The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah


__ADS_3

Suasana menjadi hening ketika Feng'er menyelesaikan kalimat terakhirnya. Hanya suara Heilong yang terisak-isak saat itu. Sedangkan Feng'er sendiri, dia terdiam tenggelam dalam kenangan kenangan indah yang tak ada kemungkinan untuk terulang.


Yi Changyin yang berada di pelukan Xuan Chen terbengong mendengarnya. Cerita ini sungguh menyentuh hatinya yang paling dalam. Entah karena memang cerita ini penuh sesak karena terhimpit takdir menyedihkan, atau memang karena ini adalah kehidupan lalu yang pernah ia arungi dulu.


Ia menoleh sesaat demi melihat ekspresi yang di tampilkan Xuan Chen. Namun pria itu hanya tersenyum begitu ia menatapnya. Membuat Yi Changyin memberenggut kesal dan kembali memalingkan wajah.


"Cinta kalian pada Bai Suyue sangat dalam, pantas saja saat bertemu denganku, kalian berbeda dengan binatang ilahi yang pernah ku temui ribuan tahun lalu." Tak lama kemudian pertanyaan Yi Changyin memecah keheningan.


"Benar.." Feng'er mengangguk. "Tapi saat itu kami tidak mendeteksi aura ibunda. Jadi.. saat itu aku tidak dapat memutuskan."


Ia menjeda sesaat sebelum akhirnya kembali berbicara, "tapi setelah lama, entah kenapa perasaan itu selalu melekat hingga aku yakin kalau kau adalah reinkarnasi ibunda. Dan ternyata.. dugaanku tidaklah salah.." Feng'er masih tersenyum di akhir kalimatnya.


Membuat Yi Changyin berinisiatif untuk mengelus puncak kepala Phoenix dewasa itu. "Tenang saja, kami akan bergabung dalam waktu dekat. Selagi pecahan jiwa kami masih ada kemungkinan untuk di temukan.." Ujarnya dengan lembut.


Membuat Feng'er yang cengeng akan menangis dan meraih tangan Yi Changyin. Namun terlambat karena tiba-tiba Xuan Chen menarik tangan gadis itu kembali.


Semua orang hanya tersenyum menahan tawanya melihat hal itu. Sementara Yi Changyin mendelik tak suka padanya. Sejurus kemudian malah di balas oleh senyuman manis Xuan Chen. Membuat Yi Changyin semakin bersungut-sungut tidak jelas.


Sebenarnya Yi Changyin ingin menanyakan segala hal tentang alam peri dan Bai Suyue pada Feng'er atau Heilong. Namun mengingat ia akan tahu semuanya setelah sekali lagi suapan berlian yang merupakan pecahan jiwa. Membuat hanya satu yang dia tanyakan,


"mengapa kau dapat menceritakan ini semua? Sedangkan Gaoqing Dijun berjanji pada langit untuk menyembunyikan semuanya tanpa pengecualian apapun." Ia tampak penasaran.


"Seiring dengan kembalinya berlian jiwa itu padamu, maka larangan akan semakin berkurang. Namun beberapa poin penting dari kejadian belasan ribu tahun akan terungkap setelah kau kembali sepenuhnya. Mungkin.." Jawab Heilong.


Yi Changyin mengangguk-angguk paham.


"Aku ingin tahu seperti apa alam peri itu.." Gumamnya penasaran.


"Ibunda akan mengetahuinya semuanya lambai laun." Ujar Heilong.


"Kami sendiri sedang mencari jalan menuju kesana." Feng'er menambahkan.


Yi Changyin tampak berfikir lamat-lamat.


"Tunggu, apakah danau penghancur jiwa ada di alam peri?" Tiba-tiba Xiaoxuan yang sedari tadi diam menyimak angkat suara. Demi sebuah pemikiran yang tiba-tiba terlintas di benaknya.


Yang langsung mendapat anggukan setuju dari Feng'er dan Heilong, "itu benar!"


"Danau penghancur jiwa?" Gumam Yi Changyin. "Benar!" Gadis itu mulai merapatkan duduknya.


