The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CXXXIII - Perbincangan


__ADS_3

"Xingfei..." Cegahnya cemas. Jika terjadi sesuatu, dia tidak akan bisa banyak membantu. Dan wanita itu pasti sudah melumpuhkan banyak pengawal di luar sana.


"Bibi, kau tenang saja. Kali ini aku akan membuat dia pergi dari sini."


"Tapi..."


Yue Xingfei menyentuh pundaknya. "Bibi, aku bukan anak kecil lagi."


"Sudahi basa basimu, aku sudah tidak sabar lagi!" Cibir Wen Yuexin merasa kesal.


Yue Xingfei segera melompat tinggi menghampirinya. Pedang di tangannya mengkilat dan siap untuk menebas apapun yang berada di bawahnya. Wen Yuexin menebasnya dengan energi spiritual hitam dengan mudah. Yue Xingfei mundur beberapa langkah, namun ia kembali maju.


Mereka terlibat pertarungan kecil dalam beberapa waktu. Yi Changyin hanya bisa diam dan kadang kali membantu dengan energi spiritual. Dia harus menghemat energi, khawatir malam nanti akan muntah darah lebih banyak lagi.


Namun tiba-tiba Wen Yuexin melemparkan kabut abu-abu ke arah Yue Xingfei. Gadis itu berusaha menghalangi matanya. Tapi itu adalah efek penidur, Yue Xingfei segera ambruk ke lantai.


"Xingfei!" Yi Changyin berteriak kaget. Dia segera berdiri dari duduknya. Membentuk awan spiritual dan berdiri di atasnya. Awan itu bergerak menuju bawah, menghampiri Yue Xingfei. Pakaiannya berkibar indah.


Sekilas terlihat sangat suci seperti seorang Dewi agung yang tidak dapat ditemui siapapun. Saat awan spiritual itu turun, sedikit menimbulkan angin. Kristal yang tadinya adalah tirai sedikit menyingkir.


Awan spiritual menghilang dan Yi Changyin menapak di lantai. Dia berjongkok perlahan dan memeriksa Yue Xingfei. Untungnya gadis itu hanya tertidur, tidak menimbulkan gejala apapun. Dia bisa menghela nafas lega.


Setelah itu kembali berusaha bangkit. Menatap tajam Wen Yuexin. Perutnya yang besar kadang kali membatasi gerakannya.


"Dia baik-baik saja, aku sedang tidak ingin membunuh orang." Ujar Wen Yuexin sombong ketika Yi Changyin telah menegakkan tubuhnya.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Yi Changyin dingin. Diam-diam dia mengeluarkan gelembung pembaca kebohongan.


Wen Yuexin terkekeh jahat. "Tenang saja, aku hanya akan memberi tahumu sesuatu, tidak akan membunuhmu ataupun anak dalam kandunganmu. Karena... Racun itu lama kelamaan akan menembus rahimmu." Dia tertawa lagi di akhir kalimatnya.


Mendengar hal itu hati Yi Changyin tiba-tiba mencelos. Namun dia mendengus tidak percaya, "aku selalu melindungi anakku menggunakan perisai spiritual. Racun apapun tidak akan bisa menembusnya. Jangan berharap kau bisa merebut anakku lagi."


"Kau pikir semuanya aman?" Wen Yuexin masih melantunkan tawanya. Yi Changyin semakin tidak nyaman.


Wen Yuexin melanjutkan, "kau pikir dengan menelan pil jamur Lingzhi, melayani suamimu, lalu memuntahkan segalanya di tengah malam, itu terbilang aman?"


"Aku selalu memastikan keadaanku, dan semuanya baik-baik saja. Kau pikir... Aku sebodoh itu untuk mencelakai anak sendiri?" Yi Changyin masih membela pendapatnya walaupun hati merasa sedikit cemas. Tapi apa yang dikatakannya adalah kebenaran.


"Itu memang benar." Sahut Wen Yuexin cepat. "Tapi lambat laun perisaimu itu akan melemah, lalu pecah. Racun tidak akan bisa dicegah untuk masuk. Kau yang lemah, tidak akan bisa menahannya lagi dalam waktu satu bulan. Dan kau sendiri akan mati perlahan karena racun itu." Wen Yuexin tertawa setelah mengatakan itu.


Yi Changyin hanya terdiam menelan rasa sakitnya. Wen Yuexin terus memprovokasinya untuk ketakutan, namun ia tetap berusaha untuk tenang. Yakin anaknya akan lahir dengan selamat. Masalah kematiannya, ia tak peduli.


