The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan


__ADS_3

Xuan Chen semakin mengunci pelukannya. Lalu membisikkan kata-kata, "apa kau tau? Baik jadi Wu Yun, baik jadi Xuan Chen, aku selalu mencintaimu. Tidak pernah membencimu, demi langit..." Dia bahkan berani bersumpah di depan telinganya.


Semua orang hanya terdiam, tidak tahu apa yang dibicarakan pria itu. Mereka hanya bisa melihat Yi Changyin yang memberontak di dalam dekapan Xuan Chen. Tidak bisa berkomentar apa-apa.


Yi Changyin sendiri tidak tahu harus berbuat apa, kata-kata itu membuatnya semakin tidak nyaman. Dengan berat hati dia menjawab dengan bisikan, "tapi Bai Suyue, telah bersumpah untuk membenci Wu Yun bahkan jika bertemu di kehidupan selanjutnya."


Xuan Chen tertegun, merasa tertohok. Bisikan yang menjadi ribuan pisau telah menusuk ulu hatinya. Sakit yang tidak bisa terbayangkan, membungkam segala kata dan hanya bisa membuatnya terdiam seribu bahasa. Ingin menangis, tapi air mata telah habis oleh rasa sakit.


Tapi Xuan Chen yakin, kata-kata itu hanyalah angin lalu. Dia berusaha menghibur diri sendiri. Xuan Chen semakin mengeratkan pelukannya, tidak peduli seberapa kuatnya Yi Changyin ingin melepaskan diri.


"Aku tidak percaya itu..." Gumamnya lirih.


Yi Wang yang tak tahan melihat putrinya terlihat tidak nyaman dan menahan sakit, dia maju ke depan. "Kau! Tolong lepaskan putriku sekarang juga!" Dia menunjuk pada Xuan Chen dengan berani.


Semua orang tertegun.


"Walaupun dia sudah menjadi sosok yang lain tapi tetap ada darahku yang mengalir di tubuhnya. Kau menyakitinya seperti itu, kau pikir aku akan terima?!" Tambahnya dengan nafas yang memburu.


Xuan Chen masih bergeming, Yi Changyin pun terdiam di dalam pelukannya. Dia merasa haru ayah Yi Wang datang membela.


"Kau memeluknya seperti itu hanya untuk membunuhnya bukan?!" Tuduhannya kali ini sontak membuat semua orang terbelalak.


Jelas pemikiran seperti itu mulai muncul di kepala mereka. Dua pihak yang berperang sampai hampir menghancurkan dunia tidak mungkin semudah itu untuk berpelukan.


Xuan Chen tidak merasa begitu. Tidak mungkin dia membunuhnya. Dia hanya ingin mendekap gadis tersayangnya, memberi kehangatan.


"Dengar, Raja peri hitam... Aku tidak mau ada pembunuhan di istana langit." Kaisar langit mulai cemas-cemas takut akan hal ini. Bagaimanapun Wu Yun juga adalah sosok terkuat di dunia.


"Benar apa yang di katakan mereka." Tiba-tiba suara Yi Changyin mendengung di telinganya, sontak membuat ia segera melepaskan pelukannya dengan wajah yang berkeringat dingin, takut.


Jelas di matanya, Yi Changyin sedang menahan sakit yang luar biasa di hadapan semua orang. Wajahnya tampak pucat pasi dan berkeringat dingin.


Xuan Chen menggelengkan kepalanya. "Bagaimana... Bisa?" Lalu teringat dengan mimpinya bertahun-tahun lalu, tentang ia yang tak sengaja membunuh Yi Changyin.


Apakah itu benar? Apakah mimpi itu akan menjadi kenyataan? Xuan Chen terasa pening ketika pikiran itu menusuk-nusuk kepalanya. Jika itu benar... Dia tidak akan menerimanya!


Samar-samar suara elang lain terdengar dari luar istana. Jumlahnya tiga ekor, yang kini tampak memasuki istana langit utama. Fokus semua orang beralih pada mereka.


Tiga elang itu tiba di sana menimbulkan angin besar. Kemudian secara bertahap, ketiga ekor itu berubah menjadi Hua Mu Dan, kemudian Shui Ning dan Yue Xingfei. Kakek bulan tidak berkedip melihat dua orang familiar itu.


Ya, walaupun mereka berdua kadang kali mengunjungi kakek bulan. Tapi kemunculannya kali ini sangat mengejutkan.


Hua Mu Dan dan Shui Ning dengan sigap menangkap tangan Wu Yun dan menjauhkannya dari Yi Changyin, pria itu tak bisa berbuat apa-apa. Dia tahu ini akan terjadi, ketua-ketua alam peri itu takut jika aura Wu Yun akan kembali membuat sebagian makhluk peri menjadi iblis.


