The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending


__ADS_3

12 tahun kemudian


Seorang anak perempuan yang sekiranya berumur empat tahun mengintip di balik pintu kayu. Melihat genangan air yang tampak menggoda untuk dimainkan. Dia melihat ke dalam ruang tamu rumahnya yang tampak sepi. Sejurus kemudian dia menampilkan senyum yang misterius.


Anak perempuan itu segera melompat dan berlari ke halaman. Berjongkok di pinggir genangan air itu dan mulai mengeruk tanahnya.


Tak berselang lama, anak perempuan lain muncul di ambang pintu. Kali ini umurnya terbilang lebih besar, kira-kira tujuh tahun. Dia terbelalak saat melihat gadis kecil itu sedang membuat sesuatu dengan gundukan tanah.


Tak menunggu lama lagi, gadis umur tujuh tahun itu segera berlari ke dalam. Berteriak memanggil ibunya berkali-kali. Dia terus berlari melewati setiap ruangan satu atap itu dan tiba di dapur.


"Ibu!"


Seorang wanita yang tengah menyiapkan sarapan itu menoleh ke arah gadis umur tujuh tahun. Pakaiannya berwarna abu-abu polos dan rambut yang digelung dengan konde kayu. Wanita itu adalah... Yi Changyin.


Yi Changyin tersenyum ke arah gadis berumur tujuh tahun itu, "ada apa Lan Yin? Apakah kau sudah bersiap-siap? Setelah sarapan dan memberi salam pada para mendiang kita akan pergi ke alam peri." Dia tak memperdulikan lagi anaknya dan meletakan beberapa hidangan ke meja.


Gadis berusia tujuh tahun itu adalah Xuan Lan Yin, putrinya yang lahir tujuh tahun lalu. Gadis kecil itu berjiwa Phoenix es yang cantik.


"Ibu, bagaimana kau begitu tenang?" Protes Lan Yin sambil duduk di bantalan kursi.


Yi Changyin terkekeh. "Memangnya apa yang terjadi?"


"Itu... Xingyue bermain tanah lagi." Katanya dengan hati-hati. Karena tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Yi Changyin tertegun sebentar. Namun sejurus kemudian dia melotot kaget. "apa?!" Akhirnya dia segera berlari keluar dengan langkah yang tergesa.


"Zhou Zhou! Zhou Zhou!" Dia memanggil anak satunya lagi dengan nada marah. Sangat keras hingga membuat seseorang yang sedang berendam di bak mandi dengan membuka matanya. Iris hitam itu terlihat menawan.


Seorang pemuda tampan, mengerutkan keningnya saat mendengar teriakan sang ibu. Kemudian dia menghela nafas. "Xingyue berulah lagi."


Dia adalah Xuan Sifeng, yang kini berumur lima ratus sembilan tahun. Sudah tumbuh menjadi pemuda tampan dengan kultivasi yang telah mencapai Dewa kristal level enam.


Sementara di luar kamar mandi, gadis kecil yang sekiranya berusia sembilan tahun keluar dari kamarnya karena panggilan mutlak sang ibu.


Dia adalah Xuan Fengzhou. Yang lahir lima ratus tahun setelah Sifeng dan Sijiu. Atau lebih tepatnya tiga tahun setelah Yi Changyin terbangun dari tidur panjangnya.

__ADS_1


Gadis itu memiliki darah sang ayah dan sama seperti kakak keduanya, Xuan Sifeng. Yaitu berjiwa Phoenix api yang cantik.


"Ada apa, ibu?" Tanyanya sambil melihat sang ibu berlalu di depannya sambil mengoceh.


"Rapikan makanan di meja dan siapkan untuk Dewa tanah, ibu akan mengurus Xingyue!"


Fengzhou hanya menghela nafas. Dia segera pergi ke dapur untuk membereskan sarapan. Namun saat melihat Lan Yin yang akan kabur ke kamar, dia berhenti dan menyipitkan matanya.


"Yin Yin?"


Gadis kecil yang dipanggilnya itu berubah kaku. Dia tahu pasti kakaknya itu akan memberi perintah untuk membantu. Mau tak mau dia menoleh dan memberikan senyuman tak berdaya.


