suci yang di simpan di gudang harta alam langit. Dan kunci gudang harta itu sendiri bukan kaisar atau permaisuri langit yang memegangnya.
Tapi langit itu sendiri.
Seseorang diizinkan masuk jika membutuhkan suatu harta yang paling berharga, dengan alasan yang jelas tanpa terdeteksi kebohongan disana. Dan hanya orang yang berbicara itu yang dapat memasukinya.
Setelah itu hanya seseorang yang berbicara itulah yang dapat membuka pintu pengadilan langit. Yang di dalamnya sudah ada sepuluh Dewa Dewi pengadilan yang menunggu masalah dan memutuskan. Semua masalah bisa tuntas di sana hanya dalam sekejap.
Dan hukuman berlaku adil bagi yang bersalah.
Tidak ada yang bisa berbohong disini.
Menakjubkan!
Sayang sekali pengadilan ini jarang di buka dengan alasan-alasan tertentu yang tidak bisa di ketahui sebagian orang. Namun ada rumor yang menyebutkan kalau aura dari ruangan itu berbau alam peri. Dan karena alam peri pernah mempunyai dendam pada alam langit jutaan tahun lalu, pengadilan itu di tutup untuk umum. Tapi itu hanya rumor belaka yang di kembangkan turun-temurun, dari mulut ke mulut.
Dan masalah ini ada sangkutannya dengan Gaoqing Dijun yang ingin membunuh Bai Suyue hanya karena tidak ingin sesuatu terjadi di masa depan. Bahkan keputusan konyol itu di tertawakan oleh Bai Suyue sendiri yang menjadi targetnya.
Bagaimana kalau akhirnya Bai Suyue dan Wu Yun berdamai? Bukankah rencana Gaoqing Dijun akan sia-sia?
Mungkin jika masalah ini di hadapkan pada pengadilan langit, Gaoqing Dijun beserta bawahan-bawahanya tidak akan ada yang bisa lolos.
Kini Qi Xiangma tidak bisa berkata-kata lagi. Dia hanya terdiam seperti orang yang sedang melangkah menuju fase kehilangan kewarasan. Atau lebih tepatnya menjadi gila.
Tapi Bai Suyue tidak memperdulikannya lagi, dia kembali menoleh ke arah Wei Qiao yang sedari tadi menyimak dan membuat gadis itu terkejut setengah mati. Padahal hanya menoleh..
Tiba-tiba gadis itu berwajah memelas padanya. Sambil merengek dan terus bersujud, "ampuni aku, Ratu alam peri.. ampuni aku.."
Namun di sambut tawa oleh Yi Changyin, karena jiwa Bai Suyue sudah tertidur sejak dia mengakhiri pembicaraannya dengan Qi Xiangma.
"Wow! Sangat menyenangkan sekali kau bersujud padaku. Ayo lanjutkan.. aku sangat menyukainya.."
Dan mendengar suara itu Wei Qiao kini menyadari kalau Yi Changyin telah kembali terbangun setelah raganya terpakai oleh sosok mendominasi itu. Ia terbelalak sekaligus malu karena telah bersujud pada seseorang yang membencinya. Memalukan!
"Sialan Yi Changyin!! Beraninya kau menjebakku seperti ini!!!" Teriaknya tidak terima. Dia sungguh menggila karena menahan malu.
Namun tiba-tiba sosok hitam menyerang Yi Changyin dengan cepat dari samping. Untung saja gadis itu tepat waktu menghindar. Dan makhluk itu jelas membuat Yi Changyin terkejut dan membuat Wei Qiao menyunggingkan senyuman tipis.
Dia adalah siluman bayangan hitam dengan mata yang merah menyala itu!
Lantas Feng'er dan Heilong bergerak mengubah wujudnya masing-masing. Kemudian membentuk tameng untuk melindungi Yi Changyin. Jelas, aura mereka berdua mampu membuat siluman itu kesulitan untuk bertahan dan mencoba melawannya dengan kekuatan yang ada.
"Nona, tuan sudah sadar!!" Teriakan Xiaobai membuat fokus siluman itu terbuyarkan. Sedangkan Xiaobai sendiri terkejut dengan pemandangan di depannya.
Namun kentara oleh Yi Changyin kalau siluman bayangan itu terus menatap Xiaobai tanpa henti. Bahkan matanya tidak semenyeramkan tadi. Dan lebih condong ke dalam fase menyedihkan.
