The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan


__ADS_3

"Baiklah, silahkan duduk di kursi yang telah tersedia, putraku."


Kesadarannya sedikit tertarik ketika kaisar Xuan Zhen menyelesaikan kalimat terakhirnya dengan Xuan Chen. Namun dia masih tak bisa menahan rasa peningnya akibat melihat tanda kelopak bunga mawar hitam itu.


Beberapa ingatan samar mulai menusuk-nusuk kepalanya. Aneh, bukankah dia sudah bisa mengingat masa lalunya? Kenapa masih ada banyak yang dia lupakan?


Bahkan dia tidak pernah mendengar kalau makhluk abadi yang berumur panjang bisa melupakan ingatan ribuan tahun pertamanya.


Semakin memikirkan, semakin terasa sakit. Hingga ia melihat telapak tangan yang terulur ke arahnya menjadi tiga.


"Yin'er?"


Bahkan panggilan itu terdengar mendengung di kepalanya. Dan sejurus kemudian, pandangannya buyar lalu menghitam.


Energi apa yang menyelimuti tanda dahi kelopak mawar hitam itu?


.......


.......


.......


Xuan Chen begitu terkejut ketika Yi Changyin tiba-tiba ambruk ke atas lantai. Bahkan kaisar Xuan Zhen mulai berdiri dari duduknya. Termasuk Yang Qiujiu. Karena kedua orang ini yakin kalau Yi Changyin yang paling sering menjaga Xuan Chen. Intinya mereka khawatir.


Sementara itu Xuan Rong dan Xuan Yao mulai menghampiri, ketika Xuan Chen meraih tubuh Yi Changyin dan mengangkatnya.


"Ayah, sebaiknya aku mengantar dia ke paviliun samping." Xuan Chen berbicara dengan panik.


"Tapi di sana hanya ada alat kesehatan untuk darurat, sebaiknya bawa ke balai kesehatan istana saja." Xuan Rong memberi saran.


"Yang di katakan adik Rong benar. Sebaiknya kakak membawa nona ke balai kesehatan. Disana kami akan membantu." Timpal Xuan Yao.


Kaisar Xuan Zhen mengangguk tanpa ragu. "Benar, beri dia penanganan pertama." Kemudian ia menoleh ke arah kasim yang berada di sampingnya. "Kau..."


"Tunggu dulu!" Semua orang kini melihat ke arah Jiang Jinwei yang sedang berbicara. Terutama Xuan Chen dan adik-adiknya yang tidak jadi pergi ke ruang samping karenanya.


"Seistimewa itukah? Pelayan itu?"


"Permaisuri!" Xuan Rong dan Xuan Yao memberikan tatapan tidak setuju.


Ingin sekali Xuan Chen meludahi Permaisuri gila itu. Namun ia selalu teringat dengan ibunya yang bisa saja dalam bahaya karena dirinya sendiri.


"Dia hanya pelayanmu tapi kau selalu memperlakukannya tak wajar. Mengapa tidak menyuruh para kasim untuk membawanya ke balai kesehatan pelayan?" Katanya dengan wajah yang paling mengejek.


Membuat Han Qiangshu, Wen Yuexin, Xuan Ye beserta satu adiknya tersenyum miring.


"Dia bukan seorang pelayan, Permaisuri." Ujar Xuan Chen dengan wajah yang gelap. Ia sungguh tidak terima ketika kedudukan Yi Changyin yang hampir setara dengan kaisar langit direndahkan bertubi-tubi oleh manusia biasa, yang hanya bisa hidup selama puluhan tahun.


"Lalu apa? Pengawal setiamu?" Timpal Xuan Ye ikut-ikutan mengejek.


"Bukan.." ekspresinya masih terlihat gelap. Jika saja mereka tidak sombong, mungkin akan merasa ngeri melihatnya.


"Pelayan spesial?" Xuan Hua ikut tertawa.


Xuan Chen menaikkan pandangannya, menatap semua orang yang ada di ruangan ini. "Aku pernah menikahinya, kenapa?" Ucapnya tak tanggung-tanggung.


Membuat semua orang terbelalak kaget. Termasuk ayah dan ibunya, Xuan Rong dan Xuan Yao. Semua orang, sampai pelayan-pelayan yang berada di sana.


"Jangan-jangan kau?!" Jiang Jinwei mulai memikirkan hal yang buruk. Detik berikutnya wanita itu tertawa menggelegar. "Ternyata kalian memiliki hubungan gelap." Tuduhnya di sela-sela tertawa.


"Tidak!" Xuan Chen menanggapinya dengan senyuman. "Dia baru mengandung anakku sekarang. Apanya yang hubungan gelap?"

__ADS_1


Dan ucapannya itu sukses membuat kedua bola mata Yi Changyin terbuka lebar. Sebenarnya setelah pingsan ia kembali tersadar, namun entah kenapa instingnya mengatakan untuk bersandiwara sebentar lagi.