"Saat itu, saat kami sedang mengejar-ngejarmu, bukankah kau memasuki sebuah gua? Dan saat itu ketika aku hendak menyusul, para tetua dan guru segera melarangku keras-keras, juga mewanti-wanti tentang adanya danau penghancur jiwa yang berbahaya."


Kemudian Yi Changyin terlihat berbinar sekaligus tidak sabaran. "apakah kau benar-benar pergi ke sana saat itu?!"


Xiaoxuan mengangguk-angguk. "Benar. Aku sangat terkejut saat itu karena kali pertama melihatnya. Namun dari aura dan kondisi alamnya, aku jelas mengetahui apa itu."


Xiaoxuan lanjut menjelaskan, "tapi keadaan alam peri tidak seperti yang di gambarkan tuan Phoenix. Yang penuh warna seperti negri dongeng."


Membuat kening semua orang mengkerut. Mereka turut penasaran karena hal itu.


"Keadaan alam peri saat itu.. sangat mengenaskan.." Lanjutnya dengan nada yang pelan.


Membuat semua orang terbelalak. Terutama Feng'er dan Heilong. Jelas, mereka tidak mengetahui kalau alam peri akan hancur dengan mudah. Mereka berdua hanya tahu kalau alam peri telah berakhir dengan perang Bai Suyue dan Wu Yun setelah konflik panas.


Tidak tahu kalau keadaannya begitu mengenaskan.


Saat itu Xiaoxuan kembali menjelaskan, "alam peri saat itu hanyalah daratan datar tak bergunung dan tak berlembah. Daratan datar dengan tanah kering dan tandus. Penuh dengan tengkorak dan genangan darah yang mengering. Tak ada sejumput pun yang berwarna hijau."


"Bau amis dan bangkai menguar di udara sangat pekat. Untung saja saat itu aku masih berbentuk siluman, jika tidak.. mungkin aku sudah muntah berkali-kali."


"Juga langit yang tidak biru. Penuh polusi dan tidak asri. Mengingat sama sekali tidak ada pepohonan di sana. Berwarna merah dan menyeramkan. Matahari di sana sangat terik. Mungkin jika aku bukan siluman saat itu, akan terasa gerah dan gersang."


"Intinya alam peri sangatlah tidak nyaman.."

__ADS_1


Semua orang hanya terbengong.


"Aku paham dalam seratus tahun bisa menyebabkan perubahan yang begitu besar. Tapi tidak mungkin bisa menghilangkan gunung dan lembah, itu sangat tidak masuk akal." Heilong tampak tidak mempercayai ucapan Xiaoxuan.


"Benar sekali.." Feng'er menimpali. "Xiaoxuan, apakah benar dengan apa yang kau lihat? Kau tidak hanya melihat di satu tempat kan?" Tanyanya memastikan. Masih dengan wajah yang tidak percaya.


Xiaoxuan mengangguk dengan yakin. "Xiaoxuan tidak berbohong, tuan Phoenix. Xiaoxuan sudah berkeliling kesana kemari, yang berbeda hanyalah danau penghancur jiwa. Itu saja."


Sementara Feng'er masih bersikukuh tidak percaya dengan ucapan Xiaoxuan. Yi Changyin melirik ke arah Xuan Chen, pria itu membalas menatapnya.


Sekilas mata mereka saling bertautan untuk mendalami. Tapi Yi Changyin tersenyum sambil mengusap pipinya. "Bagaimana kalau kita membawa mereka semua ke alam peri?"


"Tidak!" Jawab Xuan Chen spontan, yang membuat gadis itu memberenggut.


"Agar mereka tidak bertengkar lagiii!" Kukuh Yi Changyin dengan gemas.


Xuan Chen meletakkan jari telunjuknya di hidung Yi Changyin, "itu sangat berbahaya. Juga keadaannya tidak memungkinkan untuk kita semua." Tegurnya dengan halus.


Tapi membuat Yi Changyin memukul dadanya dengan keras, membuat pria itu mengaduh. "Aku ingin melihat keadaan alam peri! Siapa tahu Bai Suyue bisa memperbaikinya!" Pekiknya yang sebenarnya ingin berteriak, namun tertahan karena tak ingin terdengar oleh siapapun.


