The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh


__ADS_3

2 tahun kemudian.


Istana keluarga kekaisaran Xuan.


Puluhan prajurit memasuki ruangan dengan formasi barisan yang rapi. Lengkap dengan baju zirah mereka dan pedang di lengannya. Dipimpin oleh seorang jendral istana yang memimpin mereka memasuki ruangan.


Serta merta wajah mereka yang tegas dan berwibawa dihadapan sang kaisar di atas singgasana. Walaupun raga telah lelah mencari keberadaan dua orang yang masih belum saja di temukan.


"Hormat yang mulia kaisar!!"


"Hormat yang mulia Permaisuri!!"


Suara penghormatan menggema di seluruh ruangan. Memberi hormat pada pemimpin yang mereka abdi selama bertahun-tahun.


Kaisar Xuan Zhen mengangkat tangannya. "Tidak perlu sungkan."


"Terima kasih yang mulia."


Tak lama, pemimpin mereka yang merupakan jendral pengawal istana maju beberapa langkah. Menghormat pada kaisar untuk memberi laporan.


"Lapor yang mulia! Pencarian kami selama dua tahun lebih ini.." Dia menjeda sebentar. "Sia-sia.." Lanjutnya dengan suara yang pelan.


Kaisar Xuan Zhen menghela nafas frustasi. Mimik wajah sedih sudah tak bisa dia sembunyikan lagi di balik topeng ramah sang kaisar. Jelas, dia sudah menduga dari awal kalo mereka semua tidak akan menemukan sang pangeran ketujuh. Sementara Yang Qiujiu hanya bisa menangis tanpa suara, dengan salah seorang pelayan yang mengusap-usap punggungnya.


Sementara Xuan Rong dan Xuan Yao hanya saling melirik dengan cemas. Selama ini, dia belum memberi tahu kebenarannya pada ayah mereka. Ketika Xuan Rong berbicara bersama Shen Lan dengan lonceng itu, pria itu malah menjawab,


'Kaisar akan tahu pada waktunya. Kalian diam lah dan jangan membuka suara..'


Mungkin Xuan Rong mengerti. Dia tak mau ketenangan Xuan Chen akan terganggu oleh buruan permaisuri dan selir agung. Bayangkan saja jika kedua nenek sihir ini mengetahui kebenarannya dari dulu. Mungkin Xuan Chen tidak akan pernah tenang untuk berlatih.


Setelah hening beberapa saat, pengawal istana itu melanjutkan, "kami sudah mencarinya di seluruh daratan Dongfang, lalu Zhenbei, Nanjing sampai Xihui. Tapi jejak Pangeran ketujuh sama sekali tidak bisa terdeteksi sedikitpun walaupun sudah memakai pelacak spiritual."


"Tapi.. ketika kami akan memasuki datang Zhongjian, para penjaga disana tidak mengizinkan kami masuk. Aku tidak tahu apa yang terjadi di sana. Tapi entah kenapa aku merasa, pangeran ketujuh berada di sana." Tambahnya berusaha memberikan keyakinan pada sang kaisar.


Kaisar Xuan Zhen mengangguk-angguk. "Ada kemungkinan.."


"Juga.. ada satu tempat lagi yang tidak bisa kami kunjungi.." Ujar pengawal istana itu lagi. "Yaitu alam langit."


"Alam langit?" Gumam kaisar Xuan Zhen.


Tapi kata-kata jendral istana itu membuat Jiang Jinwei dan Han Qiangshu merasa sedikit terusik. Karena dua tahun lalu, mereka yang merencanakan Xuan Chen agar pergi ke alam langit. Tepatnya ke tempat klan rubah agar sang ketua mengetahui hubungan mereka berdua. Lalu di hukum.


"Alam langit adalah tempat suci Dewa Dewi.." Ujar Jiang Jinwei. "Tidak mungkin mereka mengizinkan manusia masuk ke sana. Jika saja kalian diizinkan masuk, pencarian akan sia-sia.."


"Benar, yang mulia permaisuri." Sahut jendral istana. "Tapi, dua tahun lalu aku pernah mendengar dia memiliki hewan suci Rubah ekor sembilan yang berasal dari alam langit. Aku takut.. hewan suci itu mengajaknya kesana dan... aku tidak tahu segala kemungkinan yang terjadi.."


"Yi Changyin?" Gumam kaisar Xuan Zhen. "Dia adalah anak baik, aku harap Xuan Chen sedang ada bersamanya sekarang. Dia masih lemah, butuh perlindungan dari seseorang."


"Jika berani mencelakai pangeran ketujuh, apakah masih bisa di anggap anak baik?" Sahut Jiang Jinwei tiba-tiba.


