The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh


__ADS_3

Kaisar memulai dekrit lisannya, "karena kalian sudah menikah secara sembunyi-sembunyi, maka tanpa ragu lagi aku akan mengangkat nona Yi Changyin sebagai putri ketujuh."


"Kaisar!" Hal itu mendapatkan protesan dari Wen Yuexin. "Bukankah itu terlalu cepat? Bahkan kau sendiri tidak tahu kalau mereka sudah menikah atau belum."


"Aku yakin mereka telah melakukan hubungan terlarang dan merencanakan ini semua. Mengapa kaisar menyetujui hal seperti itu yang bisa mencemarkan nama baik kekaisaran?!" Tambahnya merasa benar sendiri.


"Wen Yuexin berhenti berbicara!" Bentak Han Qiangshu pada Wen Yuexin. Wanita itu jelas tidak mau anak angkat satu-satunya terlibat masalah dengan Yi Changyin. Terlebih gadis asing yang katanya dari alam langit itu selalu bersikap berani, hingga ia selalu berwaspada.


"Tapi ibu..."


"Diam!"


Setelah itu semua orang hanya terdiam. Kaisar Xuan Zhen pun tak memperdulikan lagi mereka yang tidak setuju dengan keputusannya. Lebih baik dia melanjutkan petisinya bukan?


"Kemudian, pernikahan kalian akan digelar secara resmi 40 hari setelah kelahiran cucu pertamaku."


.......


.......


.......


Setelah perjamuan selesai, Jiang Jinwei dan Han Qiangshu kembali ke istana utama di Harem, tempat berkumpulnya para selir. Saat itu Wen Yuexin ikut serta ke dalam sana karena dia selalu diikut sertakan oleh ibu angkatnya.


Namun kali ini ia tidak jadi ikut karena tiba-tiba sebuah suara memanggilnya dari luar. Hanya dia yang mendengar, Permaisuri, Selir agung dan yang lainnya ditulikan oleh si pemberi pesan.


Setelah mendapatkan izin dari ibu angkatnya, ia berjalan ke belakang taman belakang istana dan mendapati sosok yang dia kenali beberapa bulan lalu. Lantas ia membungkuk.


"Permaisuri Gaoqing Dijun."


Qiao Jirong berbalik dengan senyuman. "ayolah, aku belum menikah dengannya." Kemudian ia terkekeh, Wen Yuexin pun ikut terkekeh.


"Apa sesuatu terjadi, Junzhu?" Tanya Qiao Jirong pada akhirnya.


Ekspresi Wen Yuexin terlihat suram, "dia mengandung anak pangeran ketujuh."


Membuat ekspresi Qiao Jirong menggelap.


""Kaisar sudah mengangkatnya menjadi putri ketujuh karena pernah melakukan pernikahan secara diam-diam."


Semakin Wen Yuexin menjelaskan apa yang terjadi, semakin suram pula ekspresi Qiao Jirong. Walaupun ia sedikit menyembunyikannya agar tak terlihat Wen Yuexin.


"Kemudian, pernikahan resmi akan di laksanakan 40 hari setelah kelahiran anaknya."


Diam-diam Qiao Jirong mengeratkan kepalan tangannya. Dia teramat marah mendengar kabar yang begitu tak baik bagi telinga dan hatinya itu.


"Aku punya rencana yang bagus." Akhirnya dia mengatakan hal itu walaupun masih memendam amarah. Yang membuat Wen Yuexin berbinar.


Qiao Jirong menatap udara kosong dengan tajam. Senyuman jahat dan licik perlahan muncul di bibirnya. Dia merasa bangga pada dirinya sendiri karena telah memikirkan rencana yang matang dalam sekejap.


Sekukuh itukah ia ingin menghancurkan Yi Changyin? Tapi.. apa alasannya?


Setelah mengatakan begitu banyak rencana pada Wen Yuexin, Qiao Jirong kembali ke istana alam langit. Dan langsung di sambut oleh Gaoqing Dijun. Ia membungkuk hormat dan kembali menegakkan tubuhnya ketika tangan Gaoqing Dijun menyentuh pundaknya.


"Apakah kau sudah menemui gadis yang memiliki kelopak mawar hitam di keningnya?" Tanya Gaoqing Dijun.


"Ya, aku sendiri yang menemuinya kembali." Qiao Jirong tersenyum miring. "Dan.. kita, tinggal menunggu semua berjalan dengan lancar."


Gaoqing Dijun tertawa kecil. "Bagus sekali. Qiao.. terima kasih telah menyetujui tawaran kerja samaku."

__ADS_1


Qiao Jirong masih mempertahankan senyumannya jahatnya. "Dijun telah menyelematkanku, dan hasil dari rencanamu adalah yang ku inginkan juga. Bagaimana aku tidak menyetujuinya?"


