The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)


__ADS_3

Yi Changyin tersenyum haru mendengar penuturan mereka berdua.


"Apa aku masih suamimu?" Bisik Xuan Chen tepat di depan daun telinganya. Membuat sensasi menggelitik dari hembusan nafasnya, yang sukses membuat rona merah di pipinya. Tapi malah mendapatkan tatapan tidak suka dari Shen Lan.


"Sudah kubilang.. semua orang masih sama di mataku." Ucapnya tanpa menoleh sebab rasa gugup yang menguasai.


Xuan Chen hendak menggodanya lagi dengan melebarkan senyuman, tapi urung karena Shen Lan telah terlebih dahulu berbicara. Seperti sengaja ingin mendahului dan mencegah semuanya terjadi.


"Bagaimana selanjutnya?"


"Aku masih memikirkannya." Dia tersenyum penuh arti. "Banyak yang harus ku buat hingga tidak tahu harus memulainya dari mana."


Xuan Chen tersenyum menatapnya. Karena Yi Changyin tampak bahagia sekarang ini. Membuat hari-harinya kembali dipenuhi dengan pelangi.


"Karena aku sudah mendapatkan kekuatan Dewi tertinggi, maka akan lebih mudah untuk.." Yi Changyin menoleh ke arah Xuan Chen dengan senyuman. "Menyembuhkan sem一!"


"Jangan!"


"Ekhem!"


Xuan Chen dan Shen Lan menyela secara bersamaan. Membuat mata Yi Changyin sedikit sayu karenanya. Xuan Chen hanya terdiam, namun Shen Lan kembali berbicara.


"Kau ini ratu peri, pikirkanlah segala hal yang menyangkut keselamatan dunia.." tegurnya dengan wajah yang tidak senang.


Xuan Chen menyadari hal itu.


Apakah Shen Lan mulai tidak menyukainya karena alasan Yi Changyin yang keras kepala akan keinginan untuk menyembuhkannya?


Tapi memang sejujurnya dia tidak butuh sembuh.. hanya butuh kebahagiaan abadi bersama gadisnya. Itu saja. Bisakah seperti itu?


Tapi ternyata keras kepala Yi Changyin bisa saja menghancurkan impian besar yang diidam-idamkannya. Hanya dengan Shen Lan yang sudah perlahan-lahan tak menyetujui mereka, itu akan sangat sulit.


Bahkan sekarangpun Yi Changyin masih tidak berubah pikiran, "tapi aku.."


"Tapi kau adalah ratu alam peri yang tidak boleh mengerjakan hal yang sama sekali tidak penting." Ralat Shen Lan semakin terdengar tak menyenangkan.


Ya, bunga mawar biru itu amat marah ketika merasakan luka besar pada Yi Changyin. Lalu pengakuan gadis itu yang telah melakukan teknik terlarang untuk keselamatan pria yang baginya hanya manusia biasa dan tak berhak mendapatkan semua keuntungan dari Yi Changyin. Ia sangat marah!


Ah, sepertinya sekarang Shen Lan menyesal telah memutuskan beberapa hal tiga tahun lalu ketika di alam langit. Tepatnya sebelum menginjakkan kaki di alam fana.


'Aku berjanji akan menjadi hewan kontrak pria dalam mimpi itu jika benar-benar telah menemukannya.' Itu adalah ucapan Yi Changyin sepulang dari gua api spiritual, yang telah disetujui olehnya tanpa ragu.


Hati Yi Changyin mencelos ketika mendengar kata 'sama sekali tidak penting' dari mulut Shen Lan. Karena yang dia maksud adalah kesembuhan Xuan Chen. Apakah itu sama sekali tidak penting, Shen Lan?


Kini ia hanya menatap Shen Lan dengan kecewa. Tak marah bahkan melawan seperti biasanya. Bawaan sikap Bai Suyue benar-benar telah merubahnya.


Bahkan tanpa berkata-kata lagi, Yi Changyin bergegas pergi meninggalkan mereka bertiga. Shen Lan hanya bergeming, sementara Yi Xuemei terdiam tak tahu harus bagaimana lagi.


"Yin'er, kau mau kemana?!" Tanya Xuan Chen cemas karena melihat air muka Yi Changyin yang tidak baik. Dan berhasil membuat langkah gadis itu segera berhenti.


"Aku akan membereskan kekacauan di akademi. Setelah itu menjemput Hua Mu Dan, Yue Xingfei, Hu Diejing, Lian Qingran dan Shui Ning." Jawabnya seraya menoleh setengah badan.


