The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CXXIII - Memecahkan Formasi


__ADS_3

"Ibunda terluka, dan itu belum sembuh sepenuhnya. Tidak boleh melakukan itu sendiri!" Feng'er menegur dengan nada dan wajah yang lucu. Membuat hati Yi Changyin sedikit geli, ia terkekeh pelan.


Kemudian Yi Changyin mengangguk-angguk. "Benar juga, aku tidak mau kaki Xuan Chen hancur."


"...." Feng'er dan Heilong hanya cemberut.


Tak lama setelah itu, mereka segera memulai. Feng'er dan Heilong berada di belakang Yi Changyin untuk menyalurkan sejumlah besar energi spiritual.


Tangan Yi Changyin sendiri sudah mengembunkan cahaya berwarna keemasan. Mulutnya bergumam merapalkan mantra.


Setetes darah keluar dari ujung jari tengahnya. Melayang indah menuju gembok yang berada di tengah lingkaran formasi.


Gembok itu semakin bersinar terang keemasan. Jika tidak membahayakan, mungkin akan terlihat elegan. Namun tiba-tiba itu bergetar.


Yi Changyin segera membentuk formasi baru di tangannya. Tangannya berputar indah penuh gerakan teratur dengan cahaya kemuning yang mengikutinya. Feng'er dan Heilong segera memperbaiki penyaluran.


Setelah formasi siap, mata elangnya menatap lingkaran formasi. Memperkirakan waktu yang tepat agar benang-benang itu singgah di tempat yang sudah di tentukan.


Jika salah, maka itu tidak bisa diperbaiki. Cahaya akan tetap di semprotkan ke dalam gembok, kemudian hancur beserta kakinya. Daging dan tulang mungkin tidak akan tersisa sama sekali. Mengerikan!


Namun karena hal ini, energi spiritualnya terus terkuras. Bibirnya pucat dan mengalirkan sungai darah.


Posisi hampir sama. Tanpa menunda lagi, Yi Changyin menembakkan energi spiritual ke tengah-tengah formasi, yang menjadi pecah kemudian masing-masing hinggap di dalam lubang.


Benang-benang itu mulai menegang dan langsung melengkung menuju tempat di tujunya. Dan itu tepat waktu! Mereka sudah berpasangan dan berputar bersama-sama. Yi Changyin dan kedua makhluk ilahi itu menghela nafas lega.


Namun belum sampai di situ, mereka harus terus menembakkan energi spiritual agar meledak dengan baik. Cahaya keemasan sudah disemprotkan ke dalam gembok. Itu bergetar dan bercahaya terang.


Sangat menguras, Yi Changyin hampir kehilangan keseimbangannya namun ia tetap bertahan. Seteguk darah termuntahkan, tapi tak membuat penyalurannya berhenti.


Cahaya itu semakin terang, dan tiba-tiba meledak dengan keras. Menggetarkan pagoda istana yang membuat semua orang terbelalak. Ada yang berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh, bahkan tak sedikit pelayan wanita yang terjerembab ke atas lantai.


Yue Xingfei yang masih berada di dalam istana segera berlari menuju tempat terjadinya ledakan. Dengan beberapa pengawal istana dan prajurit peri mengiringinya. Khawatir seseorang menyerang Ratu mereka, karena ledakan itu berasal dari kamar sang Ratu.


Sementara di dalam kamar, Yi Changyin dan kedua makhluk ilahi terpental ketika ledakan terjadi. Punggung mereka menabrak tembok dan memuntahkan darah.


Namun sejurus kemudian Feng'er dan Heilong tiba-tiba berlari ke arah Xuan Chen. Memeriksa kakinya dengan terburu-buru. Kemudian menggunakan energi spiritual untuk melihat apakah formasi itu masih ada atau tidak.


Kakinya utuh, tak ada yang terluka dalam ataupun luar. Formasi itu sudah hilang tak bersisa. Bahkan tidak meninggalkan debu sekalipun. Sementara itu tidur Xuan Chen tak terganggu bahkan dengan suara ledakan dahsyat yang menggetarkan istana Ratu.


Feng'er dan Heilong berjingkrak bahagia. Dia segera membantu ibundanya untuk berdiri. Yi Changyin tersenyum walaupun bibirnya pucat.


Namun di saat yang bersamaan, tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar tanpa ada ketukan terlebih dahulu. Tampak Yue Xingfei dan beberapa pengawal berada di sana dengan ekspresi yang cemas.


Namun melihat kamar baik-baik saja, mereka semua tertegun. Sekaligus merasa malu karena menerobos pintu kamar pemimpin mereka tanpa izin. Bahkan ketiga orang dalam ruanganpun menatap mereka heran.


"Bibi? Kau baik-baik saja?" Tanya Yue Xingfei sedikit canggung.