Namun tak di sadari kalau Xiaobai memperhatikan mereka sambil cekikikan


"Tapi tidak sekarang, Yin'er.."


"Memangnya kenapa kalau sekarang?!" Yi Changyin memukul lengan Xuan Chen dengan kasar.


Xuan Chen hanya menatap Yi Changyin sabar. "Yin'er.." Sambil membelai pipinya yang mengembung dengan lembut. Gadis itu masih cemberut dan terlihat menggemaskan.


Kedua iris hitam mereka saling bertautan dalam waktu lama, membuat waktu seakan terhenti hanya untuk mereka berdua.


Dengan pengiring suara Feng'er dan Heilong yang sedang bertengkar. Dan Xiaoxuan yang kadang kali berperan sebagai penengah. Seakan telinga mereka di tulikan untuk hal itu. Demi menikmati waktu berdua di malam ini.


"Aku percaya dengan nona Xiaoxuan!"


"Mungkin tempat-tempat itu telah di sembunyikan, Feng'er!"


Sementara itu Xuan Chen mulai berbicara pada Yi Changyin tanpa memperdulikan celotehan mereka, "karena sekarang sudah larut, sebaiknya kau beristirahat.. Sebelum matahari terbit. Atau semua orang di akademi akan mengintrogasi kita." Tuturnya dengan lembut.


"Itu tidak akan memakan waktu yang lama!" Gerutunya sambil memainkan kukunya sendiri.


"Bahaya akan selalu mengintai.." Tergurnya lagi.


"Siapa takut?!" Seru Yi Changyin dengan ekspresi yang menantang. Membuat semua orang yang berada di sana langsung menoleh ke arahnya.


Xuan Chen menghela nafas panjang, kemudian menghembusnya perlahan. Setelah itu kembali menatap Yi Changyin dengan senyuman.


"Ini sudah larut, sebaiknya kita beristirahat.." Tuturnya dengan nada yang sabar.


Tak di sangka Yi Changyin kembali memukul dadanya. "Aku tidak butuh istirahat!"


Membuat pria itu kembali meringgis. Jelas-jelas dia kesakitan, karena yang di pukul kali ini adalah bekas luka tusukan pedang petang tadi.


Yi Changyin menutup mulutnya karena terkejut atas kelakuannya sendiri. Dia ingin minta maaf, tapi semua orang tahu bahwa ia sedang marah pada Xuan Chen. Membuat ia bergengsi dan mendirikan tubuhnya.


"Baiklah.." Tiba-tiba Yi Changyin mencubit pipi Xuan Chen dengan. keras. Membuat pria itu terbelalak sambil mengaduh. Sementara yang lain tersenyum sambil menutup mulutnya. "Tangkap aku jika bisa."


Yi Changyin tersenyum nakal di akhir kalimatnya. Setelah melepaskan cubitan, tiba-tiba ia berlari menjauh dari tempat berkumpul. Membuat Xuan Chen melupakan rasa sakitnya dan segera mengejar Yi Changyin.


Feng'er dan Heilong hendak ikut mengejar mereka berdua. Tapi urung karena Xiaobai keburu menarik lengan mereka.


"Biarkan saja mereka. Siapa tahu setelah aksi kejar-kejaran ini kalian akan mempunyai adik.."


Dan membuat kedua binatang ilahi itu melotot ke arahnya.

__ADS_1


.......


.......


.......


Setelah mengejar jauh menembus hutan bambu yang temaram, Xuan Chen berhenti berlari. Ia memegangi lututnya lelah, nafasnya tersengal-sengal sambil menatap gadis serba putih yang berdiri tak jauh di depannya.


Bak senang melihat Xuan Chen kelelahan, Yi Changyin tak henti-hentinya menyunggingkan senyuman tipis.


Tiba-tiba Yi Changyin tertawa dan kembali berlari sambil berseru, "tangkap aku jika bisa!"


Jelas ini permainan! Xuan Chen harus bisa memenangkannya. Meraih gadis itu lalu menghukumnya di atas peraduan.


