
Kini Shen Lan menyuntikkan energi spiritual ke dalam tubuh Yi Changyin. Mengedarkan semua instingnya demi melihat apa yang dikeluhkan gadis itu tadi.
Shen Lan memejamkan matanya, terpokus dengan apa yang di lakukan. Hingga energi spiritual mengalir deras menimbulkan hembusan angin yang menerbangkan anak rambut Yi Changyin.
Setelah lama memeriksa, Shen Lan akhirnya menarik kembali energi spiritualnya. Dinetralkan kembali dalam sekali helaan nafas. Kemudian menatap Yi Changyin dengan tatapan yang misterius namun terlihat menyeramkan.
"Apa.."
"Dimana salah satu inti roh mu?" Shen Lan bertanya dengan nada yang begitu dingin.
Saat itu pula Yi Xuemei terlihat terkejut dan mencengkram kedua tangannya. "Apakah kau kehilangan satu?! Apakah yang dikatakan Shen Lan itu benar?!"
Yi Changyin terdiam tak tahu harus menjawab apa. Dia sendiri memaki dalam hatinya karena telah lalai dalam hal kecil seperti ini. Mengapa dia bisa lupa akan hal itu?!
Namun ia kini berusaha menguatkan mental. Menghela nafas dan menantang tatapan elang Shen Lan. "Jangan permasalahkan hal itu. Aku sungguh tidak peduli lagi karena.. kekuatan Bai Suyue ada padaku."
Dia menatap Shen Lan lamat-lamat, "bukankah kau tidak perlu khawatir lagi, Shen Lan?"
Shen Lan membalas tatapannya tanpa bersuara. Bergeming dan bahkan mungkin tidak memiliki niat untuk menjawabnya. Sorot matanya itu menunjukkan beberapa macam emosi yang di sebabkan dari kemarahan.
"Shen Lan?!" Gerutu Yi Changyin mencoba untuk menyadarkan. Dia sangat tidak nyaman melihat tatapan seperti itu.
Akhirnya Shen Lan menghela nafas pasrah. "Baiklah, kau benar. Untuk apa aku mengkhawatirkanmu lagi? Kekuatanmu sudah melampaui batas Dewa Dewi alam langit. Aku sudah tidak bisa melindungimu lagi dan hanya bisa menjadi pengikut."
Yi Changyin terlihat semakin tidak nyaman dengan kata-katanya. Entah kenapa pria itu berubah menjadi sosok yang berbeda dari sebelumnya.
Dengan sabar Yi Changyin kembali menjawab, "Shen Lan, bukan..." Namun kata-katanya terpotong di udara lagi-lagi karena Shen Lan.
"Aku akan memberi tahu apa yang terjadi pada tubuhmu." Potongnya.
Yi Changyin menatapnya sesaat, kemudian menghela nafas pasrah. Sekarang Shen Lan sungguh-sungguh berubah menjadi pria yang paling menjengkelkan.
Shen Lan hanya terdiam menunggu jawabannya. Sedangkan Yi Changyin akhirnya mengangguk dan berkata, "baiklah, silahkan jelaskan."
Kemudian Shen Lan menjelaskan kalau ada sesuatu yang tidak biasa telah tertanam di dalam hatinya. Seseorang telah menanam sejenis racun yang sangat berbahaya jika bereaksi karena alasan tertentu.
Jika ditanya apa yang membuatnya bereaksi, Shen Lan pun tidak tahu.
Siapa kira-kira orang itu yang telah melakukan sesuatu pada sosok tak biasa seperti Bai Suyue?
Jelas ini berasal dari Bai Suyue, karena sebelum Yi Changyin meraih kekuatan Bai Suyue, sering di periksa oleh Shen Lan, dan tak pernah menunjukkan gejala semacam itu.
Apakah itu di tanam sejak Bai Suyue bayi?
Apakah memang ada seseorang yang lebih kuat dari Bai Suyue dan melakukan semua ini untuk alasan tertentu?
Entahlah. Bahkan Shen Lan sendiri mengaku merasa ngeri saat memeriksanya. Bayangkan saja, di dunia ini siapa yang berani melawan Bai Suyue dengan meracuninya diam-diam?
Jika itu di tanam dari lahir, akan tetap tidak mungkin. Sebab di sekeliling Bai Suyue banyak orang kuat yang melindungi. Jika itu adalah orang tuanya sendiri, maka akan lebih tidak mungkin.
Siapa?!
"Jika bertanya seseorang yang terkuat di dunia, maka jangan bilang adalah aku." Begitu kata Yi Changyin ketika Shen Lan selesai menjelaskan. Yang membuat mereka berdua tercengang.
