The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan


__ADS_3

Dengan cekatan Yi Changyin menarik tangan Xuan Chen yang nyaris tertabrak sesuatu yang bergerak cepat dan berukuran besar.


Membuat mereka terpelanting ke arah tebing dan berputar-putar. Namun mata mereka saling bertautan. Yang seakan merasakan waktu disana melambat dalam waktu yang lama.


Dengan angan-angan yang serasa masuk kedalam dunia khayalan. Yang didalamnya hanya ada mereka berdua tanpa ada pengganggu dan pengusik.


Tak peduli jika sebenernya saat ini mereka sedang menuju tebing untuk terjatuh.


Kecepatan mereka berputar bahkan menerbangkan jubah putih panjang yang mereka kenakan. Ikut berputar-putar seperti sedang menari.


Tepat beberapa meter sebelum mengenai tebing yang berada di sana, Yi Changyin terlebih dahulu tersadar dengan apa yang terjadi.


Ia segera mengerahkan seluruh tenaga menarik kerah baju Xuan Chen ke arah yang berlawanan. Tangan Xuan Chen masih berada di pinggangnya, hingga mereka masih bersama saat terlempar ke bawah jurang yang di dasarnya terdapat sungai.


Bahkan para peri yang berada di sekitarnya melongo keheranan dengan apa yang dilakukan keduanya.


Entah karena Xuan Chen terus menatapnya atau apa, Yi Changyin merasa gugup saat itu. Membuat Yi Changyin sangat sulit untuk mengendalikan kekuatan, apalagi keadaannya sedang tidak terkendali.


"Sialan.." Umpat Yi Changyin ketika dia menyadari akan jatuh ke dalam air yang penuh dengan sesuatu, tapi Xuan Chen masih tersenyum menatapnya.


Sialan!


Ketika Yi Changyin akan mengendalikan pergerakan mereka, tiba-tiba sebuah ingatan masuk ke dalam kepalanya. Membuat ia terdiam dan pasrah walaupun akan terjatuh.


Merasakan posisi yang sama seperti sekarang.. seorang pria yang memeluknya dari atas dan terjatuh ke dalam jurang. Namun pria itu seperti bukan Xuan Chen, atau bisa juga di bilang iya.


Pria itu berpakaian hitam, namun mata dalam topeng itu sedang menatapnya dalam.


"Maaf... sebenarnya, selama ini aku selalu mencintaimu.."


Sejurus kemudian ia mendengar dirinya sendiri berbicara, "maafkan aku juga, yang tidak menyadari semuanya."


Setelah itu pandangannya kembali melihat wajah Xuan Chen. Membuat Yi Changyin menjerit. Bukan karena Xuan Chen, tapi saat ini dia akan terjatuh dan terlambat untuk mencegah.


BYURR!!


Dan mereka masuk ke dalam air hingga menimbulkan percikan hebat. Dan membuat peri laki-laki yang sedang memancing dekat sana tiba-tiba saja di hujani air.


Jelas, peri laki-laki itu langsung berlari terbirit-birit.


Tapi buruknya mereka telah terjatuh dari atas dengan keras. Hingga punggung Yi Changyin terbentur batu-batu di dasar sungai.


Untung saja arus sungai disana sedang dalam kondisi normal. Dengan kecepatan arus yang sedang dan hanya sedalam paha orang dewasa.


Setelah mendudukkan diri di atas batu sungai dan terbatuk-batuk, dengan cepat Yi Changyin memukul dada Xuan Chen.


"Bukannya memperhatikan keadaan tapi malah semakin membuatku jatuh!" Gerutunya penuh emosi.


"Aku tidak peduli akan jatuh atau tidak." Wajah Xuan Chen terlihat mendekat. "Matamu terlalu menghanyutkan."


Membuat Yi Changyin mencibir.


"Sudahlah, tidak ada gunanya berbicara denganmu."


Tiba-tiba pakaian Yi Changyin kering dalam sekali usapan tangannya. Begitupula dengan milik Xuan Chen.


Sejurus kemudian, Yi Changyin mengeluarkan sesuatu di balik kepalan tangannya. Xuan Chen menatap benda itu tanpa bersuara, hanya terdiam menunggu Yi Changyin menjelaskan.


"Ini adalah liontin spiritual." Jelas Yi Changyin sambil menggerak-gerakkan liontin kristal yang cantik itu dengan ibu jarinya. Yang memiliki aura tak biasa dan kuat.