Dia menyunggingkan senyuman tipis setelah memikirkan hal itu. Melepas lelah dan kembali mengejar Yi Changyin dengan kecepatan penuh.


Lelaki tetap lelaki. Pria itu berhasil berlari tepat beberapa langkah di belakang Yi Changyin. Gadis itu hanya tersenyum sambil mempercepat langkahnya.


Mereka saling mengejar seperti anak-anak di hutan bambu yang diselimuti dengan kegelapan malam, di bawah naungan bulan bersama kerlap kerlip teman-temannya, bintang.


Bak mengerti kesenangan anak-anak yang mereka berdua perbuat, para kunang-kunang mulai mengerumuni memberi sedikit cahaya. Membuat kesan tersendiri di antara mereka berdua yang tak henti-hentinya tersenyum riang.


.......


.......


.......


ADA PENGUMUMAN NIH! PENTING DAN WAJIB DI BACA!


Hai para Readers yang selalu komen, baca dan hanya sekedar like, hanya sekedar baca aja, mohon di baca ya.. Walaupun penggemar setia kisah A Chen dan Yin'er masih terbilang sedikit tapi author tetep sayang kalian kok🤗


Cerita yang kalian baca dari awal nyampe sekarang ini bergenre romantis dan fantasi. Jadi wajar saja sangat jarang ada pertarungan di antara MC dan musuh. Karena lebih mengacu ke romance. Walaupun ada adegan action yang tidak sekeren novel-novel lain, itu tidak membuktikan kalau novel ini termasuk genre action.


Mungkin ada yang bertanya-tanya MC nya over power? Yes! MC di sini dua-duanya jelas over power. Namun, belum author munculkan karena alasan-alasan tertentu.


Juga ada salah satu dari mereka yang over power namun kekuatannya masih di kubur dalam-dalam oleh sesuatu yang tak bisa di gali semudah itu.


Novel Author ini ngambil konsep dari drachin Love and redemption yang pernah author tonton dan pavvvv banget wkwk. Nah disitu awal mula MC ceweknya lemah, tapi sebenarnya dia over power namun kekuatannya masih terkubur oleh sesuatu, contohnya Xuan Chen disini.


Ya bedanya mungkin di drama tsb di awal mula itu yg lemah ceweknya, namun di sini kebalik.


Tenang kok, gak bakal selamanya orang gans itu selalu di bawah lindungan si Dewi rubah🤗


Novel ini happy end? jelas dong, kalo sad ending nanti gak nyambung wkwk. Kalo novel pertama nih ya, bisa tuh di bikin sad ending wkwk.


Selain itu author mau cerita tentang projects empat novel baru. Satu sudah publish namun hendak Hiatus, tiga lagi masih tahap bikin cover saja. Gatau di buatnya kapan, author mau Hiatus tahunan😭


Ya, untuk Hiatus.. kalian doakan author ya, semoga novel ini selesai sebelum waktunya tiba untuk berangkat dari rumah.


Author hendak meninggalkan rumah, dunia per-hp-an, dunia persosmed-an, dunia perkomikan, dunia pernovelan yang penuh dengan keindahan duniawi. Yang sudah mencurat coret lembaran hidup author yang pastinya banyak dosa, Astaghfirullah..


Karena itu author mau buka lembaran baru, doakan ya guys..


Jikalau novel ini tidak sempat terselesaikan bulan ini, author mohon maaf kalo nanti bakal Hiatus. Tapi belum tentu yaa, doain aja pokoknya.


Coba buat kalian pembaca-pembaca novelku, walau tak banyak. SEKARANG GAMAU TAU, komen di bawah sana mengenai APA SAJA YANG BELUM TERJAWAB DI NOVEL INI.


KOMEN YAAA PLIS, gabakal di ketawain kok.


Supaya komen kalian yang penasaran dengan alur yang belum jelas, bisa ku masukan note book dan dimasukan bertahap ke dalam alur. Juga bisa bikin mood booster author supaya semangat up dan tamat sebelum waktunya🤗


Segitu aja dulu lah, See you next chapter 🤗

__ADS_1


__ADS_2