"Kau benar." Gaoqing Dijun mengangguk-angguk. "Jika semuanya berhasil, aku berjanji akan memberimu apapun sebagai imbalan."


.......


.......


.......


Yi Changyin menatap benang merah yang tersemat di telapak tangannya. Kini ia sendiri sedang berada di taman istana kekaisaran setelah mengadakan jamuan. Dan Xuan Chen ada urusan sebentar, entah apa itu dia tidak tahu.


Namun terus tersenyum menatap benang merah yang tersemat itu. Tanpa menyadari kalau Wen Yuexin sedang berada tak jauh di belakangnya, mengintip. Gadis itu pergi membuntuti Yi Changyin diam-diam selepas diberi pengarahan oleh Qiao Jirong.


Yi Changyin mengusap perutnya sesaat, kemudian menghela nafas. Sejurus kemudian dia melemparkan benang merah ke udara. Segera menyuntikkan energi spiritual hingga benang itu tetap berada di udara.


Cahaya kekuningan yang samar perlahan keluar dari benang merah itu. Membanjiri tubuh Yi Changyin secara keseluruhan. Tak lama kemudian benang merah melebur dan berubah sepenuhnya menjadi cahaya.


Cahaya itu menyelimuti Yi Changyin, semakin terang dan tubuhnya hampir tak terlihat. Wen Yuexin hanya merajut alisnya. Ia heran melihat apa yang di lakukan Yi Changyin saat itu.


Tak lama kemudian cahaya itu menghilang, dan penampilan Yi Changyin berubah menjadi berbeda dari sebelumnya. Wen Yuexin yang melihatnya sedikit terkejut, karena ia baru menyadari kalau benang merah itu milik kakek bulan. Yang dapat mengubah apapun menjadi hal yang diinginkan. Dan itu bersifat selamanya.


Pakaian Yi Changyin yang sederhana dan serba putih kini berubah sebagaimana penampilan bangsawan yang sudah menikah. Ditandai dengan rambutnya yang digelung indah penuh dengan perhiasan. Hanfu panjang berbordir yang memiliki ekor menyeret tanah.



(Kenapa banyak? Ya karena kalo satu kurang jelas:v. Btw ini adalah Ju jingyi ketika main di C-drama Detective Samoyeds, sebagai Shangguan Zi Su)


Yi Changyin tersenyum senang melihat penampilannya, saat ia hendak berbalik, tiba-tiba tubuhnya hampir menabrak dada bidang seseorang. Yang ternyata ada Xuan Chen.


Pria itu menatap Yi Changyin dari atas sampai bawah dengan heran. Karena bagaimanapun Yi Changyin selalu berstelan layaknya gadis alam langit yang berpakaian aneh. Maksudnya, tidak seperti manusia di alam fana kebanyakan.


Xuan Chen tersenyum dan segera mendekap tubuh Yi Changyin. Membuat Wen Yuexin memanas di belakang sana.


Namun fokusnya terbuyar ketika melihat seorang wanita asing berjalan mendekati Yi Changyin dan Xuan Chen. Itu bukan pelayan, dan pakaiannya sangat aneh.


Bahkan dia tidak pernah melihat pakaian itu dimana-mana. Baik di dunia nyata, maupun gambaran dari buku-buku tentang pada penampilan bidadari di alam langit.


"Xueqi, apakah kau mengenal dia?" Bisik Wen Yuexin pada pelayannya.


Xueqi hanya menggeleng. "tidak, Junzhu."


Dan betapa terkejutnya ia saat melihat wanita berpakaian aneh itu membungkuk di hadapan Yi Changyin dan Xuan Chen. Dan sebuah sapaan yang membuat matanya membola.


Ya, ia mendengar wanita aneh itu memanggil Yi Changyin dengan sebutan Ratu. Membuat Wen Yuexin diam-diam pergi dari taman itu. Xueqi ikut membuntutinya dari belakang.


Setelah keluar dari taman kekaisaran, Wen Yuexin berlari sekencang mungkin menuju istana dalam. Langkahnya semakin di percepat ketika melihat paviliun tempat pertemuan para selir.


Bahkan tanpa tanggung-tanggung ia mendobrak pintu paviliun dan segera berlari kedalam. Jiang Jinwei dan Han Qiangshu begitu terkejut melihat kedatangannya yang tiba-tiba.


Ketika ia sampai dan terduduk di tengah-tengah ruangan, langsung di sambut oleh bentakan Han Qiangshu. "Beraninya kau bertingkah tidak sopan!!"


Sambil mengatur nafas, Wen Yuexin mulai menekuk lututnya dan memberi hormat pada Permaisuri dan ibu angkatnya itu.


"Maafkan aku, tapi ada hal mendesak yang perlu ku bicarakan."


