The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CXIV - Sialan!


__ADS_3

Xuan Chen membuka matanya perlahan. Kepalanya terasa pening, sesuatu seperti jarum sedang menusuk-nusuknya. Ia hanya ingat terakhir kali asap racun telah membuatnya pingsan.


Namun saat menoleh kesamping, betapa terkejutnya ia saat mendapati wanita yang terbaring satu selimut dengannya, tidak memakan pakaian atas.


Lebih parahnya lagi, wanita itu adalah Wen Yuexin. Dia menghela nafas kesal, darahnya mendidih. Jadi, asap beracun itu adalah rencananya?!


Sialan.. sialan..


Dia terus mengutuk sambil merapikan pakaiannya sendiri. Darahnya masih mendidih, terutama saat melihat wajah kelelahan Wen Yuexin.


Tidak mungkin gadis itu menggunakan obat penguat, untuk membuat semua orang pingsan. Pasti ada sesuatu tersembunyi.


Dia masih berfikir tentang apa yang harus di lakukan selanjutnya, namun tiba-tiba pintu terbanting keras. Di susul dengan masuknya Xuan Ye beserta antek-anteknya. Juga Xueqi yang menangis di sampingnya.


Xuan Chen terkejut bukan main. Dia bahkan belum menyelesaikan keterkejutannya ketika Xuan Ye melemparkan Xuan Chen dari atas kasur sambil punggungnya mencium tembok.


Itu sangat tiba-tiba, Xuan Chen belum sempat melawan. Bahkan Xuan Ye sudah mendaratkan satu pukulan lagi hingga sudut bibirnya sobek dan berdarah.


Untuk yang ketiga kalinya, Xuan Chen menahannya dengan energi spiritual. Menatap Xuan Ye dengan tajam, pria itu selalu mengambil tindakan sebelum tahu apa yang terjadi.


"Pangeran mahkota! Pangeran Zhaoyang, hentikan itu!" Tiba-tiba Wen Yuexin terbangun menghentikan pertarungan mereka berdua.


Gadis itu berusaha bangkit sambil memegangi selimutnya demi menghalangi **** *****. Sialan wanita itu!


"Bagaimana kau bisa berada di kamarku?!" Xuan Chen bertanya sambil berteriak dan melemparkan tangan Xuan Ye. Sungguh tak habis pikir apa yang di lakukan Wen Yuexin. Wanita itu sangat gila.


"Bukankah kau..."


Penjelasan Wen Yuexin berhenti di udara ketika Xuan Chen kembali menyela. "Kau akan bilang aku bermalam bersamamu?! Jangan bermimpi!" Elaknya menggebu-gebu.


Persis Wu Yun, itu yang ada di pikiran Wen Yuexin.


"Dan siapa juga yang ingin bersama iblis sepertimu!!"


Buk!! Satu pukulan dari Xuan Ye kembali mendarat di pipi Xuan Chen.


"Beraninya kau mengatai dia iblis!! Kau bahkan tidak mengakui telah menikmatinya semalam!"


Xuan Chen mendengus sambil menyusut darah di ujung bibirnya. "Dalam hidupku, aku hanya pernah berhubungan dengan satu wanita saja." Kemudian Xuan Chen menyiapkan tangannya untuk kembali memukul Xuan Ye.


Ya, mereka tidak sedang bermain ilmu spiritual.


"Tidak seperti dirimu yang tidak pernah cukup satu wanita!!"


BUK!


Kini giliran Xuan Ye yang mendapat pukulan indah.


"Sialan Xuan Chen!!" Teriak Xuan Ye penuh emosi. Dia kesal melihat apa yang terjadi dengan wanita pujaannya.


Ketika Xuan Ye akan memukul lagi, teriakan seseorang dari ambang pintu menghentikannya.


"Berhenti!!" Semua orang terkejut, begitu melihat sosok selir agung Han berada di sana.


.......


.......


.......


"Ayah... aku tidak melakukannya. Aku jatuh pingsan setelah asap beracun memenuhi kediaman. Setelah kembali bangun, aku lupa apa yang terjadi." Xuan Chen berusaha menjelaskan di ruang kerja kaisar.


Yang hanya ada dia dan Wen Yuexin yang sama-sama bertekuk lutut. Kaisar, Permaisuri, Selir agung dan selir Yang.


"Bisa saja asap itu adalah obat penguat yang kau pakai, bukan?" Permaisuri mengangkat sebelah alisnya.


"Aku bukan orang bodoh yang melakukan hal seperti itu. Lagipula jika aku ingin memuaskan nafsu tinggal cari saja Yi Changyin tak perlu repot-repot menjebak dia." Mode Wu Yun telah kembali. Pria yang menjengkelkan di mata Bai Suyue itu memang tak kenal tempat.

