
"Apa yang berada di sini akan mengejarku juga?!" Teriak Xuan Chen waspada sekaligus takut.
Karena terakhir, ia kembali dibuat tenggelam oleh si paus terbang. Membuatnya kembali menahan sakit karena mulut dan hidung termasukan air yang begitu banyak. Dan anehnya ia tak bisa menggunakan kekuatan saat berada di dalam sungai itu.
Hanya karena Yi Changyin yang mengendalikan air, ia baru bisa kembali ke tempat semula.
Yi Changyin mengangguk dengan wajah yang dibuat-buat seperti ketakutan. "Benar, mereka akan mengejarmu.. bahkan menerkammu sampai hancur."
Namun Xuan Chen hanya menatapnya dengan datar. Tak terpengaruh dengan manipulasinya. "Aku tahu kau hanya mengada-ada."
"Kau pintar!" Puji Yi Changyin sambil menepuk-nepuk pundaknya.
Pria itu mencubit pipinya gemas, membuat Yi Changyin mengaduh kesakitan. Namun masih saja membiarkan Xuan Chen memainkan dua pipinya dengan gemas.
Xuan Chen pikir hari ini Yi Changyin terlalu menggemaskan. Bahkan tak pernah terpikirkan sebelumnya jika Yi Changyin yang sudah menjadi Bai Suyue akan lebih menggemaskan.
Dia kira hanya akan menjadi pengalaman yang serius sepanjang masa...
"Sudah! Sudah! Aku kesakitan!" Keluh Yi Changyin sambil menepuk-nepuk lengannya.
Akhirnya Xuan Chen melepaskan cubitannya walaupun masih merasa gemas.
.......
.......
.......
Setelah Xuan Chen memohon berkali-kali untuk pergi dari sini, akhirnya Yi Changyin mengabulkannya. Entah kenapa ia merasa takut dengan hewan besar yang seharusnya berada di laut itu.
Kini Yi Changyin membawanya ke tempat dimana terdapat gunung yang dipenuhi dengan bunga bermekaran. Berbagai warna dari a sampai z tidak ada yang tertinggal. Yaitu bagian barat alam peri yang dinamai bukit bunga.
Yang di setiap sisi gunungnya terdapat rumah-rumah kecil dengan atap jerami sampai atap seperti pada umumnya. Yang di hubungkan oleh jalan berpagar mengelilingi gunung sampai ke puncak.
Disana terdapat satu istana kecil yang pastinya di tinggali oleh Hua Mu Dan.
Juga Yi Changyin bilang, jika tempat ini adalah sumber bunga dari seluruh penjuru alam peri. Sementara istana bulan adalah sumber cahaya untuk semua alam.
Kemudian semenjak lahirnya Wu Yun iblis, sebagian wilayah peri bunga di jarah olehnya. Menjadikan tempat berbahaya bagi setiap peri, hingga beberapa dari mereka banyak yang mengungsi karena antek-antek Wu Yun terlalu berbahaya.
Dan karena ini lah Hua Mu Dan sangat membenci Wu Yun berkali-kali lipat dari yang lainnya. Tapi yakinlah, rasa benci Bai Suyue lebih besar darinya.
Mungkin setelah enam belas tahun di tinggalkan oleh dirinya dan keempatnya, mereka berbondong-bondong untuk memperbaiki bagian alam bunga seperti semula.
Bai Suyue sebagai Ratu disini sangat beruntung. Memiliki rakyat yang bisa berfikir jauh dan tidak selalu mementingkan diri sendiri.
Bahkan ketika menanyai salah satu peri bunga, dia menjawab dalam enam belas ribu tahun ditinggalkan pemimpin, semuanya baik-baik saja.
Xuan Chen bahkan tak pernah berfikir akan ada dunia yang sedamai ini bahkan tanpa pemimpin.
Selanjutnya, perjalanan menuju ke arah selatan. Dimana peri awan tinggal, dan tempat itu dinamai Gunung awan. Tempatnya memang tinggi dan hampir mencapai awan.
Identik dengan warna hijau dan putih. Begitu banyak tebing yang di atasnya adalah rumah-rumah para peri. Dan di setiap tebing, tergantung air terjun yang indah.
Yi Changyin bilang, semua air terjun yang menganak sungai ini akan berakhir di telaga biru. Namun air disini tak pernah habis ataupun lebih. Semuanya seperti berputar-putar di sana.
Entah energi apa yang membuat alam peri menjadi sesempurna ini.
Tak lupa dengan istana bernuansa putih. Yang tepat berada di tengah-tengah tebing yang lain. Memiliki air terjun deras, hidup dengan warna hijau dan elegan dengan warna putih.
Jelas itu adalah tempat tinggal Lian Qingran.