"Berhenti.." Titah Yi Changyin yang langsung dituruti oleh keduanya. Mereka berdua kembali ke dalam wujud manusianya.
Perlahan Yi Changyin menghampiri siluman bayangan itu tanpa rasa takut. Dan bersamaan dengan itu Xuan Chen tiba-tiba datang di udara kosong.
__ADS_1
"Yin'er, berhenti!!"
Namun Yi Changyin tak mendengarkannya. Dia justru memberikan suatu pertanyaan pada siluman bayangan itu, "apakah kau memiliki masalah? Aku memiliki jiwa Bai Suyue. Jika tidak melampaui batas kemampuanku, aku berjanji akan menyelesaikannya untukmu.."
Di sisi lain Xuan Chen berlari ke arahnya namun terhenti demi melihat cahaya putih yang keluar dari sela-sela bayangan hitam itu. Dia tertegun, semua orang tertegun.
"Tidak!! Jangan!!" Dan saat itu Wei Qiao berteriak tidak setuju.
Namun apa yang di harapkan dari siluman itu dari Wei Qiao? Hanya penderitaan.. sedangkan yang di harapkan siluman itu adakah kebebasan dan kebahagiaan.
Tubuh hitam itu sudah berubah bentuk menjadi seorang gadis tembus pandang namun terlihat jelas bagaimana tubuh dan wajahnya. Membuat Xiaobai semakin terbelalak melihatnya.
"Kakak!!" Teriakan itu jelas membuat semua orang tambah tertegun.
Selagi Xiaobai berlari ke arah wanita cantik namun tembus pandang itu dengan perasaan haru dan bahagia. Hanya saja saat sampai ia tidak bisa memeluknya, wanita itu hanya sekedar jiwa.
"Sudah kuduga dari awal." Ujar Yi Changyin. "Tanda bunga prem yang kau maksud saat itu adalah simbol khusus keluarga Wei."
"Nona.. apakah kau tahu cara memulihkan kakakku?" Xiaobai tampak merengek sambil berusaha meraih bayangan yang hanya sekedar jiwa itu.
"Aku pernah membaca di buku. Seseorang yang memanfaatkan ilmu terlarang akan mendapatkan hukuman berat walaupun tidak melalui pengadilan langit." Tambahnya sambil menoleh ke arah Wei Qiao.
Dan gadis itu semakin ketakutan dibuatnya.
"Dan keluarga Wei telah memburu binatang roh untuk di ambil kecantikannya. Benar bukan? Dan Wei Qiao.. biar ku tebak.. sebenarnya kau adalah gadis yang buruk rupa."
"Tidak!!!" Gadis itu berteriak tidak setuju dan hampir menangis. Semakin menandakan kalau apa yang di katakan Yi Changyin adakah kebenaran.
"Ayahmu tidak tega akan hal itu dan memburu binatang roh betina yang cantik dan sudah berkultivasi menjadi manusia. Dan saat itu ayahmu menargetkan kakak dari Xiaobai yang paling cantik di antara yang lainnya." Tambah Yi Changyin.
"Itu tidak mungkin!! Kau jangan membual, jal*ng!!"
Satu tamparan mampu membuatnya terpental jauh menabrak salah satu batang pohon bambu hingga runtuh. Semua orang terbelalak demi melihat Xuan Chen yang menampar gadis itu dengan tangan yang penuh dengan energi spiritual.
Ya, dia sangat marah saat gadisnya di panggil jal*ng oleh seorang jal*ng.
Yi Changyin menarik senyumannya. "Feng'er, Heilong.. pegangi dia. Aku akan kembali mengembalikan yang seharusnya bukan miliknya."
"Baik!" Mereka berdua mengangguk sambil bergegas menghampiri Wei Qiao yang sedang tergeletak dengan pipi yang merah membengkak.
Bersamaan dengan itu Xiaobai menekuk lututnya di bawah kaki Yi Changyin, membuat gadis itu terbelalak. "Xiaobai! Hentikan.."
"Tidak! Aku harus berterima kasih padamu, harus!! Nona.. aku bersedia mengikutimu sampai akhir khayatku. Melakukan apapun yang kau inginkan sebagai balas budi karena bersedia mengembalikan kakakku."
Yi Changyin tersenyum yang diiringi dengan suara teriakan menolak dari Wei Qiao ketika di ringkus oleh Feng'er dan Heilong.
