The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin


__ADS_3

Tiba-tiba saja Yi Changyin mengangkat pandangannya, tersenyum ke arah Xuan Chen. "A Chen..." Namun tiba-tiba ekspresi gadis itu berubah menjadi memelas, "aku lapar..."


Xuan Chen tersenyum walaupun matanya tampak basah. Gadis itu meminta makan padanya. Apakah dia sedang bermimpi? Semoga saja tidak!


"Mengapa kau terdiam disitu saja?!" Wanita itu kembali bersuara, kini terdengar ketus. "Sudah kubilang aku lapar, aku tidak mau memakan makanan yang dibuat pelayan. Aku ingin kamu yang memasak!"


Xuan Chen semakin melebarkan senyumannya, dan matanya semakin basah. Kini ia semakin yakin kalau ini bukan mimpi. Saat hendak melangkah dan menghampirinya, tiba-tiba sosok Yi Changyin menghilang dari sana.


Pria itu tertegun, mengedarkan pandangannya dan mencari kemana-mana. Dia berlari menaiki tangga dan menghampiri singgasana. Benar, Yi Changyin tidak ada. Tangisan pun pecah, kepalanya bersandar di bantalan kursi besar itu.


"Yin'er..." Bisiknya parau.


"Paman, kau masih disini?" Tiba-tiba saja suara familiar menyapa telinganya. Dia menghentikan tangis dan menyelap air matanya dengan tangan, kemudian melirik ke arah pintu.


Tampak Yue Xingfei berdiri di sana sambil mengembangkan senyumannya, membawa buku panjang yang dipeluknya.


Tanpa menunggu Xuan Chen berbicara, gadis itu berjalan dan menghampirinya. Xuan Chen segera berdiri dan menunggu apa yang akan gadis itu lakukan.


"Paman, sebelum kau pergi sebaiknya kau melihat-lihat ini." Yue Xingfei memberikan buku tipis panjang yang tadi dipeluknya.


Xuan Chen menerimanya dengan hati-hati, menatapnya sebentar. "Apa ini?" Dia bertanya.


Yue Xingfei tersenyum. "Paman bisa melihatnya sendiri, aku pergi dulu." Gadis itu tak menunggu lebih lama lagi, dia pergi dari ruangan itu.


Xuan Chen pun mengurungkan niatnya untuk berbicara lagi. Kemudian pria itu mengambil duduk di kursi samping singgasana. Lalu membuka halaman pertama dengan hati-hati.


Tiba-tiba saja matanya terbelalak. Halaman kedua tak kalah membuat ia terkejut. Melihat halaman ketiga, matanya tiba-tiba berlinangan air.


Semakin membuka halaman, semakin banyak hal yang membuatnya terkejut. Sambil terus membuka halaman selanjutnya, nafasnya memburu, jantungnya berdetak kencang, matanya memanas.


Setelah mencapai halaman terakhir, dia menutupnya dengan buru-buru. Nafasnya semakin berderu kencang. Sejurus kemudian dia menangis lagi, citranya sebagai seorang pria telah hilang.

__ADS_1


"Yin'er... Mengapa kau melakukan itu?" Pekiknya tak tahan.


Benar, dia telah melihat sebuah catatan aneh yang entah dari mana Yue Xingfei dapatkan. Tentang pengorbanan Yi Changyin selama ini.


Mulai sejak mengorbankan pita suara untuk dirinya. Lalu di akademi Tianjin, ketika dirinya tak sengaja terbunuh, Yi Changyin menghidupkannya kembali dengan darah kesembilan ekor nya dan inti roh yang kecil. Xuan Chen tahu itu pasti menyakitkan.


Dan masih banyak pengorbanan lainnya, termasuk mengorbankan inti roh yang paling besar untuk memusnahkan aura iblis Wu Yun. Dan menahan racun setiap malam, memuntahkan berliter-liter darah.


Saat ini Xuan Chen memaki dirinya sendiri, hatinya terasa sakit. Menjadi pria bodoh yang tak berguna. Yang hanya bisa memberi beban pada orang yang dicintainya. Sementara dia sendiri merasa bersenang-senang.


Langit, betapa menderitanya Yi Changyin selama hidup karenanya... Dan hukuman hati yang sakit ini belum seberapa untuk menyamakan penderitaan yang di alami Yi Changyin. Dia ingin dihukum seberat-beratnya karena telah menyakiti gadis tercintanya itu.


Memikirkan hal itu lagi, Xuan Chen berhenti tiba-tiba menangis. Dengan memaki dan meratapi diri sendiri itu tidak akan selesai, hingga akhirnya dia bangkit. Mengusap air matanya.