"Liontin ini hanya ada tiga didunia. Satu di pegang olehku, lalu Wu Yun dan Dewa kegelapan. Milik Wu Yun mungkin telah diambil oleh pihak alam langit. Sedangkan milik Dewa kegelapan aku tidak tahu."


"Ini bisa memudahkanku membawamu kemana saja." Tambahnya sambil tersenyum puas.

__ADS_1


Xuan Chen menatap liontin itu kagum. "Kau begitu banyak memiliki kejutan. Mulai dari benda-benda aneh sampai.. alam yang aneh." Katanya sambil meraih sesuatu di dalam air.


"Lihatlah, entah kenapa rumput laut bisa berada di sungai. Berwarna merah muda pula.."


Yi Changyin terlihat begitu terkejut ketika Xuan Chen mengangkat tumbuhan yang mirip dengan rumput laut namun berwarna merah muda itu.


"Lepaskan itu! Itu akan mel一!"


Terlambat, rumput itu tiba-tiba membengkak lalu meledak dan menyemburkan cairan merah muda. Tepat mengenai wajah Xuan Chen.


"ledak.." Yi Changyin melanjutkan kata-katanya tanpa sadar sambil melongo.


"Fyuh!" Xuan Chen membuang sesuatu yang masuk ke dalam mulutnya.


"Lihatlah betapa anehnya rerumputan ini." Ujar Xuan Chen dengan tenang sambil membasuh wajahnya yang berwarna merah muda dengan air.


"Dasar bod oh, itu tidak akan bisa hilang oleh air!" Seru Yi Changyin yang membuat Xuan Chen menoleh dengan ekspresi yang terkejut bukan main


Namun karena kulit wajahnya berwarna merah muda, Yi Changyin tertawa terbahak-bahak. "Kau terlihat seperti seekor binatang yang berwarna merah muda" ejeknya di sela-sela tertawa.


"Jangan mengejek, bagaimana cara menghilangkannya?!" Teriak Xuan Chen panik sambil terus menggosok-gosok wajahnya. Sementara Yi Changyin masih larut dalam tawaannya.


"Biarkan seperti itu agar kau selalu terlihat jelek." Katanya dengan senyuman.


Hal itu memembuat Xuan Chen menoleh dengan cepat, memberikan tatapan tak setuju.


"Agar wanita seperti Wei Qiao tidak akan mengejarmu lagi, paham?" Tambahnya ketus. Karena tidak suka melihat tatapan tidak setuju itu.


Tapi membuat Xuan Chen menghela nafas panjang.


"Apakah kau tidak takut akan di tertawakan karena memiliki pasangan dengan wajah berwarna merah muda?" Xuan Chen masih tidak menyerah.


"Seperti apa tadi kau bilang?" Xuan Chen masih melanjutkan kata-katanya. "Oh ya, kau mau diejek punya pendamping hidup yang seperti binatang yang berwarna merah muda?"


"Maka dari itu cepat sembuhkan aku.." Xuan Chen memohon sambil menggoyang-goyangkan tangannya.


Yi Changyin menjauhkan tangan itu secara perlahan. "Baiklah.. baiklah.. alam peri ini selalu siap penawar pada racun apapun. Kau tenang saja.." Dia bertingkah sopan.


"Apakah ini beracun?!" Tanya Xuan Chen sambil membelalakkan matanya. Ia begitu terkejut ketika mendengar 'racun' dari mulut Yi Changyin.


"Ya, beracun dan dapat membunuhmu kapan saja!"


"Tentu saja tidak! Racun ini hanya akan membuat wajahmu berwarna merah muda!" Tambahnya sebelum Xuan Chen berniat berbicara.


Xuan Chen hanya tertegun sebelum akhirnya mendesah pasrah.


Yi Changyin mengeluarkan sebutir pil berwarna putih di tangannya. Menarik tangan Xuan Chen dan buru-buru hendak merebutnya, namun Yi Changyin segera menyembunyikan ke belakang.


"Apa lagi? Apa yang kau inginkan?" Tanya Xuan Chen karena beranggapan jika Yi Changyin seperti ini pasti ada maunya.


Namun sejurus kemudian ia terkejut ketika melihat Yi Changyin memakan pil itu sendiri.


"Apa yang kau一?!"


Ucapannya terpotong di udara saat tangan mungil itu mencengkram rahangnya. Kemudian sentuhan lembut di bibirnya yang membuat ia terdiam tak bisa berkata-kata lagi.


Kemudian ada rasa sesuatu yang mengalir dari mulut Yi Changyin kedalam mulutnya. Yang terasa menyegarkan dan perlahan-lahan memudarkan warna merah muda di wajahnya hingga menghilang.