Kaisar Xuan Zhen dan Selir Yang sebagai orang tua kandung Xuan Chen hanya saling melirik tak bisa berkata-kata. Sementara Wen Yuexin hatinya terasa tertohok oleh tombak tak berujung. Ia hanya bisa mencengkram erat gaunnya sambil menahan tangis.


"Itu sudah terbukti kalian memiliki hubungan gelap!! Dasar anak tak tahu malu!" Teriak Jiang Jinwei dengan senyuman yang mengembang.


Kejadian seperti ini ia justru senang. Karena menurutnya ini adalah benang yang bagus untuk merajut kesengsaraan orang yang tak disukainya.


"Manusia sepertimu tidak perlu bertingkah sombong." Ujar Yi Changyin tiba-tiba yang membuat darah Jiang Jinwei mendidih.


"Beraninya kau menghina ibuku!" Di saat seperti ini lah Xuan Ye membela ibunya.


Yi Changyin mengetuk-ngetuk dada Xuan Chen sambil terus menatap mereka dengan ekspresi yang misterius. Xuan Chen mengerti dan segera menurunkannya.


"Kau juga jangan terlalu sombong hanya karena menjadi pangeran mahkota." Yi Changyin tampak memperingatkan Xuan Ye.


"Dasar wanita ja一!"


"Jinwei.. sudahlah." Cegah kaisar Xuan Zhen yang tidak ingin memperpanjang masalah. Dengan tatapan mata, ia berusaha meyakinkan permaisurinya untuk tetap tenang.


Jiang Jinwei hanya merenggut kesal dan memendam rasa marahnya. Dengan hati yang terus menerus mengutuk-ngutuk Yi Changyin sampai bersumpah akan membalaskan dendam.


"Nona Yi.. apakah benar kau mengandung cucuku?" Tanya kaisar Xuan Zhen dengan nada yang halus.


Yi Changyin menggeleng. "Aku sama sekali tidak tahu, kaisar. Selama ini aku sangat jarang untuk memeriksa keadaan sendiri." Dia menjawab dengan sangat polos.


Kaisar Xuan Zhen hanya menelan ludah. Kemampuan untuk memeriksa kondisi tubuh sendiri sampai yang terdalam hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Apakah Yi Changyin termasuk pada orang-orang tertentu itu?


Tidak salah dia bersikap lembut pada wanita misterius yang datang tiba-tiba tiga tahun lalu itu.


Matanya berpindah pada Xuan Chen. "Lalu, bagaimana kau bisa menyimpulkan kalau nona Yi mengandung anakmu, Xuan Chen?"


"Jawab ayah, selama di akademi, aku juga mempelajari ilmu medis tingkat alam langit. Jadi, bisa tahu kondisinya setelah memeriksa denyut nadi menggunakan ilmu spiritual."


"Panggilkan tabib istana." Bisik kaisar Xuan Zhen pada Kasim disebelahnya.


Ketika kasim Li kepercayaan kaisar Xuan Zhen pergi, Yi Changyin mengulurkan telapak tangannya. Muncul energi spiritual bersimpul lalu berubah menjadi kotak kayu.


"Yang mulia kaisar, aku membawakan ini sebagai hadiah sekaligus permintaan maaf kepadamu. Semoga anda menyukainya."


Kaisar Xuan Zhen hanya mengangguk dan melambaikan tangannya. Menitahkan dayang yang berada di sampingnya untuk mengambil kotak tersebut.


"Hanya untukmu dan selir Yang." Yi Changyin melirik pada Jiang Jinwei. "Tidak pada orang lain." Tambahnya sambil memberikan kotak itu pada pelayan.


"Kau?! Kau pikir aku akan menyukai hadiah darimu?!" Teriak Jiang Jinwei tidak terima saat kaisar Xuan Zhen menerima kotak itu dari pelayan.


Sementara Yi Changyin hanya tersenyum miring.


Begitu kaisar Xuan Zhen membuka kotak tersebut, ia begitu terkejut. Begitupula dengan Jiang Jinwei. Bagaimana tidak? Puluhan lembar daun Qin ada di sana. Bahkan masih segar dan tidak kering seperti yang pernah dia terima sebelumnya.


Kini mungkin Jiang Jinwei merasa menyesal telah mengatakan kalau dia tidak menyukai hadiah Yi Changyin.


"Bagaimana kau mendapatkan benda seperti ini?! Apakah kau mencuri?!"


Tuduhan Jiang Jinwei ia abaikan. Yi Changyin sudah malas dengan wanita yang sama sekali tidak mencerminkan permaisuri ini.


Lebih baik dia kembali bersuara pada kaisar Xuan Zhen, "aku meminta maaf karena diam-diam telah mengangkat anakmu sebagai pendamping rahasia."


Jelas membuat semua orang terkejut.


"Apa maksudmu pendamping rahasia?" Kaisar Xuan Zhen merasa heran.