"Itu keputusanmu. Tapi aku tidak akan pernah memaksa jika kau ingin pergi.." Tuturnya dengan lembut.
"Baik, nona!"
Setelah itu Yi Changyin menghampiri Wei Qiao yang sedang memberontak di bawah cengkraman Feng'er dan Heilong. Kedua binatang ilahi itu sedikit kewalahan.
"Nona, berdiri tepat di sini.." Ujar Yi Changyin sambil menunjukan tempat pada gadis tembus pandang itu, yang langsung diikuti olehnya.
Saat itu Xuan Chen segera menghampirinya, mencengkram lengan atasnya. "Kau yakin? Tidak butuh bantuan?" Tanya pria itu cemas.
Yi Changyin menepuk-nepuk tangannya sambil tersenyum. Kemudian ia mengangguk-angguk yang membuat Xuan Chen rela melepaskan tangannya.
__ADS_1
Kemudian gadis itu membentuk formasi kecil di tangannya. Hingga mengumpulkan sebagian besar energi spiritual yang kini sudah berubah menjadi gumpalan putih. Sementara itu Wei Qiao semakin mengencangkan teriakannya.
"Tidak!! Tidak!! Aaaaa!!!"
Dia memekik ketika energi spiritual berwarna putih itu menembus wajahnya secara paksa. Tak beberapa lama, teriakannya menghilang. Namun ia masih dalam keadaan sadar.
Sebuah cahaya-cahaya putih kecil yang lebih mirip dengan kunang-kunang perlahan keluar dari wajah Wei Qiao yang masih di terpa energi spiritual itu. Cahaya-cahaya putih mengambang menuju sosok gadis tembus pandang itu.
Dan perlahan-lahan tubuhnya terbentuk seiring dengan berakhirnya cahaya-cahaya putih yang mirip kunang-kunang itu mengalir. Saat itu juga Yi Changyin menghentikan aksinya dan memuntahkan seteguk darah.
"Yin'er!" Xuan Chen segera menarik gadisnya ke dalam pelukan.
"Aku baik-baik saja.." Ucap Yi Changyin dengan. suara yang tertahan.
"Aku akan merawatmu setelah ini.."
Yi Changyin hanya mengangguk lemah.
Saat itu Wei Qiao menangis tersedu-sedu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia sungguh malu jika menunjukkan wajah aslinya yang sepertinya sangat buruk. Terutama di sini ada pujaan hati yang menonton.
Sementara itu Xiaobai memeluk kakaknya melepas kerinduan yang mereka pendam selama bertahun-tahun ini. Mereka yang melihatnya hanya tersenyum simpul, tak ada yang menganggu mereka.
"Feng'er.. Heilong.. cepat kirim dia ke hutan." Titah Yi Changyin.
"Baik, nona!"
"Hutan?" Gumam Xuan Chen heran.
Yi Changyin tersenyum. "Biar ku jelaskan nanti.."
"Aaaaa!!! Yi Changyin!! Awas saja kau!!"
Begitu menoleh, Yi Changyin dan Xuan Chen sedikit terkejut dengan kondisi wajah Wei Qiao yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Kulit hitam tak merata, bintik-bintik coklat dan bentuk wajah yang tidak simetris. Walaupun masih mirip seperti tadi, tetap saja ini... Akh sudahlah!
"Yi Changyin!! Aku akan membunuhmu!! Awas一"
Suaranya terhenti diiringi dengan menghilangnya dia bersama kedua makhluk ilahi itu di udara kosong.
Detik berikutnya semua orang beralih menatap Qi Xiangma yang masih terdiam di tempat. Gadis itu sontak mematung karena terkejut sekaligus ketakutan.
"Yin'er, sebaiknya kita merawat tubuhmu dulu di ruang dimensi spiritual yaa?" Pinta Xuan Chen sama sekali tidak memaksa.
"Tidak! Aku sedang menunggu satu orang lagi!"
Kening Xuan Chen mengkerut, "siapa? Apakah Qi Zhongma?"
Yi Changyin menggeleng cepat. Kemudian ia menjawab dengan lantang, "Gaoqing Dijun!"
Yang sontak membuat semua orang berseru kaget, "APA?!"
.......
.......
.......
Yok yang belum jangan lupa mampir ke novel ketiga author 'Beautiful In The storm'
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