
Di gua ruang dimensi spiritual, tempat danau yang biru jernih dan menyegarkan. Yang penuh dengan energi spiritual melimpah. Membuat siapapun yang menghirupnya akan merasa senang dan betah.
Saat itu Yi Changyin sedang berendam di dalam kolam air dengan tiga jenis energi spiritual yang mengalir ke tubuhnya. Biru, merah dan putih. Dari Feng'er, Heilong dan Xiaobai.
"Heilong berelemen api, sedangkan aku berelemen air. Mengapa aku sangat cocok dengan energi spiritual yang kau berikan." Gumam Yi Changyin yang terdengar oleh ketiganya. Dia merasa bingung dan baru menyadari hal itu.
Karena biasanya, air dan api akan selalu bertentangan. Membuat siapapun yang menerima energi spiritual berelemen air atau api yang bertolak belakang dengan elemennya sendiri, dia akan kepanasan atau kedinginan. Tidak semua orang, karena tergantung tingkat kekuatan penerima dan pemberi, juga jumlah kekuatan yang di berikan.
Kata-katanya itu membuat Feng'er dan Heilong tersenyum.
"Karena ada suatu keistimewaan yang ada dalam dirimu, ibunda." Ujar Heilong.
Membuat Yi Changyin tertegun. "Lalu.. mengapa aku baru menyadarinya sekarang?"
"Ada beberapa alasan yang tidak bisa kami jelaskan. Mungkin kau akan mengetahuinya suatu hari nanti." Sahut Feng'er yang membuat Yi Changyin semakin berwajah penasaran.
"Kenapa tidak kau saja yang memberitahuku?!" Kecam Yi Changyin, sedikit memaksa.
"Tidak bisa.." Sahut Heilong yang membuat keningnya mengkerut. "Seseorang telah melarangku untuk mengatakannya pada siapapun." Tambahnya.
"Siapa yang berani melawan kalian?! Bukankah kalian adalah Phoenix dan Naga yang melegenda?! Heran, bahkan kau takut padaku di saat pertama kali bertemu." Gerutunya kesal.
"Itu langit, aku tidak bisa mengatakannya karena itu. Sekeras apapun aku ingin memberitahumu, langit tetap akan membisukan kami." Jawab Heilong jujur. Yi Changyin hanya diam menunggunya untuk berbicara lagi.
Saat itu Feng'er menyahut, "soal waktu pertama kali bertemu. aku tidak tahu mengapa hal itu terjadi. Saat itu ibunda masih berada di tingkat Dewi tahap awal. Seharusnya aura kultivasi tingkat itu tidak akan berpengaruh padaku. Dan seharusnya sebaliknya, kau yang ketakutan melihat kami." Jelasnya secara rinci, membayangkan kejadian saat pertama kali mereka bertemu.
"Benarkah?" Yi Changyin tambah bingung.
Feng'er menambahkan lagi, "benar.. awalnya kami pun heran dengan itu. Tapi.. setelah melihat wajahmu.. semua praduga berubah dan semua mengarah pada alasan itu."
"Haiya, aku sangat penasaran." Keluh Yi Changyin sambil menutup seluruh wajahnya.
Tak lama kemudian dia membukanya lagi, teringat oleh sesuatu. "Oh, ya. Bagaimana dengan pencarian hutan dan pembuatan pilnya?"
Membuat Heilong tersenyum bangga. "Semua siap!"
"Bagus!" Puji Yi Changyin sambil mengacungkan jempolnya. "Lalu, bagaimana dengan yang kalian dapatkan?"
Mereka semua berhenti menyuntikkan energi spiritual dan mulai merapat ke pinggir kolam. Hingga mau tak mau Yi Changyin harus melepaskan kenyamanan sebelumnya. Ya, mendapatkan asupan dari sesuatu yang kuat memanglah menyenangkan.
Saat itu Heilong berbicara, "kami hanya menemukan kalau tuan dipengaruhi oleh racun hawa iblis. Itu tidak berbahaya bagi nyawa, tapi dapat mudah untuk kerasukan. Sekuat apapun dia. Mungkin kecuali bagi orang yang memiliki kemampuan khusus."
Membuat Yi Changyin terdiam berkecamuk dengan pikirannya selagi Heilong terus menjelaskan.
"Menurut dugaanku, tadinya mereka ingin memperngaruhimu. Tapi karena ibunda punya kekuatan khusus tersembunyi, jadi racun hawa iblis ini tidak akan berpengaruh padamu."
"Lalu kenapa saat itu aku tersugesti dan berjalan tanpa sadar, mengikuti apa yang mereka arahkan?" Sahut Yi Changyin heran.
"Sepertinya.. itu berbeda dengan racun hawa iblis." Gumam Heilong. "Mungkin itu semacam sugesti yang hanya bisa di lakukan oleh orang alam langit."