Yi Changyin sudah mengajak Xuan Chen berkeliling hampir ke seluruh bagian alam peri. Mulai dari istana bulan yang berada di tengah, Telaga biru di Utara, Bukit bunga di timur dan gunung awan di selatan.
Terakhir, mereka menuju ke barat. Tempat dimana peri kupu-kupu tinggal, Lembah kupu-kupu.
Mereka berdua dapat melihat pemandangan indah yang identik dengan merah muda itu dari atas awan.
Lebih banyak air terjun dan sungai yang besar. Bukit-bukit kecil hingga ladang bunga untuk makanan mereka. Bahkan pelangi tak luput menghiasi keindahan dari lembah kupu-kupu itu.
__ADS_1
Jelas mereka berdua dapat melihat kesibukan para peri yang terjadi di bawah.
Setelah selesai berkeliling, mereka kembali ke istana bulan. Yi Changyin telah mewanti-wanti Xuan Chen untuk beristirahat di kamarnya. Dan pria itu hanya menurut pada istri tercintanya.
Lebih tepatnya setelah melakukan ritual suami istri. Karena saat itu Xuan Chen memohon padanya sambil bertekuk lutut dan memegangi kakinya. Dasar!
Sementara sekarang, ia menyendiri di ruang singgasana yang luas dan megah. Berwarna putih dan penuh dengan kilauan berlian.
Untuk mencapai singgasana sendiri, seseorang harus menaiki puluhan anak tangga. Lalu menyibakkan tirai yang terbuat dari untaian berlian. Jaraknya sangat rapat hingga pemandangan Bai Suyue atau sebaliknya akan sulit di lihat. Setelah itu harus menaiki tangga kembali untuk menuju singgasana.
Sama seperti Yue Xingfei. Ketika ia menyibakkan gorden yang menimbulkan gemerisik itu membuat Yi Changyin mendongkak.
Sedari tadi ia hanya bisa tertunduk memikirkan pecahan ingatan yang ia dapatkan di sungai istana bulan.
"Maaf... sebenarnya, selama ini aku selalu mencintaimu.."
Itu yang selalu dia pikirkan. Siapa yang mengatakan hal itu? Mengapa ia tidak mengingatnya sama sekali.
Yi Changyin tidak peduli dengan Yue Xingfei yang sedang meletakkan secangkir air hangat. Karena justru ingatannya singgah pada suatu saat.
Dimana beberapa menit sebelum perang alam peri dimulai. Baris membaris jutaan pasukan. Hitam putih yang saling berhadapan.
Ia ingat, saat itu Wu Yun menghampirinya. Dan langsung di sambut oleh tatapan kebencian, terutama pria itu tengah tersenyum saat mendekatinya.
Bahkan saat itu.. dengan tak tau malu Wu Yun meraih pipinya. Masih tersenyum. Membuat hatinya sedikit melebur, namun sejurus kemudian kembali membeku.
"Apa yang di tanganmu ini racun?"
Saat itu Bai Suyue bertanya pada Wu Yun dengan sinis.
Namun jawaban Wu Yun saat itu membuat hatinya terasa teraduk-aduk.
"Bukan. Itu adalah tanda diriku untuk mengakhiri semuanya. Dan aku berjanji akan memulainya kembali suatu saat. Itupun jika kita bertemu di kehidupan selanjutnya."
Sama sekali Yi Changyin tidak tahu maksud dari kata-katanya saat itu. Tapi jika di hubungkan dengan kata-kata pria dalam pecahan ingatan Yi Changyin, hanya ada satu jawaban...
Pria yang dia benci, sebenarnya sangat...
Suara Yue Xingfei telah menyadarkannya. Entah kenapa dia merasa beruntung karena gadis mungil itu telah membangunkan ia dari bayangan masa lalu.
"Minum air madu ini selagi hangat. Peri Hu Diejing membuatnya mendadak tadi." Tambahnya.
Hal itu membuat ia mengingat saat ia mengunjungi lembah kupu-kupu bersama Xuan Chen. Melihat kesibukan para peri di bawah sana. Apakah.. karena madu yang terbuat dari nektar bunga ini? Yang di khususkan untuknya?
Memikirkannya membuat ia tersenyum simpul, hatinya menghangat. Dan segera meminumnya perlahan.
"Apa yang akan bibi lakukan selanjutnya?" Tanya Yue Xingfei lagi sambil mendudukan dirinya di samping Yi Changyin.
"Kembali ke akademi.. banyak yang harus keselesaikan terutama di daratan Dongfang. Jadi.. mungkin akan merepotkan kalian." Jawabnya sambil meletakan cangkir dan memeriksa gulungan yang terletak di atas meja.
Yue Xingfei hanya mengangguk-angguk. "Itu... apakah.. aku boleh meminta sesuatu?" Tanya Yue Xingfei terdengar canggung.
