
Tubuh besar dan kuat burung Zhen Niao menjadi melemah. Dan seketika turun ke hadapan Yi Changyin dengan wajah yang ketakutan.
Saat itu Yi Changyin bernafas lega. Awalnya dia khawatir burung Zhen Niao tidak akan mengenalinya sebagai Bai Suyue. Karena bisa saja burung itu menghancurkan akademi Tianjin karena dirinya. Lalu membantai semua orang.
Namun melihat burung raksasa itu masih mengenalinya walaupun sempat mati satu kali dan tak punya ingatan masa lalu. Baguslah!
Dan akibat dari hal itu, semua orang terbelalak melihatnya. Karena burung melegenda itu bisa tunduk di hadapan Yi Changyin. Bahkan tetua Ling Zhao pun bersikap seperti tidak pernah menyangka.
Terkecuali yang mengetahui kalau Yi Changyin ini ada hubungannya dengan wanita yang mendominasi dunia namun penuh dengan rahasia yang disembunyikan dari dunia. Siapa lagi kalau bukan Xuan Chen.
"Masuklah kembali, jangan mengganggu siapapun di sini. Aku hanya ingin mengambil pedangku." Ujarnya dengan nada yang sedikit bergetar.
Karena sejujurnya ia sangat takut dengan burung melegenda sekaligus beracun ini. Yang bisa saja membunuhnya kapan saja dalam sekali kibasan. Menyeramkan! Memikirkannya saja membuat bulu kuduk berdiri.
Namun tak di sangka burung Zhen Niao itu mengangguk lesu dan kembali masuk ke dalam tanah. Namun batu yang penuh retak itu kembali menimbulkan sebuah getaran hingga semua orang tidak jadi untuk membuka formasi yang dipecahkan secara perlahan.
Dan.. Brakk!!
Tiba-tiba saja bebatuan itu menghambur pecah hingga menghujani sekitarnya termasuk Yi Changyin. Walaupun sesaat tapi tetap saja akan terasa sakit jika terhantam pecahan batu yang lumayan besar itu.
Tidak ada waktu untuk terkejut melihatnya. Karena sesuatu yang bersinar dan ramping berdiri tegak tepat di tempat bekas batu yang sudah hancur itu.
Semua orang terpaku, bahkan Yi Changyin turut terpesona pada benda istimewa itu.
Pedang ramping mengkilap penuh dengan aura suci murni alam peri. Bersinar remang dan tak menyilaukan mata. Badannya sangat tipis dan mengkilap. Tak lupa dengan ketajaman yang mungkin tak bisa terbayangkan.
Kepala pedang yang cantik berhiaskan burung elang beserta sayapnya. Berwarna perak elegan dan seperti sangat nyaman jika di pegangi. Membuat siapapun mungkin akan bertaruh apapun demi mendapatkan pedang dengan kekuatan yang tidak biasa ini.
Tangan Yi Changyin bergerak perlahan untuk menyentuh pedang cantik itu. Di sisi lain, senyuman Aoyi Jinqi semakin melebar seiring dengan mendekatnya uluran tangan Yi Changyin pada pedang pusaka alam peri itu.
Ketika tangan Yi Changyin menyentuh pedang dengan perlahan. Tiba-tiba sederet ingatan mulai bermunculan di benaknya. Tapi Yi Changyin tak menghiraukan hal itu. Selagi tangannya terus bergerak untuk mencengkram erat kepala pedang.
Saat genggamannya benar-benar berada pada kepala pedang cantik itu, tiba-tiba sinar kuat muncul menyilaukan pandangan semua orang. Namun tetap tak menghalangi dengan apa yang terjadi pada Yi Changyin di depan mereka.
Tubuhnya bersinar terang. Namun kentara kalau wajahnya telah bersimbah keringat. Dengan susah payah Yi Changyin terus menahan aura yang pedang itu keluarkan. Yang membuat ia tak bisa melepaskan cengkraman tangannya.
Hingga ia melihat sesuatu di ujung kepala pedang. Yang membuat matanya membulat karena itu sangat mirip dengan kristal jiwa miliknya. Menarik ia untuk beralih menyentuh kristal itu dengan ujung jarinya hingga berdarah.
Dan yang terjadi sepanjang adalah cahaya semakin terang. Dan pedang itu meloncat keluar ketika Yi Changyin berhasil melepaskanya. Berputar-putar di atas kepala, lalu tiba-tiba masuk ke dalam tubuh Yi Changyin secara paksa.