"Kakak?"


Fengzhou tersenyum dan menarik Lan Yin. Gadis itu kecil itu tak berdaya dan mengikuti kakaknya. Dia ingin berteriak dalam hati, seandainya dia kabur lebih cepat!!


Sementara di luar, Xuan Xingyue tidak menyadari keberadaan ibunya yang berwajah gelap, sedang asyik membuat benda dari tanah berlumpur. Bahkan penampilannya sudah tak berbentuk karena kotor, bercampur dengan tanah.


Gadis kecil itu adalah putri bungsu Yi Changyin dan Xuan Chen, lahir empat tahun lalu dengan jiwa rubah ekor sembilan berbulu putih dan kuning.


Anak-anak Yi Changyin setelah Sifeng dan Sijiu memiliki pertumbuhan seperti manusia pada umumnya. Karena inti roh abadi Yi Changyin dan Xuan Chen hanya setengah, maka itu terjadi. Tapi tetap, mereka akan diberikan awet muda dan keabadian.


Setelah menariknya sampai merah, Yi Changyin menggendong Xingyue masuk ke dalam dan terus memukuli bokongnya tak keras, tak pelan.


Yi Changyin berniat akan mengguyur gadis kecil yang masih menangis ini sebagai hukuman. Ya seperti waktu-waktu kemarin, selepas dihukum dia kembali nakal.


Saat perjalanan ke kamar mandi, tiba-tiba seorang gadis remaja menghentikannya. Gadis imut itu adalah Xuan Sijiu yang sudah tumbuh cantik. Memiliki kultivasi satu tingkat di bawah kakak kembarnya.


"Ibu, Lan Jian kesulitan memakai pakaiannya. Biarkan Xingyue bersamaku, selama ini hanya ibu yang bisa membenarkan pakaian kesukaan adik." Tutur Sijiu dengan lembut. Gadis itu memang idaman setiap pria, tapi juga calon mendominasi seperti ibunya dahulu.


Mendengar laporan Sijiu, Yi Changyin menghela nafas frustasi. Mau tak mau dia mengangguk dan memberikan Xingyue yang masih menangis pada Sijiu. Dia sendiri hendak pergi ke kamar Lan Jian.


Xuan Lan Jian, adalah kakak laki-laki sekaligus saudara kembar Lan Yin. Mereka lahir dengan elemen air, maka dari itu Xuan Chen mengawali nama mereka dengan 'Lan' yang berarti biru.


Jika Lan Yin adalah Phoenix es yang cantik, maka Lan Jian adalah rubah ekor sembilan dengan bulu putih dan biru yang indah. Mereka berdua baru berumur tujuh tahun. Adik dari sikembar dan Fengzhou dan kakak dari Xingyue si nakal.

__ADS_1


Selama dua belas tahun ini Yi Changyin telah melahirkan empat anak. Jika di jumlah dengan Jinmi, maka anak Yi Changyin berjumlah tujuh. Hanya dua yang bergender laki-laki. Sisanya adalah perempuan. Juga Yi Changyin telah berpengalaman dua kali melahirkan anak kembar.


.......


.......


.......


...OUT OF TOPIC (DI LUAR TOPIK)...


Biar kalian gak bingung, author mau ngasih yang lebih jelas tentang anak-anak Yi Changyin melalui gambar. Juga sekaligus memberi visualnya. Silahkan melihat...




Udh itu aja, kita lanjut ke cerita👇


.......


.......


.......


Saat hendak mencapai kamar Lan Jian berada, tiba-tiba seseorang menariknya hingga masuk ke dalam ruangan. Menyudutkannya dengan tidak sabar bahkan sampai lupa menutup pintu.


"A Chen, apa yang.. kau lakukan?" Tanya Yi Changyin sedikit bergetar dan takut melihat mata panas suaminya. Sungguh menakutkan.


Karena Xuan Chen hanya terdiam, dia kembali berbicara. "Itu.. aku harus membersihkan diri dulu. Juga ada Jian Jian yang butuh bantuanku."


"Yin'er, aku ingin anak kedelapan." Sela Xuan Chen dengan nafas yang memburu.


.......


.......

__ADS_1


.......


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗


__ADS_2