"Permaisuri, kau tidak boleh sembarang menuduh kalau gadis itu telah mencelakai putraku!" Tolak kaisar Xuan Zhen.


"Pangeran ketujuh hilang menyisakan kehancuran rumahnya. Aku takut.. rubah sialan itu yang melakukannya" Tuduh Jiang Jinwei lagi yang membuat Xuan Rong dan Xuan Yao gatal untuk menjawab. Tapi tertahan ketika selir Xian dan selir De memberikan peringatan untuk mereka berdua dari kejauhan.


"Permaisuri, aku tidak percaya Yi Changyin sejahat itu." Sahut Yang Qiujiu dengan suara yang dipelankan. Karena takut salah kaprah dan berakhir di hukum oleh sang permaisuri.


"Beraninya kau melawanku!" Bentak Jiang Jinwei yang sudah diduga sebelumnya oleh Yang Qiujiu.


"Heh, sudahlah!" Kaisar Xuan Zhen menengahi. "Kalian tidak boleh mengambil kesimpulan tanpa ada bukti!" Tambahnya memperingati. Membuat Jiang Jinwei diam dengan seribu satu cacian di hatinya.


Kemudian sang kaisar menoleh ke arah jendral istana beserta pasukannya. "Kalian diizinkan untuk pergi dan di bebaskan dari tugas untuk sementara. Tapi ingatlah, kalian masih di larang untuk berpesta karena pangeran ketujuh belum kembali!"

__ADS_1


"Baik, yang mulia!"


Setelah para prajurit itu keluar ruangan, Jiang Jinwei kembali berbicara. "Yang mulia, ini sudah dua tahun. Pangeran ketujuh belum saja ditemukan. Ada kemungkinan kalau dia sudah mati."


"Permaisuri!"


"Permaisuri, aku tidak percaya putraku sudah tiada!" Seru Yang Qiujiu tidak terima.


"Diam kau!" Bentak Jiang Jinwei. Kemudian dia melanjutkan, "bagaimana kalau benar-benar mati? Bukankah kita sangat berdosa.. karena tidak segera membuatkan tugu penghormatan padanya?"


"Tapi tidak ada bukti yang menunjukkan kalau Xuan Chen sudah mati!" Tolak kaisar. Permaisurinya ini sudah berkata kelewatan. Tapi sayangnya tidak ada yang berani melawan.


"Pertarungan?" Sahut Jiang Jinwei dengan senyuman miring. "Lalu rumah hancur, pemilik menghilang. Bukti itu menunjukkan kalau mereka sudah dibunuh oleh orang-orang tak bertanggung jawab.."


Kata-kata itu membuat Wen Yuexin mengepalkan tangannya. Bagaimanapun permaisuri dan selir agung lah yang merencanakan semua ini. Dan dia hanya menjadi pembantu di belakang layar. Tetap saja Wen Yuexin merasa bersalah dalam hal ini.


"Pangeran ketujuh masih lemah. Yi Changyin belum sembuh dari lukanya. Apakah.. mereka sanggup melawan antek-antek yang menghancurkan rumah mereka?" Tambahnya dengan nada yang penuh kemenangan.


"Permaisuri, tapi mereka mempunyai Shen Lan." Xuan Rong menimpali. Membuat kening semua orang berkerut. "Shen Lan adalah bunga roh mawar biru tua. Kekuatannya sangat besar dan tidak bisa terkalahkan. Aku tidak percaya jika mereka kalah begitu saja."


"Putri Xuan Rong.." Sahut Han Qiangshu. "Dengan kau menyebutkan namanya, tidak mungkin membuat kami semua percaya."


"Tapi yang di katakan adik bungsu benar!" Ujar Xuan Yao membela adiknya.


"Apa kau punya bukti?" Tanya Han Qiangshu yang membuat keduanya tersudutkan. Benar.. mereka tidak mempunyai bukti.


"Aku.."


"Sudahlah!" Seru Jiang Jinwei. "Yang mulia, sebaiknya kita segera membuat tugu peringatan untuk pangeran ketujuh."


Membuat kaisar Xuan Zhen menghela nafas frustasi. "Permaisuri, aku masih tidak percaya dengan kata-katamu.."


"Yang mulia!" Rengek Jiang Jinwei. Tapi sama sekali tidak digubris oleh kaisar Xuan Zhen.


Pekikan dan bentuk tubuhnya mirip elang. Tidak! Tidak mungkin elang memiliki bulu api seperti Phoenix. Tunggu, apakah...


"Phoenix?!" Seru Jiang Jinwei terkejut.