Semua orang hanya menganga melihatnya. Tak bisa berkomentar apapun pada apa yang terjadi kali ini. Terlebih ketika tubuh Yi Changyin melayang dengan mata yang terpejam. Diliputi dengan angin kencang hingga menerbangkan anak rambutnya dan mengibarkan pakaian putihnya.
Perlahan-lahan di belakang punggung Yi Changyin muncul kesembilan ekor yang cantik dan bersinar. Sekaligus memancarkan aura yang damai namun mendominasi.
Seperti tadi.. tidak ada yang mampu berkata-kata lagi. Tidak menyangka! Mengejutkan! Dan membingungkan!
Padahal sebenarnya Yi Changyin tidak ingin hal ini terjadi sekarang, terlebih di hadapan semua orang. Awalnya dia melakukan ini untuk melawan Lao Jun. Karena jika pedang pusaka itu telah menjadi miliknya, Lao Jun tidak akan berani. Tapi ternyata sangat berbeda dengan perkiraan yang ada.
Dan kini dia tidak bisa berfikir lebih jauh lagi, hanya berfokus untuk menyeimbangkan kekuatan agar tidak menarik semua energi alam peri yang ditanam di seluruh gunung Tianjin. Maka dari itu ia terpaksa mengeluarkan aura sejatinya.
__ADS_1
Yang sekarang telah berubah menjadi lebih kuat dan mendominasi. Tapi tidak ada gertakan pada manusia manapun. Kecuali pada formasi yang kini berangsur-angsur retak lalu pecah.
Awalnya Xuan Chen, Shen Lan dan Yi Xuemei bertingkah biasa saja melihat kemunculan jati diri Yi Changyin. Namun ketika sesuatu yang muncul kembali di punggungnya, mereka menjadi terkejut.
Bukan mereka saja, bahkan semua orang terkejut bukan main.
Ya, semacam bulu-bulu burung yang muncul di belakang punggungnya. Semakin membesar dan tumbuh banyak. Perlahan membentuk dua ruas sayap berbulu putih yang indah. Dan bisa di katakan berbentuk seperti sayap elang.
Perubahan selanjutnya mulai terjadi. Mulai dari pakaian yang Yi Changyin kenakan. Bermula dari hanfu sederhana dan polos berwarna putih, kini berubah menjadi pakaian berbentuk aneh bagi para manusia. Berwarna ungu muda penuh dengan kerlap kerlip. Dengan jubah tembus pandang senada yang ujungnya berbulu.
Di puncak kepalanya bertahtakan mahkota yang penuh dengan berlian dan pola sayap di bagian bawahnya. Satu kata, cantik dan mendominasi.
(Sumber gambar : Pinterest. Bayangkan saja seperti itu ya:v Foto ini diambil ketika aktris China Ju Jingyi bermain peran di C-Drama berjudul Novoland : The castle in the Sky 1, sebagai Xue Feishuang)
Tubuh Yi Changyin yang sudah berubah total menjadi asing kini menapak di atas halaman akademi. Bahkan ia sendiri sedikit kebingungan dengan penampilannya.
Yi Changyin sendiri bingung, apalagi semua orang.
Namun ingatan-ingatan miliknya dari kehidupan lalu membuat ia menjadi yakin kalau ini adalah penampilannya dulu saat menjadi ratu alam peri.
Yang artinya... sekarang Bai Suyue dan Yi Changyin sudah menjadi satu utuh. Walaupun belum bangkit sepenuhnya karena satu pecahan kristal jiwa lagi masih belum di temukan.
Entah apa yang terjadi jika benda itu ditemukan. Ya, mungkin kekuatan dan segala-galanya akan segera kembali.
Jelas, mereka bertanya-tanya siapa wanita itu sebenarnya. Tidak langsung menebak kalau dia adalah seseorang penting dari alam peri.
Karena kisah alam peri yang selalu simpang siur, tidak ada yang berfikiran sampai ke sana. Terkecuali yang bersangkutan seperti Xuan Chen, Yi Xuemei dan Shen Lan. Mereka juga turut terdiam dalam keheningan.
Alam peri yang informasinya selalu terkubur, membuat tak salah satupun dari manusia itu yang dapat mengenalnya. Karena yang mereka tahu, dia adalah Yi Changyin. Murid kesembilan akademi Tianjin. Namun mengapa bisa berubah menjadi seperti ini? Dan memancing pertanyaan, siapa sebenarnya dia?!
Terkecuali tetua Ling Zhao yang kini mulai melangkah mendekatinya. Yi Changyin saat itu juga merasa kebingungan. Karena di kehidupan lalu tetua Ling Zhao adalah salah satu kepercayaannya. Tapi di kehidupan ini dia adalah salah satu gurunya.