"Alam langit?!" Sahut Xiaobai sedikit terkejut.
"Aku tidak yakin dengan itu!" Ralat Heilong.
__ADS_1
"Benar, kami berdua tidak pernah bisa merasakan apa yang terjadi di tubuh ibunda. Tapi soal tuan, aku dapat merasakannya walaupun saat itu masih bingung. Tapi dengan membaca sesuatu, aku menjadi yakin kalau itu adalah racun hawa iblis." Jelas Feng'er merinci.
Membuat Yi Changyin antara mengerti dan tidak mengerti. Ia belum pernah mendengar racun semacam itu di dalam perjalan hidupnya yang panjang. Mendengarnya di umur yang sudah terlalu tua bagi manusia, namun terlalu muda untuk makhluk abadi, membuat ia bingung harus menanggapinya seperti apa.
"Memangnya.. seperti apa racun itu? Dari mana dia berasal?" Hanya itu pertanyaan yang terlontar dari mulutnya, sambil menatap sang Phoenix dan sang Naga.
Heilong lantas menjawab, "mungkin ibunda mengira kalau racun itu berasal dari alam iblis. Tapi sebenarnya, racun itu berasal dari alam baka. Tidak sembarang orang dapat memasukinya. Dan gulungan tidak mencatat banyak tentang racun itu."
"Alam baka?!" Yi Changyin terkejut. "Tapi siapa yang bisa memasukinya? Wei Qiao tidak akan bisa. Walaupun dia jelas-jelas terlibat, tapi di belakangnya pasti ada seseorang yang mempunyai pengaruh besar di alam langit."
"Gaoqing.. Dijun?" Tebak Xiaobai.
"Bukan dia! Tapi bawahannya!" Sahut Yi Changyin setengah berteriak. "Karena selain Gaoqing Dijun, siapa lagi yang begitu kukuh saat menghadapi masalah? Bahkan dia berkali-kali mencoba melakukan percobaan pembunuhan untuk menyelesaikan masalah."
Membuat Feng'er menepuk jidatnya. "Mengapa masalah ini ada sangkut pautnya dengan dia.." Sang Phoenix sedikit mengeluh.
"Untung saja ibunda sigap menyadari sesuatu saat itu juga. Hingga bisa membuat kami melakukan sesuatu sembunyi-sembunyi tanpa pengetahuan tuan." Tutur Heilong sedikit bersyukur. "Atau dia akan marah karena kau bertindak sendirian."
"Masalah ini sangat sederhana. Karena didasari dendam Wei Qiao padaku dua tahun lalu. Tapi yang berada di belakangnya tidak sederhana." Ujar Yi Changyin yakin, bingung dan kesal berkecamuk dalam pikirannya.
"Jika begitu, masihkah kita menjalankan rencana itu?" Tanya Xiaobai memecah keheningan.
"Tentu saja!" Sahut Yi Changyin cepat. "Aku dari awal sudah memprediksi seseorang di belakang Wei Qiao. Namun soal Gaoqing Dijun.. aku benar-benar tidak menyangka," jedanya.
"Jadi.. jika bisa, aku akan menjadikan ia tahanan dan membicarakan hal itu baik-baik dengan Gaoqing Dijun. Aku juga tidak tahu apa alasan dia memburuku di hutan kaki gunung waktu itu."
"Bunda yakin?" Tanya Feng'er tampak cemas.
Membuat Yi Changyin mencibir. "Aku ini satu tingkat lagi bisa mencapai Dewi tertinggi. Apa yang harus di khawatirkan?" Katanya dengan sangat yakin.
Membuat Yi Changyin tersenyum bangga.
"Kasihan tuan." Sambungnya yang membuat senyuman Yi Changyin menghilang dengan cepat.
"Jangan ingatkan aku tentang hal itu, aku sungguh menyesal membuat pria ber-roti sobek itu menangis." Tatapannya tampak menerawang. "Aku akan melakukan apapun yang dia inginkan setelah semuanya selesai."
Yi Changyin menepuk tangannya satu kali sambil tersenyum. "Aku sungguh tidak sabar!"
"Tapi bagaimana dengan api murni yang melukai tangannya? Apakah itu akan sembuh? Ku dengar api murni tidak akan sembuh semudah itu." Tanya Xiaobai tiba-tiba.
"Apa kau bilang? Api murni?" Yi Changyin balik bertanya dengan ekspresi yang tidak percaya. "Bukankah semua orang tahu kalau aku berelemen air?"
"Tapi yang melukai tangan tuan itu adalah api murni!" Ralat Xiaobai begitu yakin dengan pendapatnya.
Membuat Yi Changyin menoleh ke arah Feng'er dan Heilong secara bergantian. "Apakah ini keistimewaan khusus yang kalian maksud?"