Setelah itu Yi Changyin melepaskan sentuhannya. Namun Xuan Chen masih tertegun dengan apa yang terjadi barusan. Ia masih terhanyut dalam sentuhan lembut tak terduga itu.


Memang, dia sering merasakannya di waktu-waktu terdahulu. Bahkan lebih dari itu. Namun entah kenapa setiap lagi melakukannya, akan berasa sama seperti yang terjadi pertama kali.


"Pil ini akan terasa pahit jika dimakan langsung." Yi Changyin mulai menjelaskan dengan nada yang lembut dan pipi yang memerah. "Maka dari itu aku... umph!"

__ADS_1


Kata-katanya terpotong di udara ketika Xuan Chen yang menarik tengkuknya dan menyumpalnya tiba-tiba. Kini giliran dirinya yang tertegun dan tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi.


Seperti biasa ia terhanyutkan dalam perasaan yang indah. Hingga merasa dunia ini kosong melompong, suara gemericik air sungai yang mengalir melewati batu seakan tak bisa terdengar oleh telinganya lagi.


Setelah kehabisan nafas yang membuat wajahnya memerah, Xuan Chen melepaskannya. Ia hanya tertunduk tak berani menantang tatapan yang memabukkan itu lagi.


"Benda apa tadi yang membuat kita jatuh kemari?"


Pertanyaan itu menarik Yi Changyin untuk mendongkak. "Itu paus terbang." Jawabnya dengan polos namun sukses membuat Xuan Chen menjatuhkan rahangnya.


"Apa kau bilang?! Mana mungkin!" Xuan Chen tampak tidak percaya.


"Di alam peri apa saja bisa terjadi, dan apa saja bisa muncul." Sahut Yi Changyin dengan bangga.


"Paus terbang seperti itu hanya ada tujuh di alam peri. Tersebar di seluruh penjuru dan suka mengelana. Namun tempat tinggal asli mereka ada di telaga biru." Jelasnya panjang lebar.


"Dan... nama paus biru itu adakah Baba." Tambahnya sambil merentangkan kedua tangannya bangga dan menyebut nama 'baba' dengan bernada.


"Baba?" Xuan Chen mendengus. Sebenarnya ia merasa kesal dengan paus terbang itu. "Nama apa itu, sangat aneh!"


"Hey!" Yi Changyin menunjuk pangkal hidungnya dengan tatapan yang menyalang. "Jangan sembarang menghinanya atau dia akan datang dan marah!"


Gadis itu memperingkatkannnya. Namun Xuan Chen kembali mendengus tidak percaya. Dan membuat Yi Changyin menggeram karena ucapannya.


"Tidak mungkin dia mendengarkanku bic-!"


BLUSSSHH!


Tanpa di duga, secepat kilat. Paus biru itu datang dan menabrak tubuh Xuan Chen hingga kembali masuk ke dalam air. Menciptakan hujan dadakan di sekitar Yi Changyin.


"Sudah kubilang.." Gumamnya dengan malas.


.......


.......


.......


Setelah pergi dari bagian tengah alam peri, atau tepatnya daerah yang di tempati oleh peri ras bulan. Mereka berdua pergi ke arah Utara. Yakni ketempat tinggal peri ras air sekaligus melihat tempat tinggal paus terbang itu.


Telaga biru.


Yi Changyin dengan wujud elang putih besar berparuh emas, membawa Xuan Chen dalam liontin yang di kalungkan di lehernya.


Setelah sampai, seperti biasa mereka mengendarai awan untuk berkeliling. Melihat bagaimana luasnya danau biru yang sudah seperti lautan.


Hanya ada satu pulau di sana. Yang berdiri beberapa bangunan Paviliun, toko-toko, kios-kios dan pagoda yang mengelilingi satu istana kecil. Jelas itu adalah tempat tinggal Shui Ning sebagai pemimpin daerah.


Lalu di belakangnya terdapat gunung yang menjulang tinggi. Dengan beberapa ladang dan kebun yang mengelilingi.


Air di sana sangat jernih, hingga menampilkan pemandangan bawah telaga yang indah. Teramat jelas di sana terdapat tiga ekor paus terbang yang sedang berenang-renang.


Yi Changyin yang melihat Xuan Chen terkagum-kagum melihat pemandangan itu, ia mendekat perlahan dengan tatapan jahilnya.


"Jangan sampai kau terlihat oleh salah satu dari mereka." Bisik Yi Changyin tapi sukses membuat Xuan Chen terperanjat kaget.


.......


.......


.......


Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉

__ADS_1


__ADS_2