"Aku baik-baik saja. Mengapa kalian berkerumun dan menerobos pintu kamarku?" Yi Changyin masih menatap heran mereka.


"Maafkan ketidak sopannan kami, Ratu!" Para prajurit itu segera bersujud meminta maaf. Terkecuali Yue Xingfei yang masih berdiri kebingungan.


"Tapi, kami tadi mendengar ledakan dan merasakan getaran hebat. Asal ledakan itu tepat berada di kamar bibi. Apa yang sebenarnya terjadi?" Yue Xingfei masih penasaran sekaligus khawatir.


Tiba-tiba Yi Changyin terkekeh pelan. "Maafkan bibi ini. Tadi Feng'er sedang membuat pil, tapi dia salah langkah dan meledak."


Mendengar tuduhan mendesak ini, Feng'er hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum paksa. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Semua orang menyipitkan matanya bingung, antara percaya dan tidak.

__ADS_1


"Kalau benar tidak terjadi apa-apa, sebaiknya, Xingfei pamit pergi." Katanya walau masih ragu.


Setelah mereka semua pergi meninggalkan kamar, pintu di tutup. Sudah tidak ada siapa-siapa lagi di sana. Tiba-tiba saja Yi Changyin memuntahkan seteguk darah. Feng'er dan Heilong panik, namun Yi Changyin bilang ini tidak apa-apa.


"Sebaiknya kita melanjutkan langkah yang kedua. Jangan terlalu khawatir dengan penyakitku." Ujar Yi Changyin santai sambil mengeluarkan ganggang danau alam baka.


Mereka berdua masih terdiam sambil mengerucutkan bibirnya. Sangat lucu, menggelitik hati Yi Changyin hingga membuat ia tertawa kecil.


"Hidupku sudah amat panjang dari siapapun. Luka, senang, sedih, sudah biasa bagiku. Bahkan mati pernah ku lewati dahulu."


Apa yang di katakannya benar. Bisa dibilang, Bai Suyue adalah pemilik umur terpanjang di seluruh alam semesta ini setelah Baiyun Dijun. Juga memiliki wajah terawet muda bersama Wu Yun.


Dia benar-benar sudah melewati banyak seluk beluk kehidupan yang berliku-liku. Mulai dari yang lurus sampai yang terjal. Hidup bahkan mati. Mungkin baru kali ini dia dapat merasakan cinta yang tulus.


"Itu... Bukankah kita bisa meminta tolong orang lain untuk darah ekor rubahnya?" Heilong tetap saja masih ragu dengan langkah kedua ini.


Yi Changyin tergelak. "Siapa yang mau? Kita membutuhkan darah Dewi tertinggi."


"Bukankah jiwa rubahmu sendiri belum mencapai Dewi tertinggi?" Sahut Feng'er.


Yi Changyin termenung sesaat. Apa yang di katakan Feng'er benar. Namun kemudian ia tersenyum, "tidak masalah. Jiwa elangku akan membantu, itu lebih kuat dari puluhan Dewi tertinggi."


"Tapi..."


"Sudahlah jangan banyak bicara, sebaiknya kita cepat lakukan." Sela Yi Changyin tak sabaran sambil mengeluarkan pisau dengan ujung perak penuh dengan ornamen unik.


Gadis itu menyodorkannya pada Feng'er dan Heilong, mereka tiba-tiba bergidik ngeri. "Mau bantu aku mengeluarkan darahnya?"


"Tidak mau!!" Teriak mereka berdua secara bersamaan sambil membalikkan badan. Yi Changyin hanya tersenyum tipis, mengangkat bahunya tak peduli.


Jika Yi Changyin mendesis, maka dia semakin merapatkan segalanya. Seakan itu adalah suara yang mengerikan sepanjang masa.


Tak lama kemudian...


"Jangan terus bersembunyi, aku sudah selesai." Kata-kata itu mendengung di dalam telinganya. Feng'er dan Heilong segera berbalik, melihat Yi Changyin yang sedang menutup sebuah wadah kaca penuh darah dengan tutupnya.


Wajahnya bertambah pucat, bibirnya bagaikan tak berdarah. Dia bertambah lesu, membuat keduanya merajut alis penuh kesedihan.


Sejurus kemudian mereka berlari, menahan tubuh Yi Changyin yang hendak ambruk dari atas kursi. Gadis itu begitu lemah dalam sandaran Heilong.


"Lakukan sisanya, aku yakin kalian bisa..." Setelah mengatakan hal itu kesadaran Yi Changyin menguap. Heilong segera membawanya ke atas kasur untuk berbaring di sana.


Yi Changyin tambah pucat. Bibirnya bak tidak berdarah. Alisnya merajut merasakan sakit walaupun dalam keadaan tidak sadar.


Feng'er dan Heilong merasa sedih, namun mereka segera mengesampingkan hal itu. Mereka saling melirik, dan mengangguk yakin untuk melakukan hal selanjutnya...