Feng'er menggaruk tengkuknya yang gatal. Dia tidak bisa memberi tahu soal kebangkitan jiwa Bai Suyue beberapa hari lalu, karena Xuan Chen yang melarangnya. Dan sepertinya kemunculan api murni ini ada hubungannya dengan itu.
Sedikit demi sedikit kebangkitan seseorang yang mendominasi di tubuh Yi Changyin, akan berpengaruh juga pada sebagian besar tubuhnya. Tapi belum pada ingatannya.
"Lebih.. dari itu." Hanya itu yang dia jawab.
Yi Changyin menghela nafas frustasi. "Ya, ya, aku mengerti kalian tidak bisa mengatakannya."
__ADS_1
Hening. Tidak ada suara apapun di sana.
"Lebih baik kita bergegas sekarang. Aku tidak ingin rencana yang kita rancang akan berantakan hanya karena satu hal." Ujar Yi Changyin memecah keheningan.
Tapi Heilong kembali membuatnya duduk. "Kau masih butuh pemulihan! Belum lagi kau menggunakan seperempat kekuatanmu untuk membuat segel di kakinya tertahan lebih dari seratus hari!"
Yi Changyin mencibir. "Memang apa masalahnya?! Aku sudah bisa berdiri sendiri bahkan bertarung! Jangan halangi aku!"
"Tapi jika tuan mengetahui hal ini, dia..."
"Lambat laun dia akan tahu soal aku melawan mereka!" Yi Changyin memotong kalimat Feng'er. "Tapi aku minta kalian tidak boleh beritahu tentang aku menggunakan ilmu darah sembilan ekor." Tambahnya. "Jangan beri tahu sampai kapanpun! Tutup mulut, semuanya aman!"
"Baiklah.." Sahut mereka bertiga pasrah.
.......
.......
.......
"Uhuk! Uhuk!"
Wei Qiao masih terbatuk-batuk ketika ia bangun di hari berikutnya. Namun matahari belum menampakkan diri di ufuk timur hingga keadaan masih gelap. Mungkin butuh waktu lama lagi untuk melihat matahari terbit. Keadaan masih benar-benar gulita.
Gadis itu masih meringkuk di atas dipan bobrok. Tubuhnya masih lemah gara-gara semua tekanan yang di berikan oleh Yi Changyin. Termasuk lehernya yang hampir remuk saat itu juga. Gadis itu benar-benar sadis.
Perlahan ia membuka matanya. Wei Qiao mendudukan dirinya susah payah dengan tangan yang memegangi lehernya. Rasa ngilu dan sesak di sana masih terasa olehnya.
Namun ia begitu terkejut ketika matanya menancap pada dua sosok yang berada di ambang pintu. Jantungnya memompa kencang, tak bisa menutupi wajah takutnya. Ia berkeringat dingin begitu dua orang itu menghampirinya perlahan. Mencoba mundur namun buntu di depan tembok kayu.
Ia semakin gelisah saat dua orang itu sudah berada tepat satu langkah di depan dipan. Nafasnya berderu tak karuan. Tubuhnya bergemetaran hebat.
"AAAAAA!!!"
Wei Qiao berteriak begitu dua pria itu menghampirinya dengan cepat. Pandangannya kabur dan ia sudah tidak berteriak lagi. Namun tiba-tiba ia tersadar di tempat yang begitu gelap dan asing. Namun kentara di sekelilingnya terdapat hutan bambu yang sebagian kecil sudah hancur.
Juga dua pria uang menangkapnya tadi, berdiri membelakanginya.
Saat ia menyapu sekitar, hatinya kembali di kejutkan oleh seorang wanita bertopeng putih yang terikat erat di salah satu pohon bambu. Dan sepertinya dia tidak melepaskan diri karena kelihatannya tali itu bukan yang biasa. Wei Qiao mengenali orang itu!
"Dimana ibunda.. mengapa begitu lama sekali?" Keluh salah satu pria yang berada di hadapannya. Yang ternyata adalah Feng'er. Namun Wei Qiao tidak mungkin mengenalinya.
Di sisi lain, ruang dimensi spiritual. Yi Changyin menatap dirinya di kaca dengan segudang emosi yang berusaha untuk di tekan. Seperti telah terjadi sesuatu sebelumnya. Kemudian ia menghela nafas, mengeluarkan kipas Yin Zhenjie di tangannya.
Bergegas keluar, meninggalkan Xuan Chen yang masih terbaring dengan wajah yang berangsur-angsur membaik, tidak pucat seperti waktu malam.
Sementara itu Wei Qiao semakin bertingkah panik. Dia berusaha melepaskan tali yang mengikat tangan dan tubuhnya. Berhenti tiba-tiba saat ujung pedang berada di depan lehernya. Dia begitu terkejut sampai-sampai menahan nafasnya.
"Kita bertemu lagi, Wei Qiao.."
.......
.......
__ADS_1
.......
Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