__ADS_1


Yi Changyin hanya tersenyum simpul. "Anakmu terlalu menarik perhatianku."


Perkataannya kali ini membuat Xuan Chen tak bisa menahan senyuman malunya. Tapi pernyataan tersebut seperti seorang siluman yang tertarik pada manusia kemudian diculik untuk dijadikan tawanan.


"Aku tidak akan mengatakan yang selebihnya, maafkan aku.." Tambahnya sambil menarik Xuan Chen untuk duduk di kursi jamuan.


Membuat Jiang Jinwei melotot kepadanya. "Beraninya kau tidak sopan."


"Beraninya kau manusia!" Salak Yi Changyin beserta aura besarnya. Yang seketika membuat Jiang Jinwei terkesiap. Itu sekilas dan udara di ruangan kembali normal.


Percayalah, kaisar Xuan Zhen tidak peduli sang permaisuri dikatai oleh Yi Changyin. Ia malah tersenyum senang dan berterimakasih pada Yi Changyin.


Daun Qin sangat berharga dari pada Permaisurinya yang sudah keluar dari tatakrama.


"Maaf nona Yi!" Wen Yuexin tiba-tiba bersuara. "Ini bukan klan rubahmu yang bisa bicara seenaknya. Ini adalah istana kekaisaran Xuan yang terhormat, kau tidak bisa berkata dan bertingkah sembarangan seperti itu! Apalagi jika menghina permaisuri!"


"Maaf, Junzhu. Tapi aku bukan lawanmu, jadi jangan coba-coba untuk melawanku dengan kata-kata yang tak pantas untuk orang sepertiku." Sahut Yi Changyin sambil tersenyum manis. Yang membuat amarah Wen Yuexin segera mendidih.


"Kau berani sekali bertingkah sombong! Memangnya siapa dirimu disini?!"


"Xin'er!" Cegah Han Qiangshu dengan kilatan mata yang memperingatkan. Dia sendiri tiba-tiba merasa takut pada Yi Changyin. Hingga Wen Yuexin hanya bisa menuruti apa yang diinginkan ibu angkatnya itu.


Yi Changyin hanya tersenyum menahan tawanya karena ini.


Tiba-tiba saja keadaan menjadi hening. Ada yang tenggelam dalam lautan amarahnya, ada yang hanya terdiam tak bersuara.


Sementara kaisar Xuan Zhen masih melihat-lihat daun Qin dengan kagum. Sambil terus berfikir keras dari mana gadis ini berasal. Tidak mungkin alam langit kan? Rumornya di sana daun Qin sangatlah langka.


Tak lama dari itu kasim Li kembali dengan tabib istana di belakangnya. Tabib itu memberi hormat dan izin pada kaisar Xuan Zhen terlebih dahulu sebelum akhirnya memeriksa denyut nadi Yi Changyin.


Setelah memeriksanya dengan yakin, tabib kekaisaran menghadap pada kaisar Xuan Zhen. Dia melaporkan, "lapor yang mulia, nona itu benar-benar mengandung dan usianya kira-kira sudah tiga bulan."


Yi Changyin hanya terdiam tak bersuara mendengarnya.


"Baiklah kau boleh pergi, dan jangan lupa resepkan ramuan untuknya, berikan pada pangeran ketujuh." Titah kaisar Xuan Zhen.


"Baik, yang mulia."


Yi Changyin menatap Xuan Chen ketika tabib kekaisaran pergi dari sana.


"Mengapa kau tidak memberitahuku?" Dia bertanya seperti seseorang yang sedang menahan amarahnya. Dengan tatapan tajam yang mengintrogasi.


"Aku baru mengetahuinya ketika kita berada di atas ayunan." Jawab Xuan Chen seadanya.


"Bukankah masih ada waktu untuk memberitahuku?" Tanyanya lagi dengan ekspresi yang semakin gelap.


Melihat hal itu Xuan Chen hanya bisa tergagap. "Aku..."


"Pantas saja aku selalu menginginkan segala hal tiga bulan terakhir." Ujar Yi Changyin tiba-tiba dengan nada yang riang.


Membuat Xuan Chen menghela nafas lega sebelum akhirnya menatapnya dengan senyuman.


"Nona Yi, Xuan Chen.. aku akan memberikan dekrit lisan kepada kalian. Dekrit tertulisnya akan dikirimkan besok." Ujar kaisar Xuan Zhen sambil melirik ke arah Yang Qiujiu. Wanita itu mengangguk kepadanya pertanda setuju. Sementara Jiang Jinwei masih terdiam tak bersuara. Ia masih tenggelam dalam amarah.


Tanpa di titahkan lagi, Yi Changyin dan Xuan Chen bergegas pergi ke tengah aula. Mereka bersujud sebagai bentuk penghormatan karena akan menerima dekrit dari kaisar.


.......


.......


.......

__ADS_1


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗


__ADS_2