Yi Changyin hanya tersenyum dan menoleh ke arah Yue Xingfei. "Apakah kau ingin menemui kakek bulan sekali lagi?"
Tebakan Yi Changyin membuat Yue Xingfei mendongkak kaget.
"Bagaimana.. bibi mengetahuinya?"
Yi Changyin masih mempertahankan senyumannya. "Kau telah tinggal lama bersama kakek bulan. Kemudian pergi tanpa pamit secara tiba-tiba. Maka dari itu lambat laun pasti kau atau Hua Mu Dan akan meminta padaku untuk hal itu bukan?"
Yue Xingfei hanya tertunduk malu. Ketika tangan Yi Changyin mencengkram kedua tangannya yang menelungkup.
"Temuilah dia sesering mungkin. Aku tidak melarang kalian."
"Terima kasih bibi!" Seru Yue Xingfei sambik mendesak tubuhnya dengan erat.
"Oh ya, apakah bibi tau kalau Gaoqing Dijun akan menikah?"
Kata-kata Yue Xingfei membuat ia tertegun. Entah kenapa dia merasakan sejumput firasat buruk di hatinya. Walaupun jika pria itu menikah tidak ada salahnya.
__ADS_1
"Nama calon permaisurinya adalah Qiao Jirong." Tambah Yue Xingfei.
'Qiao Jirong?'
Yi Changyin tak pernah mendengar nama seperti itu, bahkan sama sekali tidak mengenalnya. Namun entah kenapa nama itu terasa sangat tidak asing dari ingatannya.
Dan mendengar nama calon permaisuri Gaoqing Dijun, membuat rasa cemasnya semakin menjadi-jadi. Entah mengapa ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.
Entah itu kematian, kecelakaan, kehilangan dan perpisahan.
Entah itu sebelum, tepat atau setelah pernikahan Raja besar itu.
Pikirannya yang menyelamatkan tiba-tiba kembali tersadar oleh ucapan Yue Xingfei.
"Karena dia mengetahui bibi sudah kembali, mungkin undangan pernikahan lambat laun akan datang kemari."
'Undangan?'
Hal itu membuat Yi Changyin berfikir di hari pernikahan Gaoqing Dijun juga akan terjadi sesuatu yang besar.
"Bibi?" Panggil Yue Xingfei katana heran melihat Yi Changyin tak kunjung berbicara.
"Aku hanya berfikir, pesta pernikahan ini akan menjadi alat untuk menciptakan suatu peristiwa yang besar."
"Apa?" Tanya Yue Xingfei keheranan.
Yi Changyin tidak memperhatikan Yue Xingfei lagi. Tapi dia terus menerus menatap lilin yang sumbunya terbakar oleh api berwarna biru.
Menatapnya lekat-lekat seolah ada sesuatu dalam api lilin berwarna biru tersebut. Yang harus di teliti dengan seksama demi melihat apa yang berada disana.
Namun di pandangan Yi Changyin, api tersebut tiba-tiba berubah menjadi hitam. Sementara dari pandangan Yue Xingfei, tidak ada yang berubah sama sekali. Api tersebut tetaplah biru.
Yi Changyin hanya menatapnya dalam diam. Dia tidak terkejut ataupun bertingkah khawatir. Hanya diam dan terus menatap lilin itu seakan terhipnotis.
"Wu Yun.." Gumamnya datar yang membuat Yue Xingfei terkejut.
"Wu Yun?! Ada apa dengannya, bibi?!" Justru saat itu Yue Xingfei yang terlihat panik.
"Wu Yun.. akan kembali."
"Apa?!" Yue Xingfei tambah terkejut.
"Antara sebelum, tepat dan sesudah pernikahan Gaoqing Dijun.."
Belum Yue Xingfei menjawab, tiba-tiba suara laki-laki di luar tirai berlian menyahuti yang sukses mengejutkan keduanya. "Apa?! Wu Yun akan kembali?!"
.......
.......
.......
HAI READERS, KALI INI AUTHOR MAU NGASIH VISUAL ALAM PERI NIH.
(Visual Yue Xingfei adalah aktris China Yukee Chen/Chen Yuqi. Dan yang lainnya author belum tau)
Disana udh ada keterangan siapa dan siapa namanya, juga dia bagian dari peri mana ya. Kalian pasti tau lah artinya:D
Dan selanjutnya ada gambaran tentang bagian-bagian di alam peri ya..
Pasti kalian tau kan, dilihat dari gambar dan namanya bisa menebak kalau itu tempat tinggal peri apa.
Ini semua hanya gambaran author, jangan terlalu terpaku atau kalian akan pusing. Terserah pikiran kalian mau menggambarkannya seperti apa. Enjoy:D
(Note : Semua gambar di ambil dari apk Pinterest)
__ADS_1
Gimana menurut kalian?
Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