__ADS_1


"Juga, untuk apa aku membuat obat penguat menggunakan asap, menyebarkannya ke seluruh kediaman? Bukankah jika seperti itu semua orang di kediaman akan melakukan hubungan?"


"Dan keempat bawahanku tidak merasakan adanya obat penguat, mereka pingsan dan bangun ketika pagi hari. Selain itu tidak ada tanda-tanda pemer kosa an pada yang lainnya."


Jiang Jinwei akan bersuara, namun tiba-tiba Xuan Chen kembali mendahuluinya.


"Coba pikir, aku ini seorang pria. Jika ingin melakukan sesuatu tak perlu repot-repot dengan obat penguat kan?"


"Beraninya kau memotong pembicaraanku?!" Teriak Jiang Jinwei tidak terima.


"Tapi apa yang ku katakan benar, bukan?" Xuan Chen menantang mata Jiang Jinwei yang menyala-nyala.


Semua orang hanya melongo tak percaya. Pangeran ketujuh yang pendiam ini bisa-bisanya menjadi seperti ini. Sangat asing. Tapi apa yang di katakannya sangat masuk akal.


"Aku ini permaisuri, kau tau betapa tidak hormatnya dirimu?!"


Namun Xuan Chen malah balik menantang, "aku ini Raj一" sial! Hampir saja Xuan Chen mengatakan kalau dia adalah raja ras peri hitam. Padahal itu sudah enam belas ribu tahun lalu, dan harus disembunyikan juga.


"Apa?!" Jiang Jinwei masih menggebu-gebu. Dan kaisar hanya terdiam sedari tadi.


Xuan Chen hanya tertegun sambil menutupi mulutnya. Dia sungguh terkesiap dengan tingkah cerobohnya. Sambil membayangkan beberapa kemungkinan.


Tanpa menunggu yang lain Jiang Jinwei kembali berbicara, "pengawal! Bawa pangeran ketujuh ke penjara! Kurung dia dan beri cambukan seratus lima puluh kali perhari. Di bagi menjadi tiga waktu!"


"Baik, permaisuri!"


"Permaisuri, bukankah ini terlalu berat?!" Protes Wen Yuexin tidak terima. Bersamaan dengan Xuan Chen yang menepis kedua tangan para pengawal.


"Itu benar permaisuri.." sahut Yang Qiujiu merasa khawatir dengan putranya. "Aku mohon padamu, kurangi一."


"Ibu kau tenang saja." Potong Xuan Chen sambil tersenyum menangkan. "Cambuk sebanyak seratus lima puluh kali tidak ada apa-apanya bagiku."


"Beraninya kau begitu sombong!" Olok Jiang Jinwei. Emosinya sudah meletup-letup sedari tadi. Mungkin sebagian pelayan khawatir kalau Permaisuri akan menderita darah tinggi.


Namun Xuan Chen tak memperdulikannya, dia malah mengajak para pengawal untuk mengantarkannya ke penjara.


"Sialan!!" Dia melemparkan tubuhnya ke atas kursi penuh emosi.


Sementara di sisi lain, kaisar Xuan Zhen menghela nafas pasrah. Kentara oleh matanya kalau dari masalah ini ada sesuatu yang aneh.


.......


.......


.......


Selama empat hari empat malam, Xuan Chen menerima cambukan yang cukup melukai fisiknya. Namun untungnya dia tidak menerima luka dalam.


Malam ini dia selesai menerima cambukan, hanya bisa terdiam dengan rantai di tangannya. Walaupun terasa perih dan sakit, dia berusaha untuk tetap berfikiran baik.


Cambukan ini adalah hukuman untuknya karena tidak bisa menjaga diri dari wanita gila itu. Dia sendiri merasa tidak pernah melakukan hubungan dengannya.


Namun dia mendapatkan kejutan, Kasim Li kepercayaan kaisar Xuan Zhen datang melepaskannya. Awalnya dalam hati dia bertanya-tanya mengapa, tapi setelah berada di tempat kerja kaisar, semuanya berubah menjadi suram.


Wen Yuexin dinyatakan hamil.


Sialan! Dia tidak pernah melakukan apapun padanya!


"Tidak mungkin, aku tidak melakukannya apapun padanya!" Xuan Chen terus membela diri sendiri.


"Tapi nyatanya dia mengandung beberapa hari setelah kejadian di kediamanmu, Xuan Chen.." Sahut kaisar Xuan Zhen dengan nada yang tenang.


"Tapi tidak mungkin dia hamil secepat itu, ayah."


"Itu karena kalian berhubungan tepat pada kesuburannya. Jadi..."


"Aku tidak pernah berhubungan dengannya, ayah." Dia mengangkat tangannya. "Aku bersumpah! Hanya Yi Changyin yang pernah kusentuh!"