Ia hanya perlu memeriksa gelembung pembaca kebohongan itu nanti. Jika benar, maka satu-satunya cara adalah menghindari Xuan Chen sampai melahirkan.

__ADS_1


"Oh ya, Ratu alam peri. Aku juga akan memberi tahu kau satu hal." Wen Yuexin kembali berbicara. "Aura iblis Wu Yun, hanya bisa dibersihkan oleh satu bahan. Yaitu..." Dia tersenyum miring. "Inti roh mu yang paling besar."


Yi Changyin menaikan pandangannya terkejut. Benarkah itu? Inti roh adalah inti dari kehidupan kultivator dan makhluk abadi. Makhluk abadi memiliki tujuh, ada satu yang paling besar. Dan yang paling besar itu sudah seperti inti kehidupan seseorang.


Yi Changyin telah kehilangan satu yang kecil, namun itu belum menimbulkan masalah besar bagi tubuhnya. Hanya sesekali merasa lelah dan lemah.


Namun jika inti spiritual yang besar dikeluarkan, entah apa yang terjadi dengan hidupnya. Rambutnya akan memutih, kekuatannya akan habis. Dia akan menjadikan lemah dan tidak bisa bertarung banyak. Mungkin hanya akan memiliki waktu bertahun-tahun untuk bertahan di dunia ini.


Jika yang dikatakan Wen Yuexin benar, akankah dia mengorbankan itu demi Xuan Chen dan penghuni alam peri? Aura iblis Wu Yun akan menghilang selamanya dan semua peri aman, sebagai gantinya dia pergi di dunia ini.


"Kalian berdua seperti saling membutuhkan." Ujar Wen Yuexin lagi, dia terus berbicara dan Yi Changyin masih memilih untuk terdiam.


Yi Changyin duduk di atas awan spiritual yang mengambang, tidak kuat jika lama-lama berdiri. Keningnya memiliki kerutan saat mendengar kata-kata itu. Apa lagi rahasia yang akan dikeluarkan wanita kegelapan itu? Dia hanya diam mendengarkan.


Wen Yuexin segera melanjutkan, "Wu Yun, membutuhkan nyawamu untuk menghilangkan aura kegelapan. Dan kau... Membutuhkan nyawa Wu Yun untuk menghilangkan racun yang pernah ku tanam." Dia terkekeh, "sungguh pasangan yang serasi."


Kali ini Yi Changyin terkejut bukan main. Dia bahkan tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, berakhir pada hatinya yang berdenyut sakit. Nyawa Xuan Chen? Menjadi penawar satu-satunya?


Jika Xuan Chen mendengar semuanya, maka pria itu tak akan tanggung-tanggung lagi untuk mengorbankan nyawanya. Membersihkan racun Yi Changyin dengan jiwanya sendiri.


Yi Changyin tak mau itu terjadi. Dia tidak mau Xuan Chen meninggalkan dunia ini hanya karena ingin menyelamatkannya. Jika seperti ini, lebih baik dia sendiri yang mati.


Dengan berat hati dia bertanya pada Wen Yuexin, "tidakkah ada cara lain untuk menghilangkan racun ini?"


"Tentu saja ada!" Wen Yuexin berseru, membuat secercah harapan di hati Yi Changyin. Benar atau tidak tentang ucapannya, dia hanya bisa membuktikannya lewat gelembung pembaca kebohongan. Dia harus memanfaatkan Wen Yuexin dahulu untuk sekarang.


Wen Yuexin mengeluarkan sebuah panah di tangannya dengan gulungan energi spiritual. Panah itu panjang dengan ujung runcing. Energi spiritual yang kuat berwarna ungu mengalir deras.


Bak menjadi informan dadakan, Wen Yuexin tak tanggung-tanggung untuk menceritakan semuanya pada Yi Changyin.


Dia menciptakan bola racun dengan dua penawar. Racun itu sangat berbahaya yang bisa memengaruhi pikiran dan mencelakai tubuh sampai mati. Penawarnya antara lain adalah dengan jiwa peri Phoenix dan panah yang dipegangnya.


Panah penghisap racun...


Kematian biasa tidak bisa membuat racun itu menghilang. Karena itu, racun yang ditanam sejak Bai Suyue kecil, masih terbawa sampai ia menjadi Yi Changyin. Racun yang disimpan selama itu hanya akan timbul ketika dia merasakan cinta.