"Tapi tidak perlu seperti itu juga bukan?!" Bentak Han Qiangshu lagi. Bagaimanapun Wen Yuexin dikenal sebagai anaknya. Sikap Wen Yuexin akan berpengaruh pada reputasinya sebagai selir agung.


"Sudah, adik Han.." Jiang Jinwei yang merasa tertarik dengan Wen Yuexin, menghentikan kemarahan Han Qiangshu. "Junzhu, katakan.."

__ADS_1


Wen Yuexin mengangguk. "Sebaiknya kalian jangan bertingkah gegabah lagi pada Yi Changyin."


Jiang Jinwei mengkerut heran. "Memangnya kenapa?"


"Aku melihat seseorang..." Jedanya untuk mengatur nafas. "Memanggil Yi Changyin dengan sebutan terhormat. Yaitu.. Ratu.."


.......


.......


.......


"Lian Qingran, mengapa kau ada disini?" Tanya Yi Changyin heran sesaat setelah manusia peri awan itu memberi salam padanya.


"Aku hanya akan mengantarkan barang yang diminta tuan..." Ucapan Lian Qingran terjeda karena menyadari kesalahan. "Maksudku pangeran ketujuh." Koreksinya sambil mengeluarkan kotak besar dengan energi spiritualnya.


Hal itu membuat Yi Changyin menatap Xuan Chen dengan nyalang. "Kau meminta sesuatu pada mereka tanpa sepengetahuanku?"


"Jangan marah dulu, Yin'er." Jawab Xuan Chen sambil meraih kotak itu dari Lian Qingran.


Yi Changyin hanya memberenggut tepat ketika Lian Qingran undur diri lalu menghilang. Ia bahkan tak ingin menatap Xuan Chen, namun sudut matanya melirik kotak yang kini sedang Xuan Chen buka.


Hendak melihat lebih jauh, namun ia tersentak begitu Xuan Chen menutupnya kembali dengan cepat. Membuat ia segera berpura-pura tidak melihat dan berpaling ke arah lain.


"Kemari.." Tiba-tiba saja Xuan Chen menariknya pergi dari sana. Menuju sebuah gazebo kecil di tengah-tengah taman. Masih berpura-pura marah, Yi Changyin tidak ingin melihat apa yang di lakukan pria itu.


Namun sejurus kemudian ia tersentak ketika sebuah jubah terpasangkan di tubuhnya oleh Xuan Chen. Jubah itu berwarna putih dan tebal namun terasa sejuk.


Bordirannya sangat indah, menyulam bentuk burung Phoenix dengan manik-manik perak. Jubah itu hanya menutupi dari lingkaran dada hingga mata kaki. Terdapat kancing cantik di tengah-tengahnya.


Di bagian tangan, jubah itu agak lunak. Hingga memudahkan tangannya untuk bergerak bebas tanpa harus menyibakkan jubah yang menutupi bagian depan.


"Kainnya terbuat dari kelembutan awan. Warna putih cerahnya dari cahaya bulan. Manik-maniknya terbuat dari kristal yang tumbuh dari kupu-kupu penghasil kristal. Menggunakan aura air hingga terasa sejuk. Dan menggunakan bunga untuk membuatnya terasa harum." Jelas Xuan Chen secara merinci untuk jubah cantik itu.


Hal itu membuat Yi Changyin mengelus-elus kainnya. Kemudian mendekatkan kain putihnya pada mata. Lalu meneliti manik-manik yang berada di bagian lengannya.


Apa yang di lakukan Yi Changyin membuat Xuan Chen tersenyum simpul.


"Jubah ini tidak membuatku kepanasan." Gumam Yi Changyin sebelum akhirnya mencium bau jubah itu sambil memejamkan mata. "Ini memang bau harum bunga-bunga yang ditanam di bukit bunga.


Kemudian dia menatap Xuan Chen. "Sepertinya apa yang kau jelaskan tadi adalah benar. Buktinya aku merasakan semuanya memang berasal dari alam peri."


"Apakah kau menyukainya?" Tanya Xuan Chen sambil mengelus-elus puncak kepala Yi Changyin.


Gadis itu mengangguk. Namun tiba-tiba ia mengkerut heran. "Tapi sekarang ini adalah musim panas, kenapa kau memberiku jubah hangat?"


Sejurus kemudian ia menatap Xuan Chen dengan tatapan yang menyelidik. "Apakah kau berniat membuatku kepanasan?"


"Apakah kau hanya akan mengandung saat musim panas?" Xuan Chen balik bertanya.


Yi Changyin tampak tertegun. Ia mengedipkan matanya berkali-kali seperti orang yang sedang cacingan. "Benar juga.."


.......


.......


.......


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗

__ADS_1


__ADS_2