"Hua Mu Dan?! Yue Xingfei?! Dan.. siapa mereka?" Xuan Chen terlihat terkejut begitu mendengar dua nama yang dia kenali di paviliun perjodohannya milik kakek bulan. Yang di gadang-gadang sebagai putri dari Dewa perjodohan.


Lalu mengapa..?!


Yi Changyin hanya tersenyum menanggapi keterkejutannya. "Benar, mereka adalah lima kepercayaan setiaku di alam peri." Jedanya. "Dan setelah melakukan hal dua tadi, aku akan mengembalikan alam peri seperti semula."


Kemudian Yi Changyin bergegas pergi tanpa mengatakan sepatah kata lagi atau menunggu jawaban dari yang lain.

__ADS_1


Xuan Chen hendak menyusul, namun berhenti karena tak sengaja tatapan melihat tak suka Shen Lan yang seakan mengatakan, 'jangan membebani Yi Changyin.'


Membuat ia urung dan kembali mundur beberapa langkah, lalu mengubur dalam-dalam keinginannya.


Shen Lan berdehem sebelum akhirnya berkata, "ingatlah sesuatu dariku."


Membuat ia mendongkak.


"Jangan lakukan apapun yang bisa saja membuat Yi Changyin dalam bahaya." Jedanya. "Juga usahakan agar ia gak melakukan apapun untukmu. Kau harus menepati janji-janji itu, kau ingat? Janji sebelum pernikahan?"


Xuan Chen hanya mengangguk-angguk.


Setelah melihat anggukannya, Shen Lan pergi dengan langkah cepat. Di susul dengan Yi Xuemei yang sempat menatapnya sekilas sebelum pergi.


Setelah kepergian mereka, Xuan Chen menghela nafas kemudian membuangnya perlahan. Duduk di atas batu yang sempat diduduki oleh Yi Changyin tadi. Matanya menatap ke atas langit yang cerah namun dengan pikiran yang menerawang.


"Bodohnya aku.." Makinya sambil mengeratkan kepalan tangannya.


.......


.......


.......


Yi Changyin kembali ke akademi dengan wajah yang menunjukkan ekspresi campur aduk. Namun penampilannya kembali kepada Yi Changyin seperti biasa.


Benar, dia belum bangkit sepenuhnya. Belum memiliki segalanya dari Bai Suyue secara sepenuhnya. Apapun yang dia lakukan pastinya akan terbatas. Dan dia masihlah Yi Changyin Sang Dewi Rubah. Belum bisa memimpin kembali alam peri secara sah. Walaupun dia sendiri tengah mengakui identitas yang tak punah karena kematian.


Keadaan di aula utama sangat kacau. Dengan sebagian murid yang membersihkan puing-puing bangunan. Sebagian lagi sengaja membongkar bangunan yang hampir roboh. Dan sebagian lagi entah kemana.


Mereka semua sibuk karena ulahnya.


Yi Changyin membuang nafasnya. Mengibaskan tangannya ke udara kosong dan menimbulkan getaran kecil di sekitar tangannya.


Semua murid menjadi terbengong karena hal itu. Puing yang sedang mereka pindah-pindahkan tiba-tiba menghilang di atas telapak tangan. Bangunan yang sedang di robohkan kembali utuh seperti semula.


Setelah terbengong dalam waktu lama. Mereka akhirnya menoleh ke arah gerbang masuk. Yang berdiri seorang gadis familiar berhanfu putih dan tersenyum kikuk ke arah mereka.


Namun tiba-tiba gadis itu terkejut ketika mereka semua menghampirinya dengan cara yang tidak biasa. Yaitu mereka bertekuk lutut begitu sampai.


Bahkan di sana ada Li Qian dan Fu Lianbing yang sangat dikenalnya.


"Ap.. apa.. yang kalian lakukan?" Tanya Yi Changyin merasa tidak nyaman.


"Kau adalah penyelamat akademi kami, terima kasih Ratu!" Teriak Fu Lianbing yang langsung di sambut sujudan semua orang padanya.


"Berhenti bersujud!" Teriaknya yang membuat semua orang serempak menegakkan tubuhnya.


Kemudian dia melanjutkan, "aku.. aku bukan ratu. Tapi.. masih teman kalian. Dan jangan pernah menganggapku sebagai Ratu, ya?"


Namun hanya keheningan yang tersisa. Membuat Yi Changyin semakin berkeringat dan menelan salivanya susah payah.