__ADS_1


"Jangan banyak alasan lagi, pangeran Zhaoyang." Tiba-tiba permaisuri menyahuti. "Wen Yuexin mengandung karenamu. Itu sangat mencemarkan nama baik dan kau harus bertanggung jawab."


"Apa yang dikatakan permaisuri benar." Han Qiangshu ikut angkat bicara. "Kau harus menikahi Wen Yuexin sebagai permaisuri Adipati mu yang baru."


"Tidak!" Tolak Xuan Chen tegas. "Aku sudah memiliki permaisuri Adipati dan tidak akan pernah mengangkat selir." Katanya dengan yakin.


"Tapi permaisuri Adipati mu sudah mati kau harus mencari yang baru." Jiang Jinwei terus mendesak. Dan kata-kata 'mati' untuk Yi Changyin sangat mendidihkan darahnya, menciptakan amarah. Dia sangat marah dan ingin meledak-ledak.


"Yi Changyin belum mati!"


Jiang Jinwei tertawa kencang. "Kau bahkan sudah seperti orang gila, orang yang sudah menjadi abu masih di anggap hidup." Ejeknya di sela-sela tertawa.


"Pikirkan selama semalam, pangeran Zhaoyang. Kau ingin reputasimu dan mendiang istrimu hancur, atau menikahi Wen Junzhu? Sebagai selir pun tidak masalah." Tambahnya.


Xuan Chen mendengus. "Tanya saja besok, dan jawabanku akan tetap sama." Kemudian dia membungkuk pada kaisar Xuan Zhen. "Aku pamit pulang, ayah."


Setelah kaisar Xuan Zhen mengangguk, dia melangkah pergi dengan wajah yang menyeramkan. Walaupun tidak menatap siapapun, tapi tatapannya begitu membunuh.


Saat di ambang pintu, ternyata Wen Yuexin telah menunggunya. Mimpi apa dia semalam? Mengapa Wen Yuexin selalu menghantuinya?


"Yang mulia.." wanita itu mencekal tangannya.


Namun dengan cepat Xuan Chen menepisnya hingga Wen Yuexin terjengkang kebelakang, dan di tangkap Xueqi. Tanpa mempedulikannya lagi, Xuan Chen terus melangkah pergi.


Ia berlari menuju kediaman Zhaoyang tanpa kereta. Menembus salju yang dingin. Menusuk-nusuk lukanya untuk semakin perih.


Pelindungnya hanya bermodalkan jubah pemberian ibunya, selain itu hanya baju tahanan yang penuh dengan sobekan.


Tak mempedulikan lagi pelayan-pelayan yang terkesiap, Xuan Chen terus berlari menuju kamar. Emosinya sudah meluap. Dia mengacak lemari yang ada di sana, mengambil satu gulungan dan ambruk ke atas lantai.


Gulungan itu terbuka, menampilkan lukisan Yi Changyin yang cantik dan lucu. Sedang tersenyum ceria walaupun lukisan itu tak berwarna.


Tiba-tiba tangisan tanpa air matanya meledak. Tak peduli jika seseorang mengatainya pangeran cengeng. Yang jelas ia ingin menangis sambil memeluk lukisan Yi Changyin dan menggumamkan kata maaf berkali-kali.


.......


.......


.......


Setelah seminggu perjalanan mengintari alam baka bersama Shen Lan, akhirnya Yi Changyin menemukan tempat yang dia tuju.


Shen Lan menatap danau luas menghampir penuh kabut itu dengan takjub. Tak jauh dari sana terdapat jembatan kayu yang teramat panjang, itu adalah jembatan reinkarnasi.


Siapapun yang sudah menginjak jembatan itu tidak bisa lagi untuk kembali. Dengan syarat menyebrangi harus meminum air sungai kelupaan terlebih dahulu.


"Ku dengar danau ini akan menghisap energi seseorang yang menyentuh airnya. Bahkan jika orang itu sekuat dirimu." Jelas Shen Lan.


"Aku tahu." Jawab Yi Changyin singkat.


"Lebih baik kau tunggu saja disini, dan aku yang akan mencari." Shen Lan tampak membuat keputusan, yang mendapatkan gelengan dari Yi Changyin.


"Mencarinya akan sangat lama, jadi lebih baik aku yang mencari. Kau.." telunjuknya mengarah pada Shen Lan. "Menunggu di tepi danau dan berjaga-jaga."


"Tapi.."


"Jika kau kehabisan energi spiritual di tengah-tengah danau maka akan mati!" Potong Yi Changyin dengan mata yang melotot.


Shen Lan tergelak sambil mengangguk. "Baiklah terserah padamu." Dia tidak bisa melawan gadis itu lagi.


.......


.......


.......


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗

__ADS_1


__ADS_2