"Jadi, apakah ada yang terkuat selain dirimu di masa lalu?" Tanya Yi Xuemei penasaran.
Karena semua catatan menyebutkan kalau Bai Suyue bisa di bilang makhluk di dunia ini yang memiliki kekuatan terkuat. Ya, mungkin ini hanya untuk kalangan Dewa Dewi alam dunia, bukan yang paling atas langit dan berkuasa.
Mendengar pertanyaan Yi Xuemei, Yi Changyin segera mengangguk.
"Benar, Dewa kegelapan." Katanya dengan ekspresi yang gelap.
__ADS_1
Tapi sukses membuat keduanya terkejut.
"Jadi dia.." Seru mereka secara bersamaan.
"Ya, itulah mengapa saat itu aku mengajak Wu Yun yang masih suci untuk mengalahkannya. Baru berhasil membuat wanita itu lenyap." Jelas Yi Changyin masih dengan wajah yang gelap, runyam dan kusam.
(Note : Tentang Dewa kegelapan adalah wanita tapi di sebut Dewa dan bukan Dewi, pernah di sebutkan di bab awal-awal ya)
"Tunggu!" Tiba-tiba Yi Xuemei telah terpikirkan sesuatu. Membuat Yi Changyin dan Shen Lan menoleh dengan wajah yang penasaran.
"Mungkin sekarang juga ada seseorang yang punya kekuatan lebih atau setara denganmu, Yi Changyin. Karena bagaimanapun tidak mungkin kau dan Raja Wu Yun menghilang secara misterius."
"Aku ingat, saat setelah selesai kelahiranmu. Aku ikut dengan ayah untuk memeriksa kondisi alam peri. Tidak ada jejak dirimu dan Raja Wu Yun. Hanya kedua pedang yang tersangkut di dinding jurang, yang akhirnya di tarik oleh Gaoqing Dijun dan disembunyikan entah dimana." Jelas Yi Xuemei panjang lebar dengan wajah yang serius.
Tapi membuat Yi Changyin tersenyum kecut. "Pria bajingan alam langit itu tidak tahu kalau pedang pusaka yang sebenarnya berada di gunung Tianjin. Dan bodohnya.. tidak ada satupun menyadari kejanggalan dari gunung Tianjin, walaupun sebagian tahu kalau itu adalah pintu masuknya. Tapi baguslah.."
Yi Xuemei dan Shen Lan hanya melongo mendengar penjelasannya.
Kemudian Yi Changyin kembali melanjutkan, "Mengenai siapa yang membuatku menghilang, aku sendiri tidak tahu. Semuanya pudar ketika cahaya meledak di antara aku dan Wu Yun."
"Cahaya?" Yi Xuemei kembali bertanya heran.
Yi Changyin mengangguk. "Benar, seakan aku langsung mati saat itu juga. Lalu terjun ke dasar danau penghancur jiwa. Tapi.. aku merasa kalau ada ingatan yang hilang saat itu." Jedanya.
"Seakan seseorang sengaja melakukan ini untuk sesuatu. Sengaja membuatku terlahir kembali dalam waktu yang singkat dan menjadi seorang Yi Changyin. Sengaja melakukan sesuatu demi alasan tertentu.." Tambahnya sambil berfikir keras.
"Jika seperti itu.. apakah Wu Yun juga ada di sekitar kita?" Tanya Yi Xuemei yang membuat Yi Changyin mendongkak sedikit terkejut. "Aku yakin dia bisa bereinkarnasi dalam bentuk apapun. Misalnya.." Telunjuk Yi Xuemei menunjuk pada Shen Lan. "Orang ini.."
Membuat Yi Changyin menatap Shen Lan dengan tatapan nyalang. Shen Lan merasa ngeri ketika di tatap oleh sepasang mata elang Yi Changyin lengkap dengan auranya yang mengerikan.
"Yi.. Yi Xuemei hanya becanda!" Panik Shen Lan sambil berdiri, kemudian berdiri menjauhi.
Shen Lan takut? Jelas!
Kekuatan aslinya memang belum bangkit. Namun perbandingan kekuatan mereka berdua sangatlah jauh.
"Yi Changyin, aku bukan Wu Yun!!" Elaknya tak terima dengan tuduhan Yi Xuemei.
Selagi Yi Changyin semakin mendekat dengan gumpalan energi spiritual di tangannya.
"Yi Xuemei! Awas Kau?!" Dia ingin mengancam terus menerus, tapi melihat Yi Changyin yang terus mendekat dengan cepat membuat ia urung. Dan lagi-lagi ditertawakan Yi Xuemei.
"Yi Changyin, berhenti! Jangan bercanda!!"
Tapi terlambat, Yi Changyin sudah meluncur dengan kekuatan penuh. Dia hanya memejamkan mata. Ingin melawan namun tau itu akan sia-sia.