Sementara itu Yue Xingfei segera menghampiri Yi Changyin dan memapahnya. Walaupun Yi Changyin sering memarahinya, Yue Xingfei tetap memiliki rasa sayang yang tak pernah pudar.


Gadis itu membawa pil jamur Lingzhi di tangannya. Meleburkannya menjadi butiran kecil dengan mudah. Lalu memasukannya ke dalam mulut Yi Changyin dengan dorongan energi spiritual. Seketika tubuh Yi Changyin menjadi lebih baik. Jamur Lingzhi alam peri lebih baik dari jamur yang tumbuh di manapun.


Semua orang terkejut dengan teknik aneh itu. Di alam langit jelas tidak ada. Tapi sebagai Dewa Dewi yang memiliki harga diri tinggi, mereka tetap bersikap tenang.


Xuan Chen hanya menunduk terdiam. Dua orang memegangi lengannya dengan kasar, seperti tahanan. Hatinya tak berhenti mengutuk diri sendiri. Akankan hubungan ia dan Yi Changyin akan baik kedepannya?

__ADS_1


Yi Changyin sudah pulih, gadis itu berdiri. Kondisinya terlihat lebih segar kembali, walaupun banyak sesuatu yang di sembunyikan di dalam sana.


"Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Yi Wang sedikit canggung.


Yi Changyin tersenyum menatapnya, "aku baik-baik saja. Ayah Yi Wang tenang saja."


Yi Wang mengangguk lega, tidak mempermasalahkan panggilannya. Bagaimanapun fenomena kebangkitan orang di masa lalu ini telah membawa Yi Changyin memiliki dua keluarga yang berbeda, yang pastinya harus diakui.


Sejurus kemudian Yi Changyin menoleh ke arah Gaoqing Dijun. Pria itu sedikit menunduk ketika melihat sorot tajam matanya. Yi Changyin mendengus, pria itu telah sadar kalah.


Lalu pandangannya beralih pada wanita cantik bergaun pengantin putih. Ada perasaan campur aduk di hatinya, tangan itu terus meremas-remas pakaian.


"Gaoqing Dijun..." Yi Changyin tersenyum.


Pria yang sedikit gugup itu tiba-tiba membungkuk, "Ratu...,"


"Kau kalah taruhan." Senyuman di wajahnya semakin mengembang. "Aku harap kau mengakui kesalahanmu pada Kaisar langit."


"Kaisar langit.." Yi Changyin kembali memanggil seseorang tanpa memberikan kesempatan menjawab untuk Gaoqing Dijun.


Panggilan itu membuat Kaisar langit sedikit terkejut. Dia sedikit khawatir gadis alam peri itu akan melakukan sesuatu di luar dugaan. Namun dia tetap menunjukkan posisi tenangnya.


"Ada apa, Ratu alam peri?"


"Ada dua hal yang ku inginkan."


"Apa itu, Ratu?" Tanpa sungkan lagi, Kaisar langit mengiyakan. Ia tak mau berurusan panjang dengan alam peri yang misterius.


Baru saja Kaisar akan mengangguk, Yi Changyin kembali bersuara. "Oh! Tidak perlu milikku, karena itu bukan pusaka ku yang asli."


Hal itu membuat Gaoqing Dijun ingin menangis darah. Jadi selama ini dia memungut dan menyimpan barang palsu? Karena waktu itu, siapa lagi kalau bukan dia yang menyarankan untuk mengambil kedua pedang pusaka agar tak di salah gunakan.


Sementara itu Xuan Chen masih sempat-sempatnya tersenyum simpul, melupakan goncangan di dalam hatinya tadi. Dia berfikir, ternyata Yi Changyin masih sangat ingat dengannya.


"Baiklah, besok... Kami akan mengutus beberapa orang untuk mengantarkannya." Tutur Kaisar langit lembut. "Sebelum itu, maafkan kami karena mengambil barang kalian tanpa izin."


"Aku memakluminya. Waktu itu kondisi alam peri seperti tanah mati, kalian juga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Jadi... Abaikan saja poin itu." Sahut Yi Changyin santai.


"Jadi... Apa keinginanmu yang kedua?"


Yi Changyin melebarkan senyumannya dan melirik ke arah Gaoqing Dijun. "Setelah aku pulang nanti, dia akan berbicara denganmu."


Kaisar langit melirik ke arah Gaoqing Dijun sesaat dengan wajah curiga. Kemudian tersenyum canggung dan mengangguk-angguk. "Ah! Baiklah."