Burung Phoenix yang di maksudkan olehnya semakin mendekat dan besar. Tidak terlalu besar, namun bisa dibilang besar jika dibandingkan dengan ukuran burung pada umumnya.


Benar saja, burung Phoenix itu memasuki ruangan dan mendarat di tengah-tengah ruangan. Auranya sangat menekan hingga tak satupun orang dapat mengusirnya.


Namun tiba-tiba burung Phoenix itu berubah menjadi remaja berpakaian serba biru dan berambut putih susu. Seseorang yang mengenalnya, pasti akan memanggil dia dengan nama 'Feng'er'. Ya, dia adalah binatang ilahi milik Xuan Chen.


Semua orang tentu saja terkejut, jelas mereka mengetahui kalau yang di hadapannya ini adalah binatang ilahi. Namun lebih mengejutkan lagi, Phoenix itu memberi hormat pada kaisar Xuan Zhen.


"Salam hormat kaisar Xuan Zhen.."


"Phoenix? Ada apa kau kemari? Apakah kau di utus seseorang?" Tanya kaisar Xuan Zhen ramah. Bagaimanapun dia sedikit merasa takut dengan keganasan Phoenix jika sudah marah.


Feng'er mengangguk. "Benar, aku di utus seseorang untuk menyampaikan pesan. Tapi.. sebelum itu aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu." Feng'er menelungkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Aku adalah Feng'er, Phoenix ilahi hewan kontrak putra ketujuhmu, pangeran Xuan Chen."


Hal itu sontak membuat kaisar Xuan Zhen dan yang lainnya terkejut bukan main. Baru saja Jiang Jinwei membicarakan kematian Xuan Chen, tapi tak lama muncul seekor Phoenix yang mengaku-ngaku sebagai binatang kontrak Xuan Chen.


Namun kaisar Xuan Zhen belum mempercayainya begitu saja. "Ada bukti?"


"Legenda mengatakan, seorang ayah akan merasakan kehangatan darah anaknya di manapun dia berada." Feng'er melukai jarinya hingga mengeluarkan darah. "Maka, periksalah darah ini, apakah kau merasakan adanya darah pangeran Xuan Chen di dalam?"


Darah yang keluar dari jari Feng'er melayang di udara bak dialirkan oleh sesuatu yang tembus pandang menuju kaisar Xuan Zhen. Sang kaisar segera menerima darah itu di telapak tangannya. Lalu memeriksanya dengan energi spiritual.

__ADS_1


Tak lama kemudian pupil matanya membesar, "Xuan Chen?" Kaisar Xuan Zhen mengangguk-angguk bangga. "Benar!! Ini Xuan Chen!!" Serunya yang membuat Yang Qiujiu menangis karena senang. Hal ini bisa membuktikan kalau Xuan Chen masih hidup aman di dunia ini.


Sementara Jiang Jinwei dan Han Qiangshu hanya terdiam memendam amarahnya. Bisa-bisanya Phoenix itu mengacaukan segara rencananya. Dan berarti.. Xuan Chen dan Yi Changyin masih hidup dengan aman!


Sementara itu Feng'er mengeluarkan sebuah bola berlian bersinar di tangannya. "Ini adalah pesan dari pangeran ketujuh dan nona Yi." Tanpa menunggu komentar kaisar Xuan Zhen, Feng'er melemparkan bola berlian itu ke lantai.


Tak lama kemudian, cahaya muncul dan membentuk bayangan Yi Changyin dan Xuan Chen. Mereka terlihat nyata walaupun hanya sebatas hologram.


"Xuan Chen!!" Kaisar Xuan Zhen sangat tidak tahan ketika melihat ilusi wajah putranya. Hingga sang permaisuri menghentikan sang kaisar yang hendak pergi menuju ilusi Xuan Chen. Sama seperti Yang Qiujiu, namun dia tahan sebentar. Karena ini sadar hanyalah sebuah ilusi nyata.


Xuan Chen dan Yi Changyin ilusi itu bergerak. Dimana mereka menekuk lututnya dan menelungkupkan kedua tangan di depan dada.


"Xuan Chen memberi hormat pada ayahanda dan ibunda."


Lalu disahut oleh Yi Changyin, "Yi Changyin memberi hormat pada yang mulia kaisar dan selir Yang."


Xuan Chen kembali berbicara, "ayah.. sebelumnya maafkan anakmu yang tidak berbakti ini. Selama dua tahun tidak sama sekali mengirimkan pesan untuk memberi kabar. Kami terlalu sibuk untuk berlatih, maafkan kami semua."


Membuat kaisar Xuan Zhen dan Yang Qiujiu ingin menangis.