Namun detik berikutnya hanya tepukan sedang yang terasa di pundaknya. Di susul dengan ejekan Yi Changyin.
"Dasar penakut."
Membuat ia membuka mata dengan kesal. "Aku hanya tidak ingin kekuatanku terbuang sia-sia!" Teriaknya dengan mata yang menyalang.
Membuat Yi Changyin mencibir, "bagaimana kalau mati?" Kemudian berlalu pergi ke arah dalam hutan.
"Aku serius!!" Teriak Shen Lan lagi yang diabaikan oleh Yi Changyin.
"Hei!!"
Sementara Yi Changyin hanya tersenyum simpul sambil melaju pergi. Meninggalkan mereka menuju tempat asal mereka berkumpul.
Setelah sampai, yang pertama kali ia lihat adalah Xuan Chen yang duduk di atas batu yang sempat diduduki olehnya. Entah sedang memikirkan apa.
__ADS_1
Namun ternyata pria itu menoleh karena menyadari kedatangannya. Sempat saling menatap, akhirnya mereka saling melempar senyuman.
Yi Changyin kembali berjalan menghampirinya, duduk di atas batu, tepatnya di belakang punggung Xuan Chen. Kemudian melingkarkan kedua tangannya dan bersandar di punggung Xuan Chen.
"Apa lagi yang akan kau lakukan selanjutnya?" Tanya Xuan Chen.
"Memanggil Yue Xingfei dan Hua Mu Dan."
Membuat Xuan Chen bertanya dengan penasaran, "sebenarnya siapa mereka?"
"Yue Xingfei adalah keponakanku."
Membuat Xuan Chen terperanjat kaget. "Apa?!"
"Biar kujelaskan."
Kemudian Yi Changyin menjelaskan asal usul kelahirannya sebagai keturunan peri bulan dan peri air. Mungkin karena itu lah ia berelemen air dan memiliki api murni yang terbuat dari cahaya.
Ibunya adalah peri bulan, namun Yi Changyin tidak menyebutkan siapa ayahnya di alam peri. Karena sejujurnya, ayahnya terbilang sangat misterius dan tidak ada yang mengetahuinya pula.
Karena pemerintahan tertinggi alam peri adalah Ratu, maka wanita disini yang dipentingkan. Setiap laki-laki yang mendampingi ratunya akan disembunyikan dan tidak seorangpun yang tau.
Tapi jelas disini kalau ayah Bai Suyue berasal dari peri air.
Sedangkan Yue Xingfei adalah anak dari adik ibunya. Keturunan asli peri bulan yang sempat di rumorkan akan mewarisi tahta Bai Suyue.
Karena saat itu Bai Suyue terlihat enggan untuk menikah.
"Tapi nyatanya kau menikah denganku.." Komentar Xuan Chen dengan bangganya.
Membuat Yi Changyin terkekeh sambil mempernyaman posisinya yang masih sama seperti tadi.
"Apakah aku akan tetap menjadi suami misterius dari sang Ratu?"
"Entahlah.. aku hanya ingin menjalani hidup bahagia denganmu. Tanpa ada jarak karena tahta atau masalah lainnya yang menyebalkan."
Xuan Chen mengangguk setuju.
"Jika tidak ada kendala, aku akan memberikan tahtaku pada Yue Xingfei." Tambahnya.
"Aku setuju dengan apa yang kau rencanakan." Xuan Chen menghela nafas. "Benar, aku hanya ingin menjalani kehidupan berdua yang indah dan jauh dari masalah..."
Setelah itu keadaan menjadi hening. Larut dalam pikiran masing-masing.
Xuan Chen yang mengatakan harapannya tadi, sebenarnya hatinya sangat khawatir. Karena masih ada mimpi yang kadang kali masih menghantuinya. Mimpi tentang wajah kekecewaan Yi Changyin. Kemudian tangannya sendiri yang telah bergerak untuk membunuh gadisnya.
Yang membuat berbagai emosi di hatinya teraduk-teraduk menjadi rasa ingin menyerah saja untuk kehidupan kali ini.
"Xuan Chen, mungkin kau penasaran dengan alam peri yang selalu tersembunyi dari semua alam.." Ujar Yi Changyin tiba-tiba.
"Sejujurnya aku penasaran, namun.. jika kau bersedia menceritakan alasannya, aku akan setia mendengarkan." Jawabnya dengan senyuman.
Yang di angguki oleh Yi Changyin. Kemudian ia berkata dengan ekspresi yang gelap, "baiklah, aku akan menceritakan bagaimana awal mula dendam leluhurku pada alam langit.."
.......
.......
.......
Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉
__ADS_1