Dengan wajah yang yakin, Xuan Chen bergegas pergi. Dia akan membalas semua pengorbanan ini seumur hidup. Membuat wanita itu berbahagia setelah menghidupkannya kembali. Melindungi dan melayaninya sampai akhir hayat tanpa berhenti.


Tak beberapa lama Xuan Chen tiba di danau penghancur jiwa. Angin berhembus kencang menerbangkan pakaian hitamnya. Kini dia bukan seperti bangsawan, tapi pendekar yang berkelana.


Dari atas, Xuan Chen dapat melihat danau itu dari kejauhan. Banyak kesan yang tersimpan di dalamnya. Dia mundur beberapa langkah. Hendak berbalik, tapi tiba-tiba dia menangkap sosok yang berdiri di pinggir bibir jurang.


Dengan perasaan yang terkejut Xuan Chen kembali membalikan badannya. Sosok itu adalah wanita berpenampilan sama dengan sosok di singgasana istana utama.


Wanita itu adalah Yi Changyin yang sedang menikmati angin berhembus. Pakaian putih dan rambutnya berkibar bebas. Matanya terpejam menikmati udara segar.


Mata Xuan Chen kembali memanas, jantungnya berdebar kencang. Wanita itu bahkan melihatnya, tersenyum dan melambaikan tangan.


Saat Xuan Chen hendak mengejarnya, tiba-tiba saja tubuh itu menghilang. Dia merasa bahwa takdir sedang mempermainkannya, hanya bisa menangis tanpa air mata.


Namun tiba-tiba saja ada benda yang menyilaukan pandangannya. Matanya menyipit dan melihat ke bibir jurang. Sejurus kemudian dia terbelalak. Itu adalah kristal jiwa!


Xuan Chen segera berlari dan mengambilnya. Meneliti itu dengan seksama, ada aura Yi Changyin. Hampir saja Xuan Chen menangis dan berteriak senang, ketika pikiran lain kembali membuatnya tertegun.

__ADS_1


Sambil mengamankan kristal jiwa itu, dia mengingat tadi bertemu dengan bayangan Yi Changyin di istana utama alam peri. Disini dia melihat bayangan Yi Changyin dan menemukan kristal jiwa. Artinya...


Akhirnya Xuan Chen segera menghilang dari sana. Muncul kembali di istana utama alam peri dan segera berlari ke arah singgasana. Memeriksa kursi dan meja, tapi tidak ada apapun.


Saat dia tiarap dan melihat ke bawah kursi, matanya kembali membola dan tangannya berusaha meraih sesuatu. Setelah mendapatkannya, dia berdiri dan penampilannya sedikit acak-acakan.


Namun Xuan Chen tak begitu peduli dengan penampilannya. Dia menatap kristal jiwa itu dengan mata yang berkaca-kaca. Tak di sangka dia akan mendapatkan dua sekaligus. Dia hampir berjingkrak dan berisik.


Tak lama kemudian dia segera pergi dari sana. Mencari keseluruh penjuru alam peri. Sampai keluar alam peri dan mengunjungi berbagai tempat.


Tiga puluh tahun Xuan Chen mencari kristal jiwa Yi Changyin, tapi sia-sia karena tidak pernah menemukannya lagi. Hanya menemukan dua, terakhir kali dia menemukannya di alam peri. Itu saja, hanya dua.


Dia telah berputar-putar di seluruh alam dan mencari di setiap celah, tidak ada apapun. Dirinya hampir menyerah, dan kecewa pada diri sendiri.


Sekarang dia bersandar di sebuah batang pohon. Setelah berputar-putar di seluruh dunia, bahkan berkali-kali berpapasan dengan Feng'er dan Heilong yang tidak mendapatkan apa-apa, dia merasa lelah. Dan berakhir di lembah gunung Tianjin.


Dia terdiam menatap langit. Terik matahari membanjirnya, sekarang musim panas. Dia sudah berkali-kali mengunjungi gunung Tianjin namun tak satupun kristal jiwa yang ditemukan.


Tapi khawatir ada yang terlewat, Xuan Chen tidak pernah bosan dan lelah untuk bulak balik. Dia tidak boleh menyerah begitu saja.


Sekarang pun ia tengah menyemangati diri sambil melangkah pergi menaiki puncak gunung Tianjin. Tujuan selanjutnya adalah Akademi Tianjin. Walaupun selama tiga puluh tahun terakhir Xuan Chen sering ke sana, tapi siapa tahu kan? Keberuntungan tidak ada di tahun itu saja.


.......


.......


.......


Note : Walaupun tiga puluh tahun kemudian, tapi jangan ngira kalau Xuan Chen dah tua ya. Inget umurnya udh puluhan ribu tahun. Wajahnya masih muda kok wkwk


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗

__ADS_1


__ADS_2