Haduh!
Namun tak di sangka sebelumnya. Tetua Ling Zhao mulai membungkuk dan memberi hormat kepadanya, "salam ratu peri."
Membuat semua orang terlolong karena melihat tetua Ling Zhao dapat memberi hormat pada muridnya sendiri. Artinya tak lain dan tak bukan adalah Yi Changyin bukanlah seseorang yang biasa.
Namun demi sebuah formalitas, mereka semua ikut membungkuk pada Yi Changyin. Membuat gadis itu terbelalak dan ingin menghentikan tapi rasanya tidak bisa. Karena bagaimanapun dia sadar, kalau jati dirinya adalah seorang penguasa suatu alam dibandingkan mereka semua yang berada di sini.
Dan semua orang kecuali Xuan Chen, Yi Xuemei dan Shen Lan memberi hormat padanya, "hormat kepada ratu alam peri.."
Dan detik berikutnya mereka semua sadar siapa wanita itu sebenarnya. Membuat keringat dingin karena takut dan senyum sumringah karena bangga bisa melihatnya langsung tak bisa tertahankan saat itu juga.
Bagi mereka, memberi salam pada seseorang yang misterius namun mendominasi dunia adalah suatu kehormatan.
"Kalian.." Yi Changyin hendak berbicara, namun terhenti ketika Shen Lan menghampirinya.
__ADS_1
"Kita perlu berbicara.." Ucapnya tanpa basa basi dan menarik tangan Yi Changyin. Sambil menggerling ke arah Yi Xuemei dan Xuan Chen, memberi isyarat pada mereka untuk mengikutinya.
Mereka berdua hilang di udara kosong, diiringi dengan Xuan Chen dan Yi Xuemei. Menyisakan sisanya yang sedang berpendapat pada masing-masing, menjadikan riuh di tengah akademi yang sebenarnya sebagian sudah terporak-porandakan oleh bencana.
Penuh ungkapan terkejut yang luar biasa.
Namun kembali buyar ketika Zhu Guhuo berteriak, "guru!! Tetua!! Semua orang!! Lihat di sana!!"
Telunjuknya mengarah pada mayat penuh darah berceceran. Tertancap di atas pembatas beton yang penuh dengan kawat berduri. Dan semua orang terkejut begitu menyadari kalau dia adalah..
"Bukankah dia adalah guru Lao?!"
.......
.......
.......
Yi Changyin yang masih dengan penampilan agung Bai Suyue terduduk di atas batu berukuran sedang. Dengan Xuan Chen di sampingnya dan Yi Xuemei juga Shen Lan di hadapannya.
"Aku tidak menyangka kalau.." Ucapan Shen Lan terpotong di udara karena bingung harus mengatakan yang selanjutnya. Setelah Yi Changyin menceritakan sedikit tentang apa yang terjadi.
"Aku bahkan tidak tahu akan memberi tahu ayah atau tidak." Pungkas Yi Xuemei terdengar kebingungan.
Yi Changyin menunduk. "Jangan beritahu siapapun.." Katanya dengan nada yang lemah. "Dan biarkan semua orang yang melihatku tadi merahasiakannya."
"Satu kristal lagi ditemukan, maka semuanya tidak dapat di rahasiakan lagi." Tutur Shen Lan kemudian.
Suasana menjadi hening. Tidak ada satupun yang berbicara. Shen Lan dan Yi Xuemei hanya tertunduk sambil menghela nafas berkali-kali. Sementara Xuan Chen sedari tadi hanya menatapnya yang sedang menunduk.
"Apakah kau akan menganggapku dan yang lainnya sama, Yin'er?"
Pertanyaan Xuan Chen membuat Yi Changyin mendongkak, menatap kedua bola matanya yang sendu. Kemudian gadis itu tersenyum, "walaupun aku Bai Suyue, tapi aku tetap Yi Changyin. Semuanya akan tetap sama.."
Xuan Chen hendak menjawab penuh keraguan, tapi tersela oleh Yi Changyin.
"Kalian tetap sama seperti sebelumnya di mataku. Jangan pernah menganggap lemah kalian hanya karena aku sedang berada di atas tahta.." Tuturnya lembut.
Shen Lan mendongkak dan berkata dengan yakin, "aku tetap akan menganggapmu sebagai Yi Changyin.."
Begitupula dengan Yi Xuemei, "dan kau akan tetap menjadi adikku, apapun yang terjadi dan walaupun alam peri telah kembali seperti semula."
.......
.......
.......
Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉
__ADS_1