.......


.......


.......


"Yang mulia, kudengar Gaoqing Dijun mengundang Bai Suyue dan Wu Yun ke dalam acara pernikahannya." Ujar Aoyi Jinqi ketika duduk di samping suaminya.


Pria bertopeng dan memiliki aura iblis yang kuat itu tak henti-hentinya menatap hologram milik Wu Yun yang hanya tinggal satu lagi untuk bergabung. Saat mendengar kata-kata istrinya, dia berwajar masam.


"Apakah ada sesuatu yang akan di rencanakan Raja besar alam Langit itu?" Dia menebak.

__ADS_1


Aoyi Jinqi mengangguk. "Sepertinya ya."


"Apakah tentang Wu Yun?" Entah kenapa Zhang Bixuan merasakan firasat bahwa rencana Gaoqing Dijun akan melakukan sesuatu pada Wu Yun.


"Aku tidak tahu."


Zhang Bixuan menghela nafas. "Aku takut Gaoqing Dijun akan membunuhnya."


"Tapi itu sangat tidak mungkin." Sahut Aoyi Jinqi tidak setuju. "Gaoqing Dijun tidak akan bisa mengalahkannya sendirian. Sedangkan Dewa Dewi yang lain tidak mungkin untuk melakukan hal itu."


"Jika seperti itu... Maka ada sesuatu yang lain, yang tidak kita ketahui." Tebak Zhang Bixuan lagi. "Ada hubungannya dengan Bai Suyue."


"Apakah mungkin Bai Suyue berkolusi dengan Gaoqing Dijun untuk membunuh Wu Yun saat itu juga?" Aoyi Jinqi tampak cemas.


Namun Zhang Bixuan menggeleng. "Tampaknya, Bai Suyue belum mengetahui kalau kekasihnya adalah Wu Yun."


Kini Aoyi Jinqi menghela nafas. "Kita tidak akan bisa masuk ke alam langit, bukan?"


Zhang Bixuan tersenyum, membelai rambut panjang istrinya. "Saat kekacauan sudah terjadi, maka itu bisa..." Sejurus kemudian senyumannya mengembang.


.......


.......


.......


Xuan Chen membuka matanya. Dia telah kembali ke alam sadarnya ketika merasakan rasa sakit yang menusuk-nusuk lehernya. Dia ingat, itu Yi Changyin yang memukulnya. Apa yang gadis itu lakukan ketika dia pingsan? Tidak mungkin memper kosanya kan?


Ia masih di kamar Yi Changyin yang luas. Dikelilingi kelambu biru muda yang menghangatkan. Suasananya tampak temaram. Sepertinya sudah malam hari.


Saat menoleh ke samping, gadis itu tampak tidur dengan damai sambil memeluk setengah badannya. Ada selimut yang menutupi sampai pinggang. Dia mengerutkan kening, walaupun semuanya baik-baik saja, selalu merasa ada yang salah.


Walaupun masih bingung, ia berusaha mengesampingkannya segalanya. Lalu tidur menyamping dan memeluk tubuh Yi Changyin.


Tak sengaja ia melihat tangannya yang terluka kecil. Kerutan di dahinya semakin dalam. Dia mengangkat tangan kirinya tinggi-tinggi, dan melihat satu luka seperti bekas di tusuk jarum kecil.


"Darah kontrak hilang?" Gumam Xuan Chen walaupun masih tertegun.


Detik berikutnya, ia terkejut bukan main. Kemudian menarik paksa kedua tangan Yi Changyin. Dan keduanya baik-baik saja. Pasalnya, yang dia tahu cara ampuh untuk melepaskan kontrak adalah dengan memotong sebelah tangan sampai sikut.


Karena gerakan tiba-tiba itu jelas membuat Yi Changyin terbangun. Gadis itu tiba-tiba memukul lengan atasnya sambil cemberut. Matanya masih setengah mengantuk.


Xuan Chen terkekeh pelan melihatnya, dia mengelus-elus pipinya yang sedikit mengembung. "Maaf telah menganggu tidurmu."


Namun yang dilihatnya, wajah Yi Changyin semakin memberenggut kesal. Tak bersuara sekalipun.


Tiba-tiba saja pria itu menaikinya sambil tersenyum penuh minat. Mata Yi Changyin semakin terbuka karena itu. Baru saja Xuan hendak berbicara untuk menggodanya, tangan kecil Yi Changyin kembali memukul lehernya hingga pingsan.


Setelah Xuan Chen tak sadarkan diri di atas tubuhnya, Yi Changyin tersenyum kemenangan. Dia menyingkirkan tubuhnya ke samping, menaikinya, lalu tidur di atasnya dengan selimut tebal.


.......


.......


.......


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗

__ADS_1


__ADS_2