Setelah itu Yi Changyin pamit pergi. Di susul oleh Yue Xingfei, lalu Hua Mu Dan dan Shui Ning yang membawa Xuan Chen, pria itu masih berwajah santai. Namun tiba-tiba...


"Tunggu!"


Kata-kata Wei Qiao menahan langkah mereka. Gadis berpakaian pengantin putih itu berlari menghampiri Xuan Chen, memeluk kakinya. Pria itu terkejut bukan main dan berusaha melepaskannya.


"Xuan Chen! Tolong bawa aku bersamamu!" Teriak Wei Qiao yang membuat semua orang menatapnya tak percaya. Gadis itu tak peduli dengan harga dirinya lagi.

__ADS_1


Bukankah wanita itu akan menikah dengan Gaoqing Dijun? Kenapa sekarang malah memeluk kaki orang dan memohon untuk ikut?


Apa-apaan ini?!


Sementara Yi Changyin dan makhluk peri lainnya hanya menatap pertunjukan itu dengan datar.


"Aku tidak mau membawamu!" Xuan Chen panik berlebihan sambil melepaskan pelukannya tangan di kakinya yang erat. Jantungnya berdebar kencang seperti melihat hantu menyeramkan.


"Xuan Chen! Aku Wei Qiao! Tolong bawa aku... Aku ingin hidup bersamamu."


Xuan Chen mendecak dan melirik Hua Mu Dan dan Shui Ning. "Kalian! Kenapa tidak membantuku melepaskannya?!"


Dengan malas, Hua Mu Dan dan Shui Ning menghela nafas. Kemudian menjauhkan Wei Qiao dengan satu kali tarikan. Gadis itu tersungkur kebelakang.


Hua Mu Dan berkata dengan datar, "maaf nona Qiao. Dia sudah menjadi suami Ratu kami, kau tidak bisa mengikutinya begitu saja."


"Aku rela jadi pelayan!" Qiao Jirong berkata dengan yakin. "Asal berada di sisimu, aku baik-baik saja!


"Aku tidak mau!" Ketus Xuan Chen sambil mendekapkan kedua tangannya di dada.


"Xuan Chen, kumohon..." Wei Qiao merangkak seperti hantu ke arah Xuan Chen. Pria itu menggigil dan memundurkan langkahnya. Gadis itu benar-benar mengerikan seperti hantu di hutan Diaoshi.


Sebelum sampai dan meraih kaki Xuan Chen, Hua Mu Dan dan Shui Ning kembali mendorongnya sampai terpental jauh. Dorongan yang terlihat ringan namun sebenarnya bisa melemparkan jauh.


Saat melihat kebelakang, Wei Qiao dapat melihat sosok jangkung Yi Changyin, wajahnya menatap datar dirinya. Namun Wei Qiao memanfaatkan kesempatan ini, dia segera memeluk kaki Yi Changyin penuh permohonan.


Yi Changyin memiliki sedikit kejutan di hatinya. Namun masih berusaha untuk bersikap datar. Gadis itu menangis di dalam pelukannya.


"Ratu yang agung... kumohon bawa Qiao. Qiao berjanji tidak akan merusak hubungan kalian lagi, Qiao berjanji..."


Yi Changyin menghela nafas malas. Kemudian mengeluarkan liontin spiritual dan memasukan Wei Qiao ke dalam sana. Xuan Chen terkejut melihatnya, dia tidak mau gadis busuk itu ikut bersama!


"Yin'er itu...!"


"Dia ingin ikut, sama saja ingin mencari mati." Potong Yi Changyin. Dia tersenyum tipis, "biarkan saja dia."


Xuan Chen akhirnya menggerti sesuatu. Dengan berat hati dia menyetujui keputusan Yi Changyin. Wei Qiao bukan makhluk alam peri. Dia hanya manusia yang diberi kultivasi Dewa, tidak akan tahan dengan racun alam peri.


Di sisi lain Yi Changyin melirik ke arah Gaoqing Dijun. "Dijun, karena pernikahan ini hanya skandal untuk membangkitkan Wu Yun, maka aku tidak akan segan untuk membawa pengantin wanitamu."


Setelah mengatakan itu, Yi Changyin berbalik pergi tanpa menunggu jawaban mereka. Namun langkahnya kembali terhenti oleh panggilan seorang anak kecil.


"Tunggu!"


Yi Changyin membalikan badannya, melihat sosok Pangeran kecil Yun Fulei yang menghampiri Xuan Chen. Keningnya memiliki kerutan dalam ketika pria kecil itu menyodorkan sebuah kantung merah pada Xuan Chen.


.......


.......


.......

__ADS_1


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗


__ADS_2