"Ayah, apakah kau dan ibu baik-baik saja di sana? Aku harap seperti itu. Walaupun aku tidak bisa mendengar suara kalian secara langsung, setidaknya kami masih bisa mengirimkan pesan di waktu yang luang ini."


"Ayah dan ibu tidak perlu khawatir. Aku selalu baik-baik saja di sini, yang belajar di akademi Tianjin. Dan.. aku juga meminta maaf karena tidak mengabari kalau kami diterima di sini dua tahun lalu. Keadaan saat mendesak, dan saat itu kami sedang di kejar orang tak di kenal."


"Ayah, ibu.. mohon maklumi dan maafkan kami."


Lalu Yi Changyin melanjutkan. "Yang mulia, selir Yang. Aku juga punya kabar baik untuk kalian. Pertama, kami berdua di terima sebagai murid terbaik akademi.."


Mendengar hal itu Jiang Jinwei dan Han Qiangshu terbelalak tidak menyangka. Begitu pula dengan Xuan Ye dan Xuan Hua.


"Lalu, pangeran ketujuh selalu berkembang sangat pesat saat berlatih. Bahkan dia telah menguasai puluhan ilmu senjata dan ilmu spiritual. Dan beberapa hari lain, pangeran ketujuh akan segera menginjak tingkat kultivasi bintang. Kalian.. harus senang mendengar hal ini.."


Jelas, menjadi kebanggaan tersendiri bagi kaisar Xuan Zhen dan Yang Qiujiu. Mereka tidak menyangka kalau pangeran ketujuh yang lumpuh dan cacat akan berubah tiga ratus enam puluh derajat dalam waktu singkat.


Selir De dan selir Xian beserta kedua anaknya pun ikut berbahagia. Apalagi Wen Yuexin yang merasa senang walaupun masih ada kabut cemburu di hatinya. Kabar ini sngat mengejutkan, terutama bagi musuh Xuan Chen. Xuan Ye dan Xuan Hua. Lalu permaisuri dan selir agung. Mereka semakin cemas akan tergesernya posisi dengan kuatnya pangeran ketujuh.


Dan.. dukungan alam langit. Tidak mungkin Wen Yuexin salah mengirim tempat. Apalagi jika selain Yi Wang membiarkan mereka pergi?


Kemudian Yi Changyin melanjutkan, "yang mulia Kaisar dan selir Yang tidak perlu khawatir soal penjagaan. Disini ada aku, Yi Xuemei dan Shen Lan. Feng'er dan Naga.."


Ucapan Yi Changyin terjeda saat Feng'er dan Heilong tiba-tiba muncul di dekatnya. Dengan wujud bebek merah berapi dan ular hitam yang melilit-lilit di lehernya.


"Lalu.. kalajengking salju." Bersamaan dengan kalajengking hitam yang berubah warna menjadi biru. "Sebenarnya kalajengking ini berwarna hitam. Tapi.. tahun kemarin dia telah menunjukkan aslinya. Kami sangat senang, karena mempunyai banyak penjagaan dan teman untuk pangeran ketujuh."


Tiba-tiba dalam ilusi muncul singa roh api mengaum dekat Xuan Chen. Terutama berdekatan dengan telinga Feng'er. Membuat burung Phoenix sebesar bebek itu segera menyembur singa roh api dengan api miliknya yang lebih panas, dan membuat dia kabur.


"Dan yang tadi.. adalah singa roh api, mereka juga teman kami."


Lalu Xuan Chen yang melanjutkan, "ayah.. mungkin hanya ini pesan uang yang dapat kami sampaikan. Beberapa bulan lagi kami akan pulang sebagai lulusan akademi Tianjin. Mohon tunggu kami."


"Selamat tinggal.." Ucap mereka secara bersamaan. Lalu ilusi itu menghilang di udara kosong. Kembali menjadi bola berlian yang di pungut oleh Feng'er.


Dia pun kembali memberi hormat, "aku akan pergi, yang mulia kaisar.."


Feng'er kembali mengubah wujudnya menjadi Phoenix api dan pergi meninggalkan suasana haru biru di ruangan itu. Yang hanya di rasakan oleh Kaisar Xuan Zhen, Yang Qiujiu dan yang lainnya. Sementara sisanya hanya diam memendam amarah karena 'iri'. Jiang Jinwei contohnya.


Lihatlah Xuan Chen yang sudah berubah kuat dan memiliki banyak penjaga. Tidak mungkin bagi Xuan Ye dan Xuan Hua untuk tidak cemburu.


.......


.......

__ADS_1


.......


Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉


__ADS_2