Jika menggunakan penawar jiwa peri Phoenix, maka Yi Changyin dapat hidup dengan aman. Tapi jika menggunakan panah penghisap itu, kematian tetap akan menjemputnya. Setidaknya, racun itu tidak akan ada lagi dikehidupan selanjutnya.


"Jadi... Kau memilih yang mana, Ratu alam peri?" Tanya Wen Yuexin mengakhiri ceritanya.


Yi Changyin tak tahu harus berbicara apa lagi. Dia berfikir keras untuk mendapat jalan keluar. Diam-diam matanya melirik ke atas, tempat gelembung pembaca kebohongan berada.


Sebagai pemilik kekuatan terbesar, Yi Changyin dapat melihat bola itu tanpa meraihnya terlebih dahulu. Itu sangat menyentil hatinya, gelembung pembaca kebohongan itu tidak meninggalkan noda hitam sedikitpun.

__ADS_1


Apa lagi jika bukan membuktikan bahwa kata-kata Wen Yuexin adalah kebenaran? Sangat bersih, Wen Yuexin sama sekali tidak berbohong. Nafas Yi Changyin menderu, dia ingin berteriak sekarang juga.


Wen Yuexin melakukan ini tentu saja untuk satu tujuan. Dia memberi tahu ini semua bukan tanpa alasan. Yaitu ingin membunuh Yi Changyin secara alami. Dia mungkin berfikir, melawannya akan sangat sulit.


Perlahan dia menatap Wen Yuexin yang sedang tersenyum jahat ke arahnya. Ingin sekali dia mencakar dan menghabisi wanita itu. Tapi ini bukan waktunya.


"Jadi bagaimana, Ratu alam peri?" Wen Yuexin berkata dengan nada penuh kemenangan. "Kau yang mati... Atau Xuan Chen kesayanganmu yang mati? Aku, akan membantu dengan senang hati." Setelah mengatakan itu senyumannya sedikit melebar.


.......


.......


.......


Lorong yang tenang, tempat lewatnya angin yang berhembus. Menerbangkan gorden-gorden kecil yang tergantung di sana. Tanaman yang terpajang bergerak-gerak mengikuti angin.


Namun ketenangan itu sirna saat seorang pelayan wanita berlari di lorong sepi tersebut. Menimbulkan suara langkah kaki yang begitu berisik. Dia berlari tergesa-gesa dengan wajah yang panik, hingga berakhir di istana pendamping rahasia yang dilindungi gelembung spiritual.


Tanpa berfikir panjang lagi, pelayan wanita muda itu menggedor-gedor gelembung sambil berteriak memanggil-manggil sebutan 'tuan agung'.


Xuan Chen merasa berisik dengan kehadiran pelayan itu. Dia segera keluar dengan ekspresi wajah yang kesal. Melihat pelayan yang berwajah panik, dia mengesampingkan segalanya.


Melihat pria yang dicarinya keluar ruangan, pelayan wanita itu berhenti dan bersujud memberi hormat. Xuan Chen berjalan ke arahnya dengan tanda tanya besar di wajahnya. Juga firasat buruk yang tiba-tiba menyerang hatinya.


"Ada apa? Ceritakan dengan lengkap." Ujar Xuan Chen berusaha tenang.


"Saat pelayan pulang dari dapur utama, pelayan melihat kekacauan di aula utama. Banyak pengawal dan pelayan lain yang pingsan, termasuk keempat ketua... Pelayan tidak tahu penyebabnya."


Xuan Chen terkejut ketika mendengar hal itu. Mungkin pelayan dan pengawal tidak terlalu mengejutkan. Tapi keempat ketua? Mana mungkin bisa dikalahkan semudah itu oleh penyusup. Kecuali...


"Apa yang terjadi selanjutnya?!" Tanya Xuan Chen tidak sabaran. Segala kemungkinan buruk muncul di kepalanya.


"Setelah itu pelayan mengikuti jalan yang terdapat banyak orang-orang pingsan. Itu menuju istana utama."


Deg!


"Pintu di sana terbuka lebar, pelayan bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di dalam. Tirai kristal hancur, putri mahkota Yue terlihat pingsan, lalu... Yang mulia Ratu yang sedang duduk pucat di atas awan spiritual, berhadapan dengan seseorang berpakaian serba hitam. Dari auranya... Itu seperti Dewa kegel—!"


Kata-katanya terhenti ketika angin berhembus kencang di depannya. Ia tertegun melihat sang tuan agung yang pergi begitu saja sambil memakan pil berwarna merah.


.......


.......

__ADS_1


.......


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗


__ADS_2