Dengan sabar ia berkata, "kalian boleh berdiri."


Dan semua orang langsung berdiri tegak, seperti Yi Changyin adalah pengontrol mereka semua.


"Kalian jangan anggap aku seseorang yang asing, aku masih teman kalian." Gerutunya.


"Tapi.. jika kami tidak menghormatimu, sama saja tidak menghormati alam peri." Jawab Fu Lianbing tidak setuju. Dan mendapat anggukan dari semua orang.

__ADS_1


"Terserah apa katamu tapi aku tetap teman kalian! Bukan ratu kalian!" Salaknya sambil berlalu.


Membuat semua orang tertegun dan bingung akan keadaan.


Namun detik berikutnya Yi Changyin kembali berbalik membuat semua orang terkejut, "rahasiakan semua ini dari siapapun, baik?"


Sontak semua orang yang berada di sana membungkuk, "baik.."


Membuat Yi Changyin menggigit bibirnya keras karena berusaha menahan emosi pada mereka. Namun pada akhirnya ia tetap kembali pergi, menghilang di gerbang akademi.


Kembali berjalan melewati hutan dengan pikiran yang terus mengingat-ingat apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya. Dan cukup menarik untuk diingat.


Namun tak jauh dia berjalan, Yi Changyin tak sengaja berpapasan dengan Shen Lan dan Yi Xuemei. Yang sepertinya akan berjalan pulang menuju akademi. Namun ia tak melihat Xuan Chen dimanapun.


"Sudah?" Tanya Shen Lan langsung pada intinya.


Yi Changyin hanya mengangguk-angguk. "Dimana Xuan Chen?"


"Dia di sana.." Shen Lan menjawab dengan malas. Namun ibu jarinya menunjuk ke belakang yang tidak ada siapapun di sana. Mungkin Xuan Chen masih berada di tempat yang semula.


Yi Changyin kembali mengangguk kemudian berkata, "sebelum menemuinya.. aku ingin kau memeriksa tubuhku yang paling dalam. Ada sesuatu yang aneh yang bahkan tidak bisa terdeteksi sendiri olehku. Mungkin saja.. denganmu akan bisa."


Shen Lan mengangguk-angguk, "baiklah.. jelaskan apa masalahmu?"


"Ketika aku merasa kecewa.. semuanya tidak terkendali."


Membuat mereka berdua saling melirik heran.


"Malam itu.." Matanya menerawang pada saat ia menghancurkan hutan bambu. "Aku bahkan tidak sadar telah menghancurkan tempat itu."


Lalu saat berpapasan dengan Xuan Chen. "Entah kenapa saat itu aku merasa benar-benar membencinya. Apalagi saat melihat matanya."


Kemudian saat api murni yang tiba-tiba keluar dari tubuhnya dan melukai Xuan Chen. "Dan melukai tangannya dengan kekuatan Bai Suyue."


"Xuan Chen terluka lagi?" Tanya Shen Lan mengangkat sebelah alisnya. "Apakah kau menyembuhkannya lagi?"


Yi Changyin menggeleng. "Bahkan saat menyelamatkan nyawanya, bekas luka bakar tidak menghilang dari tubuhnya. Malahan sekarang ia menutup-nutupinya dengan rapat."


Hening sesaat.


"Tapi, jangan mempermasalahkan hal itu sekarang. Aku hanya ingin tau apa yang terjadi pada tubuhku." Tambahnya tidak sabaran.


"Saat itu.. apa yang kau rasakan selain benci dan sebagainya?" Yi Xuemei mulai ikut bertanya.


"Tidak ada, aku hanya merasa semua tidak terkendali. Padahal malam itu aku hanya berniat untuk bersandiwara."


Semua orang termenung, hingga larut dalam kesepian. Dan sepertinya Shen Lan tengah berfikir keras tentang hal ini.


"Baiklah.." Tiba-tiba suara Shen Lan memecah keheningan.


Ia mengangkat tangannya yang penuh dengan energi spiritual berwarna biru tua. "Bersiap-siaplah, mungkin akan sedikit sakit untuk memeriksa tubuh dalammu."


Yi Changyin hanya mengangguk dan memejamkan matanya.


Saat ini hanya bisa meminta bantuan Shen Lan. Karena jiwa yang belum pulih membuat ia kesusahan untuk berfikir dengan jernih. Semua yang berada di dalam tubuhnya seperti telah dicampur aduk.


.......


.......

__ADS_1


.......


Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉


__ADS_2